Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 78 : Membangun Sekte


__ADS_3

Mo Lian yang telah tiba di depan hotel langsung naik ke kamarnya, ia mengambil koper yang tidak disentuhnya sama sekali dalam waktu dua hari ini. Tanpa berkemas-kemas, ia membawa kopernya kembali ke lantai dasar, kemudian menuju meja resepsionis untuk menyerahkan kunci kamarnya kembali.


Wanita di balik meja resepsionis itu sedikit membungkukkan badannya dengan kedua tangan di depan perutnya. "Terimakasih, Tuan. Akan kami tunggu kedatangan Anda selanjutnya."


Mo Lian mengangguk kecil, ia pergi menuju pintu keluar. Ketika ia berada di luar hotel, ia melihat mobil mewah yang berada di depan pintu masuk dengan sopir mengenakan setelan jas berwarna hitam. "Tuan, silakan masuk. Kami akan mengantar Anda ke bandara."


Mo Lian menaikkan tangan kanannya sebagai tolakan dari tawaran orang yang berdiri di depannya. "Tidak perlu, sudah ada yang menjemput ku."


"Tapi—" Belum sempat menyelesaikan perkataannya, sopir itu menghentikan ucapannya dan membungkukkan badannya. Ia menghormati pilihan Mo Lian yang tidak ingin diantar, tapi disisi lain ia merasakan kecewa karena tidak akan mendapatkan uang tambahan.


Mo Lian sendiri merasa tidak perlu menggunakan mobil, apalagi ia tidak akan pulang ke Kota Chengdu dengan naik pesawat. Melainkan akan terbang menggunakan kekuatannya sendiri, bagaimanapun juga setelah ia berendam di Danau Spiritual, ia merasakan kekuatannya bertambah dan hampir menembus Ranah Inti Perak tahap Akhir.


Kecepatannya juga menjadi lebih cepat dari sebelumnya. Jika sebelum ia berendam kecepatannya adalah dua sampai tiga jam dari Kota Chengdu ke Gunung Kunlun, maka sekarang ia hanya membutuhkan setengah waktu saja. Lalu jika dari Kota Xining ke Kota Chengdu, ia membutuhkan waktu kurang dari satu jam, setengah waktu lebih cepat daripada naik pesawat.


Mo Lian berjalan menuju tempat yang sepi, hanya dalam waktu beberapa menit, ia sudah berada di tempat yang ditumbuhi oleh pepohonan tinggi. Cukup mudah untuk menemukan hutan di Kota Xining, itu karena kota ini dekat dengan pegunungan.


Ia membuka kopernya dan berganti pakaian berwarna hitam pekat, serta mengenakan penutup wajah untuk menyembunyikan identitasnya. Setelah selesai, ia memasukkan kopernya ke dalam Cincin Ruang.


Dengan kaki kanan menekan tanah, ia melompat meninggalkan daratan dan terbang tinggi di atas awan. Tanpa berlama-lama lagi, ia mengalirkan energi spiritual ke seluruh tubuhnya, ia menginjak kakinya di udara kosong untuk mendorong tubuhnya agar kecepatannya lebih cepat.


Empat puluh lima menit kemudian, ia sudah bisa melihat Kota Chengdu, kota yang dirindukannya. Ia turun dari ketinggian langit dan mendarat tepat di belakang halaman dari Mansion Bai Long. Ketika ia tiba di sana, ia tidak bisa menemukan tanda-tanda kehidupan di sekitar maupun di dalam Mansion Bai Long.


"Ke mana semua orang? Apakah ada yang terjadi di si—" Mo Lian mengamati keadaan sekitarnya dengan panik. Tiba-tiba saja terdengar nada dering dari handphone-nya yang berada di kantung celana.


Mo Lian merogoh kantung celananya, terlihat banyak sekali panggilan tak terjawab maupun pesan masuk. "Semua ini dari ibu."


"Halo, ibu."


"Mengapa kau tidak mengangkat telepon ibu? Apakah kau tahu bagaimana khawatirnya ibumu karena tidak bisa mengetahui keadaanmu? Sekarang kau di mana?"


Mo Lian tersentak, ia menjauhkan handphone-nya dari telinganya. Perlahan, ia mendekatkannya kembali ke telinganya. "Aku di rumah, kenapa keadaan di sini sangat sepi? Di mana kalian semua?"


