
Mo Lian menghela napas panjang, ia menolehkan kepalanya melihat sekitar. Gedung 30 lantai telah berubah menjadi puing-puing, tanah lapang sekitarnya juga sudah sangat berantakan, jalan utama yang sering dilalui oleh kendaraan tertutupi oleh pepohonan yang cukup besar.
"Sialan. Bukan hanya identitas ku yang terungkap, tapi juga uangku yang sangat besar harus dikeluarkan untuk membayar semua kerugian ini."
"Jika saja ini Galaxy Pusat, sebanyak apapun aku menghancurkan rumah, kerajaan, bahkan kekaisaran. Aku tidak perlu bertanggung jawab dengan mengganti kerugian, karena di sana kekuatan adalah segalanya. Sedangkan di sini, uang adalah segalanya."
Mo Lian mendarat perlahan di tanah yang berantakan, ia berjalan menghampiri keluarganya yang menunggunya cukup jauh dari tempat pertarungan. Ia bisa melihat dua wanita muda yang berlari menghampirinya, orang itu ada Mo Fefei dan Qin Nian.
Melihat itu, ia tersenyum lembut dan merentangkan kedua tangannya untuk menerima pelukan dari kedua orang itu. Namun saat jarak mereka tersisa dua meter, kedua wanita muda itu menghentikan langkah kakinya dan berdiri di depannya, membiarkannya tetap dengan posisi kedua tangan dibuka lebar.
Alis Mo Lian berkedut-kedut, ia melingkarkan kedua tangannya memeluk dirinya sendiri dan memejamkan mata karena malu.
Mo Fefei terkekeh kecil saat melihat Kakaknya yang seperti itu, sangat berbeda sekali saat bertarung tadi. Ia berjalan menghampiri Mo Lian, dan memeluknya erat. "Kakak," ucapnya manja di dada Mo Lian.
Mo Lian tersenyum, ia membalas pelukan Adiknya. Tidak lama kemudian, ia mendongakkan kepalanya menatap wajah cantik Qin Nian dengan mata sedikit bengkak, yang sepertinya baru saja menangis. "Aku tidak apa-apa."
Qin Nian mengangkat kedua tangannya di depan dada, ia menghela napas lega dan tersenyum lembut saat mendengar perkataan Mo Lian.
Tidak lama kemudian, setelah Mo Fefei puas memeluk Mo Lian. Ketiganya berjalan menuju tepi jalan yang dipenuhi oleh ribuan orang yang entah dari kapan semakin banyak, bahkan ada pula orang-orang yang berasal dari pihak media tengah mengarahkan kamera padanya.
Ong Hei Yun yang telah memerintahkan bawahannya berjalan ke arah Mo Lian. Ia berhenti saat jaraknya hanya tersisa dua satu meter dari Mo Lian. "Mo Lian. Lihat semua kekacauan ini."
Mo Lian tersenyum canggung, ia menggaruk pipi kanannya yang tidak gatal. "Haha haha. Apakah aku harus mengganti semua ini?" tanyanya dengan enggan.
Ong Hei Yun menggelengkan kepalanya pelan. "Tenang saja. Saat tadi kau bertarung, aku sudah menghubungi Pemimpin, kemudian Pemimpin mengatakan pada Pemerintah Pusat agar kerugian yang ada di Kota Chengdu ditanggung oleh Perusahaan Heiqiu. Keuangan perusahaan mereka sudah diambil alih oleh Pasukan Taring Naga, termasuk milik pemimpin perusahaan."
Mendengar itu, Mo Lian menghela napas lega, dengan ini ia tidak perlu khawatir lagi tentang uangnya. Tidak lama kemudian, ia tersentak saat mengingat ada yang terlupakan. "Apakah kau mengetahui pemimpin asli dari Perusahaan Heiqiu? Sepertinya dia telah melarikan diri sebelum kita datang kemari."
__ADS_1
Ong Hei Yun terdiam sejenak, ia menundukkan kepalanya dengan tangan kanan menyentuh dagunya untuk berpikir. Beberapa detik kemudian, ia mendongakkan kepala dan menggeleng pelan. "Tidak tahu, nanti akan kami tanyakan pada pemerintah setempat."
"Bukankah kau bisa mengetahuinya dengan cara melihat ingatan pria yang kau lawan tadi. Berbicara tentang melihat ingatan, mengapa kau harus susah-susah mencari informasi dengan bertanya? Bukankah lebih baik melihat ingatannya saja?" Ong Hei Yun melanjutkan perkataannya saat merasa aneh jika Mo Lian tidak mengetahui identitas dibalik Perusahaan Heiqiu.
Mo Lian menggelengkan kepalanya. "Aku tidak bisa melihat wajahnya. Dia memakai teknik khusus agar orang yang berdiri di hadapannya tidak dapat melihat wajahnya, sepertinya dia telah mengantisipasi jika hal ini terjadi ..."
Ia terdiam sejenak untuk berpikir apakah harus menjelaskan mengenai Teknik Pencarian Jiwa ataukah tidak. "Memang lebih memudahkan untuk melihat melalui ingatan. Tapi terkadang tidak semuanya bisa dilakukan dengan cara itu, ada beberapa orang hebat yang dapat menyembunyikan ingatannya dan memblokir orang lain untuk menggunakan Teknik Pencarian Jiwa ..."
