Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 393 : Pembaptisan Dewa adalah Ritual untuk Mengendalikan Takdir?


__ADS_3

Mo Lian mengikuti pria tua yang bernama Su Yangse. Dia telah mendapatkan informasi tentang Dewa Kabut Pembantaian, cerita itu sangat sering didengarnya, seperti plot yang ada di novel-novel.


Dewa Kabut Pembantaian berasal dari keluarga pelayan yang melayani salah satu keluarga kuno di Bintang Cahaya Biru. Hidupnya terbilang sulit, dan selalu ditindas untuk melepaskan kekesalan generasi muda di keluarga kuno itu.


Tapi secara tidak sengaja, Dewa Kabut Pembantaian memasuki ruang rahasia saat dibuang menjadi perisai daging untuk menghalau monster di dalam gua. Di ruang rahasia, Dewa Kabut Pembantaian menemukan buku teknik dan artefak yang membawanya naik.


Dewa Kabut Pembantaian berlatih di ruang rahasia bertahun-tahun, dan saat keluar dari ruang rahasia. Karena kecerobohannya sendiri, dia memberi tahu tentang hal di ruang rahasia dan akhirnya keluarga kuno itu mengetahuinya.


Keluarga kuno memaksa Dewa Kabut Pembantaian untuk menyerahkan semua teknik beserta sumber daya yang didapat. Tapi Dewa Kabut Pembantaian menolaknya dan melarikan diri tanpa memikirkan yang lain, akhirnya keluarganya dibunuh oleh keluarga kuno.


Setelah mengetahui bahwa keluarganya dibunuh, Dewa Kabut Pembantaian menyimpan dendam terhadap keluarga kuno. Dia terus berlatih keras selama ribuan tahun sampai akhirnya memiliki kekuatan dan memusnahkan keluarga kuno tersebut.


Peristiwa itu diketahui banyak orang, membuat murka banyak keluarga kuno. Keluarga kuno memburu Dewa Kabut Pembantaian, tapi semuanya berakhir dengan kegagalan. Sampai akhirnya ribuan tahun berikutnya, Su Yangse yang saat itu masih Dewa Hitam, mengumpulkan Dewa Hitam lainnya untuk membunuh Dewa Kabut Pembantaian.


Tapi mereka tidak berhasil, mereka hanya menyegel sebagian kekuatan Dewa Kabut Pembantaian agar peningkatan kekuatannya melambat dan mengusirnya.


Mo Lian yang mendengarnya, hanya diam tanpa kata seraya menggelengkan kepalanya. Jika dia adalah Dewa Kabut Pembantaian, dia tidak akan pernah menceritakan tentang peruntungannya di ruang rahasia sampai benar-benar yakin tentang keselamatan keluarga dan kekuatannya sendiri.


Kalaupun ingin menceritakannya, pastikan lawan yang diajak bicara sudah dipasang kutukan. Jika mengungkit masalah ruang rahasia, bahkan hanya satu kata, orang itu akan meledak!


Sama saat menceritakan tentang reinkarnasi, dia hanya menceritakannya pada keluarganya yang benar-benar dipercaya, dan hanya menceritakan pada istri-istrinya setelah dia cukup yakin dengan kekuatannya yang mampu bersaing dengan Dewa Surga.


Bahkan Hong Xi Jiang tidak mengetahui tentang dirinya yang bereinkarnasi, tapi sepertinya sudah tahu sendiri meski tidak diceritakan. Mo Lian sendiri tidak benar-benar tahu tentang Hong Xi Jiang, itu sangat penuh dengan misteri, seolah-olah Hong Xi Jiang adalah gunung es di lautan dalam yang berkabut.


Jadi, yang diketahui Mo Lian hanyalah puncak gunung es, dan itu pun tidak jelas karena ada kabut yang menyamarkan puncak gunung es tersebut.


Tapi setelah memikirkannya, tidak aneh jika Mo Lian tidak tahu tentang Hong Xi Jiang, bahkan mungkin Wang Yue Fei sendiri tidak mengetahuinya, dan tentunya Hong Xi Ning yang mengetahuinya yang bahkan lebih parah dari Wang Yue Fei.


...


