
Hanya dalam kurun waktu kurang dari satu jam, mereka sudah tiba di puncak Gunung Kunlun. Kecepatan mereka lambat karena menyesuaikan dua orang tingkat Fase Lautan Ilahi yang mengikuti. Ketika sudah tiba di puncak, Mo Lian langsung mengambil lebih dari setengah dari tiap-tiap herbal yang ditemuinya, dan disisakan beberapa bagian untuk dapat berkembang lagi.
Qin Nian dan Ong Hei Yun membelalakkan mata saat melihat bagaimana cara Mo Lian mengemas semua rempah maupun herbal. Dengan ini akhirnya Ong Hei Yun paham bagaimana cara Mo Lian menyembunyikan pedang yang dimenangkan di pelelangan.
"Untuk herbal-herbal di luar sudah cukup, selanjutnya jalan masuk gua dan di dalam gua. Di sana ada batu berharga yang bisa digunakan untuk membuat array." Mo Lian menepuk-nepuk pakaiannya yang kotor, kemudian berbalik menuju gua di mana mereka menemukan Danau Spiritual.
Wu Yengtu mengangguk dan berjalan menuntun semua orang ke tempat masuk gua.
Ketika di perjalanan, Mo Lian akan selalu mengambil rempah maupun herbal dari tanah bersamaan dengan akarnya menggunakan energi spiritual, kemudian dimasukkan ke dalam Cincin Ruang.
Puluhan menit kemudian, mereka sudah tiba di depan mulut gua. Sama seperti sebelumnya, Wu Yengtu menggunakan energi spiritualnya untuk membuat api yang dapat menerangi gelapnya gua.
Tanpa berlama-lama lagi, mereka semua masuk ke dalam gua. Saat baru saja masuk, Mo Lian langsung menggali dinding maupun lantai gua untuk menemukan batu berharga, memang bukan Batu Spiritual, tapi tetap saja ia menemukan batu berharga lainnya. Seperi Batu Giok Cermin, batu giok yang memiliki kecocokan untuk membuat jimat pelindung dan salah satu bahan yang digunakan untuk membuat Formasi Vena Naga.
"Lian. Mau sampai kapan kau menggali di sana?" tanya Xu Xumei menghampiri Mo Lian dan berjongkok di sebelahnya.
"Sebentar, aku memerlukan beberapa batu berharga untuk membuat array." Mo Lian menjawabnya tanpa menoleh dan tetap menggali tanah.
"Array?" tanya pria berambut pendek berpakaian biru tua dengan sedikit luka sayatan di aslinya. Pria itu bernama Jia Xuanming, suami dari Gou Menghu, atau adik langsung dari Jia Yaoyu.
Lalu Jia Yaoyu adalah adik ipar dari Xu Xumei, atau istri dari Xu Fulian. Sungguh silsilah keluarga yang luar biasa, kesepuluh orang itu memiliki hubungan kakak dan adik, entah itu kandung maupun ipar. Serta mereka semua berasal dari perguruan yang sama.
"Array apa yang kau buat?" tanya Jia Xuanming kembali.
"Formasi Vena Naga. Ini untuk memperkuat Vena Naga dan menyerap energi spiritual dalam radius 200 sampai 1000 mil untuk berkumpul dalam satu titik," jawab Mo Lian masih sibuk dengan urusannya.
Jia Xuanming terdiam dengan satu alis terangkat, meski ia juga menguasai array, tapi ini adalah kali pertamanya mendengar array yang memiliki efek yang luar biasa.
"Kakek akan mengetahuinya nanti. Tapi aku masih kekurangan satu bahan penting, Batu Spiritual." Mo Lian menghela napas berat.
Mo Lian tahu jika kesepuluh orang-orang ini memiliki kemampuan yang berbeda. Ada yang hebat dalam beladiri, seperti halnya Wu Yengtu dan Xu Xumei, mereka berdua memiliki kekuatan dan pengalaman tempur yang lebih dari dari kedelapan orang lainnya.
Lalu ada pula yang hebat dalam Array, Mantra, Alkimia, dan tentunya Tabib. Meski ia tidak pernah diberitahu jika diantara mereka ada Tabib, tapi Mo Lian bisa mengetahuinya dari jarum perak yang pernah disentuhnya, ia merasakan adanya energi spiritual seseorang di dalam jarum perak itu.
"Batu Spiritual?" Jia Xuanming memiringkan kepalanya. Ia menyelinapkan tangannya masuk ke dalam saku celana dan mengeluarkan batu sebesar kepalan tangan. "Apakah ini?"