"Namun jika menggunakan metode manual melalui cara penyiksaan, lambat laun orang itu akan memberikan informasi. Dan lagi, dengan kultivasiku yang sekarang, menggunakan Teknik Pencarian Jiwa dapat membuat jiwa target rusak dan tidak dapat lagi berpikir. Sehingga itu hanya akan membuat kerugian lainnya jika masih ada hal lain yang ingin ditanyakan ..."
Jika Mo Lian sudah mencapai Ranah Inti Emas, ia bisa lebih mudah untuk menggunakan Teknik Pencarian Jiwa tanpa efek samping, sehingga pencarian ingatan jadi lebih baik dan jelas. Terlebih lagi saat ia sudah berada ditingkat Ranah Alam dan Manusia, ia bisa merasakan aura serta melacak aura dari orang yang dilihatnya melalui ingatan.
Ong Hei Yun terdiam dengan mulut sedikit terbuka saat mendengar penjelasan Mo Lian. Meski tidak mengerti, ia hanya diam dan menganggukkan kepalanya.
Mo Lian menolehkan kepalanya melihat sekitarnya, kemudian ia menghela napas panjang, ia menatap wajah Ong Hei Yun. "Bisa kau atur agar semua rekaman tentang pertarungan hari ini dihapus? Seperti saat Pertandingan Beladiri di Kota Chongqing," ucapnya sedikit berbisik.
Ong Hei Yun menolehkan kepalanya melihat sekitar mengikuti Mo Lian. Ia menganggukkan kepalanya saat keramaian orang yang mengarahkan kamera pada Mo Lian. "Tentu, kau bisa menyerahkannya padaku."
Bagaimana nasib karyawan Perusahaan Heiqiu? Ah! Biarlah! Itu bukan urusanku, mungkin saja Pasukan Taring Naga akan mengaturnya.
Mo Lian, Mo Fefei dan Qin Nian berjalan menuju tempat di mana keluarga mereka menunggu. Saat ia tiba, Keluarga Qin memberikan penghormatan padanya, dan Su Jingmei memeluknya erat dengan air mata yang menetes.
"Ibu, aku tidak apa-apa." Mo Lian mengusap punggung Ibunya mencoba untuk menenangkan hati dan pikiran Ibunya.
Bukannya melepaskan pelukannya, Su Jingmei makin mengencangkan kedua tangannya yang melingkar di leher Mo Lian.
Mo Lian hanya diam, ia membiarkan Ibunya terus memeluknya untuk waktu yang cukup lama. Ia terus mengusap lembut punggung Ibunya, sesekali ia juga membelai rambut indah Ibunya.
__ADS_1
Jika orang yang tidak tahu hubungan keduanya, pastinya orang-orang akan berpikiran jika Su Jingmei adalah kekasih Mo Lian saat melihat kedekatan keduanya. Apalagi dengan penampilan Su Jingmei yang sangat cantik dan muda.
Su Jingmei melepaskan pelukannya, ia menyentuh wajah Mo Lian dengan kedua tangannya. "Berjanjilah pada Ibu. Jangan sampai membahayakan dirimu lagi," ucapnya pelan sedikit tersedu-sedu.
Mo Lian terdiam sejenak, kemudian menjawabnya, "Baiklah. Aku tidak akan membahayakan diriku jika aku tidak bisa mengalahkannya."
Su Jingmei menatap tajam Mo Lian saat jawab yang diterimanya tidak sesuai dengan harapan. Tidak lama kemudian, ia menghela napas panjang. Bagaimanapun Mo Lian sudah menjadi harapan kota, bahkan mungkin saja negara. Ia ingin membantu anaknya untuk mengurangi beban, namun karena kesibukannya mengurus perusahaan, ia tidak terlalu memiliki waktu untuk berkultivasi.
Tidak! Karena perusahaan diliburkan selama satu bulan. Maka Su Jingmei memiliki waktu yang cukup untuk menembus Fase Mendalam tahap Awal, bahkan mungkin saja tahap Menengah jika dibimbing oleh Mo Lian.
"Baiklah. Ibu akan selalu mendukung keputusanmu, tapi tetap saja, berhati-hatilah." Su Jingmei tersenyum lembut, ia mendekatkan bibirnya dan mencium pipi Mo Lian.
Mo Lian sedikit tersentak, kemudian menganggukkan kepalanya.
Mo Fefei membelalakkan matanya saat melihat Ibunya mencium pipi Kakaknya, ia menggembungkan pipinya dan menatap cemburu Mo Lian. "Ibu. Apakah hanya Kakak yang Ibu cium? Sedangkan aku tidak?" tanyanya kesal.
Mendengar itu, Mo Lian serta Su Jingmei hanya bisa terdiam dan terkekeh kecil. Keduanya berjalan mendekati Mo Fefei, kemudian mencium kedua pipi Mo Fefei.
Mendapatkan perlakuan itu, Mo Fefei tersenyum lebar dan tertawa bahagia.
Setelah memberikan ciuman untuk Mo Fefei. Mereka bertiga berjalan memasuki mobil, kemudian berangkat bersama dengan Keluarga Qin. Tentunya jalan sudah dibukakan oleh kepolisian dan anggota Pasukan Taring Naga.
Puluhan menit kemudian, mobil telah sampai di Mansion Bai Long. Entah itu mobil Mo Lian, maupun mobil Keluarga Qin. Mo Lian dengan sengaja membawa Keluarga Qin kemari karena ada beberapa hal penting yang akan dibicarakan, ini menyangkut dengan peristiwa ke depannya.
Peristiwa besar yang telah dipikirkan oleh Mo Lian. Yang mungkin saja itu berkaitan dengan harta langit dan bumi.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...