Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 250 : Daratan Tianzu


__ADS_3

Mo Lian menatap belasan Profound Ark yang datang ke Daratan Tianming dari Daratan Tianzu. Tidak ada yang spesial dari mereka kecuali jumlah besar. Kekuatan mereka tidak seberapa dan tidak bisa membuatnya mengeluarkan kemampuan yang baru saja ia dapatkan.


"Berhenti." Hanya dari suaranya saja, belasan Profound Ark yang menghancurkan alam dari Daratan Tianming berhenti bergerak.


Mo Lian turun perlahan menghampiri Profound Ark terdepan. Ia merasakan semua orang yang ada di setiap Profound Ark adalah Kultivator Iblis.


"Apakah kalian datang kemari atas perintah Kaisar Yang?"


Salah seorang yang berada di barisan terdepan mencoba berucap, dan bisa bergerak setelah Mo Lian melonggarkan aura tekanan yang ada.


"Jika kau mengetahuinya, maka lepaskan kami! Jika Yang Mulia Kaisar Yang mengetahui kau menahan tugas kami! Kau akan disiksa oleh Yang Mulia Kaisar!"


"Karena kau sangat kuat dan mampu menahan kami, harusnya kau Jiwa Emas. Sama seperti Tetua Yang. Tapi, karena kau di sini, maka Kediaman Tang akan musnah!"


Mo Lian yang mengangguk-angguk kecil melihat pria paruh baya berambut hitam hitam yang sangat sombong. "Tetua Yang telah mati, termasuk belasan orang yang mereka bawa. Guru Kaisar Yang dari Galaxy Pusat juga mati. Dia sangat lemah untuk ukuran Dao Immortal."


"Omong kosong—"


Mo Lian kembali melepaskan auranya dan menahan gerakan mereka semua. Ia yang sebelumnya mencoba membunuh mereka semua tanpa menggunakan teknik, kini ia mengurungkan niatnya dan benar-benar ingin mencoba Pohon Dunia.


Mo Lian menyentuh dadanya dengan tangan kanan, kemudian mengulurkannya ke depan dan terlihat pohon kecil yang berada di telapak tangannya.


Ia melemparkan Pohon Dunia dengan pelan, yang kemudian membesar dalam sekejap mata yang tingginya tidak lebih dari awan.


"Pohon Dunia, Kehancuran!"


Pohon Dunia mulai memancarkan cahaya emas yang kemudian terlihat sukur-sukur pohon yang tumbuh dari dahannya.


Sulur pohon itu tumbuh sangat cepat dan mengarah pada belasan Profound Ark. Hanya karena terkena gesekan antara sulur dengan udara sekitar, mampu menciptakan fenomena angin yang mengerikan dan meledakkan Profound Ark bersama dengan membunuh semua Kultivator Iblis.


Dedaunan pohon juga ikut menyerang, bergerak ke sana kemari dan mampu membuka celah ruang di udara. Satu helai daunnya mampu untuk membunuh Jiwa Emas tahap Akhir, dan menahan serangan Dao Immortal.


Mo Lian membuka telapak tangan kanannya, menarik kembali Pohon Dunia yang berada di depannya. Jika Pohon Dunia ia lepaskan sekuat tenaga, mungkin Bintang Tianjin akan meledak dan hancur.


"Satu dahan pohon mampu menampung sepuluh ribu daun. Jika aku melepaskan Pohon Dunia, aku yang sekarang sudah mampu bersaing dengan Heavenly Immortal."

__ADS_1


Mo Lian menyimpan Pohon Dunia ke dalam dadanya. "Namun jika ingin pergi ke Alam Neraka, ini masih jauh dari cukup. Aku harus membuatnya sebesar Dewa Semesta ..."


"Kemudian, untuk menguasai Tiga Alam. Dewa Semesta dan Pohon Dunia masih belum cukup, setidaknya aku harus memiliki satu kekuatan lagi."


Mo Lian menghembuskan napas panjang, kemudian pergi ke tenggara menuju Daratan Tianzu. "Tapi untuk saat ini, aku harus menyelesaikan urusan dengan Kekaisaran Yang."


Jarak Daratan Tianming ke Daratan Tianzu cukup jauh, sekitar 250.000 mil. Membutuhkan waktu setengah hari untuk sampai ke sana, dan bisa sampai dalam sekejap jika pergi melewati Portal Dimensi. Namun di Daratan Tianming tidak ada Portal Dimensi yang menghubungkan ke Daratan Tianzu.


Ketika Mo Lian sudah pergi cukup lama, rombongan Keluarga Tang datang ke tempat di mana belasan Profound Ark telah hancur. Yang mereka lihat hanyalah serpihan kecil, yang apabila disatukan akan membentuk sebuah lambang Keluarga Yang.


Tang Xuanlao tidak bisa berkata-kata lagi saat melihat kehancuran sekitar, banyak gunung yang terbelah dan meledak. Kemudian ia mendongak menatap jauh ke arah tenggara.


"Te- Terimakasih, Dewa Abadi." Tang Xuanlao menangkupkan kedua tangannya. Ia benar-benar berterimakasih pada Mo Lian, dan juga merasa kecewa secara bersamaan.