Mo Lian menolehkan kepalanya melihat apa yang digenggam Jia Xuanming. Terlihat batu sebesar kepalan tangan berwarna biru muda. Benar saja, meski itu adalah kualitas terendah, tapi tetap saja itu adalah sebuah Batu Spiritual. Pantas saja aku merasakan energi yang tidak asing dari Senior Jia, ternyata dia mempunyai Batu Spiritual.
__ADS_1
"Da- Dari mana Kakek—" Mo Lian menghentikan perkataannya saat merasakan ada sesuatu yang terbangun dari ke dalam gua. Ini bukan sesuatu yang berbahaya, melainkan sangat-sangat berharga. "Kakek menemukannya di sana?" tanyanya sembari menunjuk ke dalam gua.
Jia Xuanming menganggukkan kepalanya dengan mulut sedikit terbuka sebagai jawaban dari pertanyaan itu.
Seketika itu juga Mo Lian mengalirkan energi spiritual pada kakinya dan melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke bagian terdalam dari gua meninggalkan semua orang.
Tidak tinggal diam, mereka juga pergi menuju bagian terdalam mengikuti langkah kaki Mo Lian.
Lima menit kemudian, Mo Lian sudah tiba di bagian terdalam gua tempat di mana Danau Spiritual berada. Ia terus berlari menuju aura yang tidak asing baginya dan bahkan mengabaikan mayat ular yang rencana akan dibawanya, hingga beberapa menit kemudian ia berhenti. Terlihat di depannya sebuah dinding dengan retakan, dan terpancar cahaya berwarna biru muda yang indah.
Dengan tubuh bergetar karena bahagia, Mo Lian menarik tangannya ke belakang dan mengayunkannya kembali mengarah pada dinding di depannya. Membuat dentuman yang sangat keras, dan perlahan retakan-retakan dinding menjadi lebih besar, lalu memperlihatkan bagian dalam dinding.
Ketika dinding sudah terbuka sepenuhnya, terlihat banyak sekali batu kristal, entah itu berwarna biru muda dan biru tua yang tertanam di dalam dinding.
"Ini ... Batu Spiritual tingkat Rendah dan Sedang!"
"Jika begitu, mengapa tiga bulan lalu aku tidak merasakannya?"
Mo Lian menggeleng pelan, ia tidak perlu memikirkan hal sepele. Mungkin saja pada saat itu ada formasi yang menahan energi dari Batu Spiritual, dan saat ular mati sudah lama mati, barulah formasi itu menghilang.
Terdengar suara langkah kaki yang mendarat secara bergantian. Mo Lian menolehkan kepalanya, terlihat Wu Yengtu dan yang lain sudah berhasil menyusulnya.
"Master, apa itu?" Qin Nian berjalan menghampiri Mo Lian.
"Ini adalah Batu Spiritual, warna biru muda adalah tingkat terendah, itu membutuhkan waktu 100 tahun untuk tingkat terendah. Sedang membutuhkan waktu 500 tahun, dan Tinggi membutuhkan waktu 1000 tahun menyerap energi bumi dan langit." Mo Lian menjelaskan pada semuanya apa yang tertanam di dinding.
Mo Lian terdiam sejenak, kemudian melanjutkan penjelasannya, "Tingkat terendah sudah cukup untuk meningkatkan Fase Fondasi tahap Awal ke tahap Akhir, bahkan Fase Mendalam tahap Awal."
Qin Nian terperangah tak percaya dengan apa yang dikatakan Mo Lian. Sedangkan untuk Ong Hei Yun, hanya diam tak mengerti maksud tingkatan yang dikatakan Mo Lian.
"Fase Fondasi artinya Wu-Zun, dan Fase Mendalam artinya Wu-Zong. Kau pahami sendiri, menurut apa yang kulihat dari beberapa Pejuang, mereka membutuhkan waktu belasan tahun untuk naik ke tingkat itu," jelas Mo Lian menatap wajah Ong Hei Yun.
"Lalu, karena teknik yang kau gunakan cukup berharga untuk ukuran Bumi, dan kau cukup berbakat. Kau hanya membutuhkan waktu sekitar tiga tahun," lanjut Mo Lian yang masih menatap wajah Ong Hei Yun.
Ong Hei Yun mengangguk kecil tanda paham. "Lalu berapa lama waktu yang kau butuhkan?"
Mo Lian tersenyum tipis, kemudian menjawab, "Tujuh jam, dari manusia biasa ke Fase Fondasi tahap Akhir. Lalu satu minggu untuk naik ketingkat Wu-Dan, atau Fase Lautan Ilahi tahap Akhir."
