
Mo Lian bisa sedikit lebih tenang ketika hanya tersisa Sesepuh Pertama yang tersisa dari Aliansi Dewa Abadi atau Aliansi 10.000 Ras. Hanya tinggal satu langkah lagi, dia akan menghancurkan mereka semua, kemudian dia akan meninggalkan Galaksi Bima Sakti.
Tatapannya pada kerbau di depannya yang sangat besar, dan mulai membayangkan bagaimana rasa paha belakang yang sangat tebal. Dengan ukuran tubuh Mo Lian yang sekarang, mungkin hanya beberapa suap untuk menghabiskannya. Tapi jika tubuhnya dengan ukuran normal, butuh ribuan tahun untuk menghabiskan satu paha.
Membayangkan bagaimana memasak paha kerbau Dewa Surga, membuat Mo Lian merasakan lapar. Bagaimanapun, semakin tinggi ranah yang dicapai oleh hewan, maka semakin lembut dan manis daging yang dimiliki.
Sesepuh Pertama merasakan dingin di punggungnya ketika melihat senyum mengerikan di wajah Mo Lian.
Dengan amarah, Sesepuh Pertama menarik semua energi di dalam tubuhnya untuk memasuki Dantian-nya dengan paksa. Tubuhnya terlihat membengkak seperti balok yang ditiup dan ada aura membunuh yang terpancar darinya, serta ada badai angin yang muncul di sekitarnya.
Whooooosh!
Siulan angin kencang datang dari belakang Sesepuh Pertama, terlihat ada tangan besar berwarna putih yang datang terbuka; mencoba meraih Sesepuh Pertama.
Tangan putih itu terbuat dari energi spiritual, kemudian saat tangan itu bergerak hendak mencengkeram Sesepuh Pertama, Sesepuh Pertama terlihat berhenti bergerak seolah-olah waktu di sana telah menghentikan gerakannya.
"Ini ..." Sesepuh Pertama tidak bisa bergerak sama sekali, hanya bisa berbicara di an itu pun sangat kesulitan. Dia juga tidak bisa menggerakkan bola matanya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Mo Lian, yang telah bersiap-siap untuk membelah tubuh Sesepuh Pertama, akhirnya berhenti dan mengalihkan perhatiannya pada Bumi. Dia bisa melihat Bumi yang telah membesar lagi, jika awalnya hanyalah enam kali ukuran awalnya, sekarang sudah lebih dari selusin.
"Apakah ..."
Bahkan sebelum Mo Lian sempat menyelesaikan ucapannya, terdengar suara yang menggema di sekitarnya.
"Aku memiliki otoritas terhadap Array Pertahanan, aku mengubahnya akan bisa menangkap semua Dewa Bumi."
Mendengar itu, Mo Lian menganggukkan kepalanya. Kemudian mengangkat tangan kanannya, melambai pada Hong Xi Jiang untuk memberi tanda.
"Aaarrrgghh!"
Teriakan keras datang dari Sesepuh Pertama yang merasakan sakit. Terlihat tubuhnya yang terbelah perlahan, itu terlihat sangat menyakitkan saat tubuh besar yang ditarik paksa ke arah yang berlawanan.
Terlihat Inti Jiwa berukuran besar berwarna merah di tengah-tengah tubuh Sesepuh Pertama. Itu terlihat bergetar dengan aura membunuh yang kuat karena kemarahan yang memuncak setelah kehancuran Aliansi 10.000 Ras.
"Kau!"
Mo Lian mengangkat tangan kanannya setinggi mungkin dan tangan kirinya yang lurus ke bawah, kemudian memutarnya searah dengan jarum jam menurut pandangannya. Terlihat garis-garis hitam dan putih yang mengikuti gerak tangannya, itu menciptakan Yin dan Yang!
__ADS_1
Yin dan Yang terlihat menyatu, membentuk pusaran hitam dengan kekuatan yang luar biasa, mencoba menarik Inti Jiwa Sesepuh Pertama.
Sesepuh Pertama terlihat meronta-ronta, tapi dengan hanya Inti Jiwa yang tersisa, kekuatannya menurun. Apalagi lubang hitam yang menariknya adalah salah satu kemampuan dari Kunpeng, dan ditambah dengan Yin Yang.
"Tidaaakkk!" Sesepuh Pertama berteriak untuk terakhir kalinya sebelum akhirnya memasuki pusaran dan menghilang.
Dengan adanya Kunpeng, Mo Lian sangat bersyukur dan tidak perlu lagi menggunakan Botol Jiwa untuk menyimpan Inti Jiwa yang didapatnya.
Setelah menghilangnya Sesepuh Pertama, suasana kembali hening kecuali mayat yang ukurannya beberapa kali dari Matahari.
Mo Lian melihat sekitarnya, melihat tidak ada apa pun di sekitar Bumi dalam radius ratusan juta mil. "Harusnya tidak perlu, tapi untuk kultivator yang penasaran dengan dunia luar, biasanya akan berhenti di sekitar untuk memulihkan kondisi. Sepertinya, aku harus mencoba membentuk planet, tapi, apakah aku bisa?"
Mo Lian bisa menciptakan gunung dan pulau, tapi untuk planet, dia masih ragu-ragu karena sulit untuk membuat metode untuk menyangga planet agar tetap terjaga di luar angkasa. Apalagi dia harus memiliki Inti Bintang, atau paling tidak Kristal Element dari salah satu Lima Element Utama sebagai fondasi.
Tidak mungkin dia mengorbankan pencapaiannya lagi seperti saat menciptakan Dunia Kecil Dongfangzhi.
"Terserahlah." Mo Lian melambaikan tangannya, seolah-olah mengusir nyamuk yang menggangunya, dan menyimpan mayat Sesepuh Pertama.
