Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 325 : Pusat Kota Terlarang


__ADS_3

Mo Lian membawa semuanya memasuki Kota Terlarang; ada tempat yang ingin ia datangi di dalam sana dan itu sangat penting untuk keamanan Bumi di masa depan, meski masih tidak terlalu yakin karena ada formasi yang menghalangi pandangannya.


"Di sini sangat ramai," ucap Mo Lian melihat sekitar—tidak menyangka bahwa Kota Terlarang akan memiliki pengunjung dalam jumlah besar, meski ini adalah kompleks Istana Kekaisaran yang harusnya sangat dijaga.


Mo Lian memiliki dua sudut pandang: yang pertama adalah pemandangan yang sekarang, dan yang kedua adalah pemandangan masa lalu saat pertempuran antara Ras Raksasa dan Malaikat.


Jika menurut sudut pandang kedua, Mo Lian sedang berjalan di aliran sungai darah yang sepertinya tidak ada tanda-tanda akan berhenti.


"Kita akan pergi ke pusat, ada yang ingin aku ambil di sana dan ini berhubungan dengan masa lalu."


Jika tebakannya tidak salah, harusnya ada benda yang tersimpan di salah satu tempat di pusat, mungkin Artefak Perekaman yang memperlihatkan bagaimana pertarungan di masa lalu, atau bahkan hal lain seperti formasi.


Formasi yang memperlihatkan bagaimana perang antara dua ras kuat!


Mo Lian tidak tahu apakah ia diperbolehkan untuk masuk ke pusat Kota Terlarang, tapi harusnya tidak masalah jika yang menjaga adalah orang yang mengenalinya. Bagaimanapun, sebelum pergi ke Bintang Utama, ia sangat dihormati, dan bahkan sampai dibangun patung dirinya pusat Kota Chengdu.


"Mo Lian!?"


Mo Lian tahu siapa yang memanggilnya, siapa lagi yang bisa memanggilnya tanpa menahan diri dan terkadang sangat tidak sopan, seperti duduk di atas meja di saat ia sedang duduk.


Terlihat ada Ong Hei Yun yang berlari ke arahnya berasal dari pusat Kota Terlarang. Ong Hei Yun mengenakan celana pendek di atas lutut dan kaus putih polos yang dibalut jaket kulit berwarna hitam; Hu Lan Yue dan Zhing Xumei juga terlihat bersamanya.


"Aku tidak menyangka kau akan langsung mengubah cara berpakaian sesaat setelah kembali. Apakah kau berencana tetap tinggal di sini atau kembali ke Bumi?" tanya Mo Lian—ia sendiri tidak masalah mereka ingin tinggal di mana, hanya saja ia ingin memastikan tempat yang mereka inginkan sebelum pergi ke Alam Selestial.


"Aku sudah berbaikan dengan Ayahku, dan kemungkinan akan tinggal di sini. Bukannya aku tidak betah di Bintang Utama, hanya saja sangat sulit mencari pasangan hidup karena laki-laki terlihat menjauh saat mengetahui siapa diriku."


Pernah ada laki-laki yang dekat dengan Ong Hei Yun, namun saat mengetahui bahwa ia adalah Murid dalam Nama dari Mo Lian, laki-laki itu memilih menjauh karena tidak ingin terlibat dalam masalah.


"Tapi, usiamu sudah tiga puluh—"


Buk!


Ong Hei Yun memukul perut Mo Lian dengan kekuatan yang cukup keras; angin juga berembus kencang menerbangkan dedaunan dan ada suara keras. Jika ini di Bintang Utama, usianya yang sudah menyentuh 38 masih terbilang sangat muda, tapi di sini adalah Bumi dan itu membuatnya kesal.


Mo Lian menatap Ong Hei Yun dalam diam, lalu mencengkeram erat kepalanya tapi tidak sampai melukainya. "Kau, beraninya kau yang seorang murid memukulku."

__ADS_1


Ong Hei Yun menjerit dan menggerutu seraya memegangi tangan Mo Lian dengan kedua tangannya, mencoba untuk lepas dari cengkeraman yang membuatnya merasakan sedikit rasa sakit.


Mo Lian melepaskan cengkeramannya dan menepuk-nepuk kepala Ong Hei Yun. "Jika itu mau mu, maka aku tidak akan ikut campur. Aku juga akan membangun Gerbang Dimensi, kau bisa pergi ke Bintang Utama dengan mudah."


Awalnya Gerbang Dimensi hanya digunakan untuk murid-murid yang ingin berlatih, tapi setelah mendengar jawaban dari orang-orang terdekat yang nampak bimbang, akhirnya ia memutuskan untuk membangun Gerbang Dimensi lain.


Zhing Xumei mengenakan atasan putih berwarna biru langit dan bawahanmu berwarna hitam. Baju yang ia kenakan sangat rendah pada bagian lehernya dan memperlihatkan lembah yang cukup dalam. Rambutnya sudah berubah setelah beberapa kali meminum herbal yang ia buat sendiri, kini rambutnya berwarna biru.


"Ada keperluan apa kalian kemari?" Zhing Xumei menatap Qin Nian ketimbang Mo Lian; masih ada rasa kesal terhadap Mo Lian meski sudah berlalu 14 tahun lamanya, itu dimulai saat Mo Lian melihatnya berganti pakaian dan melihat tubuhnya yang polos.


Walaupun kesal, tapi terkadang Zhing Xumei sangat senang menggoda Mo Lian dengan memperlihatkan belahannya, dan melihat reaksi yang menurutnya sangat lucu.


Mo Lian mengulurkan tangannya. "Lihatlah." Ada tiga gumpalan cahaya biru di telapak tangannya.