"Oh? Lian'er sudah di rumah? Ibu sedang bekerja, Fefei sekolah. Bibi Xin Hei Yu dan Yue Ning Mei sedang di pasar bersama Paman Lee."


Mo Lian mengangguk kecil, kemudian menjawab, "Baik. Ibu, saat pulang nanti. Bisakah ibu mampir ke Kediaman Qin? Ada yang ingin ku bicarakan, ini mengenai pembangunan sekte."

__ADS_1


"Baiklah. Sudah dulu, ibu kembali bekerja."


"Baik, bu— tuutt..."


Mo Lian terdiam, ia menatap layar handphone sejenak. Kemudian memasukkannya kembali ke dalam kantung celananya.


Mo Lian berjalan memasuki rumah menggunakan kunci cadangan, ia berjalan langsung ke ruang keluarga dan melemparkan dirinya ke atas sofa. Ia memejamkan matanya dan tertidur dengan tenang.


Beberapa jam kemudian, Mo Lian terbangun dari tidurnya saat ia merasakan ada yang menekan-nekan pipinya. Ia membuka matanya perlahan, terlihat wanita muda berusia 16 tahun yang tak lain ialah Mo Fefei sedang mencubit-cubit pipinya.


Ketika ia membuka matanya, bukan hanya Mo Fefei saja yang berada di ruangan itu. Ternyata di seberangnya, terlihat beberapa orang yang sedang duduk di sofa dengan kepala ditolehkan ke arah lain. Melihat itu, dengan cepat ia berdiri dan membenarkan posisi duduknya.


Mo Lian memijat keningnya, ia tidak berharap akan tertidur sangat lelap dan tidak merasakan jika sudah banyak orang di depannya. Apa yang akan terjadi jika orang-orang di Galaxy Pusat mengetahui aku, Dewa Semesta tertidur dan tidak merasakan kehadiran orang lain.


Mungkin karena di Bumi cukup aman, sehingga aku mengendurkan kewaspadaan dan tidak menyebarkan energi spiritual maupun jiwa ke lingkungan sekitar.


"Uhuk." Mo Lian terbatuk, ia menatap semua orang di depannya. "Langsung saja, aku ingin membangun sekte di lembah belakang."


Ia menolehkan kepalanya menatap Qin Zhang. "Qin Zha— Senior Qin, apakah lembah di belakang masih termasuk kawasan Real Estate Emei?" Mo Lian meralat ucapannya, meski Qin Zhang adalah muridnya. Tapi Qin Zhang tetaplah seorang Senior dan orang yang patut dihormati, bagaimanapun juga Qin Zhang adalah seorang prajurit yang menjaga keamanan Daratan Huaxia.


Seperti yang dibahas sebelumnya, lembah di belakang mansion ini memiliki kedalaman antara 200 sampai 300 meter, dan jika dilihat dari kejauhan, lembah ini juga memiliki wilayah yang sangat luas, cukup untuk menampung enam sampai delapan lapangan sepakbola.


"Aku ingin membangun sekte di lembah itu. Sebelumnya memang dibahas akan mencari tempat lain, namun sepertinya lebih nyaman jika masih berada di Kota Chengdu, dan jaraknya juga cukup dekat dengan kediaman ..."


"Tapi alasan utama mengapa aku ingin terburu-buru, itu karena aku sudah berjanji pada seseorang untuk menyiapkan tempat tinggal untuk 400 orang."


Mendengar itu, mereka semua terperangah dengan mulut terbuka. Mereka tidak tahu mengapa Mo Lian ingin menyediakan tempat tinggal untuk orang sebanyak itu, lalu siapa yang bisa mendapatkan janji dari Mo Lian.


"Orang itu adalah seorang Pejuang yang sangat hebat. Usianya lebih dari 700 tahun, pernah bertarung melawan Ketua dari Organisasi Dunia Hitam 400 tahun yang lalu. Satu orang Ranah Inti Perak tahap Menengah, satu orang Ranah Inti Perak tahap Awal, dan delapan orang Fase Lautan Ilahi tahap Akhir." Mo Lian menjelaskan saat melihat kebingungan di wajah semua orang.


Mo Lian terdiam sejenak, kemudian melanjutkan perkataannya, "Mungkin saja sekarang, kedelapan orang lainnya telah menembus Ranah Inti Perak."


