
—Bawah Tanah, Paviliun Jarum Emas—
Aura yang mengelilingi Mo Lian mengandung Niat Pedang yang bahkan lebih kuat dari Sembilan Niat Pedang itu sendiri. Selama kultivasi, dia selalu memperbaiki apa yang bisa diperbaiki, terutama kekuatannya dalam hal pedang.
Dia selalu merasa ilmu pedangnya terlalu dangkal!
Mengatakan ini bukan berarti warisan Jia Shenjun tidak berguna, itu sangat mendominasi di Wilayah Timur, tapi untuk di Wilayah Barat, masih belum cukup.
Jalan Enam Reinkarnasi yang sangat diharapkannya untuk dikuasai, sudah memiliki sedikit kemajuan. Dia bisa menahan jiwa yang lemah, manusia biasa tanpa kekuatan, kalaupun memiliki kekuatan seperti kultivator, setidaknya tidak boleh lebih dari Inti Perak.
Tapi dia belum melakukan percobaan, jadi tidak terlalu mengerti berapa batasan waktu yang bisa digunakan. Apakah sepuluh menit setelah kematian, ataukah satu jam setelah kematian, atau mungkin hanya bisa mengambil lima menit setelah kematian dan selebihnya akan gagal. Tidak ada yang tahu.
...
Tulang-tulangnya terasa bertabrakan satu sama lain sampai hancur sebelum direkonstruksi ulang.
Setiap tulangnya direkonstruksi, akan ada pertambahan aura yang mengerikan. Dagingnya dihancurkan berkali-kali, tapi setelah direkonstruksi, akan ada tambahan pola yang berbeda dari Tubuh Emas. Pola itu seperti gabungan antara Yin dan Yang, tapi tidak membentuk Delapan Diagram Yin Yang.
Tiba-tiba...
Angin kembali bertiup di dalam ruangan bawah tanah, membawa energi biru murni yang sangat padat. Energi itu keluar dari tubuhnya, awalnya dari cahaya menjadi kabut, kabut menjadi embun, embun menjadi tetesan air, tetesan air menjadi sungai dan seterusnya sampai padat seperti Batu Spiritual.
Hong Xi Ning yang mengamati Mo Lian, melihat ada nutrisi yang dilepaskan dari tubuh Mo Lian. Segera, dia memerintahkan yang lain untuk menyerapnya. "Kalian berdua, cepat serap energi ini. Meski bagi Nan Ren tidak berguna, tapi Energi Sejati tetaplah energi tertinggi di bawah Yin dan Yang. Banyak Dewa Surga yang berkeinginan untuk mengubah energi mereka menjadi Energi Sejati!"
Ketika Hong Xi Ning menyemburkan situasi saat ini, Qin Nian dan Yun Ning langsung mengambil tindakan untuk menyerap Energi Sejati.
Yun Ning membuka matanya sesaat setelah menyerap sedikit Energi Sejati. "Sialan! Hanya secuil Energi Sejati sama seperti aku berkultivasi selama satu tahun penuh!"
"Hehehe ..." Yun Ning tertawa kecil. "Dengan ini, aku bisa menerobos tahap Menengah, bahkan tahap Akhir dari Dewa Pemula tidak sulit."
Hong Xi Ning juga mengambil tindakan. Dia ingin menerobos ke Dewa Bumi tahap Akhir, kemudian ke Dewa Surga. Berbeda dengan yang lain, setelah semua segelnya dilepas, dia bisa berkultivasi bahkan hanya dengan bernapas.
***
—Kota Louhu—
Kepanikan di kota tidak mereda, bahkan kultivator dari luar Kerajaan Angin berdatangan untuk melihat apa yang terjadi. Tapi mereka hanya melihatnya dari jauh, tidak berani mendekat karena takut terkena badai angin dan daun-daun yang membawa kekuatan tak terbayangkan, yang tidak mampu mereka tanggung. Bahkan Dao Immortal, yang merupakan terkuat di Bintang Hijau, meringkuk di Profound Ark.
Semakin kuat seorang kultivator, semakin sensitif mereka dan tahu apa yang harus dilakukan.
Bang!
Tiba-tiba dentuman keras datang dari Paviliun Jarum Emas. Cahaya hitam-putih naik ke langit, menembus udara membentuk pilar cahaya yang menusuk ke pusaran awan.
Mo Lian yang masih duduk di ruang bawah tanah, membuka matanya. Energi di dalam tubuhnya sudah digantikan dengan Energi Yin dan Yang. Energi Sejati yang dimilikinya sudah diberikan pada istri-istrinya. Seberapa banyak mereka bisa menyerapnya, itu tergantung pada diri mereka sendiri.