Tang Xuanlao ingin menyembah Mo Lian sebagai seorang Master, sehingga ia bisa berguru dengan Dewa Abadi yang mungkin saja mau menerimanya.


Begitulah apa yang dipikirkan Tang Xuanlao, namun Mo Lian sudah bertekad tidak akan menerima murid lagi, karena sudah terlalu banyak murid yang ia terima.


Jika di kehidupan sebelumnya Mo Lian tidak pernah menerima murid, di kehidupan kali ini ada lima murid yang berada di bawah naungannya.


***


Dalam mewujudkan tujuan, ia akan mengejar kekuatan dan saat tiba di Bintang Utama, ia bisa mengejutkan Master Hong Xi Ning.


Tapi alasan utama, untuk melindungi keluarganya, terlebih lagi Adik kecilnya.


Mo Lian merentangkan kedua tangannya dan melepaskan energi spiritualnya ke langit yang terus mengeluarkan sambaran petir. Ketika ia melepaskan energinya, sambaran petir di langit menjadi lebih kuat dari dan berubah warna menjadi emas, dengan kekuatan yang setara dengan Emas Pedang.


Petir itu bisa berubah dan menguat karena merasa tertantang dengan kesombongan Mo Lian yang mengganggu Hukum Dharma di Samudra Weixian.


Tubuh Mo Lian terus disambar petir emas yang cukup kuat dan molekul cahaya mulai masuk ke dalam tubuhnya. Puluhan, ratusan, ribuan sambaran yang ia terima, masih belum cukup untuk memunculkan pola emas pada bagian darah dan daging.


Mo Lian duduk bersila di sana dan menempa Tubuh Emas selama sehari penuh. Ia tidak perlu khawatir jika ada yang menyerangnya, karena petir di Samudra Weixian sudah berubah sesuai kehendaknya dan tidak mungkin ada yang mampu melewatinya.


Bahkan, monster-monster di dalam lautan yang sebelumnya mengincarnya, saat ini sudah mulai menjauh karena takut terkena dampak dari petir.

__ADS_1


Mo Lian membuka matanya perlahan dan terlihat ekspresi kecewa di wajahnya. "Walaupun sudah satu hari menerima sambaran petir, aku masih belum mampu meningkatkan Tubuh Emas."


Mo Lian menghembuskan napas berat menjelaskan rasa kekecewaan. Ia berdiri dari tempatnya duduk di atas dinding spiritual, kemudian kembali melanjutkan perjalanannya ke arah tenggara.


Mo Lian yang terbang itu terkena sambaran petir, dan mengubahnya menjadi kilatan cahaya yang hancur akibat serangan.


***


Provinsi Kun, Kerajaan Dai, Kekaisaran Yang


Tepi Provinsi Kun yang berbatasan dengan pagar alam yang merupakan gunung tinggi, terlihat kilatan petir yang jatuh menyambar dan meledakkan puncak gunung.


Gunung batu yang tajam itu meledak, dengan api yang sangat besar dan mampu dilihat dari jarak 1000 mil dari pusat ledakan.


Di dalam pusat ledakan, terlihat seorang pemuda yang berambut hitam panjang mengenakan pakaian biru muda dengan jubah putih, dan sabuk kain berwarna biru laut.


Pemuda yang tak lain Mo Lian itu berdiri seraya merapikan pakaiannya yang berantakan. Ia yang berencana berpindah langsung ke Kediaman Yang sedikit terganggu akibat sambaran. Dari sambaran itu, bukan hanya sedikit menganggu, namun juga membuatnya terlempar jauh dari tempat yang ingin dituju.


Tapi meski demikian, Mo Lian tidak merasa kesal sama sekali, melainkan bahagia dan terlihat senyum cerah yang terukir jelas di wajahnya.


"Aku tidak menyangka, sambaran petir nyasar membuat Tubuh Emas berhasil ditingkatkan. Darah dari Tubuh Emas sudah memiliki polanya tersendiri, dan hanya tersisa daging. Jika sudah lengkap, tidak menutup kemungkinan akan mampu menghadapi Heavenly Immortal hanya dengan tubuh fisik."


Mo Lian tersenyum tipis, kemudian melompat turun dari puncak gunung yang telah hancur. Ia juga menghilangkan aura keberadaannya, karena ia merasakan banyak sekali manusia yang datang kemari. Sepertinya mereka menganggap ada harta yang jatuh, mengingat petir emas yang menyambar puncak gunung.


Karena ia mendarat di tempat yang salah, maka ia akan menikmati hari di kota terdekat dan mencari tahu apakah di sana ada Kultivator Iblis yang tinggal.


"Fefei, aku akan pergi ke Bintang Utama setelah berhasil menembus Dao Immortal. Sampai saat itu, aku harap kau bisa bertahan dan menunggu. Lagu pula, kau berada di tempat yang tepat."


Walaupun Mo Fefei berada di Sekte Zhongjian, Mo Lian masih memiliki kekhawatiran tersendiri. Bagaimanapun Masternya, Hong Xi Ning tidak mungkin bisa selalu ada, dan tentunya memiliki urusan tersendiri yang harus dilakukan.


Terlebih lagi di sana ada sekelompok orang yang tidak pantas disebutkan, yang tidak pernah tercium niat busuknya, sampai saat di mana salah satu Penatua melakukan pengkhianatan.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2