Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 48 : Organisasi Dunia Hitam


__ADS_3

Dengan mengenakan celana panjang hitam, kaus putih lengan pendek dan dilapisi oleh jaket hitam polos dengan pelindung kepala. Mo Lian berjalan kaki menuju cafe yang tidak jauh dari Perusahaan Meiliafei. Meski sebenarnya cafe di perusahaannya sudah dibuka untuk umum, tapi ia lebih memilih untuk pergi ke cafe lain agar identitasnya tidak terlalu mencolok.


Mo Lian melangkahkan kakinya memasuki cafe, ia menolehkan kepalanya melihat sekitar. Kemudian ia berhenti saat pandangannya terfokus pada satu wanita berambut ungu mengenakan kaus kuning lengan pendek, dengan bagian leher yang sedikit lebih terbuka dan memperlihatkan belahan dada indahnya.


Tanpa berlama-lama lagi Mo Lian menghampiri wanita yang sedang memainkan handphone-nya. "Apakah sudah lama?"


Wanita yang tak lain ialah Ong Hei Yun mendongakkan kepalanya. "Ah! Aku baru saja tiba."


Mo Lian hanya diam tanpa mengatakan apa-apa, pandangannya terfokus pada lembah dalam yang terbungkus kaus kuning, ia memang pernah menyentuh pengunungan yang mengapit lembah itu. Hanya saja pada saat itu gunungnya dibungkus oleh suatu benda yang sangat tebal, yang membuatnya tidak terlalu dapat merasakannya. Dan saat dilihat kembali, ia baru menyadari jika pegunungan yang pernah disentuhnya ternyata sangat besar.


Ong Hei Yun memiringkan kepalanya menatap heran Mo Lian. Ketika ia melihat mata Mo Lian, dengan cepat ia menyilangkan kedua tangannya di depan dada seraya menatap tajam wajah Mo Lian. "Kau! Cabul!"


Mendengar itu, Mo Lian tersentak, ia tersadar dari lamunannya. Kemudian duduk di kursi seberang Ong Hei Yun, dengan senyum canggungnya, ia membalas perkataan lawan bicaranya, "Maaf. Tidak ada laki-laki yang dapat mengalihkan pandangannya dari lembah yang sangat indah."


Ong Hei Yun sangat kesal ketika mendengar perkataan Mo Lian, ia ingin sekali pergi meninggalkan pria muda di depannya. Tapi ia tidak bisa melakukannya, itu karena dengan kekuatannya yang sekarang tidak akan bisa pergi dari genggaman Mo Lian dan tidak akan pernah bisa.


Dengan kepala menoleh ke sisi lain dan tangan masih menyembunyikan dadanya, ia menggembungkan pipinya kesal. "Jadi, apa perlu apa kau memanggilku kemari?" tanyanya dengan nada kesal.


"Aku ingin tahu apa itu Organisasi Dunia Hitam."


Ong Hei Yun tersentak, dengan cepat ia menolehkan kepalanya menatap Mo Lian. "Dari mana kau mengetahui tentang Organisasi Dunia Hitam?!"


Mo Lian menaikan sebelah alisnya, ia heran mengapa Ong Hei Yun sampai segitunya hanya karena mendengar tentang Organisasi Dunia Hitam. Ia menghirup napas panjang kemudian menghembuskannya perlahan, ia menjelaskannya dari awal, apa-apa saja yang didengarnya pada saat acara pembukaan perusahaan untuk umum.


Ong Hei Yun terdiam sejenak dengan mata terbuka lebar dan rahang yang hampir terjatuh karena keterkejutan. "Ap- Apa kau yakin? Manajer Kantor Properti merupakan salah satu anggota dari Dunia Hitam?"


Mo Lian menganggukkan kepalanya. "Itulah yang dikatakan orang-orang asing itu," jawabnya seraya mengambil minuman milik Ong Hei Yun.


Ia meneguk minuman itu, kemudian melanjutkan perkataannya, "Aku ingin bertindak secepat mungkin, tapi karena kurangnya bukti, aku tidak bisa melakukannya secara terang-terangan."

__ADS_1


"Minumanku..." Ong Hei Yun bergumam pelan saat melihat minumannya diminum Mo Lian. Ia mendongakkan kepalanya kembali menatap Mo Lian saat merasakan ada yang aneh. "Terang-terangan? Apakah itu berarti kau tetap melakukannya jika bisa sembunyi-sembunyi?"


Mo Lian tersenyum tipis, kemudian mengangkat kedua bahunya. "Siapa yang tahu."


"Sekarang giliranmu memberitahuku apa itu Organisasi Dunia Hitam." Mo Lian melanjutkan perkataannya setelah meneguk air minum di atas meja.


Ong Hei Yun terdiam sejenak, ia menundukkan kepalanya seraya memainkan jari jemarinya di meja. Tidak lama kemudian ia mendongakkan kepalanya menatap wajah Mo Lian, ia menolehkan kepalanya melihat sekitar kemudian menghela napas panjang. "Organisasi Dunia Hitam adalah organisasi berbahaya di China. Pembunuh, perampok, *******, tujuan dari organisasi ini untuk menguasai seluruh Daratan Huaxia. Pihak Pasukan Taring Naga dan Aliansi Beladiri Huaxia sudah mencoba mencari keberadaan mereka, namun sampai saat ini belum ditemukan ..."


