Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 314 : Mendatangi Su Jingmei


__ADS_3

Mo Lian membuka matanya perlahan, ia bangun pagi-pagi sekali sebelum sinar matahari terlihat naik. Ia menoleh ke kanan, melihat Hong Xi Ning yang tidur di lengannya. "Sangat cantik." Ia membelai rambutnya dan mengecup kening Hong Xi Ning.


"Aku akan membantumu untuk menembus Heavenly Immortal tahap Akhir. Aku memiliki Esensi Darah dan Inti Spiritual maupun Inti Jiwa dari Heavenly Immortal, setelah memurnikannya, mungkin kau mampu mencapai Setengah God."


Hong Xi Ning tersenyum indah meski masih tertidur pulas, dan itu membuat Mo Lian kembali mengecup keningnya.


Mo Lian tidak beranjak dari tempat tidur, karena masih ingin bersantai bersama Hong Xi Ning. Ia ingin menghabiskan waktunya lebih lama lagi, barulah saat itu ia akan melakukan tugasnya sebagai suami dari Matriak Sekte Dongfangzhi.


Jika semua orang di Sekte Dongfangzhi mengetahui bahwa Mo Lian sudah berada di Ranah God tahap Menengah, pastinya perlakuan yang ia terima akan lebih baik lagi, dan tidak ada yang berani menatap wajahnya.


"Lian ... Gege..."


Mo Lian yang melihat langit-langit ruangan, menoleh menatap Hong Xi Ning yang berbicara dalam tidurnya. Ada rasa bersalah di wajah Mo Lian karena terlalu lama meninggalkan istrinya, di mana saat banyak kejadian mengerikan yang menimpa Bintang Utama.


Karena masih terlalu pagi, akhirnya Mo Lian memilih untuk tidur lagi dengan memeluk Hong Xi Ning.


*2 Jam Kemudian


Kali ini giliran Hong Xi Ning yang bangun, dengan Mo Lian yang masih tertidur. Ia memberikan ciuman selamat pagi, lalu beranjak turun dari tempat tidur untuk membersihkan tubuhnya di kamar mandi.


Hong Xi Ning juga ingin mengerjakan semua tugasnya yang tertunda dan dikerjakan Ibunya, ia tidak ingin selalu seperti itu, yang mana sedih dalam keterpurukan.


Ketika sudah kembali dari kamar mandi, Hong Xi Ning melihat Mo Lian yang sudah bangun. "Sayang, cepat mandi, kita akan pergi. Banyak yang merindukanmu, terutama Ibu."


Mo Lian sedikit mengangguk, lalu turun dari tempat tidur untuk pergi ke kamar mandi.


Membutuhkan waktu satu jam untuk Mo Lian mandi, mengingat seberapa panjang rambut yang ia miliki, sehingga membuatnya kesulitan dalam membersihkannya.


Mo Lian duduk di kursi, bercermin di meja rias milik Hong Xi Ning. Ia meminta bantuan istrinya untuk menata rambutnya yang terlalu panjang itu, setidaknya buat sampai setinggi pinggang tanpa harus memotongnya terlebih dahulu, karena ia harus meminta izin pada Su Jingmei.


"Bagaimana Yue Fu? Apakah dia masih mengasingkan dirinya untuk menembus Ranah God?"


Hong Xi Ning yang berdiri di belakang Mo Lian, menganggukkan kepalanya dan menjawab, "Iya, Ayah masih belum selesai dari pengasingannya. Entah sampai kapan ..."


"Sayang, karena kau sudah mencapai God tahap Menengah, apakah kau akan meninggalkan Ning'er sendirian?" Hong Xi Ning takut jika ditinggalkan sendirian di Alam Semesta, sementara Mo Lian pergi ke Alam Selestial.

__ADS_1


Mo Lian menggenggam tangan Hong Xi Ning yang ada di pundaknya. "Aku tidak akan meninggalkanmu, bahkan jika itu aku harus membawamu ke Alam Selestial."


"Bu- Bukankah itu berbahaya membawa orang lain untuk pergi bersama?" Walaupun Hong Xi Ning tidak tahu apa yang harus dilalui untuk naik ke Alam Selestial, tapi ia merasa akan sangat berbahaya jika membawa orang lain.


Mo Lian tersenyum tipis, ia senang karena Hong Xi Ning mengkhawatirkannya, tapi ia tetap tidak bisa meninggalkannya lagi. "Walaupun berbahaya, aku akan tetap membawamu bersama, meski harus menghadapi banyak rintangan."


Hong Xi Ning terdiam dengan senyum indah menghiasi wajahnya, lalu ia melingkarkan kedua tangannya di leher Mo Lian, memeluknya dari belakang.


Keduanya pergi dari kamar, dan saat pintu kamar terbuka, terlihat Wang Yue Fei yang sudah menunggu lama di ruang luas.


Wang Yue Fei selalu berada di sana selama dua tahun terakhir, menunggu Hong Xi Ning keluar. Saat melihat putrinya keluar dari kamar, Wang Yue Fei tidak bisa menahan tangis kebahagiaannya, apalagi saat melihat pria yang ia kenali meski penampilannya sedikit berubah.


"Lian'er!"


Mo Lian merupakan Kultivator tertinggi di Alam Semesta, ia akan selalu menatap rendah, tapi di hadapan orangtuanya, ia akan menurunkan statusnya. Mo Lian menangkupkan kedua tangan dengan tubuh sedikit membungkuk. "Salam, Yue Mu, maafkan menantu ini yang datang terlambat dan menyakiti Ning'er."


