
Tidak membutuhkan waktu lama untuknya mendarat di dasar lautan yang airnya telah bergeser. Ia menolehkan kepalanya melihat sekitar, mencari tahu apakah di sini ada monster seperti di Segitiga Bermuda.
"Tidak ada monster di sini." Mo Lian berjongkok dan menyentuh dasar lautan.
Tanah di dasar lautan bergetar, kemudian terbelah dua seperti permukaan laut sebelumnya.
Mo Lian yang berjongkok melihat dasar tanah itu mundur dan posisinya hampir seperti kayang, menghindari serangan secara tiba-tiba dari dalam jurang tanah.
Terlihat ular hitam yang sangat panjang, memiliki lebar tubuh satu meter dengan panjang yang lebih dari 100 meter. Memiliki mata merah menyala dan kristal merah besar di atas kepalanya. Kristal itu memancarkan energi spiritual yang sangat kuat, dan menekan, membuat permukaan laut bergetar.
Tanpa berlama-lama lagi, Mo Lian melesat naik ke langit, keluar dari kedalaman laut. Ia melayang beberapa puluh meter dari permukaan laut, mengejar ular hitam yang merupakan harta berharga.
Ular yang terbang di langit itu mengejutkan wisawatan di sana dan penduduk setempat. Mereka tidak pernah menyangka akan melihat monster secara langsung, yang selama ini hanya diberitakan tentang manusia super.
Mo Lian mengarahkan tangan kanannya pada ekor ular hitam, menciptakan tangan besar berwarna biru yang menangkap ekor ular itu agar tidak dapat terbang lebih jauh lagi. Kemudian ia menarik kembali tangannya, membuat ular hitam itu melesat jatuh menghantam lautan.
Barang berharga dari ular hitam itu adalah Kristal Merah yang berada di kepalanya, memiliki kandungan energi spiritual seperti Inti Spiritual dari monster-monster diatas Ranah Inti Perak. Namun kandungannya lebih murni dan dapat diserap langsung tanpa perlu mengolahnya terlebih dahulu.
Ular yang jatuh menghantam lautan itu menciptakan gelombang yang cukup tinggi. Namun tidak sampai berpotensi tsunami.
Mo Lian yang sudah menjatuhkan ular itu bergerak, mengarah pada kepala ular yang ia cengkeraman dengan tangan yang terbuat dari energi spiritual. Ia yang sudah berada di atas kepala ular itu berjongkok, memegang Kristal Merah dan menariknya hingga keluar.
Ular itu menggeliatkan tubuhnya, mencoba untuk lepas dari cengkeraman Mo Lian, terlebih lagi dengan rasa sakit yang dirasakannya.
Kristal Merah ini harus dilepas saat ular masih hidup, jika melepaskannya setelah ular mati, itu hanya akan mengurangi energi yang terkandung pada Kristal Merah.
Kultivasi ular hitam yang awalnya Inti Emas itu turun secara signifikan hingga sampai pada tingkat Fase Lautan Ilahi tahap Awal.
Mo Lian terbang lagi ke langit, membawa ular hitam untuk menjauh dari lautan dan membunuhnya di langit, agar darahnya tidak menyebar ke laut. Saat sudah belasan mil dari permukaan air laut, ia mengepalkan tangannya, meledakkan ular hitam menjadi kabut darah.
__ADS_1
Mo Lian menunduk melihat Kristal Merah di tangan kirinya. "Aku tidak menyangka akan mendapatkan Kristal Merah, tidak semua monster memilikinya, dan ini setara dengan Batu Spiritual kualitas Tinggi. Namun ini bukan hanya untuk meningkatkan kekuatan energi spiritual, melainkan juga jiwa."
"Aku akan menyerap Kristal Merah ini, dan keluar saat mereka yang berada di luar angkasa sudah dekat dengan Bumi." Mo Lian mengirimkan pesan pada Ibunya jika ia hendak berkultivasi, dan mungkin tidak akan ikut bersenang-senang.
Mo Lian yang sudah mendapatkan izin itu kembali memasuki lautan dan membangun sebuah ruangan kecil di dalam sana untuknya berkultivasi. Ia juga dapat tenang dengan kedatangan mereka yang dari luas, itu karena klon miliknya masih terjaga di Daratan Huaxia, sehingga bisa membangunkan tubuh utamanya.
Mo Lian yang sudah membangun ruangan dari tanah di kedalaman laut mulai mengeluarkan Kristal Merah di depannya. Kemudian ia menutup matanya perlahan, melepaskan energi spiritualnya untuk menyelimuti Kristal Merah dan menyerap energi yang terkandung di dalamnya.
Kristal Merah itu melayang di dalam kegelapan, memancarkan sinar merahnya yang bergerak perlahan memasuki tubuh Mo Lian melalui pori-pori kulitnya, dan kemudian menyebar ke segala arah, terutama Dantian dan kepalanya.
