
Pohon Perunggu Surgawi mulai menyusut dengan perlahan ketika Rantai Darah terus mengambil energi yang dikandungnya.
Qing Tong sendiri masih berada di tengah-tengah pengepungan, diserang bertubi-tubi oleh serangan tiada tara, tapi sampai sekarang masih bertahan.
Mo Lian yang melihat ini, benar-benar tercengang karena apa yang dikatakan oleh Wang Yue Fei ternyata benar. Qing Tong, sangat sulit untuk dibunuh, hanya dengan melemahkannya 'lah untuk bisa mengalahkannya. Tapi, dia tidak tahu sampai kapan untuk benar-benar melemahkan Qing Tong.
Apakah sampai Dewa Surga? Dewa Hitam? Dewa Pemula? Dao Immortal, atau bahkan Fase Fondasi.
Wang Yue Fei menoleh menatap Mo Lian dari samping, lalu menundukkan kepalanya melihat lengan Mo Lian yang kehilangan daging. Dia melihatnya dengan ekspresi rumit, dia sangat menyayangi menantunya ini, tapi harus membuat menantunya menanggung rasa sakit dari melemahkan Qing Tong.
Mo Lian mengusap dagunya, tapi saat merasakan kasarnya di kulit, dia tersenyum pahit melihat tangannya sendiri. "Aku lupa ..."
"Yue Mu. Apakah semuanya sesederhana ini? Apakah tidak ada kekuatan tersembunyi di Alam Selestial? Bahkan di Alam Semesta, banyak hal tak terduga, akan aneh jika tidak ada apa pun di sini. Aku merasa semuanya terlalu sederhana jika pertarungan berakhir seperti ini, seolah, persiapan kita semua tidak ada artinya."
Wang Yue Fei tersentak, mendongak menatap Mo Lian. "Alam Selestial tidak terlalu luas, bahkan tidak seukuran Wilayah Timur dari Alam Semesta. Tapi, batasan di sini terlalu tinggi, harusnya Lian'er tahu sendiri, Kesadaran Ilahi-mu tidak bisa menggapai semuanya. Adapun bahaya tersembunyi, pastinya ada, banyak yang ingin memberontak terhadap Istana Taiyi, tapi mereka sangat tersembunyi ..."
"Mungkin, setelah Kaisar Giok terbunuh, mereka akan datang." Wang Yue Fei tersenyum tipis, ada ketidakyakinan terhadap kata-katanya sendiri. Dia sendiri tidak tahu bahaya apa di sini, karena saat dulu, bahkan sebelum melewati Gerbang Selestial, pertarungan sudah selesai.
Mo Lian menyipitkan matanya. "Yue Mu ... tidak yakin dengan yang Yue Mu katakan sendiri, kan?"
Sebelum Mo Lian menyelesaikan kata-katanya, Wang Yue Fei sudah menghilang dan tiba di depan Qing Tong, bersamaan dengan semua serangan yang berhenti.
Wang Yue Fei mengangkat tangan kanannya, kemudian menurunkannya perlahan. Dia bisa saja menyerangnya dari jauh, tapi dia sengaja untuk menghindari pertanyaan Mo Lian.
Qing Tong berteriak lebih keras. Dia merasakan tekanan datang dari segala arah, meremas tubuhnya dan tulang-tulangnya yang dihancurkan.
Wang Yue Fei menatap tajam dengan niat membunuh. "Bagaimana? Kau tidak pernah berpikir semua ini akan terjadi, kan?"
Qing Tong mendongak perlahan, menggertakkan giginya saat menatap tajam Wang Yue Fei dengan penuh kebencian. "Apha khau kira semuanya sudah berakhir?"
Qing Tong berbicara dengan suara yang tidak jelas ketika darah mengalir deras di sudut bibirnya.
Wang Yue Fei mengerutkan keningnya, kemudian ketika merasakan bahaya datang entah dari mana, dia langsung bergegas kembali ke sisi Mo Lian.
