
Hong Xi Jiang membayangkan pertempuran di masa lalu yang sampai merenggut nyawanya. Dia masih ingat Pohon Perunggu Surgawi yang mengacaukan semuanya, membuat Alam Manusia menjadi tempat terburuk, dan hampir memusnahkan Ras Manusia dari Tiga Alam.
"Bocah Gila. Kau memiliki Pohon Yin Surgawi di tubuhmu, kau harus memikul beban berat ini."
Jika tidak ada Pohon Perunggu Surgawi, Hong Xi Jiang tidak perlu menunggu terlalu lama dan akan menyerang langsung ke Alam Selestial. Bahkan meski sulit untuk menerobos Gerbang Selestial, tapi itu lebih mudah ketimbang berhadapan dengan Pohon Perunggu Surgawi.
Dengan kekuatannya yang sekarang, menghadapi Kaisar Giok sangatlah mudah. Bahkan jika bukan karena perlindungan Pohon Perunggu Surgawi, di masa lalu, dia bisa membunuh Kaisar Giok.
Sekarang, meski dia tidak memiliki banyak Energi Yin dan Yang seperti dulu, tapi kekuatannya tidak bisa diremehkan. Di masa lalu, dia naik secara normal, tapi sekarang, menekan basis kultivasinya sampai 99× sebelum naik ke tingkat berikutnya.
Bahkan jika memiliki Energi Yin dan Yang sebanyak dulu, tapi kepadatan energinya yang sekarang melebihi yang dulu. Dia bisa melintasi ranah, membunuh musuh yang lebih kuat.
Tapi kembali lagi, masih tidak mungkin melawan Pohon Perunggu Surgawi tanpa bantuan dari Pohon Yin Surgawi.
Wang Yue Fei melihat Hong Xi Jiang. Dia ingin mengatakan sesuatu, tapi menelan kata-katanya kembali. Dia hanya diam dan menggandeng lengan Hong Xi Jiang, lalu membawanya turun kembali ke Bumi.
...***...
—Dunia Rahasia, Bintang Xiang, Wilayah Barat—
Mo Lian terus mengikuti unicorn sampai dia sudah berada di tengah-tengah hutan dengan pohon yang padat, tapi sinar matahari masih bisa menyinari rerumputan di bawahnya karena dedaunan tidak terlalu padat.
Dia melihat unicorn yang dari awal terus berjalan, tiba-tiba berhenti.
Unicorn menggunakan kaki depannya untuk menggali tanah dengan cara menginjaknya berkali-kali.
Mo Lian melihat ke bawah kaki unicorn. Dia bisa menebaknya, mungkin Catatan Kaisar Manusia ada di sana, tapi dia tidak mengambil inisiatif untuk membantu, melainkan membiarkan unicorn melakukannya sendiri.
Setelah beberapa saat, tiba-tiba tanah bergetar seperti ada sesuatu yang bangun dari kedalaman bumi. Itu seperti monster yang sudah tertidur pulas, tapi marah karena waktu tidurnya diganggu.
Tanah mulai bangkit di depan unicorn membentuk anak tangga tunggal, tapi detik berikutnya anak tangga kedua mulai muncul, ketiga ... keempat dan seterusnya sampai sangat tinggi, tidak tahu seberapa jauhnya.
Unicorn melangkah ke samping, memberikan jalan bagi Mo Lian untuk naik ke atas anak tangga.
Mo Lian tertegun. Meski terlihat sederhana, tapi tidak semua yang sederhana itu membuatnya baik-baik saja, justru yang sederhana ini sangat sulit untuk ditaklukkan. Dia tahu, tangga ini membawa aura kuat yang meningkatkan gravitasi siapa saja yang naik.
Meski tahu, dia tetap mengambil langkah pertama. Tiba-tiba, dia merasakan berat yang jatuh di pundaknya yang sulit untuk dibawa. "Sudah lama aku tidak merasa seperti ini, ini mengingatkanku pada saat tiga ratus tahun setelah bergabung dengan Sekte Zhongjian. Menaiki Tangga 100.000 Dao untuk mendapatkan harta tertinggi ..."
"Jika diingat, itu hanya Teknik tingkat Surga dan Artefak kelas Surga. Untukku sekarang, hadiah itu seperti mainan."
Mo Lian terus menaiki tangga sedikit demi sedikit. Dia tidak tahu siapa yang membuat ini, karena dia yakin itu bukan Wang Yue Fei, karena tidak mungkin memiliki waktu sebanyak itu untuk membangun Dunia Rahasia dan semua di dalamnya.