Awalnya, Mo Lian ingin mengosongkan semua Energi Sejati dan melepaskannya di Kota Louhu. Tapi dia berpikiran bahwa itu tidak perlu, mereka sudah mendapatkan karma darinya saat dia menerima Dao, jadi tidak perlu lagi memberikan Energi Sejati pada orang-orang di kota.
Mo Lian mengembuskan napas. Gelombang udara menyebar ke segala arah saat napas pelannya diembuskan.
Dia melayang perlahan meninggalkan ruang bawah tanah dan duduk bersila di udara, di bawah pusaran awan hitam.
__ADS_1
Hong Xi Ning melepaskan klon untuk menjaga Mo Lian. Tidak membiarkan orang lain yang memiliki niat buruk.
Kedatangan Mo Lian dan Hong Xi Ning di udara menarik perhatian semua orang di kota. Bagaimanapun mereka mengenal dua orang itu, pemilik Paviliun Jarum Emas.
Mo Lian memfokuskan diri pada pedang, karena memang lebih sering menggunakan pedang, dan pedang mudah digunakan.
Menanamkan kekuatan pedang di tubuhnya adalah metode terkuat yang didapatnya setelah kultivasi panjang. Sembilan Niat Pedang muncul di punggungnya, itu bergerak liar dan langsung menusuknya.
Sepuluh Pedang Semesta dan Keabadian juga bermunculan satu demi satu, membawa badai yang lebih kuat daripada Sembilan Niat Pedang.
Semua pedang yang sudah muncul, membawa badai angin tajam seperti tebasan pedang. Kemudian pedang itu menusuk tubuh Mo Lian dengan ganasnya.
"Keugh! Puff!" Mo Lian memuntahkan seteguk darah segar dari dalam mulutnya.
Saat dia menarik napas, semua pedang yang sudah menembus tubuhnya mulai memasuki tubuhnya. Bergabung dengan daging, tulang dan sumsum. Tubuhnya bergetar hebat dengan rasa sakit saat mengalami rekontruksi ulang yang tingkatannya lebih tinggi.
Pada saat ini, tiba-tiba celah ruang terbuka. Dari dalam celah terlihat seorang pemuda berambut putih yang mengenakan pakaian putih polos, berkibar tertiup angin dengan membawa aura abadi di tubuhnya.
Wanita muda yang sangat cantik, rambut hitam berkilau seperti langit berbintang. Wajahnya halus bagai sutra, tangannya yang ramping dan indah. Matanya memancarkan kekaguman dan kasih sayang saat melihat Mo Lian. "Menantuku akhirnya sampai di sini."
Kedatangan Hong Xi Jiang dan Wang Yue Fei membawa lebih banyak kejutan.
Mo Lian yang sudah bergabung dengan Sembilan Niat Pedang dan Sepuluh Pedang Semesta dan Keabadian. Tidak hanya dengan jiwa, tapi dengan tubuh. Sekarang sudah memasuki Pencarian Dao Pedang.
Sebuah kalimat bergema di benaknya, “Apa itu Pedang!”
Mo Lian merenung sejenak sebelum menjawab, "Setiap bunga, setiap daun, setiap helai rumput adalah pedang."
"Buat pedang."
“Pedang apa yang paling kuat!”
Mo Lian merenung sejenak dan berkata, "Pedang jalan lurus adalah pedang terkuat. Dao Besar tidak stabil, dan Jalan Abadi sangat luas. Bahkan setitik debu pun mengandung kedalaman yang tak ada habisnya. Tidak ada pedang di tanganku, tapi ada pedang di hatiku. Setiap bunga, setiap daun, setiap helai rumput adalah pedang. Bahkan sehelai rambut tipis juga bisa menebas matahari, bulan, bintang, dan ... Surga!"
“Ini adalah pedang terkuat.”
Tidak ada jawaban untuk sementara waktu di benaknya, seolah-olah sedang menilai ulang kata-katanya. Jika satu kata terakhir tidak diucapkan, mungkin dia bisa langsung lulus, tapi berbeda karena ada kata “Surga”. Ini seperti mengungkapkan bahwa dirinya sangat sombong.
“Baik!”
Cahaya keemasan muncul di tengah-tengah pusaran awan. Cahaya itu jatuh memandikan Mo Lian yang duduk bersila di udara.
Dalam sekejap, Niat Pedang di tubuhnya naik ke tingkatan yang berbeda.
Mo Lian merasakan kekuatan mengerikan di tubuhnya terus menerus memenuhi tulang dan sumsumnya.
