
Keduanya masih berdiri di tempat masing-masing dan saling memandang tanpa melakukan gerakan apa pun, seolah sedang mengamati kekuatan masing-masing dan mencari kelemahannya.
Terutama Mo Lian, dia sangat berhati-hati. Lawannya adalah Pohon Perunggu Surgawi yang sudah mengendalikan Dao sejak lama, dan dia sendiri hanyalah manusia biasa yang tiba-tiba mendapatkan Pohon Yin Surgawi di dalam tubuhnya.
"Kau bukan Pohon Yin Surgawi yang asli. Kau palsu, hanya pecahan kecil darinya yang masuk ke dalam tubuhmu. Kau tidak bisa mengerahkan semua kekuatannya, jadi jangan berbangga diri karena memilikinya."
Suara Pohon Perunggu Surgawi penuh dengan hinaan yang dalam saat memandang rendah Mo Lian.
Mo Lian tidak peduli dengan hinaan Pohon Perunggu Surgawi dan bahkan tidak menganggapnya serius. Jika ingin, dia bisa mengatakan sesuatu yang lebih kejam dan mungkin membuat Pohon Perunggu Surgawi terpukul hanya dengan kata-katanya.
"Ada apa?!" Pohon Perunggu Surgawi kesal ketika melihat ekspresi Mo Lian yang terlihat menghina.
Mo Lian tertawa kecil dan menjawab, "Aku palsu, tapi bisa melemahkanmu yang asli. Bukankah itu berarti kau lebih lemah dariku? Jika aku yang asli dan kau yang palsu, mungkin aku sudah membunuhmu sejak lama ..."
Sebelum Mo Lian selesai, Pohon Perunggu Surgawi sudah bergegas dengan amarah yang memuncak karena perkataan Mo Lian.
Pohon Perunggu Surgawi atau “Pak Tua Qing Tong” tiba di depan Mo Lian dengan tangan kanan terulur, diselimuti oleh energi kuat membentuk asap perunggu-emas.
Mo Lian mengambil langkah mundur untuk membuat jarak di antara keduanya. Tapi dia tidak berniat untuk bertahan...
Whooooosh!
Tiba-tiba pedang biru datang dari bawah, menembus awan dengan kecepatan luar biasa. Pedang itu melesat, mengarah ke tangan Qing Tong yang berusaha menggapai Mo Lian.
Qing Tong terlambat bereaksi, tangannya terkena serangan pedang, membuat tangannya sedikit terlempar karena momentum kuat yang tiba-tiba datang.
Mo Lian mengangkat tangan kirinya secara menyilang.
Suara mendesing datang seolah ada benda tajam yang membelah udara. Pedang biru lain datang dari samping menuju Qing Tong dengan kekuatan luar biasa yang dibawanya, ruang-ruang nampak terdistorsi, angin mulai berkecamuk dari waktu ke waktu saat pedang semakin dekat.
Qing Tong merasakan mati rasa di tangan kanannya akibat tusukan pedang tadi, meski tidak sampai menembusnya, tapi tetap terasa sakit. Dia menggunakan tangan kirinya untuk menahan serangan lain, tapi sebelum bisa menahan, tiba-tiba Mo Lian menendang pangkal pahanya.
"Keugh..." Qing Tong merasakan sakit dari pangkal pahanya yang menyebar ke seluruh tubuhnya. Dia bahkan tidak lagi peduli dengan pedang yang menyerang.
Bang!
Pedang itu melesat mengenai tulang rusuk Qing Tong, membuatnya terhempas dengan kecepatan luar biasa.
Karena pertarungan keduanya berada di medan berbeda, mereka tidak mempengaruhi pertarungan di luar.
__ADS_1
Mo Lian bergegas menuju Qing Tong dan sudah tiba di atasnya. Dia mengangkat kaki kanannya, mengayunkannya secara vertikal untuk menendangnya menggunakan tumitnya.
Tapi tiba-tiba...
Qing Tong mengatupkan kedua tangannya, membuat tubuhnya memancarkan cahaya perunggu-emas yang menyilaukan mata. Samar-samar terlihat pohon besar yang muncul di atas kepalanya, batang pohonnya berwarna sama seperti cahaya, dan dedaunan lebat yang bergesekan menimbulkan suara derak logam.
Tendangan Mo Lian membentur cahaya yang mulai membentuk pohon itu, menimbulkan gelombang kejut yang menyebar ke segala arah dan ada momentum kuat yang mendorongnya ke atas.
Tubuhnya sedikit berputar karena datangnya pohon yang tiba-tiba. Tapi dengan cepat, dia menstabilkan tubuhnya yang kehilangan keseimbangan.
Mo Lian memandang Pohon Perunggu. Dia merentangkan kedua tangannya, 12 Diagram Yin Yang muncul di belakangnya termasuk Diagram Delapan Yin dan Yang Cincin Dewa Jarum di atasnya.
Qing Tong mendongak saat cahaya di tubuhnya semakin terang. Pohon di belakangnya terus memadat, memperlihatkan bentuk aslinya. Dedaunan perunggu-emas seperti logam itu lepas dari rantingnya, bergerak seperti tornado yang berputar-putar di atasnya sebelum menerjang Mo Lian.
Mo Lian mengayunkan kedua tangannya ke depan dan mengatupkannya sampai menimbulkan suara keras yang menggelegar. Kemudian semua serangan yang ada di belakangnya melesat menuju daun perunggu-emas, serta pedang jatuh dari Diagram Delapan Yin dan Yang.