"Semakin berat. Setiap langkah tidak membawa berat dengan ukuran ton, tapi ini ukuran bintang. Aku tidak tahu apakah aku sudah menopang galaksi atau belum."
Keringat sudah membasahi tubuhnya, dan ini tidak hanya berlaku untuk klon, tapi semuanya mendapatkan efek tekanan yang mengerikan ini.
__ADS_1
Tapi meski berat, Mo Lian tidak berhenti melangkah. Dia memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, ini bisa meningkatkan sedikit kekuatannya. Dengan tingkatannya yang sekarang, meningkatkan kekuatan sangat sulit, jadi setiap kali ada kesempatan, dia akan memanfaatkannya sebaik mungkin.
"Untungnya waktu di sini berjalan lebih cepat. Jadi meski aku berada cukup lama, itu tidak berpengaruh terhadap waktu di Dunia Rahasia."
Langkah yang diambilnya semakin berat, sampai darah mulai merembes dari pori-pori kulitnya, menggantikan keringat. Tapi itu belum berakhir, semakin tinggi dia naik, semakin besar tekanan yang diterimanya. Yang awalnya hanya darah merembes, sekarang darahnya berubah menjadi kabut.
Saking kuatnya gravitasi, sampai membentuk distorsi ruang di sekitar Mo Lian, membuat tubuhnya terluka dan terkadang terdengar suara retakan-retakan seperti patah tulang.
Tapi hanya karena sedikit rasa sakit ini, tidak membuatnya menyerah. Dia datang sudah dengan kesiapan mental dan fisik, dia datang untuk mendapatkan Catatan Kaisar Manusia.
Mo Lian tidak tahu apa yang akan didapatnya dari Catatan Kaisar Manusia, tapi dia tidak terlalu berekspektasi tinggi dan malah merendahkan Catatan Kaisar Manusia. Mungkin, ada catatan yang menyebalkan saat dibaca, seperti Wang Yue Fei yang menulisnya asal-asalan di sana.
Jika berekspektasi tinggi dan ternyata hasilnya buruk, itu hanya akan membuatnya kehilangan semangat.
Mo Lian mendongak melihat anak tangga di atasnya. Dia masih belum bisa melihat puncaknya setelah berjalan selama beberapa jam. Dia menggertakkan giginya, dan kembali melangkah.
...***...
—Tujuh Hari Kemudian—
Tidak terasa sudah satu minggu semenjak Mo Lian menaiki tangga dan satu hari di luar, tapi sampai saat ini dia masih belum sampai di puncak. Dia tidak tahu seberapa tinggi tangga ini, dan meski baik untuk pelatihan, tapi tetap membuatnya hampir kehilangan semangat.
Tubuhnya sudah berkali-kali hancur di bawah tekanan, dan tentu, itu menyakitkan.
"Masih jauh?" Mo Lian mendongak dengan susah payah. Dia dikelilingi oleh kabut darah yang keluar dari tubuhnya.
Bang!
Dentuman keras dihasilkan dari langkah kakinya yang mendarat di anak tangga.
Mo Lian merasakan sakit di lututnya dan tulang kakinya kembali patah. Entah sudah yang keberapa kalinya, dia sudah kehilangan hitungan.
Dia mengambil napas beberapa kali dan mengembalikan fisiknya yang hancur. Kemudian dia mengambil langkah baru, yang didapatnya adalah rasa sakit dengan patah tulang yang sama.
"Sudah berapa hari aku di sini? Meski kekuatanku terus meningkat di bawah tekanan ini, tapi melihat bahwa tidak ada kemajuan, benar-benar membuatku ingin menyerah."
Mo Lian terengah-engah. Setelah tulangnya kembali terhubung, dia mengambil langkah lagi. Tapi tidak seperti sebelum-sebelumnya, langkah yang diambilnya kali ini membawanya banyak tekanan.
Bang!
Mo Lian menghantam anak tangga dengan kerasnya. Tubuhnya telungkup dan kesulitan untuk bergerak.
Dia mendongak, mengulurkan tangannya untuk meraih anak tangga di atasnya. Tapi saat tangannya menyentuh anak tangga baru, tangannya hancur seperti terlindas compactor.
"Tubuhku sering hancur ... tapi aku tidak bisa merasakan sakitnya, bahkan tidak berteriak saat bertarung. Tapi di sini, hanya menaiki tangga, semua rasa sakit di tubuhku seperti dibuka."
__ADS_1
Mo Lian menggertakkan giginya. "Ini benar-benar sakit, sialan!"
