Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 367 : Membunuh Zhu Tong


__ADS_3

Booom!


Samudra Pasifik yang membeku meledak saat siluet manusia dalam bahaya biru melesat dari dalam lautan.


Itu adalah Mo Lian yang terbang ke arah utara untuk mengejar Zhu Tong yang berada di Arktik, Kutub Utara. Walaupun Zhu Tong tidak bisa melarikan diri selain pergi melalui Gerbang Array Pertahanan, tapi Mo Lian ingin cepat-cepat sampai dan tidak ingin membiarkannya pergi dari Arktik.


Dalam sekejap, Mo Lian tiba di Antartika. Ya! Antartika! Itu karena Zhu Tong sudah pergi ke Kutub Selatan, mencoba untuk melarikan diri dari Array Pertahanan.


"Berhenti!"


Zhu Tong yang hampir mencapai Gerbang Array Pertahanan, tiba-tiba membeku di udara tanpa bisa menggerakkan tubuhnya. Tapi, ia mengerahkan kekuatannya untuk bisa lepas dari Hukum Ruang yang menghentikannya.


Bang!


Aura tubuhnya meledak dan langsung bisa bergerak kembali. Zhu Tong melesat ke atmosfer terluar.


Bang!


Tiba-tiba ada dentuman lain dari luar atmosfer, dan itu terdengar lebih keras dari ledakan aura dari Zhu Tong. Ketika melihat ke atas, ada telapak tangan berwarna putih yang melesat jatuh dengan aura penindasan yang lebih kuat dari Zhu Tong itu sendiri.


Mo Lian langsung terbang mundur untuk menghindari tekanan yang diberikan oleh serangan Hong Xi Jiang.


Kekuatan Hong Xi Jiang sudah meningkat kembali dan sekarang tahap Awal dari Dewa Bumi. Anehnya, dalam menstabilkan kultivasinya, tidak memerlukan waktu bertahun-tahun lagi seperti saat pertama kali membuka segelnya. Namun, masih belum dapat membuka semua segel yang ada.


Zhu Tong tidak hanya tidak berhasil keluar dari Array Pertahanan, ia juga tidak bisa bergerak lagi dan merasakan sakit di tubuhnya. Gravitasi di sekitarnya meningkat pesat, tapi anehnya tidak membiarkannya untuk jatuh ke daratan bersalju. Ia hanya melayang di udara dengan suara retak di dalam tubuhnya.


Mo Lian duduk bersila di udara, melihat Zhu Tong yang tersiksa di bawah tekanan. "Yue Fu, seberapa kuat dia? Apakah dia bisa membunuh Dewa Surga?"


"Dengan adanya Yue Fu yang menjaga Alam Semesta, harusnya tidak ada masalah ketika pergi ke Alam Selestial. Tidak perlu membunuh semua orang ..."


"Aku juga akan membiarkan ras-ras lain untuk tetap tinggal di Bumi. Bagaimanapun, jika semua ras asing menghilang dan hanya meninggalkan Bangsa Zhongguo, itu tidak baik."


Tidak baik membiarkan satu kelompok yang sama tanpa adanya lawan. Tanpa lawan, tidak ada keseimbangan, Bangsa Zhongguo bisa kacau dan saling membunuh. Ini seperti mereka sudah sangat kuat, tapi tidak ada bahaya dan bingung dengan kekuatan yang mereka miliki, sumber daya pun pasti berkurang, akhirnya saling merampok untuk mendapatkan sumber daya, saling membunuh untuk mencoba teknik masing-masing.

__ADS_1


Jika ada lawan, ada tujuan lain, dan apabila ada monster yang mengacau, kerja sama akan meningkat untuk menjaga Kekaisaran Huaxia.


Kembali lagi pada Zhu Tong, retakan di dalam tubuhnya terus bertambah. Tulang mulai menusuk kulitnya, menusuknya dari dalam dan mengeluarkan darah segar seperti keluar dari kran air.


"Siapa ... ini?" Zhu Tong bertanya dengan susah payah. Tubuhnya tergeletak di udara dan merasa ada gunung yang dijatuhkan di atas tubuhnya.


Tekanan yang diberikan dari telapak tangan itu sangat luar biasa, bahkan Antartika bergetar dan terus masuk ke dalam lautan meski berjarak ribuan mil dari telapak tangan.


Swoosh...


Telapak tangan itu menghilang dan digantikan dengan angin yang bertiup. Tekanan yang menghancurkan Zhu Tong telah menghilang, tapi Zhu Tong tidak bisa menggerakkan tubuhnya dan tetap terbaring di udara seperti sedang telungkup di atas lantai.


Darahnya mengalir deras seperti aliran sungai.


Mo Lian yang berada di kejauhan, akhirnya mengambil tindakan dan tiba di atas Zhu Tong. Tanpa membuang waktu, ia memukul tempat antara pinggang dan punggung Zhu Tong.


"Keugh! Puff!" Zhu Tong memuntahkan darah segar saat tangan Mo Lian menembus tubuhnya. Ketika menunduk melihat dadanya, ia bisa melihat Inti Jiwa yang diselimuti oleh api hitam, mulai bersinar dengan cahaya yang meredup.


Mo Lian menarik tangannya kembali.


Namun...


"Kau membunuh tubuh fisikku! Jika aku bisa lepas dari genggamanmu hari ini, aku akan kembali dan pasti membunuhmu!"