Ketiganya melihat dengan tatapan bingung; tidak tahu apa yang spesial dari gumpalan cahaya di atas tangan Mo Lian. Namun saat cahaya itu menyelimuti mata mereka dan mengubahnya seperti nyala api, apa yang mereka lihat langsung berubah.


Ada aliran sungai darah yang mengalir deras di bawah kaki mereka bertiga sampai setinggi lutut, kemudian saat mereka mendongak, terlihat mayat-mayat raksasa yang sangat mengerikan.


Mo Lian menjentikkan jarinya untuk menghilangkan energi yang berada di mata Ong Hei Yun, Hu Lan Yue dan Zhing Xumei.


Ketiganya bernapas dengan tersengal-sengal seperti baru saja berlari ratusan kilometer tanpa ada istirahat sekalipun, bahkan mereka sampai terduduk lemas dan tidak mampu untuk berdiri dalam waktu dekat.


Hong Xi Ning, Qin Nian dan Yun Ning membantu ketiganya untuk berdiri setelah napas maupun mental mereka kembali membaik.


Ong Hei Yun mengatur napasnya seraya memegangi dadanya, kemudian mendongak dan bertanya, "Bisakah aku ikut? Aku ingin melihat seberapa semua ini bisa terjadi."


Ong Hei Yun mengeluarkan tanda pengenal yang sepertinya adalah izin untuk memasuki pusat dari Kota Terlarang. "Sebelumnya tidak perlu izin, tapi setelah aura spiritual berubah, tempat-tempat penting di Tiongkok membutuhkan izin."


Mo Lian menganggukkan kepalanya, lalu membiarkan Ong Hei Yun yang memimpin jalan.


Banyak obrolan yang terjadi antara pejalan kaki saat melihat Mo Lian yang berjalan bersama enam wanita cantik, Hong Xi Ning dan 5 Dewi Kecantikan.


*15 Menit Kemudian


Kelompok tujuh orang itu sudah sampai di pusat; tidak ada seorang pun pengunjung yang datang selain mereka maupun penjaga yang menjaga tempat ini agar tetap aman.

__ADS_1


Mo Lian yang sudah sampai langsung melangkah naik melewati tangga batu untuk pergi ke bagian Istana Kekaisaran.


"Aku pergi dulu." Mo Lian menembus pintu Istana Kekaisaran untuk memasuki bagian dalamnya yang terkunci.


Bagian dalamnya terlihat sangat terawat, ada kain merah panjang sampai tangga yang mengarah ke singgasana emas. Pilar-pilar tinggi nan kokoh juga terlihat tidak ada retakan, dan pilar ini terbuat dari kayu berharga yang berusia ribuan tahun.


"Aliran energi di sini sangat kuat, bahkan setara dengan Sekte Dongfangzhi yang memiliki Vena Naga maupun Pohon Surgawi."


Mo Lian juga melihat ada lingkaran array berwarna emas yang terlihat di permukaan lantai, meski sebenarnya itu hanyalah cahaya yang membentuk lingkaran. Array yang sebenarnya berada beberapa mil di dalam tanah dan mengeluarkan aura membunuh.


"Istana Kekaisaran, aku tidak tahu siapa yang membuatnya sampai bisa menahan aura dari formasi ini agar tidak bisa diketahui dari luar. Tapi siapa pun yang membuatnya, dia cukup hebat."


Mo Lian memasuki lingkaran array dan duduk bersila di tengah-tengahnya. "Ning'er, aku sudah menemukan formasi array, aku tidak bisa membawa kalian masuk karena tekanan di sini cukup kuat. Apalagi setelah formasi array ini aktif, auranya akan lebih kuat." Ia mengirimkan transmisi suara pada Hong Xi Ning.


"Baik, Ning'er akan berada di sini bersama yang lain dan memberitahukannya pada mereka." Hong Xi Ning membalasnya dengan cara yang sama.


Array yang sedang Mo Lian masuki adalah array yang menyimpan rahasia, seperti rekaman peperangan antara Ras Raksasa dan Malaikat. Yang membuatnya tidak lebih kuat darinya, tapi juga tidak bisa dikatakan lemah, jika mereka berdua bertarung, kemungkinan akan membutuhkan waktu yang sangat lama dan menghabiskan banyak tenaga.


Mo Lian menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan dan menutup matanya. Ia melepaskan Energi Sejati untuk memasuki kedalaman tanah dan memancing array agar bisa aktif.


Array yang jauh di dalam tanah mulai menyerap Energi Sejati yang diberikan, kemudian terlihat ada sinar yang melonjak membentuk pilar emas; Mo Lian yang berada di tengah-tengahnya seperti sedang ditelan oleh pilar.


Mo Lian masih tidak mendapatkan jawaban perihal array yang sedang ia duduki, hingga belasan menit berlalu, ada aura asing yang mulai memasuki tubuhnya dan tiba-tiba pandangannya mulai berubah meski sedang menutup mata.


Apa yang Mo Lian lihat adalah Bumi pada zaman dahulu, memiliki ukuran yang tidak jauh berbeda dari Matahari. Banyak gunung-gunung tinggi yang menjulang sampai menembus awan, dan tidak sedikit pula ada pulau yang melayang di langit.


"Apakah aku kembali ke Zaman Kuno? Dan, ini sebelum pertarungan antara Ras Raksasa dan Malaikat?"


Mo Lian mengerutkan keningnya, kemudian menggelengkan kepala; ia tidak merasa kembali ke masa lalu, ini adalah ingatan dari orang yang membangun formasi array di tanah Kota Terlarang.


Aku masih bisa merasakan tubuhku, jadi tidak ada bahaya meski aku berdiam diri di sini untuk waktu yang lama.


Karena itu, mari lihat ke mana ingatan ini akan membawaku.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2