Energi dalam tubuhnya mulai meningkat secara signifikan, ini menghemat waktu kultivasi dan biaya yang harus dikeluarkannya selama ini yang lebih dari ¥200 miliar.
Walaupun Kristal Merah hanya dapat meningkatkan kekuatan energi spiritual maupun jiwa, namun Mo Lian yang memiliki ribuan teknik dapat mengolahnya dengan benar, dan membaginya menjadi beberapa kekuatan.
Mo Lian mengubah posisi tangannya yang sebelumnya berada di atas paha menjadi saling bersentuhan di depan dada, membuat enam cahaya berbeda warna sesuai dengan elemen yang dikuasainya muncul di belakang punggung.
Keenam cahaya itu diselimuti oleh energi dari Kristal Merah, yang membuat enam cahaya itu semakin terang dan kuat, menandakan semua elemen yang dimilikinya meningkat.
Mo Lian yang berada di kedalaman laut merasakan setiap pergerakan sekitar, bisa dikatakan ia merasakan hampir seluruh pergerakan di muka bumi, bahkan untuk semut-semut kecil di dalam tanah.
Saat ia masih berkultivasi, ia mengendalikan klon miliknya yang berada di Sungai Minjiang untuk membagi tubuh lagi, dan mengirimkannya ke Pulau Miyako untuk dapat menikmati malam tahun baru bersama keluarga, meski hanya sebatas klon.
***
Sabtu, 08 Januari 2022
Energi yang terkandung di dalam Kristal Merah sudah habis, membuat Mo Lian membuka matanya perlahan, memperlihatkan kilatan cahaya di kedua matanya, bersamaan dengan aura yang menekan kuat.
Mo Lian berdiri perlahan dari permukaan tanah yang berada di dasar laut. Ia mengangkat tangannya, membelah lautan untuk menciptakan jalan baginya keluar.
__ADS_1
Mo Lian menekan kakinya di tanah sebagai pijakan, kemudian melesat sangat cepat dari dalam lautan. Ia menolehkan kepalanya melihat sekitar, sudah pertengahan hari dan banyak pengunjung di pantai, meski masih belum lama ini monster muncul di sana.
Banyak wisatawan yang mengabadikan momen di mana Mo Lian melayang di antara bumi dan langit, tanpa mengetahui identitas asli Mo Lian.
Mo Lian mengabaikan kamera ponsel yang mengarah padanya, dan hanya terfokus pada angkasa luar yang jauh di atasnya.
Mo Qian, Su Jingmei dan yang lain hanya diam tanpa bergerak mendatangi Mo Lian. Sebelumnya mereka hendak terbang saat melihat Mo Lian yang telah menyelesaikan kultivasi, namun mengurungkan niatnya saat melihat tatapan tajam Mo Lian yang penuh dengan kebencian dan amarah.
"Mereka hampir sampai!" Mo Lian mencengkeram jari-jarinya yang terkepal.
"Ap- Ap- Apa ini?!"
Mo Lian menolehkan kepalanya melihat sumber teriakan yang berasal dari tepi pantai, terlihat ribuan pengunjung yang panik saat memegangi handphone masing-masing, seperti melihat sesuatu yang sangat mengerikan.
Ia dapat menebak apa yang dilihat semua orang itu, namun ia tetap penasaran dan membuka handphone miliknya. Terlihat pemberitahuan berbagai bahasa dari berbagai sumber, namun memiliki isi yang sama. Berita itu adalah retakan ruang yang berada di antara Bulan dan Bumi, dan dari retakan itu pula terlihat puluhan Profound Ark berbagai ukuran.
"Ini ..." Mo Lian mengalihkan pandangannya dari layar handphone ke langit. "Yang aku tahu, mereka hanya mengirimkan sembilan Dao Immortal saja. Lalu mengapa sekarang armada gabungan dari Sembilan Sekte Aliran Hitam?"
Mo Lian menghembuskan napas panjang, kemudian menoleh pada keluarganya yang masih berada di permukaan pasir. "Ayah, Ibu, Fefei. Kalian semua tunggu di sini, jangan pergi ke mana-mana, dan tetap tenang."
Ketiganya hendak pergi mendatangi Mo Lian, tapi kembali mengurungkan niatnya karena mereka tahu, mendatangi Mo Lian sama saja dengan menambahkan beban.
Mo Lian kembali mengubah arah pandangannya, kemudian melesat sangat cepat ke langit, menuju ke angkasa luar untuk menghadapi semua musuh-musuhnya di kehidupan sebelumnya.
Hanya membutuhkan hitungan menit saja baginya untuk keluar dari lapisan terakhir atmosfer, dan pada saat itu juga ia terdiam saat merasakan aura yang tidak asing baginya. Mo Lian menolehkan kepalanya dengan cepat mencari dari mana aura itu berasal, namun seberapa keras ia mencari, ia tidak dapat menemukannya.
"Master ..."
...
__ADS_1
***
*Bersambung...