
Seorang pria paruh baya keluar dari celah spasial. Rambut hitamnya terlihat berantakan dengan pakaian hitam legam yang tersayat; mata merahnya memancarkan keinginan membunuh yang kuat dan kebencian yang mendalam.
Niat pertempuran bangkit dari lubuk hatinya yang terdalam; berniat untuk kembali ke Aliansi 10.000 Ras untuk melaporkan semuanya, kemudian membawa lebih banyak pasukan untuk membunuh semua keturunan dari Bangsa Zhongguo.
"Bocah sialan! Berani-beraninya dia melukaiku, Tetua Kesembilan!"
Tetua Kesembilan sangat marah dan tidak mungkin bisa melupakan penghinaan yang diterimanya barusan. Amarahnya tidak akan reda sebelum membunuh pemuda yang menyerangnya, termasuk menghancurkan Bumi bersama Bangsa Zhongguo.
"Dia membunuh peliharaan yang ku besarkan selama sepuluh ribu tahun! Dendam ini, tidak akan pernah padam!"
Ketika Tetua Kesembilan sangat percaya pada dirinya sendiri dan merasa tinggi. Tiba-tiba ada suara dengung dan gema yang membosankan, kemudian celah spasial terbuka di depannya tanpa ada peringatan seperti retakan-retakan di angkasa.
Pedang hitam berselimutkan kabut hitam keluar dari celah spasial. Setelah mengubah arahnya, pedang itu melesat dengan kecepatan lebih cepat dari cahaya, membelah ruang.
Tetua Kesembilan tersentak melihat Pedang yang tiba-tiba datang dan bergerak ke arahnya. Ia tersenyum, kemudian bergerak saat hendak menghindar, namun tubuhnya membeku tanpa bisa bergerak sedikit pun ketika pedang datang.
Crack!
Tetua Kesembilan terperangah saat mendengar suara retak dan merasakan sakit di dadanya. Ia menunduk melihat dadanya yang entah sejak kapan telah berlubang; Inti Jiwa-nya menghilang.
Booom!
Pedang Kegelapan yang membawa Inti Jiwa, bergerak lebih cepat dengan aura yang meledak, menghancurkan Inti Jiwa. Tetua Kesembilan pun tidak luput, tubuhnya memancarkan cahaya hitam bercampur sedikit emas, kemudian meledak dengan keras dan getaran kuat yang mengguncang angkasa.
Ledakan itu sangat kuat, tapi Tetua Kesembilan berada di luar Galaxy Bima Sakti—sehingga tidak berdampak banyak.
Pedang Kegelapan yang telah membunuh Tetua Kesembilan, kembali bergerak dengan celah spasial yang terbuka di depannya, dan terbang untuk pergi ke sisi lain dari Galaxy Bima Sakti untuk kembali ke Mo Lian.
...***...
Mo Lian tersenyum tipis ketika sedang terbang ke arah Pegunungan Himalaya. Kemudian dengan lambaian tangannya, ruang di sampingnya terbuka dengan suara guntur yang menggelegar.
Whooooosh!
Pedang hitam melesat dari dalam ruang yang terbuka, bergerak ke arah Mo Lian dengan kecepatan tinggi seperkian ingin menyerangnya, namun saat hampir mengenai pelipisnya, pedang itu menghilang seperti masuk ke dalam dimensi lain.
"Sangat disayangkan, mayat Dewa Bumi tidak tersisa. Formasi Array Sepuluh Pedang Semesta dan Keabadian ditambah Sembilan Niat Pedang, sepertinya terlalu berlebihan."
__ADS_1
Mo Lian berhenti setelah bergerak tidak lebih dari sepuluh detik. Ia melayang beberapa meter dari permukaan salju, melihat tempat kosong di mana itu adalah gerbang yang menghubungkan antara Pegunungan Himalaya dengan Negeri Surgawi.
Mo Lian datang ke Pegunungan Himalaya seorang diri, meskipun yang datang hanya sebatas klon.
Hong Xi Jiang, Wang Yue Fei dan Hong Xi Ning sudah kembali ke Sekte Dongfangzhi.
"Sekte Zhongjian masih seperti biasa. Tenang tanpa ada masalah. Sepertinya, di Bintang Utama, tidak ada yang tahu tentang Aliansi Sepuluh Ribu Ras dan organisasi ... eee ... Penjarah Inti Bintang. Ya, itulah nama yang kuberikan."
Mo Lian bersila di udara saat terbang lebih tinggi. Ia menutup matanya, menunggu ruang di depannya terbuka sepenuhnya.
Setelah menunggu beberapa menit, ruang di depannya terbuka cukup besar. Bisa menampung empat lapangan sepak bola; terlihat Profound Ark yang keluar dari dalamnya, dan itu bukan satu atau dua.
Mo Lian membuka matanya, tetapi tetap diam tanpa kata; menunggu semua Profound Ark untuk keluar dari ruang. Dan, kebetulan mereka tidak pergi dari sana setelah keluar, mereka menunggu Profound Ark lain dan nantinya pergi bersama.
Mo Lian bisa mendengar suara keras saat orang berseru tentang Bumi.
"Sialan! Apa ini?! Aku tidak tahu ternyata kita benar-benar terkurung di tempat bernama Negeri Surgawi, ternyata ada tempat indah seperti ini. Bahkan, aku merasa kekuatanku bertambah hanya dengan menghirup napas di sini!"