Inti Jiwa Zhu Tong melepaskan energi spiritual yang berlimpah dan mencoba lepas dari genggaman Mo Lian dengan Niat Pedang yang mengamuk. Ketika tubuh fisik sudah mati, kesadarannya akan menghilang secara perlahan, dan tepat saat kesadarannya benar-benar menghilang, kesadaran di Inti Jiwa akan bangun.


Mo Lian, bagaimanapun, tidak akan membiarkan bahan yang sudah susah-susah ia cari melarikan diri dari genggamannya. Ia melepaskan 9 Niat Pedang, menekan Niat Pedang Zhu Tong.


Dengan mengambil Botol Jiwa dan membukanya, Mo Lian memasukkan Inti Jiwa Zhu Tong dengan paksa.


"Mayat dari Dewa Bumi sangat berharga. Sangat disayangkan yang satunya tidak meninggalkan tubuh fisik." Mo Lian menghela napas tanpa daya.


Mo Lian mengarahkan tangannya pada mayat Zhu Tong. Mayat Zhu Tong itu bersinar dengan cahaya biru, yang kemudian terhisap masuk ke dalam Cincin Ruang. "Aku bisa memanfaatkan darah dan tulangnya. Jangan sampai darah ini jatuh ke lautan, karena bisa membudidayakan monster-monster di sana."

__ADS_1


Darah Zhu Tong bisa digunakan sebagai bahan untuk menyuling Pil Darah. Darah dari Ranah Dewa Bumi sangat berlimpah, tidak seperti Dewa Merah ke bawah yang hanya Esensi Darah-nya saja yang bisa digunakan. Jika tidak, Mo Lian akan memiliki Pil Darah dalam jumlah besar setelah membunuh Taowu, Hundun, Qiongqi dan Taotie.


Tulangnya bisa digunakan untuk membuat artefak, senjata, dan yang paling ekstrem bisa digunakan untuk mengubah susunan tulang dari pembudidaya. Sumsum tulangnya untuk mengubah sumsum pembudidaya, yang berefek pada penyerapan energi spiritual dan meningkatkan bakat.


Tapi bagi Mo Lian, yang berguna hanyalah Inti Jiwa. Untuk yang lain, akan diberikannya pada keluarga serta murid-murid Sekte Dongfangzhi. Tentunya untuk murid-murid Sekte Dongfangzhi sudah ditambahkan dengan beberapa bahan menggunakan metode tertentu, tidak mungkin menggunakan bahan murni tanpa campuran, karena bisa meledakkan tubuh mereka.


Setidaknya, mereka yang sudah menyentuh Heavenly yang baru bisa menyerap Pil Darah dan Sumsum yang dihasilkan dari Dewa Bumi.


Mo Lian berbalik, meninggalkan Antartika dan pergi menuju Kekaisaran Huaxia. Masalah tentang organisasi yang menjarah Inti Bintang harus diberi tahu pada orang lain—agar dapat bersiap-siap.


Ketika sudah sampai ke Kekaisaran Huaxia, bekas pertarungan tadi sudah menghilang karena peremajaan dari energi spiritual milik Lu Yi yang meledak. Formasi Array Tembok Nasional dan Pertahanan meningkat dengan kematian Lu Yi. Tentu yang diuntungkan adalah Kekaisaran Huaxia, karena di sana ada Vena Naga yang mengambil energi di atmosfer lebih banyak.


...


Mo Lian mendarat di Istana Dongfangzhi. Ia disambut oleh istri-istrinya yang sudah menunggunya.


"Sepertinya, masalah ini sangat penting." Hong Xi Ning mengetahuinya dari ekspresi yang diperlihatkan oleh Mo Lian.


"Iya ..." Mo Lian menganggukkan kepalanya. "Musuh yang datang kali ini lebih kuat dari Aliansi Sepuluh Ribu Ras. Mereka datang ke sini karena merasakan energi spiritual yang berlimpah, dan mereka berencana untuk mengambil Inti Bintang ..."


Hong Xi Ning tertegun. Organisasi yang bisa mengambil Inti Bintang memang sangat kuat, dan merasakan aura yang datang tadi, tentu lawan yang dihadapi sangat merepotkan.


Setelah jeda, Mo Lian menambahkan, "Untuk saat ini, mari tenangkan semua orang. Kalian panggil Penatua Batin dan Penasihat untuk datang. Kita akan membahas masalah ini."


Ketiganya menganggukkan kepala, dan langsung berpencar untuk mengirimkan kabar pada orang-orang yang disebutkan. Mereka semua tidak berada di Sekte Dongfangzhi, banyak yang keluar untuk membunuh monster yang mengamuk di luar sana.


Tepat saat ketiganya pergi, terlihat ada cahaya putih yang bersinar di samping Mo Lian membentuk siluet manusia. Ketika cahaya meredup, terlihat Hong Xi Jiang yang berdiri dengan kedua tangan di belakang. "Itu memang mereka, setelah kau membunuh keduanya, mungkin mereka akan langsung bertindak."


"Aku tidak tahu seberapa kuat mereka, tapi untuk mengirim pengamat Ranah Dewa Bumi, kita bisa tahu bahwa mereka sangat kuat. Bahkan, Aliansi Sepuluh Ribu Ras hanya mengirimkan Dewa Hitam pada awalnya."


Mo Lian menganggukkan kepalanya dan tetap diam. Kemudian mereka berdua terus berjalan memasuki Istana Surgawi, menunggu semua orang untuk datang seraya meminum teh bersama.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2