Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 82 : Pelelangan di Kota Beijing


__ADS_3

Mo Lian terbangun dari tidurnya saat mendengar ada yang memainkan bel di depan pintu kamarnya. Ia membuka matanya perlahan, dengan kedua tangan menyentuh kasur, ia menopang badannya untuk duduk dan beranjak turun dari tempat tidur. Kemudian berjalan menuju pintu keluar dan membukanya.


Terlihat di balik pintu berdiri seorang wanita muda yang cantik berambut ungu dengan dada besar, wanita itu mengenakan atasan hoodie sweater berwarna merah muda yang memperlihatkan perut rampingnya, dan untuk bawahannya sendiri mengenakan celana jeans ketat berwarna abu-abu di atas lutut.


"Mo Lian—" Wanita berambut ungu yang tak lain ialah Ong Hei Yun itu menghentikan perkataannya saat melihat Mo Lian yang hanya mengenakan celana hitam pendek dan terlihat ada sesuatu yang tercetak jelas di pangkal pahanya.


"Ka- Ka- Kau! Cabul!" Ong Hei Yun tanpa sadar melayangkan tendangan yang mengarah pada pangkal paha Mo Lian.


Mo Lian yang masih setengah sadar tiba-tiba tersentak, dengan cepat ia melompat menghindari tendangan. Kemudian ia berputar di udara untuk waktu yang singkat, lalu mendarat dengan gaya sembari merentangkan kedua tangannya.


"Sebentar. Ada yang aneh." Mo Lian menolehkan kepalanya ke kanan, terlihat tangan kanannya sedang memegang sesuatu yang lembut.


Ia mendongakkan kepalanya menatap wajah Ong Hei Yun yang telah memerah bagaikan kepiting rebus. Melihat itu, Mo Lian tersenyum canggung tanpa menarik tangan kanannya. "Sebentar, biarkan aku merasakannya sedikit lagi," ucapnya sembari meremas tangan kanannya.


Ong Hei Yun menggigit bibir bawahnya, kemudian ia mengalirkan energi spiritual pada kaki kanannya dan mengayunkannya kembali mencoba menendang wajah Mo Lian. "Dasar cabul!"


Mo Lian melepaskan remasannya, ia menunduk kayang kemudian berputar ke belakang dan mendarat kembali dengan gaya. "Ong Hei Yun. Itu berbahaya."


Ong Hei Yun terdiam, ia menundukkan kepalanya sembari mencengkeram jari-jarinya yang terkepal. "Berisik dasar sialan! Ini adalah kedua kalinya kau menyentuhnya!" teriaknya keras sembari menginjak-injak kakinya di lantai.


Mo Lian menolehkan kepalanya ke arah lain sembari tersenyum canggung. Ia tidak bisa menyangkal hal itu, bagaimanapun juga ini memang yang kedua kalinya ia menyentuh dada Ong Hei Yun, terlebih lagi untuk yang kali ini lebih lama dan diremas-remas olehnya.


"Uhuk." Mo Lian terbatuk dengan sengaja, ia menatap dada Ong Hei Yun untuk sejenak kemudian dialihkan ke arah wajah.


Jika ini masih Mo Lian yang dulu, ia tidak akan meremas dada Ong Hei Yun dan bersikap santai seperti ini. Bahkan saat di Galaxy Pusat, ia tahan akan godaan Dewi-Dewi yang berpakaian minim. Tapi saat terlahir kembali, ia ingin menjalani hidup dengan santai dan tidak selalu berpikir untuk berlatih, ia juga ingin bersenang-senang seperti anak muda pada umumnya.


"Maaf, maaf. Tapi kau tahu, milikmu sungguh besar dan lembut." Mo Lian menyilangkan kedua tangannya di depan dada dan mengangguk kecil sembari tersenyum.


Ong Hei Yun menyilangkan kedua tangannya menutupi dadanya, ia menatap Mo Lian dengan wajah yang masih memerah. "Dasar! Cabul!"


"Langsung saja, ada keperluan apa?" tanya Mo Lian mengalihkan topik pembicaraan.

__ADS_1


Masih dengan kedua tangan melindungi dadanya, Ong Hei Yun menundukkan kepala menatap tubuh bagian bawah Mo Lian, kemudian dialihkan ke arah wajah. "Aku mengajakmu pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli pakaian. Cepat pakai bajumu, dasar cabul!"


Mo Lian mengangguk kecil, ia berbalik menuju kamar pribadinya. "Kalau begitu tunggulah di ruang tamu. Aku ingin pergi ke kamar untuk mandi sebentar," ucapnya tanpa menoleh.


Ong Hei Yun mendengus dingin kemudian berjalan memasuki ruangan sembari menutup pintu.


Puluhan menit kemudian, Mo Lian keluar dari kamarnya mengenakan celana jeans berwarna hitam panjang dan sepatu berwarna putih. Untuk atasannya ia memakai kaus putih lengan pendek dan memakai jaket berwarna biru yang dibuka. Untuk rambutnya, ia mengikatnya ke belakang.


"Aku sudah siap."


Ong Hei Yun mengalihkan perhatiannya pada sumber suara. Seketika itu juga ia terperangah dengan mulut terbuka dan menjatuhkan handphone yang dipegangnya.


Mo Lian menaikkan sebelah alisnya keheranan, ia berjalan menghampiri Ong Hei Yun dan mengambilkan handphone yang terjatuh, kemudian berkata, "Ada apa? Ayo, bukankah kau tadi bilang ingin cepat-cepat."


Ong Hei Yun tersentak, ia mengambil handphone-nya yang berada di tangan Mo Lian. Kemudian berjalan menuju pintu keluar.