Mo Lian mengulurkan tangannya yang lain, tapi disambut dengan kehancuran. Tapi meski demikian, dia tidak menyerah karena sudah sampai di sini, dia akan menunggu tangannya kembali beregenerasi, kemudian naik dengan cara merangkak.
Dia tahu ini lambat, tapi asalkan sampai ke puncak, dia akan melakukannya meski tangan dan kakinya tidak bisa lagi tumbuh. Tapi, sepertinya tidak mungkin, tidak ada kaki dan tangan, maka tidak bisa memanjat.
...
Waktu terus berjalan dan tidak tahu sudah memasuki hari keberapa. Tapi sampai saat ini Mo Lian masih belum mencapai puncaknya, dan awan di atasnya terasa seperti terus naik menjauh darinya. Ini membuatnya seolah-olah belum memiliki kemajuan sekalipun dan hanya berada di tempat yang sama.
Sekarang dia tidak lagi merangkak karena sudah terbiasa dengan beratnya, dan merasa berat ini tidak lagi menjadi masalah baginya. Tapi, bukan berarti dia sudah bisa melangkah dengan bebas, dia masih sedikit kesulitan karena menaiki tangga dalam posisi tubuh membungkuk.
"Aku tidak tahu sudah langkah keberapa ratus ribu."
Mo Lian mengangkat kaki kanannya, dan mengambil langkah sekali lagi. Dia sudah bersiap-siap untuk mendapatkan luka seperti patah tulang, tapi yang ditunggu-tunggu tidak datang.
Mo Lian merasakan tubuhnya sangat ringan seperti kapas. Cahaya putih keemasan menyelimuti tubuhnya seperti nyala api. Dia memanfaatkannya dan duduk bersila untuk bermeditasi.
Energi ini seperti yang didapatnya dari membunuh Dewa Abadi. Bahkan terasa lebih murni, dia tidak tahu dari mana ini berasal, tapi karena ini untuknya, tentu dia akan menerimanya.
Beberapa detik kemudian, Mo Lian membuka matanya dengan keterkejutan terlihat jelas. "Hanya beberapa detik?!" Biasanya, waktu tercepat yang bisa digapai olehnya adalah dua sampai tiga menit, tapi sekarang hanya beberapa detik.
Mo Lian menoleh ke bawah untuk melihat anak tangga. Tapi yang menyambutnya di sana adalah sesuatu yang membuatnya tercengang tanpa kata dan mulai meragukan keputusannya menaiki tangga. Anak tangga yang seharusnya ratusan ribu, saat dia melihat ke bawah, hanya ada sembilan anak tangga.
Mo Lian tidak mempercayai ini. Dia berbalik, menoleh ke depan untuk melihat apakah masih ada anak tangga lain di depannya. Tapi, bukan anak tangga yang terlihat, melainkan sebuah pintu berwarna emas yang terlihat seperti pintu rumah biasa.
Tidak ada aura seperti yang diharapkan dari pintu itu, tidak ada ukiran, tidak ada tekanan, tidak ada array, semuanya polos.
Mo Lian menggaruk kepalanya. "Apakah aku menaiki tangga hanya untuk ini?"
Meski mengeluh, Mo Lian tetap berdiri dan membuka pintu. Yang menyambutnya adalah sinar cahaya putih yang menyilaukan, membuatnya menutup matanya dengan lengan kirinya.
Ketika pandangannya mulai membaik, dia sudah tiba di ruangan berwarna putih. Tapi yang menarik perhatiannya, di tengah-tengah ruangan ada tiga lembar kertas emas yang melayang bersebelahan di udara.
Kertas-kertas itu membawa aura abadi yang kuat, membuat Mo Lian hampir mengambil langkah mundur. Tapi segera, dia menahannya dan tetap bertahan di tempat.
"Apakah ini lembaran terakhir dari Catatan Kaisar Manusia? Aura yang dibawanya lebih kuat, mungkin, ini adalah Teknik Budidaya milik Yue Fu?"
Mo Lian tidak tahu apakah dia bisa mengkultivasikan teknik milik Kaisar Manusia. Tapi bahkan jika dia mampu, dia tidak akan dengan gegabah mempraktikannya. Dengan kekuatannya yang sekarang, dan dia memiliki aura dari Kaisar Manusia, bukankah dia akan diburu?
Dia sudah memiliki Pohon Yin Surgawi. Dia sudah mengambil Berkah Dao. Dia sudah melemahkan Pohon Perunggu Surgawi. Dia sudah membunuh Dewa Abadi. Jika dia memiliki tambahan seperti aura Kaisar Manusia, entah hidup seperti apa yang akan dialaminya.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...