Mo Lian terus dibawa oleh Su Yangse dan dia mengikutinya dari belakang dengan tenang. Dewa Bumi lain juga ikut bersama, tapi dia tidak khawatir sama sekali, dia bisa menghentikan waktu untuk membunuh mereka.


Lebih sulit menangkap Dewa Kabut Pembantaian daripada membunuh Dewa Bumi di sini.


Perjalanan memakan waktu yang sangat lama karena Su Yangse berlama-lama di jalan, sampai akhirnya memakan beberapa jam.

__ADS_1


Mo Lian bisa melihat sebuah kota yang makmur penuh dengan teknologi modern, banyak pesawat terbang di udara dengan api biru di bagian bawah untuk menerbangkannya. Hologram raksasa terlihat di beberapa sudut kota dan memperlihatkan pemberitahuan tentang aturan di kota.


Gedung-gedung tinggi yang menjulang langit juga cukup banyak.


Mo Lian tidak terlalu memikirkan tentang kemajuan teknologi di kota ini dan hanya mengikuti Su Yangse.


Mereka terbang di atas kota dengan mudahnya sesaat setelah beberapa senjata mengarah pada mereka dan berbalik.


Mo Lian memasuki gedung tertinggi mengikuti Su Yangse. Kemudian mereka pergi ke lift yang berbentuk lingkaran array biru di lantai.


Tiba-tiba, tubuh semua orang diselimuti energi aneh saat ruang spasial terbuka. Hanya dalam sekejap, pandangan mereka telah berubah. Yang mereka lihat adalah taman yang sangat indah, banyak Tanaman Spiritual berharga dan bahkan ada Air Spiritual dalam bentuk air terjun.


Melihat sekitar taman kecil yang luasnya berkali-kali lapangan sepak bola, ada lautan awan.


Mo Lian tahu saat ini sedang berada di atas awan dan di bawahnya adalah gedung yang berada di kota modern.


Su Yangse berjalan menuju meja kayu di bawah pohon willow, daunnya berwarna hijau zamrud dan memiliki kesadaran, itu terlihat dari dahan kecilnya yang bergerak-gerak seperti tali.


Su Yangse menyeduh teh hijau dan menyerahkannya pada delapan Dewa Bumi dan Mo Lian.


Mo Lian merenung sejenak sebelum menjawab, "Kau bisa memanggilku, “Dewa Pedang”."


Su Yangse dan yang lain terdiam dengan pandangan rumit saat melihat Mo Lian. Mengatakan bahwa dirinya sendiri adalah Dewa Pedang sangatlah sombong, bahkan kultivator yang telah berlatih pedang dari usia tiga tahun, tidak bisa mengatakan bahwa dirinya adalah Dewa Pedang.


Mo Lian tidak mau repot-repot memikirkan apa yang dipikirkan Su Yangse. Dia mengatakan bahwa dirinya adalah Dewa Pedang masih terbilang sangat sopan, bagaimana jika dia mengatakan bahwa dia adalah Dewa Semesta? Dewa Kunpeng?


"Sekarang giliranku. Saat aku bertarung dengan Dewa Kabut Pembantaian, aku berhasil memasuki Dewa Bumi dan mendapatkan Pembaptisan Dewa. Sekarang, apa itu “Pembaptisan Dewa”?" Tatapan Mo Lian sangat dalam saat menatap Su Yangse di depannya.


Su Yangse merasakan dingin di punggungnya saat melihat Mo Lian yang menatapnya. Seolah-olah ada makhluk kuno yang siap melahapnya.


Delapan Dewa Bumi yang berada di samping, menjadi pengamat, hanya terdiam dengan mulut terbuka lebar, bahkan telur bisa masuk ke dalamnya. Mereka tidak mengharapkan pemuda yang sangat kuat ini bahkan tidak mengerti apa itu Pembaptisan Dewa.


Su Yangse menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan untuk menenangkan rasa gemetar di tubuhnya. "Pembaptisan Dewa. Cukup sulit untuk menjelaskan semuanya. Banyak yang tidak mengerti apa itu Pembaptisan Dewa, bahkan Dewa Surga pun tidak mengetahuinya ..."