Mo Lian terbang kembali ke Bumi dengan kecepatan pelan saat tubuhnya yang mengecil secara signifikan dan auranya terasa menurun. Dia bisa melihat Hong Xi Ning, Qin Nian dan Yun Ning yang berada di belakang Hong Xi Jiang.
"Mereka sudah bangun? Dari tatapan mereka ..." Mo Lian merasa merinding, dan membayangkan bagaimana dirinya akan lemas di tempat tidur. "Jangan sampai." Ia menggelengkan kepalanya berkali-kali.
...
Hong Xi Ning menangkap pergelangan tangan Mo Lian dan menurunkan tangannya. "Di masa depan, Ning'er akan ikut campur. Setelah ini, bukankah kita akan pergi mencari Organisasi Penjarah Spiritual? Ning'er akan membantu saat menghancurkan mereka!"
Mo Lian terdiam sejenak, kemudian mengangguk kecil. "Baiklah..."
"Kalian juga." Mo Lian melihat Qin Nian dan Yun Ning yang mendekat, mengusap kepala keduanya dan menambahkan, "Tapi kalian harus berlatih lebih keras, kalian masih Heavenly Immortal, masih jauh untuk bisa memasuki pertempuran antara Dewa Hitam, Bumi dan Surga."
Qin Nian dan Yun Ning menganggukkan kepalanya.
Hong Xi Jiang duduk bersila di Gerbang Array Pertahanan seraya bertanya, "Kapan kalian akan pergi?"
"Tidak tahu." Mo Lian menggelengkan kepalanya, kemudian memikirkan serangan-serangan yang selama ini datang. "Mungkin ... satu bulan yang akan datang, tidak mungkin aku langsung pergi sekarang. Aku harus menstabilkan Sekte Dongfangzhi, dan banyak masalah dengan Bumi. Walaupun, harusnya aku tidak perlu ikut campur dengan urusan mereka."
"Ngomong-ngomong, aku merasa peperangan ini merupakan kerugian besar." Mo Lian mendongak melihat jauh ke depan dengan sudut 45°. "Aku berhasil menyimpan Cincin Ruang mereka sebelum kematiannya, tapi sumber daya di markas mereka hancur tanpa sisa. Itu, kerugian. Bayangkan, seberapa banyak Baja Surgawi yang dimiliki."
__ADS_1
Hong Xi Jiang, melirik ke belakang melihat Mo Lian, lalu menggelengkan kepalanya dan memilih untuk diam saat menutup matanya kembali. Baja Surgawi memang berharga, Pi baginya, itu tidak memiliki harga. Jika ingin, dia bisa membuat material yang lebih kuat dan keras dari Baja Surgawi itu sendiri.
Tapi, lebih baik diam...
Setelah berbincang sebentar, mereka kembali memasuki Bumi.
...***...
Kamis, 24 April 2036
Sudah satu minggu berlalu semenjak hancur dan musnahnya Aliansi 10.000 Ras. Keadaan di Bumi kembali tenang, meski masih banyak monster-monster yang menyerang Kekaisaran Huaxia, tapi karena adanya Array Tembok Nasional, semuanya terlihat biasa-biasa saja dan tidak membahayakan.
Kemudian, Kekaisaran Huaxia berhasil membangun Stasiun Luar Angkasa baru dengan mengambil konsep Profound Ark, tapi ukurannya lebih, mencakup Kota Beijing sebelum perluasan Bumi. Tentu, para kultivator yang membantu pembangunan.
Stasiun Luar Angkasa telah berganti tugas, tidak seperti sebelumnya yang digunakan untuk misi jangka panjang ke Bulan dan Mars. Sekarang, memiliki misi untuk mengawasi Bumi dari luar, dan melaporkan apabila ada kejadian aneh di luar Bumi.
Banyak pasukan yang dikirim ke Stasiun Luar Angkasa untuk menjaga Bumi dari luar, kalau-kalau ada musuh seperti Aliansi 10.000 Ras yang menyerang.
Walaupun Mo Lian merasa tidak berguna karena yang dikirim ke Stasiun Luar Angkasa Inti Perak. Mereka bahkan masih kesulitan untuk terbang, dan sekarang harus berada di ruang hampa tanpa udara.
***
Mo Lian saat ini berada di halaman depan Istana Dongfangzhi untuk bersantai setelah berkultivasi. Ya! Kultivasi!
Dia sudah tidak melakukannya selama satu minggu karena ingin fokus berlatih. Kekuatannya telah memadat, bahkan sampai kembali turun ke tahap Menengah dari Dewa Hitam, tapi sekarang kembali ke tahap Akhir.
Mo Lian berencana untuk menerobos ke Dewa Bumi sebelum meninggalkan Bumi, mungkin beberapa hari sebelum waktu yang dijadwalkan.
Hanya dengan menerobos ke Dewa Bumi, Mo Lian memiliki keyakinan tinggi untuk menyelinap ke markas Organisasi Penjarah Spiritual yang entah berada di mana. Tapi, hanya masalah waktu untuk menemukan keberadaan mereka.
"Alam Hanzi sudah selesai, tapi aku masih bingung mengapa kekuatan tertinggi di sana hanya sampai Heavenly Immortal ..."
Mo Lian memijat keningnya dan bersandar pada kursi goyang. "Alam Semesta, hanya tersisa Organisasi Penjarah Spiritual. Alam Selestial, aku tidak tahu, tapi semoga saja tidak ada masalah. Aku ke sana hanya ingin membangun Sekte Dongfangzhi, membuat fondasi yang kokoh di sana sampai tidak ada yang mencari masalah."
Mo Lian menghela napas panjang, kemudian dia berdiri dan berbalik memasuki Istana Dongfangzhi.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...