Tepat saat Wang Yue Fei kembali, di samping Qing Tong terlihat ruang spasial yang terbuka. Kemudian terlihat tangan berwarna hitam dengan kuku panjang, tangan itu berayun, menampar Qing Tong.
Qing Tong terhempas tanpa perlawanan sedikit pun, membelah udara dengan suara desingan yang keras.
Wang Yue Fei mengerutkan keningnya melihat celah hitam. "Leluhur Iblis ..."
__ADS_1
"Siapanya Sembilan Kaisar Dewa Kuno?" Melihat betapa khawatirnya Wang Yue Fei, tentu Mo Lian sangat penasaran.
Mo Lian sudah tahu tentang Kesembilan Kaisar Dewa Kuno di Alam Hanzi dari Hong Xi Jiang, dan ketika mengetahui bahwa dia ditargetkan saat sedang mengejar Leluhur Dewa Agung, dia benar-benar ketakutan.
"Orang yang menciptakan Sembilan Kaisar Dewa Kuno. Lebih tepatnya, Kesadaran Hanzi. Jika Dao Surgawi adalah Kesadaran Selestial, maka sosok di depan kita adalah asal dari segala hal di Alam Hanzi."
Mo Lian tercengang ketika mendengarnya, dia tidak pernah mengharapkan hal ini. Kemudian dia melihat Hong Xi Jiang yang masih bertarung melawan Kaisar Giok, dan dia mulai berpikir bahwa Hong Xi Jiang adalah Kesadaran Semesta.
Bang!
Ketika seluruh sosok terlihat, ledakan energi hitam menyebar ke segala arah, merusak apa pun yang dilaluinya. Alam Selestial tidak lagi megah seperti sebelumnya, dan berubah menjadi kegelapan yang memprihatinkan.
Sosok itu mengenakan mantel hitam, matanya merah di tengah-tengah dengan bagian yang harusnya berwarna putih, tapi nyatanya berwarna hitam. Ada sepasang tanduk di dahinya, dan ada sisik di bagian pipi maupun leher.
"Kalian semua bersenang-senang. Bukankah tidak sopan, ketika Alam Hanzi masuk bagian dari Tiga Alam, tapi kalian tidak mengajak kami."
Ketika Kesadaran Hanzi mengatakan itu, pusaran hitam mulai bermunculan satu demi satu, dan mengungkapkan sosok lain yang berasal dari Alam Hanzi.
“Hanzi!”
Suara yang menggelegar datang dari langit dengan kemarahan yang tidak terbayangkan. Kemudian cahaya emas jatuh dari langit, memadat membentuk sosok manusia berwarna emas.
Kesadaran Hanzi mengabaikan Dao Surgawi. Tatapannya tertuju pada Mo Lian yang ada di samping Wang Yue Fei, dia mengulurkan tangannya, seolah mencoba menggapainya.
Kesadaran Hanzi menatap Mo Lian dengan keserakahan di matanya. "Pohon Yin Surgawi ada di tubuhmu. Menarik." Ia mencengkeram erat tangannya.
Mo Lian merasakan tekanan datang dari segala arah, seolah dia adalah manusia kecil yang digenggam oleh tangan raksasa.
Duarr!
Tubuhnya meledak tanpa meninggalkan apa pun, dan ledakannya sangat kuat. Api menyala membentuk matahari besar, udara panas menyapu segala arah, mengubah kabut hitam menjadi kekosongan.
Dao Surgawi yang melihat ini, tercengang, kemudian menggelengkan kepalanya. "Sangat disayangkan. Meskipun aku membenci Ras Manusia, tapi dia tetap bakat yang sulit ditemukan. Untuk terbunuh seperti itu ..." Ia tidak melanjutkan kata-katanya, dan menghela napas.
Hong Xi Jiang yang sedang memotong-motong tubuh Kaisar Giok, berhenti saat melihat Mo Lian yang terbunuh. Dia mencoba mengedarkan Kesadaran Ilahi-nya, tapi tidak menemukan pecahan jiwa Mo Lian, bahkan secuil pun.