Tanpa berlama-lama lagi keduanya pergi ke pusat perbelanjaan di Kota Beijing yang sangat mewah, bahkan bangunannya saja dua kali lebih besar dari Kota Chengdu, dan tentu saja harganya juga lebih mahal. Bahkan Mo Lian harus mengeluarkan 200.000 Yuan hanya untuk satu setelan jas.


***


Malam Harinya


Pelelangan dilaksanakan di lantai 45. Lantai 45 memiliki ruangan yang lebih luas, karena di lantai itu tidak dibangun sebuah kamar maupun ruangan lain. Di sana dikhususkan untuk acara-acara tertentu yang biasa dihadiri oleh orang-orang yang sangat berpengaruh di Kota Beijing, bahkan seluruh Daratan Huaxia.


Pelelangan kali ini disponsori oleh Pasukan Taring Naga dan Aliansi Beladiri Huaxia, serta keluarga-keluarga beladiri lainnya yang berada di kota sekitarnya.


Kini Mo Lian dan Ong Hei Yun berada di dalam lift yang sama untuk turun ke lantai 45. Sepuluh menit kemudian, pintu lift terbuka dan keduanya keluar menuju tempat yang telah ditentukan.


Lima menit kemudian, mereka sudah tiba di depan pintu yang tinggi lebih dari tiga meter, memiliki lebar tiga meter dan jika total, maka totalnya adalah enam meter. Di depan pintu dijaga oleh empat pria paruh baya berbadan kekar mengenakan setelan jas hitam, berkacamata hitam dan memiliki alat komunikasi tersembunyi di telinganya.


Penjaga itu langsung membuka pintu saat melihat dua orang yang berdiri di depan mereka. Mo Lian, mengenakan celana hitam panjang yang terbuat dari kain, memakai kemeja putih dan jas hitam yang tidak dikancingkan. Kemudian untuk rambutnya juga ditata rapi seperti aktor terkenal di China.

__ADS_1


Sedangkan Ong Hei Yun, mengenakan gaun berwarna merah muda yang warnanya akan semakin putih setiap inchi ke bawah. Gaun itu memiliki hiasan berlian di bagian dada dan pinggang, ia juga membawa tas kecil berwarna putih yang selaras dengan warna kulitnya.


Mo Lian mengangguk kecil, ia dan Ong Hei Yun berjalan memasuki ruangan. Terlihat di depan mereka banyak kursi yang telah tersusun rapi, susunan kursi ini seperti susunan dalam arena gladiator. Dan jika dilihat secara sekilas, ruangan ini bisa menampung orang sebanyak lebih dari 2000.


Ketika keduanya memasuki ruangan, banyak tatapan mata yang tertuju pada mereka dan mulai terdengar suara percakapan antara para pengunjung. Percakapan itu membahas tentang siapa sebenarnya Mo Lian, yang sangat beruntung karena bisa digandeng oleh Ong Hei Yun.


Mendengar itu, Mo Lian sedikit membuka mulutnya, ia tidak berharap jika Ong Hei Yun sangat terkenal di Kota Beijing. Ia menolehkan kepalanya menatap wajah Ong Hei Yun dari samping. "Kau memiliki banyak uang, kau juga cukup terkenal. Lalu mengapa kau bergabung dengan Pasukan Taring Naga? Bukankah lebih baik mengurus perusahaan keluargamu?"


Mo Lian berpikiran jika semua ini tidak masuk akal. Jika seorang wanita muda terlahir dari keluarga kaya raya, biasanya wanita itu akan menikmati hartanya ataupun melanjutkan perusahaan. Tapi berbeda dengan Ong Hei Yun yang sedang menggandeng lengan kirinya.


"Sangat membosankan jika duduk di belakang meja kerja yang dipenuhi dengan tumpukan kertas. Lebih baik aku bergabung dengan Pasukan Taring Naga, di sana aku bisa berduel dengan para Pejuang."


Ong Hei Yun terdiam sejenak, kemudian melanjutkan perkataannya, "Aku adalah orang terkuat nomor dua setelah Kapten Lao Tzu. Tapi siapa yang menyangka, kami semua dikalahkan olehmu."


Mo Lian hanya terdiam, ia berjalan menuju kursi yang tersusun di barisan terdepan dan duduk di kursi nomor 25 dari kiri. Biasanya, untuk barisan terdepan adalah orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi.


Siapa sebenarnya Ong Hei Yun? Kedudukan apa yang dimilikinya di Kota Beijing? Tidak mungkin seorang Wu-Zong, atau Fase Mendalam akan diperlakukan seperti ini.


Saat Mo Lian masih berpikir, tiba-tiba terdengar suara dari podium lelang yang menarik perhatian semua orang.


"Terimakasih atas kedatangan semua orang. Saya adalah Ye Xiao sebagai pembawa acara dalam pelelangan malam hari ini. Seperti yang kalian ketahui, pelelangan ini diadakan oleh Pasukan Taring Naga dan Aliansi Beladiri Huaxia. Sehingga pelelangan ini sudah pasti berkaitan dengan Pejuang, pada malam ini kami akan melelang tujuh barang, dan salah satunya adalah buku teknik yang memudahkan seorang Pejuang untuk menembus ketingkat Wu-Dan."


Terlihat di atas podium berdiri wanita muda berambut merah muda terurai indah, memakai gaun berwarna biru dengan rok yang berada di atas lutut.


Wanita itu terdiam sejenak melihat sekitar, ia tersenyum tipis mendekatkan microfon ke bibirnya, kemudian melanjutkan perkataannya, "Baiklah! Tanpa berlama-lama lagi! Pelelangan malam ini! Dimulai!"


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2