
Mo Lian membuat dinding spiritual di bawah kakinya, dan merebahkan diri di sana sembari melihat langit malam, langit malam yang sangat indah dengan dua warna berbenturan bagaikan kembang api. Kedua warna itu adalah Mo Qian dan Mo Huangbei yang saling mengejar satu sama lain, dan setiap kali berbenturan pasti akan terdengar dentuman keras dengan gelombang udara.
"Esensi Darah Leluhur Rosth dapat digunakan untuk membuat Pil Darah, dan Inti Jiwa tadi dapat digunakan sebagai tambahan untuk menyuling Pil Jiwa."
Pil Jiwa, sesuai namanya, pil itu mampu meningkatkan kekuatan jiwa seseorang sampai pada tingkat tertentu. Pil Darah memiliki kegunaan untuk meningkatkan volume darah dalam tubuh, meski terlihat sederhana, namun sebenarnya itu mampu meningkatkan kecepatan regenerasi.
"Padahal Ayah sudah hampir memenangkan pertarungan, tapi malah melemparkannya kembali dan membiarkan untuk meregenerasi semua luka yang diterima Mo Huangbei."
Di langit malam, terlihat jika Mo Qian akan selalu menarik paksa lengan Mo Siantang hingga terputus, dan membiarkannya beregenerasi, kemudian ia akan melakukan hal itu kembali berulang-ulang.
Mo Lian yang melihat itu sangat mengerti mengapa Ayahnya melalukan hal seperti itu. Bagaimanapun, ia akan melakukan hal yang sama, tapi terkadang ia malas dan memilih menggunakan cara yang sangat menyakitkan. Yaitu menghancurkan setiap titik Meridian, kemudian meledakkan Dantian mereka.
Namun saat ia sangat malas, ia hanya perlu meledakkan tubuh mereka menjadi kabut darah, atau menusuk dada mereka hingga tertembus.
Bang! Bang! Bang!
Dentuman terus terdengar dan berlanjut, tanpa ada tanda-tanda akan berhenti karena kedua orang yang berada di ketinggian langit masih terus beradu pukulan. Karena dentuman ini, banyak kediaman yang menyalakan lampu penerangan, bahkan suara mobil polisi juga dapat terdengar, meski samar-samar.
Mo Lian bangkit dari posisi tidur di atas dinding pelindung, kemudian terbang lebih tinggi untuk menghindari jangkauan pandangan polisi yang hampir tiba. Ia juga merasa ada yang mengamati pertempuran, dan mengambil rekaman video.
"Biarlah, aku sudah sangat lama menyembunyikan identitas. Ayah juga sudah kembali, jadi tidak perlu lagi bersembunyi. Terlebih sebentar lagi Aliansi Revolusi Dewa akan bangkit, dan pada saat itu banyak Kultivator yang keluar dari tempat persembunyiannya." Mo Lian bergumam seorang diri dan terus terbang tinggi, kemudian berhenti saat tingginya sejajar.
Pertarungan antara Mo Qian dengan Mo Huang ei terus berlanjut meski hampir berjalan satu jam.
"Mati kau anak kurang ajar!" Mo Huangbei mengayunkan pedangnya mengarah pada leher Mo Qian.
Mo Qian mundur selangkah ke belakang, menghindari serangan yang mengarah pada lehernya. Kemudian ia menghentakkan kaki kirinya ke depan, membuat gelombang suara yang menghilangkan keseimbangan lawan, dan memukulkan tinjunya yang diselimuti energi kuat, dengan kilatan petir.
Mo Huangbei menyilangkan pedangnya, melindungi perutnya dari serangan Mo Qian. Namun hal itu percuma, dikarenakan pukulan Mo Qian sangatlah kuat, mematahkan pedang dan mengenai perut Mo Huangbei
"Keuk!' Mo Huangbei melesat jauh puluhan meter, dengan memuntahkan seteguk darah segar yang keluar dari dalam mulutnya.
"Sial! Bagaimana bisa dia menjadi sekuat ini, aku yakin kekuatannya dulu tidak sebesar—" Belum sempat menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba di depannya sudah datang Mo Qiang yang menyerangnya.
__ADS_1
Mo Qian yang sudah berdiri di depan Mo Siantang itu berhenti sejenak, dan kemudian menyentuh pelan dada lawannya.
Tidak terjadi apapun dalam beberapa saat, hingga detik berikutnya, tiba-tiba energi energi spiritual keluar dari punggung Mo Huangbei dan menghancurkan organ dalamnya.
Mo Huangbei menahan rasa sakit yang berada di dadanya. Ia mengulurkan kedua tangannya mencoba menangkap Mo Qian, kemudian menendang perut Mo Qian menggunakan lutut kirinya.
Mo Qian tidak tinggal diam dan menerima serangan itu begitu saja. Ia memukulkan telapak tangannya pada paha kiri Mo Huangbei dengan sangat keras, membuat pahanya terturun paksa, dan terdengar suara retakan kasar, menandakan tulang paha Mo Huangbei telah patah.
Tidak berhenti disitu saja, Mo Qian mengangkat tangan kirinya, memukul dagu Mo Siantang menggunakan bantalan lembut tangannya, namun memiliki kekuatan yang mengerikan.
Dagu Mo Huangbei terluka parah dan memperlihatkan rahangnya yang bercucuran darah. Ia menunduk menatap Mo Qian, kemudian menggunakan kedua tangannya untuk memukul Mo Qian dan menjauh dari pertarungan.