Wang Yue Fei tertegun, kemudian dia berteriak keras dengan kemarahan yang tidak bisa disembunyikan. Dia tidak peduli dengan keselamatannya sendiri, dan bergegas menuju Leluhur Kaisar Dewa Kuno.
Whooooosh! Whooooosh! Whooooosh!
__ADS_1
Serangan datang dari segala arah, menembus tubuh Wang Yue Fei, tapi dia tidak peduli.
Hong Xi Ning, Qin Nian dan Yun Ning sama-sama terpukul ketika melihat Mo Lian yang menghilang.
Leluhur Kaisar Dewa Kuno mengerutkan keningnya, dia melambaikan tangannya berkali-kali di tempat di mana Mo Lian meledak. "Aneh, harusnya tidak seperti ini. Bahkan meski aku sudah membunuhnya sampai semua jiwanya tercerai-berai, harusnya tetap ada yang tersisa. Tapi ..."
Leluhur Kaisar Dewa Kuno melihat sekeliling, dia hanya fokus mencari di mana jiwa Mo Lian, bahkan sampai mengabaikan Wang Yue Fei.
Adapun Dao Surgawi, dia sama-sama bingung. Kemudian dia menutup matanya, mencubit jarinya sendiri, mencoba untuk meramalkannya. Ketika dia membuka matanya kembali, dia memperlihatkan ekspresi tak percaya. "Ini ... dia tidak mengikuti aturan Dao."
Mendengar itu, tidak hanya Hong Xi Jiang dan Wang Yue Fei yang terkejut, bahkan Leluhur Kaisar Dewa Kuno tertegun.
Bahkan meski mereka bermusuhan dan memiliki aturan yang berbeda. Mereka tetap mengikuti Jalan Dao karena mereka berasal dari Tiga Alam. Adapun aturan yang bukan dari Dao, ada satu, Jalan Kekacauan, tapi tidak ada yang pernah bisa menggapainya.
...***...
—Domain Dewa, Alam Selestial—
Domain Dewa adalah suatu tempat tersembunyi di Alam Selestial, di sini banyak pulau yang melayang di atas awan. Barisan pulau ini sejajar, dan di pulau paling tengah adalah yang terbesar.
Sesosok manusia sedang duduk bersila di atas puncak gunung, dia sedang menyerap semua aturan aneh di tempat ini. Aturan ini tidak termasuk dalam Dao Surgawi dan Dao Hanzi atau apa pun itu yang berasal dari Tiga Alam.
Sosok itu adalah Mo Lian. Jubah putihnya berkibar seolah tertiup angin meski tidak ada angin, energi berwarna merah, emas, biru, putih dan ungu menyelimutinya seperti nyala api yang membakar.
Mantra-mantra Dao bermunculan di sekitarnya, berputar-putar seperti tornado. Siluet raksasa muncul di belakangnya, tapi yang terlihat hanya tubuh bagian bawah, dan untuk atasnya, sejauh mata memandang, tidak terlihat apa pun.
Alasan mengapa Mo Lian bisa sampai di sini, sesaat setelah melewati Gerbang Selestial, ada tarikan kuat yang membawanya kemari. Bukan tubuh utama, hanya sebagian jiwanya yang ditarik ke sini, dan waktu di sini berbeda dengan di luar.
Jika pertarungan di luar baru berlalu beberapa jam, tapi pada kenyataannya, Mo Lian sudah berada di sini selama 3000 tahun.
Mo Lian menarik napas dalam-dalam, membuat suara derak keras yang menggetarkan barisan pulau.
Dia membuka matanya perlahan, kemudian dia menghilang secara tiba-tiba.
Bang!
Setelah Mo Lian menghilang, dari tempatnya duduk, terjadi ledakan keras yang menyebar dan menghancurkan Domain Dewa. Hanya karena perpindahannya, dia mampu menghancurkan Domain Dewa, melintasi ruang dan waktu.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...