
Cahaya hijau terang terpancar dari dalam pakaian Penatua Ye yang telah terbunuh dengan jiwanya yang juga hancur. Perlahan, pakaian yang dikenakan Penatua Ye sobek dan memperlihatkan giok berwarna hijau yang terbang dari balik tubuh Penatua Ye.
Mo Lian yang melihat itu langsung menangkap giok hijau yang melayang di depannya dan hampir terbang ke langit.
"Giok Jiwa? Ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di sini? Kalau itu mau mu, akan ku perlihatkan apa yang sebenarnya terjadi." Mo Lian menatap tajam Giok Jiwa si tangan kanannya.
Giok Jiwa adalah plat giok yang ukurannya segenggam tangan. Fungsinya sendiri ada beberapa, seperti bisa mengetahui di mana pemegang Giok Jiwa dan memberitahukan bahwa pemegang giok telah sekarat ataupun terbunuh. Cara penggunaannya harus memiliki dua giok yang sama dengan susunan array di dalamnya, dan dialirkan dengan energi jiwa pemegang giok.
Jika pemegang giok telah terbunuh, maka giok yang sama, yang mana berada di tempat lain akan retak hingga hancur. Apabila pecahan giok itu dialiri energi spiritual, maka bisa melihat kejadian terakhir sebelum kematian pemegang giok.
Mo Lian menutup matanya perlahan, kemudian membukanya lagi secara tiba-tiba, memperlihatkan mata berwarna biru dengan kilauan emas yang diarahkan pada Giok Jiwa.
Giok Jiwa yang berada di tangan Mo Lian itu mulai bergetar hebat, hingga detik berikutnya hancur menjadi debu kecil yang tertiup angin.
Apa yang dikirimkan Mo Lian melalui Giok Jiwa adalah bayangan pertempuran yang pernah diperlihatkannya pada Wu Yengtu, Xu Xumei dan yang lain. Hanya saja lebih ganas dan mengerikan, yang bahkan bisa membuat orang yang melihatnya menjadi tak sadarkan diri, dan yang terparah adalah menjadi gila karena jiwanya yang terluka parah.
Mo Lian menolehkan kepalanya melihat sekitar, membuat semua orang yang masih hadir itu bergidik saat melihat tatapan matanya.
Kemudian semua orang itu berlari ke segala arah dengan sangat cepat dengan diiringi teriakan keras. "Pembunuh! Dia adalah pembunuh Penatua Ye dari Istana Surgawi!"
Mendengar teriakan itu, Mo Lian tersenyum tipis dan mulai membuat segel tangan dengan kecepatan kilat, yang diakhiri dengan tangan kanan yang terangkat ke udara. "Angin bertiup! Udara menyebar! Ingatan termasuk jiwa! Teknik Ilusi! Pengubah Ingatan!"
Energi spiritual Mo Lian melonjak ratusan meter ke langit dari ujung jarinya. Hingga pada ketinggian tertentu, energi spiritualnya meledak begitu saja, membuat angin menyebar luas seperti pedang tajam, dengan energi halus yang berjatuhan dari langit dalam radius 300 mil darinya.
Ketika energi halus itu mengenai tubuh orang-orang yang berkeliaran, membuat mereka semua mulai mengantuk dan terjatuh, tertidur di atas permukaan tanah maupun di atap rumah.
Ini adalah salah satu teknik yang digunakan untuk menghapus ingatan orang, seberapa banyak ingatan yang dihapus, itu tergantung seberapa kuat sang pengguna. Mo Lian yang sekarang sanggup untuk menghapus ingatan sejuah tiga tahun ke belakang, tapi ia tidak melakukannya sejauh itu, ia hanya menghapus ingatan semua orang dalam waktu satu jam terakhir.
"Akan merepotkan jika ada sketsa wajahku di setiap kota, jika itu terjadi, bukankah aku akan terlambat datang ke Istana Surgawi," gumam Mo Lian.
__ADS_1
Mo Lian menolehkan kepalanya ke kiri, melihat Wei Yian Fei serta Wei Yian Ning yang sedang berpelukan dan menatapnya dengan tatapan takut. "Bisakah kalian tunjukkan jalan ke Istana Surgawi?"
"U- Untuk apa?" tanya Wei Yian Fei terbata-bata.
"Tentu saja, menghancurkan Istana Surgawi. Tuntun jalannya ke sana, bukankah kalian berdua juga ingin ke sana dan menyelamatkan ayah kalian?" jawab Mo Lian santai tanpa berkedip.
Tubuh keduanya bergidik saat mendengar jawaban yang keluar dari mulut Mo Lian. Mereka berdua tidak berharap akan mendapatkan jawaban seperti itu, terlebih lagi tanpa mengedipkan mata.
Mereka berdua memang berencana untuk menyelamatkan ayah mereka, tapi tidak dengan cara menyerangnya secara langsung, melainkan dengan cara bergabung secara perlahan dan mendapatkan peningkatan yang tidak tahu harus menunggu berapa lama. Kemudian membebaskannya secara normal.
Dengan bibir bergetar, Wei Yian Fei memberanikan dirinya, ia membuka mulutnya dan bertanya, "Ap- Apakah kau memiliki keyakinan dapat menghancurkan Istana Surgawi?"
