Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 179 : Aliansi Revolusi Dewa


__ADS_3

Pria tua yang ditunggu-tunggu Mo Lian akhirnya datang dan berhenti ketika jaraknya masih tersisa beberapa puluh meter lagi. "Aku merasakan aura Tombak Emas yang berasal darimu."


Mo Lian mengangguk pelan dengan senyum tipis terukir di wajahnya. "Sepertinya umpanku berhasil, dan mendapatkan ikan besar." Seringai dingin terlihat di wajahnya.


Wajah pria tua itu mengeras dengan urat-urat yang terlihat, entah di leher maupun di pelipisnya. Ia sangat kesal, karena ini adalah pertama kalinya ada yang menganggapnya sebagai orang bodoh yang mudah dipancing.


Tapi dengan amarah yang tinggi, itu sama saja jika pria tua itu sangat mudah dipancing dan terprovokasi oleh perkataan Mo Lian.


"Aku akan membunuhmu hari ini!" Pria tua itu mendongak menatap tajam Mo Lian, kemudian melesat tajam bagaikan kilat ke arah Mo Lian.


Hanya membutuhkan waktu hitungan detik saja agar sampai tepat di depan Mo Lian.


Mo Lian tersenyum tipis saat melihat pria tua yang mulai memperlihatkan kemarahannya. Ia memiringkan kepalanya ke kanan dan sedikit bergeser, menghindari pukulan pria tua yang menargetkan wajahnya.


"Oh? Kau bisa menghindari seranganku, Yang Mingzhin."


Yang Mingzhin mundur selangkah, kemudian mengayunkan kakinya mengarah pada pelipis kanan Mo Lian.


Mo Lian yang berdiri santai itu kembali mengindari serangan dengan berjongkok, kemudian menangkal kaki kanan Yang Mingzhin, dan melemparnya mengarah ke daratan yang cukup jauh darinya.


Boom!


Getaran hebat terjadi saat Yang Mingzhin menghantam daratan, membuat pepohonan rindang terbang ke segala arah, dengan lubang besar yang tercipta di permukaan tanah.


Yang Mingzhin yang berada di tengah-tengah lubang itu membuka matanya lebar, masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Ia adalah Alam dan Manusia, namun dilemparkan ke daratan seperti sampah oleh pemuda yang baru dewasa.


Mo Lian menunduk menatap datar Yang Mingzhin yang masih tergeletak di tengah-tengah lubang besar. Ia mengangkat tangan kirinya perlahan ke atas, seperti sedang mengangkat beban yang sangat berat.


Getaran lainnya kembali terjadi di daratan di mana Yang Mingzhin tergeletak, dan membuat burung-burung yang berada di dahan pohon sekitar mulai terbang meninggalkan arena dalam radius sepuluh mil.


Dari tanah di mana Yang Mingzhin berada, tiba-tiba mencuat pilar tanah yang kembali melemparkan Yang Mingzhin ke langit yang tinggi, ke tempat Mo Lian berada.


Yang Mingzhin memuntahkan darah segar sarj dalam mulutnya saat mendapatkan tekanan di punggungnya, kemudian ia menyeringai lebar dengan keinginan membunuh terpancar dari matanya saat melesat ke arah Mo Lian.

__ADS_1


Yang Mingzhin menekan mencoba berdiri dan menekan kakinya di pilar batu yang membawanya naik.


Mo Lian menaikkan sudut bibirnya, kemudian menurunkan tangannya kembali, membuat pilar batu itu turun dan menghilang. Akibatnya, pijakan untuk Yang Mingzhin sudah tidak ada lagi dan kehilangan keseimbangan.


Yang Mingzhin kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh, namun dengan sekejap ia dapat mengendalikan dirinya kembali. Ia menengadahkan kepalanya, tiba-tiba di atasnya sudah datang sebuah pukulan yang mengarah pada wajahnya.


Kecepatan pukulan Mo Lian melebihi kecepatan yang bisa dilawan Yang Mingzhin, yang akibatnya ia tidak bisa berbuat apa-apa dan menghantam daratan kembali.


Mo Lian menekan udara di atasnya sebagai pijakan untuk membuatnya turun lebih cepat, dan saat tersisa belasan meter dari Yang Mingzhin yang terbenam di dalam lubang tanah, ia memutar tubuhnya dengan posisi kaki terlebih dahulu.


Kedua kaki Mo Lian menginjak perut Yang Mingzhin dengan sangat keras, membuat lubang semakin besar dengan retakan-retakan besar berbentuk seperti jaring laba-laba. Bebatuan dalam tanah juga melesat naik puluhan meter ke langit karena getaran yang ditimbulkan.


"Keuk!" Yang Mingzhin memuntahkan seteguk darah segar dari dalam mulutnya. Organ dalamnya hancur saat diinjak oleh Mo Lian, dengan beberapa tulang rusuk yang patah.


Mo Lian meraih kerah baju Yang Mingzhin. "Katakan, bagaimana kau bisa mengetahui dimensi ruang di Kota Hanzhong, dan untuk apa Tombak Emas itu?!"


Yang Mingzhin menggertakkan giginya, kemudian mengayunkan tangan kanannya yang bebas, memukul tinjunya pada pelipis kiri Mo Lian.


Mo Lian hanya diam menatap tajam Yang Mingzhin, dan dengan kekuatan jiwanya, ia menangkap pukulan itu, kemudian mematahkannya menjadi beberapa bagian.