Ketika mendengar itu, mereka kembali terperangah, dan beberapa detik kemudian menganggukkan kepala. Akan sangat menguntungkan jika memiliki orang-orang yang sangat berpengalaman di belakang mereka, lalu apabila 400 orang itu belajar menapaki jalan Kultivator Dao. Maka kekuatan Sekte Dongfangzhi akan meningkat, dan mungkin saja akan menjadi sekte terkuat di Daratan Huaxia.


Tidak! Jika dipikirkan kembali, sekte mereka sudah menjadi yang terkuat hanya dengan Mo Lian seorang.

__ADS_1


Qin Zhang menganggukkan kepalanya. "Lalu, kapan Master akan mulai membangunnya?"


"Secepatnya. Kita perlu membangun rumah yang dihuni oleh empat anggota keluarga sebanyak 100 unit. Lalu membangun beberapa gedung bertingkat, untuk gedung-gedung ini kita menggunakan bahan dari kayu. Gedung-gedung itu difungsikan untuk menyimpan rempah maupun herbal, teknik, senjata yang akan dibuat nantinya, dan sebagainya," jawab Mo Lian menjelaskan.


"Lalu satu lagi, Aula Sekte, menggunakan bahan dari kayu kualitas terbaik, memiliki ruangan yang dapat menampung lebih dari 500 orang."


Qin Zhang terdiam, meski ia adalah seorang prajurit. Tapi ia juga merupakan pembisnis dibidang properti, dengan pengalamannya, ia memejamkan mata mencoba menerka-nerka seberapa banyak biaya yang harus dikeluarkan. Beberapa menit kemudian, ia membuka matanya. "Jika kita membangun di tempat yang mudah diakses dan menghitung harga jualnya, bukan dari harga bahan. Mungkin akan menghabiskan 500 juta sampai satu miliar Yuan ..."


"Itu juga satu rumahnya dihargai dengan 1000.000 Yuan. Lalu untuk bangunan kayu dengan kualitas terbaik, itu akan menghabiskan dana lebih besar. Tapi jika kita membuatnya di kedalaman lembah, mungkin kita akan menghabiskan satu sampai dua, dan yang terbanyak adalah tiga miliar Yuan. Itu sudah termasuk akses untuk naik turun ke lembah menggunakan teknologi modern, jalan yang menghubungkan antar bangunan, pepohonan, interior, eksterior, tower internet, listrik, taman dan sebagainya."


(1 Yuan \= Rp.2.202,00 . 3 Miliar Yuan \= 6 Triliun 606 Miliar Rupiah)


Mo Lian menganggukkan kepala, ia tidak meragukan kemampuan berbisnis Qin Zhang. "Aku akan mengeluarkan dua miliar untuk pembangunan in—"


"Tidak! Biarkan Keluarga Qin kami yang mengeluarkan da—" Qin Zhang memotong perkataan Mo Lian, namun perkataannya kembali dipotong oleh Yun Hengtian.


"Tidak! Keluarga Yun kami yang akan menanggung semua dana."


"Tapi—" Mo Lian yang hendak berbicara kembali dipotong.


"Master, biarkan Keluarga Qin kami atau Yun yang menanggung. Hanya tiga miliar bukan apa-apa bagi kami, itu adalah jumlah yang sangat sedikit jika dibandingkan dengan hal-hal yang diajarkan oleh Master." Qin Zhang kembali memotong perkataan Mo Lian, ia membungkukkan badannya dengan menangkupkan kedua tangan.


Mo Lian terdiam sejenak, meski saat ini ia menampilkan senyum canggung. Tapi sebenarnya di dalam hatinya ia merasa sangat senang karena bukan ia yang mengeluarkan uang. Dengan mata tampak bersalah, ia menganggukkan kepalanya. "Baiklah. Terimakasih."


Tapi jika dipikirkan kembali, Mo Lian merasa rugi saat membeli gedung berlantai 15 dengan harga satu setengah miliar. Apakah aku ditipu? Uang sebanyak itu aku bisa membangun 1.500 unit rumah dengan fasilitas lengkap.


Qin Zhang dan Yun Hengtian menganggukkan kepala.


Pembangunan akan dimulai minggu depan. Mereka akan menyewa kontraktor yang berpengalaman dan dapat membangun gedung dengan 60 lantai hanya dalam waktu 21 hari. Dan jika membangun semua bangunan yang telah direncanakan di kedalaman lembah, mungkin akan selesai dalam waktu dua sampai tiga bulan.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2