Mo Lian menaikkan sebelah aslinya. Ia tidak berharap akan dilempar oleh pertanyaan seperti itu. "Jika aku tidak memiliki keyakinan, untuk apa aku menyerang ke sana? Saat membunuh tua bangka tadi, aku hanya menggunakan sedikit kekuatan fisik."
Wei Yian Fei terdiam sejenak, kemudian membalasnya dengan api yang menari-nari di matanya penuh tekad. "Baiklah, aku akan mengantarkan mu ke sana."
Mo Lian tersenyum tipis. Ia tidak tahu apakah kedua orang di depannya ini memang benar ingin menyelamatkan ayah mereka, ataukah orang yang memang berasal dari Istana Surgawi yang menyamar. Tapi melihat dari aura yang dipancarkan dan kekuatan yang diperlihatkan, itu tidak mungkin.
"Kita perlu bergerak ke arah timur laut, sekitar dua puluh ribu mil. Mungkin kita akan membutuhkan waktu yang sangat lama, sekitar seminggu." Wei Yian Fei mengarahkan jari telunjuknya pada arah timur laut.
Mo Lian sedikit tersentak kaget saat mendengar jarak yang harus ditempuh. Itu adalah jarak setengah keliling Bumi. Ia tidak menyangka jika Negeri Surgawi ini sangat luas, dan sepertinya lebih luas dari ukuran Bumi itu sendiri.
Memang ia tahu jika wilayah di dimensi lain bisa sangat luas, ketimbang wilayah Bintang itu sendiri. Hanya saja ia tidak menduga jika di Bumi ini, yang auranya sangat tipis, bukan hanya memiliki ruang dimensi, tapi ukurannya juga sangat luas.
Mo Lian berjalan mendekati kedua wanita di depannya dan menangkap pergelangan tangan mereka. "Ayo pergi."
Mo Lian menekan kakinya di lantai arena yang telah hancur, kemudian terbang menjauh dari Kota Xing, pergi menuju arah timur laut.
Karena seluruh orang di Kota Xing masih tertidur karena tekniknya, ia bisa dengan bebas terbang di langit kota tanpa menghiraukan peraturan yang tidak berarti itu.
__ADS_1
Sebelum terbang, Mo Lian tidak lupa melapisi tubuh Wei Yian Fei dan Wei Yian Ning dengan energi spiritualnya, agar keduanya dapat bernapas dengan bebas tanpa merasakan rasa sakit di dada karena tolakan angin yang berlawanan.
Mo Lian terbang menggunakan kekuatan penuhnya, yang mana kecepatannya dapat bergerak sejauh 1000 mil dalam satu jam. Dengan begitu, ia hanya perlu 20 jam untuk sampai di tempat tujuan, dan masih menyisakan beberapa waktu lagi untuk beristirahat sejenak sebelum melakukan penyerangan.
***
Sebelum Matahari terbit, mereka bertiga sudah memasuki wilayah dari Istana Surgawi. Mereka bertiga berhenti di ujung tebing tajam nan curam, menatap lurus ke depan ke arah timur laut, atau Istana Surgawi yang bisa dilihat dengan jelas meski Matahari sendiri belum terbit.
"Bagaimana kau bisa mengetahui dengan jelas tempat Istana Surgawi?" Mo Lian bertanya tanpa menoleh dan tetap menatap lurus ke depan, menatap Istana Surgawi yang dipenuhi akan cahaya.
Wei Yian Fei dan Wei Yian Ning memiringkan kepala sembari menyentuh pipi kiri mereka dengan jari telunjuk.
"Bukankah itu adalah pengetahuan umum? Kami malah yang tidak habis pikir mengapa Anda yang sangat kuat, tapi tidak mengetahui apa itu Istana Surgawi," jawab Wei Yian Fei menatap punggung Mo Lian.
Wei Yian Ning menganggukkan kepalanya, kemudian menambahkan, "Be- Benar. Meski Negeri Surgawi sangatlah luas, tapi hampir seluruh orang mengetahui letaknya, bahkan anak berusia empat tahun juga mengetahui informasi ini, tidak peduli berasal dari kalangan apa."
Mo Lian terdiam. Ia berbalik melihat dua wanita yang berdiri di belakangnya. Dengan sedikit gerakan, ia menghilang di udara kosong dan muncul kembali di belakang dua bersaudari Wei itu, lalu menekan beberapa titik akupuntur mereka, membuat tubuh mereka lemas dan terjatuh di tanah.
"Ap- Ap- Apa yang kau lakukan?!" teriak Wei Yian Fei yang menampilkan raut wajah ketakutan, begitupun dengan Wei Yian Ning.
"Tidak ada, aku hanya menekan titik akupuntur kalian agar tidak bisa bergerak untuk beberapa jam. Aku tidak ingin kalian mengikutiku ke sana, karena itu hanya akan memperlambat," jawab Mo Lian yang berjalan kembali ke ujung tebing yang berbatasan langsung dengan dataran rendah.
Alasan Mo Lian menghentikan gerakan Wei Yian Yian Fei dan Wei Yian Ning bukan hanya untuk tidak mengikutinya, tapi juga agar kultivasinya tidak terganggu. Setelah ia membangkitkan lima elemen, ia belum mengkultivasikannya lebih lanjut agar lebih mudah dalam menggunakannya.
Jadi dalam satu jam sebelum penyerangan, ia akan berkultivasi dulu.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...