__ADS_1
Ong Hei Yun kembali terperangah dengan mulut terbuka. Berbeda dengan Wu Yengtu dan yang lain, awalnya mereka juga menampilkan reaksi yang sama, namun setelah melihat kemampuan Mo Lian, malah aneh jika tingkat Mo Lian tidak naik dengan pesat.
Qin Nian sedikit membungkukkan badannya dengan menangkupkan kedua tangan. "Kalau begitu. Apakah jika Master menggunakan Batu Spiritual ini, Master bisa menembus Ranah Inti Emas?"
Mo Lian terdiam sejenak, ia memikirkan jawaban yang tepat. "Bisa saja. Tapi aku tidak ingin terlalu cepat menembus tingkatan, aku ingin memupuk kekuatan lain, seorang Kultivator Dao bukan hanya mengkultivasikan energi spiritual, tapi juga tubuh. Aku ingin menampung energi spiritual sebanyak-banyaknya dalam tubuhku hingga tak mampu lagi, barulah pada saat itu aku akan menembus."
Akhirnya, Wu Yengtu dan yang lainnya mengerti mengapa Mo Lian masih tertahan di Ranah Inti Perak tahap Menengah meski telah menyerap Danau Spiritual. Akan sangat aneh bagi Wu Yengtu, ia sudah menembus Ranah Inti Perak tahap Puncak, dan sedangkan Mo Lian masih tahap Menengah.
Ong Hei Yun menganggukkan kepalanya dengan tangan menyentuh dagu, ia memahami apa yang dikatakan Mo Lian. Ini adalah pengetahuan baru yang bahkan di Pasukan Taring Naga tidak diajarkan. "Jika batu ini dijual, berapa harganya?"
Mo Lian berbalik menatap Batu Spiritual, ia mengalirkan energi spiritual ke dalam Cincin Ruang dan mengaktifkannya untuk menyerap semua Batu Spiritual. "Mengingat kelangkaan energi spiritual di Bumi, dan lambatnya perkembangan para Pejuang. Untuk yang tingkat terendah mungkin bisa dihargai dengan harga dua miliar Yuan, dan Sedang seharga enam sampai sepuluh miliar Yuan."
"Kalau begitu aku akan—" Belum sempat menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba Ong Hei Yun berhenti saat melihat Mo Lian yang menggeleng.
"Aku tidak menjualnya. Ini akan kugunakan sebagai formasi array, tapi karena kau sudah mengantarkan ku ke Kota Beijing dan membiayai kebutuhanku di sana, maka aku akan membiarkanmu untuk berlatih di sekte ku untuk beberapa waktu. Bahkan mungkin aja kau akan kuberikan izin sebagai tamu kehormatan" Mo Lian memotong perkataan Ong Hei Yun. Tidak masalah jika orang asing berlatih di sektenya, asalkan Batu Spiritual ini tetap berada di tangannya.
Tapi meski begitu, tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam sektenya. Nantinya ia akan membangun array yang sama seperti array yang mengelilingi Mansion Bai Long, array yang berfungsi untuk menghalangi orang yang tidak diizinkannya.
Ong Hei Yun terdiam, ia mengangguk kecil. "Terimakasih, Mo Lian."
Memang benar jika bisa membeli Batu Spiritual maka kekuatannya akan meningkat dengan cepat. Tapi jika dipikir lagi, menjadi tamu kehormatan memiliki keuntungan yang lebih besar di masa mendatang.
Mo Lian mengangguk kecil, ia berjalan menghampiri mayat ular yang sangat besar itu. Dengan kaki menekan di tanah, ia melayang beberapa puluh meter dari permukaan tanah. Ia mengangkat tangan kanannya dengan hari telunjuk dan tengah mengarah ke udara. "Teknik Pedang 1000 Mil, Gerakan Kelima. Pedang Pemusnah!"
Secara tiba-tiba di langit gua tercipta fluktuasi energi spiritual yang sangat kuat. Tidak lama kemudian terlihat pedang besar yang hampir setinggi 100 meter, dengan lambaian tangannya, pedang itu melesat tajam memotong ujung ekor ular.
Ekor ular itu dipotong lagi menjadi beberapa bagian, dengan tinggi, lebar, dan panjang 10 meter. Cukup kecil, dan itupun sudah menghabiskan setengah ruang dari Cincin Ruang.
Mo Lian menolehkan kepalanya menatap belasan orang yang masih berdiri di bawah. "Sudah selesai, ayo kita kembali, seluruh bebatuan berharga di sini sudah aku ambil. Herbal-herbal yang tumbuh di dalam gua juga sudah," ucapnya pelan namun bisa didengar di telinga semua orang.
Semua orang yang mendengar itu mengangguk kepala, kemudian melesat mengikuti Mo Lian yang menuju pintu keluar gua.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1