Mo Lian menutup mulut Yang Mingzhin agar berhenti berteriak, karena baginya itu sangat berisik dan menganggu. Ia menatap mata Yang Mingzhin, dan masih terlihat tanda-tanda akan tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkannya tadi. Sehingga, ia tidak memiliki cara lain.


Mo Lian menarik tangan kanannya ke belakang punggungnya, kemudian memukulkan tinjunya, mematahkan semua tulang Yang Mingzhin yang bisa dipatahkan. Ia juga menyumbat jalur Meridian, agar lawannya tidak bisa menggunakan energi spiritual untuk meregenerasi kulit, daging maupun tulang yang sudah hancur.


Mo Lian berdiri perlahan melihat Yang Mingzhin yang tergeletak tanpa bisa bergerak sama sekali, pakaiannya basah akan darah yang merembes keluar dari pori-pori kulit. Ia membungkukkan badannya, kemudian mencengkeram erat kepala Yang Mingzhin.


"Kau mungkin hebat karena sudah menembus Alam dan Manusia, meski sepertinya kau tidak mengetahui istilah ini. Tapi mungkin kau mengerti jika aku katakan satu tingkat diatas Wu-Zheng ..."


"Asal kau tahu, aku sudah pernah membunuh Alam dan Manusia tahap Akhir, melawanmu yang hanya tahap Awal sangatlah mudah."


Mo Lian kembali terdiam dengan jari telunjuk dan tengah dari tangan tangan berada di depan antara kedua alisnya. "Teknik Pencarian Jiwa!"


Tiba-tiba terlihat berbagai kejadian yang pernah dialami Yang Mingzhin di dalam benaknya dalam ratusan tahun terakhir. Namun ia membuang semua kejadian yang tidak penting, dan menyingkatnya menjadi kejadian yang baru-baru saja dialami.

__ADS_1


Mo Lian melihat suatu tempat yang sama seperti energi hitam yang dilihatnya dari pesawat yang terbang ke Kota Hanzhong. Tempat itu berasal dari pegunungan yang berada di Provinsi Heilongjiang, barat daya dari Ibukota China, Beijing.


Di bagian terdalam dari bangunan merah uang lebih besar dari bangunan lainnya, terdapat ruangan mewah seperti laboratorium di Perusahaan Meiliafei. Namun di sana terdapat satu kursi dengan meja panjang, dan di dindingnya terdapat sebuah layar besar.


Mo Lian terus menjelajahi ingatan-ingatan Yang Mingzhin, dan mendapati jiwa layar itu adalah layar yang digunakan sebagai alat pertemuan jarak jauh. Sekiranya terdapat delapan bagian, yang artinya ada delapan orang yang membahas rencana dengan Yang Mingzhin.


Wajah kedelapan orang itu tidak terlihat sama sekali, tersembunyi di balik kegelapan dan hanya terlihat bagian dada ke bawahnya saja. Salah satu dari delapan orang itu adalah seorang wanita, yang mungkin berusia tiga puluhan tahun, melihat dari postur tubuhnya.


"Rencana selama ratusan tahun akhirnya hampir selesai, hanya membutuhkan beberapa tahun lagi, dan saat aura spiritual di Bumi pulih seperti sedia kala. Pada saat itulah kita akan keluar dari persembunyian, Aliansi Revolusi Dewa!"


Layar yang mengandung di dinding itu mati, menandakan pertemuan telah berakhir hanya dengan pemberitahuan yang disampaikan oleh wanita di sana.


Mo Lian kembali menelusuri seluruh ingatan, ingatan ratusan tahun lalu juga dilihatnya, dan yang terlihat seperti sangat akrab dengan Yang Mingzhin selalu menggunakan topeng untuk menutupi wajahnya.


Setelah pertemuan yang dilihatnya tadi juga tidak ada pertemuan lain.


Mo Lian membuka matanya perlahan, terlihat Yang Mingzhin yang berada di genggamannya sudah tidak lagi bernapas. "Aliansi Revolusi Dewa? Mereka berencana untuk membunuh manusia-manusia di Bumi, untuk meningkatkan kekuatan mereka dan meninggalkan Bumi ..."


"Sangat disayangkan aku belum menembus Alam dan Manusia, sehingga tidak bisa merasakan tiap aura yang pernah bertemu dengannya, dan mencari keberadaan setiap orang."


Mo Lian terdiam tanpa bergerak sama sekali, mencoba memikirkan kejadian apa yang akan terjadi dalam waktu dekat. Ia juga memikirkan mengapa Aliansi Dewa Revolusi dalam kehidupan sebelumnya tidak pernah terdengar, dan kehidupan di Bumi pada saat itu juga damai-damai saja.


Kemudian waktu yang dimaksud oleh wanita dalam pertemuan tadi, mungkin akan terjadi dalam waktu tiga sampai empat bulan dari sekarang.


Mo Lian melepaskan api di telapak tangannya, kemudian mengarahkannya pada Yang Mingzhin untuk membakar mayatnya.


Setelah membakar mayat Yang Mingzhin, ia melayang perlahan sembari mengangkat tangan kanannya perlahan, membuat tanah muncul secara tiba-tiba dan menutup lubang besar. Ia mengangkat tangan kirinya, menciptakan fenomena menakjubkan lainnya, yaitu menumbuhkan kembali pohon yang telah hancur menjadi debu maupun tumbang.


Mo Lian menengadahkan kepalanya melihat langit biru. "Apakah Dewa Ruang dan Waktu yang berada di Alam Selestial ikut campur dengan kelahiran kembalinya diriku?"


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2