Wang Yue Fei memegang pundak Mo Lian dan memintanya untuk mendongak kembali, barulah ia memeluknya dengan erat. "Ibu mengerti, harusnya Ibu yang meminta maaf karena membiarkanmu turun ke Alam Hanzi, di saat kau masih Dao Immortal."


Mo Lian tertegun, kemudian tersenyum ringan dan membalas pelukan ibu mertuanya.


Tak lama kemudian, Wang Yue Fei melepaskan pelukannya. "Temui ibumu, dia sudah menunggumu untuk kembali, bahkan, setelah kau pergi, dia tidak pernah sekalipun keluar dari Can Qi Meiliafei."


***


Can Qi Meiliafei


Hari-hari di sini sudah tidak sama lagi seperti dulu, terutama saat kejadian yang menimpa Bintang Utama dua tahun lalu, hampir semua aktivitas di Kota Zhan terhenti dan setiap waktunya akan ada manusia yang terbunuh dengan sendirinya.


Mo Lian yang sudah sampai, langsung naik ke lantai teratas bersama dengan Hong Xi Ning dan Wang Yue Fei.


Ada rasa sakit yang tidak bisa dijelaskan ketika melihat usaha milik Ibunya yang sangat sepi seperti ini, dan ia tahu apa permasalahannya.


Mo Lian sudah tiba di depan pintu ruang kerja Ibunya, dan tanpa menunda lebih lama lagi, ia langsung membuka pintu itu. Ia bisa melihat Su Jingmei yang sedang duduk di meja kerja, perhatiannya tertuju pada jendela dan tatapannya terlihat kosong.


Tulang-tulang pipi Su Jingmei juga terlihat jelas, dan kehilangan banyak sekali berat badan. Untuk Mo Qian, tidak berada di sini dan sedang bekerja di Persatuan Tentara Bayaran.

__ADS_1


"Ibu..." Mo Lian melangkah perlahan menghampiri Su Jingmei.


Su Jingmei terperanjat dan tubuhnya gemetaran, tapi ia tidak menoleh ke arah suara. Ini seperti Hong Xi Ning yang awalnya menganggap Mo Lian hanyalah ilusi.


Mo Lian tidak memanggil lagi, namun langsung mendatanginya dan memeluk Su Jingmei dari belakang.


Su Jingmei terdiam dengan air mata kebahagiaan yang mulai mengalir di sudut matanya, tidak menduga jika suara yang ia dengar tadi benar-benar Mo Lian dan bukanlah ilusi. "Selamat datang, Ibu merindukanmu."


Mo Lian mengecup lembut pipi Su Jingmei, lalu memutar kursi tempat Su Jingmei duduk. Ia berlutut dan mendekatkan wajahnya di depan lutut Su Jingmei. "Maafkan aku karena datang terlambat, Ibu."


Su Jingmei mengusap air matanya, kemudian menepuk lembut kepala Mo Lian. "Tidak apa-apa, Ibu bisa mengerti mengapa kau datang terlambat. Lagi pula, Alam Hanzi adalah tempat yang sangat berbahaya ..."


Su Jingmei membungkukkan badannya. "Ibu sangat bersyukur Lian'er bisa kembali dengan selamat tanpa luka." Ia mengecup lembut kepala Mo Lian.


Mo Lian tidak bisa menahan air mata yang terbendung, ia sangat sedih melihat keadaan Ibunya yang sekarang ini. Dengan Energi Sejati yang ia alirkan, tubuh Ibunya mulai bersinar dan membaik seperti sedia kala, bahkan ada peningkatan kekuatan di dalam tubuhnya.


Bang!


Cahaya melonjak naik dari dalam tubuh Su Jingmei, menembus langit-langit ruangan hingga terus naik sampai ke langit. Su Jingmei berhasil menembus Ranah Jiwa Emas tahap Awal, dan hanya perlu menerima Kesengsaraan Petir.


Szzzt... Szzzt... Szzzt...


Kilatan petir mulai berkumpul di awan yang berada di langit, membentuk Petir Naga Emas yang siap menyambar Su Jingmei.


Mo Lian mengangkat tangannya setinggi mungkin, seperti menggapai Petir Naga Emas. Dengan kepalan tangannya, Kesengsaraan Petir itu meledak, berubah menjadi serpihan cahaya emas yang bergerak mengelilingi Su Jingmei.


Tubuh Su Jingmei mengalami perubahan lagi ketika serpihan cahaya itu memasuki tubuhnya melalui pori-pori kulit, membuat tubuhnya lebih sehat lagi dan aliran energi di dalam tubuhnya menjadi lebih lancar.


Dengan Mo Lian yang merupakan Dewa, ia bisa meniadakan Kesengsaraan Petir dan mengambil Esensi Petirnya langsung tanpa harus menerima sambaran. Tapi, sepertinya ia masih belum mampu meniadakan hukuman atau uji coba saat hendak naik ke Alam Selestial.


Ketika semuanya sudah selesai, Mo Lian kembali berdiri dan duduk di sofa bersama Ibunya yang di sebelahnya.


Ada hal yang ingin Mo Lian ketahui lebih jelas lagi, yaitu perihal perubahan Bintang Utama dan alasan mengapa satu per tiga dari populasi manusia di Bintang Utama yang tertidur tidak sadarkan diri hingga saat ini.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2