"Pasukan Taring Naga dan Aliansi Beladiri Huaxia sampai turun tangan langsung? Apakah mereka sangat berbahaya?"


Ong Hei Yun terdiam sejenak dengan senyum masam, kemudian kembali melanjutkan penjelasannya, "Jika mereka adalah organisasi biasa, tentunya lebih baik menyerahkannya pada pihak kepolisian maupun tentara. Tapi di organisasi mereka terdapat Pejuang tingkat tinggi, karena itulah sampai membuat pilar negara turun tangan langsung."


Mo Lian memanggungkan kepalanya, meskipun ada Pejuang, tapi ia yakin tidak ada yang menyentuh Ranah Inti Perak. Itu karena jika mereka memiliknya satu, tentunya mereka tidak akan berdiam diri dan bersembunyi di balik bayang-bayang.


Karena sudah mendapatkan informasi mengenai Dunia Hitam. Akhirnya Mo Lian memutuskan untuk kembali pulang, ia berdiri dari tempat duduknya dengan kedua tangan menyentuh meja sebagai pijakan.


Mo Lian berbalik, ia menaikkan sebelah alisnya keheranan. "Ada apa?"


"Kau mau ke mana?" Ong Hei Yun menatap wajah Mo Lian dengan pandangan penuh tanya.


"Pulang."


Ong Hei Yun mengerutkan keningnya sembari menatap tajam mata Mo Lian. "Apakah kau serius?" tanyanya kembali.


Mo Lian menghela napas panjang, kemudian menjawabnya dengan malas, "Tentu saja."


Ong Hei Yun masih menatap tajam mata Mo Lian, kemudian ia menghela napas panjang. Bahkan jika Mo Lian tidak langsung pulang dan meminta pertanggungjawaban pada Manajer Lao, ia tidak bisa menghentikan Mo Lian. Ia hanya bisa berharap tebakannya tidak benar.


Melihat itu, Mo Lian pun kembali berbalik dan melanjutkan jalannya menuju pintu keluar cafe. Ia memang tidak berkeinginan untuk pergi ke Kantor Properti, lebih tepatnya mengunjungi Manajer Lao, untuk saat ini. Tapi tidak tahu jika malam hari.

__ADS_1


Puluhan menit kemudian setelah ia berlari dari cafe, ia telah sampai di Mansion Bai Long. Ia naik ke lantai tiga untuk mengulangi proses kultivasi yang dijalaninya semalam.


Mo Lian melakukan hal yang sama berulang kali hingga tak terasa sudah lebih dari 10 kardus berisikan rempah maupun herbal telah habis. Namun dari itu semua basis kultivasinya belum ada peningkatan sedikitpun, ia masih tertahan di setengah Wu-Sheng.


Ketika hari sudah mulai gelap, Mo Lian menghentikan kultivasinya, ia turun menuju halaman belakang untuk berlatih fisik dan mengedarkan energi spiritual yang belum murni dari ramuan herbal. Bagaimanapun energi spiritual dari ramuan herbal tidak cocok digunakan secara terus-menerus, yang mana dapat menimbulkan penumpukan energi spiritual tak murni.


Ia terus berkultivasi tanpa menghiraukan keadaan sekitar, bahkan saat dipanggil oleh ibunya pun ia tak menjawabnya.


Tidak terasa sudah lebih dari empat jam ia berkultivasi di halaman belakang, sinar rembulan sudah berada di posisi puncaknya. Mo Lian membuka mulutnya perlahan ketika uap biru keluar dari dalam mulutnya, ia menghirup napas dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan.


"Meskipun belum menembus Ranah Inti Perak, tapi aku sudah sanggup melawan dua Ranah Inti Perak tahap Awal. Ini sudah cukup untuk menjadi orang terkuat di China, tapi tetap saja, masih terlalu dini jika dikatakan sebagai yang terkuat di Bumi."


Mo Lian menekan kedua tangannya di tanah, seketika ia melayang satu meter dari permukaan tanah dengan posisi bersila, ia pun menurunkan kedua kakinya dan kemudian menepuk-nepuk tanah yang menempel di celananya.


Mo Lian menengadahkan kepalanya melihat langit malam. "Haruskah aku mengunjungi seseorang?," ucapnya dengan senyum mengerikan.


Ia berbalik berjalan memasuki kediaman dan langsung menuju kamarnya untuk mencari pakaian yang dapat menyamarkan identitasnya. Setelah selesai berganti pakaian, ia melompat keluar dari jendela kamarnya dan langsung terbang melesat menuju pusat Kota Chengdu.


Tiga menit kemudian, ia sudah tiba di pusat Kota Chengdu, lebih tepatnya berada di atas gedung dari Kantor Properti. Ia memejamkan matanya untuk mengedarkan kesadarannya ke seluruh gedung berlantai 20.


Senyum masam terlihat di wajahnya ketika ia membuka matanya. "Dia tidak ada di sini!"


Mo Lian menundukkan kepalanya dengan tangan mengusap dagu, ia memikirkan ke mana orang-orang seperti Manajer Lao akan pergi. Ketika ia mengingat kembali kejadian di Kantor Properti, ia menaikkan sudut bibirnya. "KTV!"


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2