Su Yangse memalingkan wajahnya menghindari tatapan Mo Lian dan memandang cakrawala yang luas. "Tapi, beberapa ratus tahun yang lalu. Ada individu yang sangat kuat, dia mengatakan bahwa dia adalah Dewa Surga tahap Menengah dari Wilayah Barat Alam Semesta."

__ADS_1


"Saat itu aku cukup terkejut dengan pernyataannya. Siapa yang mengira Alam Semesta sangat luas."


Su Yangse melihat ke arah Mo Lian dan kembali berkata, "Dia mengatakan, Pembaptisan Dewa adalah suatu berkah yang didapat dari Dao/Tao. Surga tidak bisa ikut campur, bahkan Kaisar Langit tidak bisa berbuat apa-apa."


"Mereka yang memasuki Dewa Bumi bisa dibilang sebagai Dewa Sejati. Kekuatannya tidak terbatas, tapi untuk melepaskan semua kekuatannya, mereka harus mencari jawabannya sendiri. Kemudian jika Dewa Bumi mati, Dao/Tao akan sedih, membuat Alam Semesta menangis."


"Tapi ada pendapat lain, setelah membunuh Dewa Bumi. Energi yang terkandung di dalamnya akan kembali ke Dao/Tao dan menguatkan Alam Semesta ..."


Mo Lian mengangkat tangannya saat mulai memahami sesuatu. "Jadi maksudmu, Dao membiarkan kita memasuki Dewa Bumi dengan memberikan Pembaptisan Dewa daripada Kesengsaraan Petir adalah untuk mengikat kita? Jika Kesengsaraan Petir turun, Dao tidak bisa mengikat kita dan saat terbunuh, tidak bisa mendapatkan apa-apa. Itu adalah kerugian ..."


"Jadi, lebih baik memberikan Pembaptisan Dewa dengan maksud untuk membiarkan Dewa Bumi merasa sangat kuat dan bahagia. Tapi pada kenyataannya mereka dikendalikan." Ini hanyalah spekulasi Mo Lian, tapi jika benar adanya, itu sangat tidak bisa diterima.


Bahkan meski dia meningkatkan kekuatan dengan mencari atau memahami Dao/Tao. Tapi apabila ini benar, dia tidak akan ragu untuk melawannya, meski nyawa taruhannya.


Bagaimanapun, menjadi kultivator adalah untuk membuka jalan dan takdirnya sendiri. Jika pada akhirnya sama, lebih baik tidak mengambil Jalan Kultivasi sejak kelahirannya kembali, karena pada akhirnya sama!


Su Yangse tercengang saat mendengar bagaimana Mo Lian mengartikan informasi yang baru diucapkannya. Tapi setelah mendengar bagaimana Mo Lian mengartikannya, dia tidak bisa tenang dan mulai memikirkannya.


Delapan Dewa Bumi juga merasakan sakit kepala ketika mereka memikirkan kemungkinan itu. Jika memang benar, mereka akan sangat marah dan merasa sia-sia berkultivasi selama ini apabila pada akhirnya dikendalikan.


Mo Lian menundukkan kepalanya melihat teh di dalam gelas giok. Pikirannya bukan hanya tentang Pembaptisan Dewa, tapi tenang individu kuat dari Wilayah Barat. Dia menduga Dewa Surga tahap Menengah ini berasal dari Organsiasi Penjarah Spiritual.


Mo Lian mendongak menatap Su Yangse. "Individu itu, apakah berasal dari Organisasi Penjarah Spiritual?"


Su Yangse tertegun tanpa kata dengan ekspresi bingung, kemudian membuka mulutnya lebar-lebar. Dia tahu apa itu Organisasi Penjarah Spiritual, karena di Wilayah Selatan ini ada organisasi aneh yang mengambil Inti Bintang, dan baru-baru ini dia mengetahuinya.


Tapi, Su Yangse tidak tahu dari mana Organisasi Penjarah Spiritual berasal. Tapi setelah mendengar ucapan Mo Lian, dia mulai memikirkan tentang individu kuat ini.


"Mungkinkah, dia datang ke sini untuk menyebarkan anggota Organisasi Penjarah Spiritual?" Ekspresi Su Yangse tidak lagi tenang dan sekarang terlihat sangat kusam penuh rasa takut.


Mo Lian mengangkat bahu dan hanya diam tanpa mengatakan sepatah kata pun.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2