Dia membuka matanya dan berteriak dingin, "Pedang!"
Semua tumbuhan di Bintang Hijau, mulai bergerak dengan panik. Mereka membawa Niat Pedang yang sangat mengerikan.
Gerbang emas muncul di belakangnya, dan ketika gerbang terbuka, Niat Pedang yang lebih mengerikan meledak. Pedang emas muncul dari dari gerbang emas; celah ruang dan waktu terbuka dengan kemunculannya, semua makhluk hidup tidak mampu menahan tekanan, mereka langsung bersujud di bawah tekanan dari Niat Pedang.
__ADS_1
"Tanam!"
Pedang emas di belakangnya melesat ke dalam tubuhnya. Tidak ada rasa sakit seperti sebelumnya, meski punggungnya terbelah dan mengeluarkan darah.
Setelah menanam pedang di tubuhnya, kekuatannya kembali meningkat. Dengan mengangkat tangannya, suara gemuruh terdengar. Awan gelap kembali memadat; menghilangkan cahaya emas, dan kilat bergulir turun.
Mo Lian kembali mengangkat tangannya dan melambaikan tangannya.
Dengan ledakan keras, energi pedang di tubuhnya melesat ke langit, mengarah ke petir yang hendak jatuh menyambarnya. Energi pedang menebas, menghancurkan Sambaran petir.
Adegan yang mendominasi seperti itu mengejutkan semua orang.
Mo Lian menghela napas seraya berdiri. Dia menunduk melihat telapak tangannya dan mengepalkannya. Kekuatan yang sangat besar bersembunyi di dalam anggota tubuhnya, darahnya membawa Niat Pedang yang mengerikan.
"Dewa Surga tahap Akhir. Menyatu dengan Pedang dan Alam Semesta, tapi aku masih belum cukup untuk membunuh di Alam Selestial. Aku hanya menyelesaikan Dao Pedang, aku belum menyelesaikan Dao Kematian, Dao Matahari, Dao Kehidupan, dan Dao Penguasa."
Saat dia mengatakan itu, siluet biru-putih dan ungu melesat dari Paviliun Jarum Emas. Siluet manusia yang diselimuti cahaya itu berdiri di depan Mo Lian.
Hong Xi Ning datang menghampiri. "Selamat, Nan Ren."
Mo Lian tersenyum hangat. "Terima kasih."
Mo Lian mendongak melihat cakrawala yang luas. Dia mengangkat tangannya, matahari di langit langsung terbenam dan berganti menjadi bulan, tapi detik berikutnya kembali lagi menjadi matahari yang berada di atas.
"Sepertinya sudah cukup untuk menyerang Wilayah Barat." Mo Lian tersenyum tipis dan mengepalkan tangannya.
Tindakannya barusan membuat semua orang panik dan takut. Mereka yang baru berdiri, kembali bersujud dengan tubuh gemetaran ketakutan.
Mo Lian mengabaikan mereka dan tetap berdiri dengan tenang di udara.
"Sayang, apakah masih ada tingkatan di atas Dewa Surga?" Yun Ning bertanya dengan penasaran.
Mo Lian tersenyum, dia menyisir rambut Yun Ning ke samping telinganya. "Jangan tutupi matamu, matamu sangat indah. Aku menyukainya ..."
Yun Ning tersipu malu, meski dia suka bertindak asal-asalan, tapi dia tetaplah wanita yang bisa merasakan malu ketika mendapatkan pujian dari suaminya tercinta.
"Di atas Dewa Surga?" Mo Lian menengadahkan kepalanya melihat langit biru. "Aku tidak tahu, tapi pastinya ada yang lebih kuat dariku di Alam Selestial."
"Ning'er ..." Mo Lian menatap Hong Xi Ning. "Jalan ke Keabadian untukmu sudah dibuka oleh Yue Fu dan Yue Mu, Ning'er bisa dengan mudah melalui Ujian Dao karena mereka berdua sudah menyatu dengan Alam Semesta. Tapi, jangan bermalas-malasan dan tetap berlatih dengan giat."
"Adapun kalian berdua." Mo Lian mengalihkan pandangannya pada Qin Nian dan Yun Ning. "Meski sulit untuk kalian berdua, tapi aku harap kalian berdua jangan berputus asa dan tetap semangat untuk berlatih. Aku ada untuk kalian semua, aku pasti akan membantu kalian bertiga."
Mendengar itu, ketiganya tersenyum hangat.
Mo Lian membuka tangannya, menyambut mereka bertiga ke dalam pelukannya.
...
****
*Bersambung...
__ADS_1