Ratusan ribu pedang kecil dengan pedang besar bertabrakan dengan daun perunggu-emas. Itu menimbulkan ledakan yang membosankan lainnya, ruang di sekitar terdistorsi dan bergetar, kemudian retakan-retakan kecil bermunculan di mana Domain keduanya hampir hancur karena tidak mampu menahan dampaknya.
Mo Lian melihat Qing Tong yang mundur, tapi dia tidak berniat untuk berhenti. Dia mengangkat tangan kirinya perlahan, seolah mengangkat beban berat.
Pohon Yin Surgawi muncul dari punggungnya, itu langsung memadat memperlihatkan bentuk aslinya.
Pohon Perunggu Surgawi tidak mau kalah. Cahaya yang menyelimuti batang pohon semakin terang, seolah tidak ada cahaya lain selain dirinya.
Energi Yin dan Yang bertabrakan, menimbulkan badai energi yang mengakibatkan ledakan tak beraturan. Kehancuran ruang datang dari segala arah, tapi Domain keduanya yang memisahkan tempat pertempuran tidak hancur.
Keduanya mundur ribuan mil karena benturan energi sebelumnya, dan mereka mengalami luka di permukaan.
Mo Lian meludahkan darah yang terkumpul di dalam mulutnya setelah benturan keras di dadanya mengakibatkan darah melonjak keluar.
Dia mengibaskan tangannya secara horizontal, kemudian terdengar suara rantai yang menebas udara di depannya.
Rantai Darah melesat dengan Sabit Darah di bagian depannya. Dari waktu ke waktu akan semakin cepat, mencoba mengejar Pohon Perunggu Surgawi yang terus mundur di bawah kendali Qing Tong.
Mo Lian mengulurkan tangan kirinya, kemudian menariknya sekuat tenaga.
Suara rantai kembali terdengar, tapi datang dari arah lain.
Qing Tong merasakan firasat buruk. Dia menoleh ke belakang, dan melihat Rantai Darah yang datang dari arah lain. Dia berpindah ke arah lain untuk menghindari Rantai Darah, dia tahu semua ini akan berakhir setelah Rantai Darah mengikatnya.
__ADS_1
Melihat itu, bagaimana Mo Lian bisa membiarkannya begitu saja? Dia menggerakkan Diagram Yin Yang (Waktu) di belakangnya.
Dengan suara dengung yang memekakkan telinga, waktu berhenti. Tapi untuk menahan Qing Tong, itu masih sangat sulit. Namun, meski sangat sedikit, seperkian Derik masih bisa dimanfaatkannya dengan baik.
"Datang!" Mo Lian meraung. Rantai Darah lain datang dari dua arah yang berbeda, menutup jalan pelarian Pohon Perunggu Surgawi.
Empat Rantai Darah itu berhasil mengikat Pohon Perunggu Surgawi, melilitnya sekencang mungkin dan Sabit Darah menancap di batangnya.
Mo Lian mengepalkan kedua tangannya, membawanya ke depan dada dan mengatupkannya dengan menggertakkan gigi.
"Sial ..." Qing Tong merasakan sakit di dadanya, dan dia terus mendengar suara dengung di benaknya yang merusak jiwanya. Itu sangat menyakitkan, terutama Sabit Darah yang secara perlahan menyerap Energi Yang.
Mo Lian bukannya merasakan sakit. Meski terlihat dia yang memimpin, tapi dia tetap mengorbankan sesuatu. Menyerap Energi Yang dalam jumlah besar dalam satu waktu dari Pohon Perunggu Surgawi sangat membebani tubuhnya, ini berbeda dari sebelumnya saat melemahkan Pohon Perunggu Surgawi secata perlahan-lahan.
Tapi daripada itu, dia sangat penasaran dengan kekuatan Qing Tong yang terlihat lemah karena tidak memiliki teknik serangan.
"Apa mungkin ..." Tiba-tiba pemikiran terbesit di benaknya. Mo Lian menebak bahwa Qing Tong hanya memiliki satu kemampuan, mengendalikan Dao Surgawi. Kekuatan yang didapat adalah instan tanpa pelatihan, karena itulah tidak banyak teknik yang dikuasai.
"Aaaahh!" Qing Tong meraung, membuat Pohon Perunggu Surgawi di atasnya bergetar, mencoba memberikan perlawanan.
Mo Lian mengambil langkah mundur yang terasa berat. Kedua tangannya masih dalam posisi yang sama, tapi sekarang tidak kokoh seperti sebelumnya, sekarang gemetar, bahkan kulitnya mulai terkelupas.
"Datang!"
Mo Lian mengeluarkan Pohon Dunia di samping Pohon Yin Surgawi. Sulur-sulur seperti naga itu melesat, menangkap Rantai Darah.
Sulur-sulur itu sedikit bergetar, kemudian memancarkan cahaya emas saat menelan Energi Yang yang mengalir dari Pohon Perunggu Surgawi melalui Rantai Darah.
Tidak hanya itu, jeritan keras terdengar saat Kunpeng muncul di sisi lain. Membuka mulutnya, Kunpeng menyerap Energi Yang yang bocor dari tubuh Qing Tong.
Kerusakan di tubuh Mo Lian tidak berhenti, tapi setidaknya mulai melambat. Namun meski demikian, kedua tangannya sudah kehilangan darah dan daging, hanya menyisakan tulang emas dengan pola-pola.
Tidak cukup, Pohon Surgawi dan Pohon Zhillao datang di samping Pohon Dunia. Keduanya tidak mengambil Energi Yang dari Qing Tong maupun Pohon Perunggu Surgawi, melainkan memberikan penyembuhan untuk Mo Lian.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1