"Jangan coba-coba kau untuk pergi!" Mo Qian menangkap kedua pergelangan tangan Mo Huangbei, dan melepaskan serangan petirnya.
"Aaarrrgghh!" Mo Huangbei berteriak keras dengan darah yang mengalir dari kedua matanya maupun telinga.
Rasa sakitnya lebih menyakitkan ketimbang kedua tangannya yang terputus oleh Mo Qian tadi.
Mo Qian menggenggam kepala Mo Huangbei dengan erat, kemudian melonggarkannya perlahan dan menariknya. Bisa terlihat segumpal darah yang keluar dari dahi Mo Siantang.
Basis kultivasi Mo Huangbei juga menurun secara signifikan, dari Ranah Inti Emas tahap Awal menjadi Fase Lautan Ilahi tahap Menengah.
Mo Qian yang sudah mendapatkan esensi darah itu mempraktikkan Teknik Pencarian Jiwa, mencoba mencari ingatan empat puluhan tahun lalu.
Dari pandangan Mo Qian, yang merupakan mata dari Mo Huangbei, ia pergi ke suatu tempat pegunungan yang tidak jauh dari Kota Chengdu. Ketika sampai di sana, sudah menunggu seorang pria yang mengenakan jubah hitam, menutupi penampilan.
Dari mana mengetahui bahwa orang itu adalah pria karena suaranya, dan pria itu memberikan sebuah botol giok seukuran tiga kali dari ibu jari, sembari berucap, "Ini adalah yang kau inginkan, racun ini sangat berbahaya, bisa menggerogoti tubuh maupun jiwa. Jika digunakan pada manusia biasa, orang itu bisa mati dengan sekejap ..."
"Racun itu tidak berwarna, berbau maupun berasa. Sangat tidak mungkin untuk Dokter mengetahui racun apa yang digunakan!"
Gambaran terus terlihat saat saat di mana Mo Xuanling keluar bersama Mo Huangbei, dan pada saat pulang bersama, barulah Mo Huangbei mengatakan bahwa Mo Xianling terluka parah, meski sebenarnya dialah yang melakukannya.
Hingga tak lama, gambaran sampai di mana Su Jingmei tersiksa di Keluarga Mo setelah kehilangan Mo Qian, Su Jingmei diperlakukan kasar, bahkan oleh pelayan maupun penjaga kediaman, dan di situ ada Mo Lian yang mencoba melindungi Mo Fefei, meski pada akhirnya juga terlempar terkena pukulan karena masih kecil.
__ADS_1
Kemarahan terlihat di wajah Mo Qian ketika membuka matanya kembali, menciptakan gemuruh yang semakin keras dengan kilatan petir yang semakin kuat. Ia benar-benar marah karena melihat orang di depannya, menyiksa keluarga kecilnya.
"Brengs**! Bukan hanya membunuh ayahku, kau juga memukul istri dan anak-anakku!"
Mo Qian melempar Mo Huangbei ke atas, kemudian ia memukul tinjunya pada perut Mo Huangbei dengan kekuatan penuhnya. "Ini adalah balasan untuk istriku!"
Duarr!
Setengah tubuh Mo Huangbei hancur saat terkena pukulan, dan terlihat petir kuning keemasan yang menyambar ke atas langit, dan meledak saat mencapai ketinggian tertentu, menyebabkan langit berubah warna.
Masih tidak puas, Mo Qian melepaskan pukulan dengan tangan lainnya. "Ini untuk putraku!"
Tubuh lainnya kembali hancur dan hanya menyisakan dari dada sampai kepala.
"Terakhir, untuk putriku!"
Pukulan yang terakhir benar-benar mengerikan, tidak menghancurkan, melainkan menghilangkan sampai tak tersisa di dalam gelombang energi spiritual yang melesat naik ke langit.
Amarah Mo Qian belum menghilang, ia menunduk melihat gumpalan darah di tangan kirinya. Ia mengendalikan darah itu untuk melayang di depan matanya, kemudian membuat segel tangan dengan kecepatan yang dapat terlihat oleh mata telanjang.
Setelah selesai membuat segel tangan, Mo Qian mengakhirinya dengan meletakkan tangan kiri di depan dada, dengan posisi jari telunjuk dan tengah mengarah ke langit. Begitupun dengan tangan tangan, hanya saja terangkat sangat tinggi. "Teknik Darah, Kutukan Pengambil Usia!"
Tiba-tiba darah di depannya memancarkan cahaya merah terang, dan terbagi menjadi belasan titik yang menyebar ke segala arah, mencari darah yang serupa, yang merupakan keturunan Mo Huangbei.
Teknik ini adalah teknik darah yang mengambil 50 tahun usia orang yang terkena kutukan. Penampilannya akan berubah sangat tua hanya dalam hitungan detik. Jika orang itu berusia 20 tahun, dan terkena Kutukan Pengambil Usia, maka penampilannya akan sama seperti orang tua berusia 70 tahun.
Mo Lian yang berada di kejauhan mengangguk kecil. Ia baru beberapa hari melatih teknik itu pada Ayahnya, dan sekarang sudah menguasainya. "Terimakasih, Ayah ..." Ia senang karena Ayahnya membalaskan dendam terhadap keluarga kecilnya, yang tersiksa ketika di Keluarga Mo.
Setelah semuanya telah berakhir, mereka berdua meninggalkan tempat kejadian tanpa membereskan apapun.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...
Nama Kepala Keluarga Mo, Mo Huangbei, sudah saya cek lagi di Chapter 35 : Pertandingan Beladiri 🙂