"Aku juga, aku hampir menerobos Alam dan Manusia yang selama ini aku impikan, aku sudah menunggunya selama tiga ratus tahun!"
Pembicaraan terus terdengar tanpa henti dan sangat menyebalkan seiring dengan berjalannya waktu.
"Bisakah kalian semua diam?" Mo Lian akhirnya berbicara dan tubuhnya yang membaur dengan udara, akhirnya terlihat; ruang di sekitarnya juga mengisolasi mereka semua agar tidak bisa pergi.
Celah ruang telah tertutup dan mengeluarkan ratusan ribu Profound Ark. Semua orang yang hadir di sana menengadahkan kepala, melihat pemuda berambut putih yang duduk bersila di atas awan, ada lingkaran pedang di belakang punggungnya dan lingkaran seperti matahari.
Aura yang dilepaskan sangat kuat, menekan semua orang yang hadir.
Hingga salah seorang dari mereka memberanikan diri untuk bertanya dengan suara terbata-bata:
"Ap- Apakah kau ... orang yang meratakan Istana Surgawi?" Yang bertanya, seorang wanita berusia lima puluhan tahun, rambut hitam dengan mata yang selaras; bibir merah muda yang menggoda dengan wajahnya yang halus.
Wanita itu adalah Fu Shifei, Manager Paviliun Alkimia dari Kota Xuan.
Mo Lian melirik sekilas, kemudian melihat ratusan juta orang yang hadir. "Iya, Ye Fu Tian sangat lemah. Dia saat itu sudah Alam dan Manusia tahap Menengah, tapi dikalahkan oleh Inti Emas tahap Awal." Ia menggelengkan kepalanya; mengingat kembali kenangan saat menyelamatkan ayahnya di Istana Surgawi.
Mo Lian kembali fokus pada Fu Shifei. "Inti Emas tahap Akhir? Kalian berada di tempat yang cocok untuk berkultivasi, tapi masih tidak ada yang menerobos Alam dan Manusia?"
__ADS_1
Salah seorang terlihat sangat marah, dan mengangkat tangannya saat ingin berteriak. Tapi berhenti bahkan sebelum sempat membuka mulutnya.
Mo Lian menjentikkan jarinya, mengubah ruang sekitar menjadi tempat seperti Bumi sebelum kembalinya auranya.
Seketika itu juga, semua orang yang hadir merasakan tidak nyaman di tubuh mereka.
"Ini adalah Bumi sebelum auranya kembali. Sumber daya sangat langka, bahkan tidak ada herbal yang berusia lebih dari sepuluh tahun. Tidak ada Batu Spiritual dan lain sebaginya. Aku ... hah..." Mo Lian menghela napas, terlalu banyak bicara dan merasa berlebihan untuk menjelaskan pada semut-semut kecil dari Negeri Surgawi.
"Karena kita berasal dari Bangsa Zhongguo yang sama, aku tidak mempermasalahkannya. Tapi, aku tidak ingin ada kekacauan yang kalian buat. Kalian hanyalah Inti Emas tahap Akhir, dan kekuatan kami, ada Alam dan Manusia, Jiwa Emas, Dao Immortal, Heavenly Immortal, bahkan Dewa!"
Mo Lian menghilangkan ilusi di sekitarnya, kemudian memperlihatkan kekacauan di negara-negara lain setelah kebangkitan ras yang tertinggal. "Mereka semua adalah ras yang berasal dari luar sana." Ia menunjuk ke atas; luar angkasa yang luas. "Ada lebih dari sepuluh ribu ras, miliaran Inti Emas, ratusan juta Alam dan Manusia dan Jiwa Emas."
"Mereka adalah musuh dari Bangsa Zhongguo, yang memaksa pendahulu kalian untuk menciptakan Negeri Surgawi, tapi Bangsa Zhongguo yang tertinggal, hanya bisa diam mengigit jari saat mereka terbunuh."
"Aku tidak peduli dengan apa yang kalian lakukan di sini, tapi apabila ada yang membunuh Bangsa Zhongguo dari Bumi, aku akan membunuh kalian semua, meski kita berasal dari bangsa yang sama!"
Bang!
Aura Mo Lian meledak dengan penindasan yang tak terbayangkan, tapi tidak ditujukan untuk manusia yang hadir.
Profound Ark bergetar, kemudian meledak seluruhnya tanpa meninggalkan satu pun dari mereka.
Celah ruang terbuka, memperlihatkan gelapnya angkasa luar dengan kilauan bintang.
Mo Lian menarik kembali auranya setelah melepaskannya selama dua detik, tapi itu terasa berabad-abad untuk mereka yang lemah.
Tanpa penjelasan lebih lanjut, Mo Lian pergi meninggalkan Pegunungan Himalaya. "Kalian akan aman, selama kalian tidak membunuh orang dari Bangsa Zhongguo. Jika kalian ada masalah, datanglah ke Sekte Dongfangzhi." Suaranya menggema di langit setelah pergi jauh.
Mo Lian, jika tidak mengingat pesan Jia Shenjun, mungkin ia akan membunuh semua Bangsa Zhongguo dari Negeri Surgawi. Bagaimanapun, mereka adalah orang yang menghina ayahnya saat ditangkap oleh Istana Surgawi.
Tapi, ia merasa mereka tidak akan berani berbuat macam-macam lagi seperti dulu. Ia sudah menanamkan ketakutan di hati mereka semua, dan ia tidak peduli apabila ada yang gila di antara mereka.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1