Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 309 : Menelan Esensi Darah


__ADS_3

Tidak ada yang pernah menduga keadaan akan berbalik 180°, sebelumnya Mo Lian mengalami sedikit kesulitan untuk mengejar Tao Wu yang berpindah ke Wilayah Hitam dan sedikit menekannya, tapi setelah melepaskan Dewa Semesta...


Keadaan terbalik!


Tao Wu bergidik seperti menggigil kedinginan dengan kepala tertunduk menghindari tatapan tajam Mo Lian. "Ba- Bagaimana ... ka- kau memiliki kekuatan— Tidak! Me- Mengapa kau tidak ... menggunakannya sedari awal?"


Mo Lian terdiam untuk beberapa saat, dengan tatapan yang masih tertuju pada Tao Wu. Ia menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan.


Napasnya berdampak pada Alam Hanzi, menciptakan embun es yang mulai membekukan daratan dalam radius 750.000 mil darinya.


"Karena, aku ingin bermain-main denganmu. Tapi, kau berniat untuk memakan semua energi di Alam Hanzi, maka lebih baik aku menghentikannya."


Alasan sebenarnya adalah karena tubuhnya yang tidak mampu menanggung beban dari Dewa Semesta, walaupun ia bisa dengan mudah memulihkan kekuatannya kembali dengan mengasingkan diri untuk beberapa saat, tapi jika hanya sebatas God tahap Awal, bukan tahap Menengah.


Tao Wu merasa sangat kesal, tapi tidak bisa berbuat apa-apa di hadapan Mo Lian, apalagi setengah tubuhnya sudah membeku hanya karena napas Mo Lian. Tubuhnya terasa sangat dingin seperti jarum es yang menusuk sampai ke tulang.


Mo Lian tidak membuang-buang waktu lagi, karena semakin lama dalam keadaan seperti ini, semakin lama pula waktu yang dibutuhkan untuk pulih. Walaupun, ia sering mengatakan bisa menggunakannya berkali-kali, tapi perlu diingat, itu hanya 1 : 10.000 dari kekuatan asli Dewa Semesta.


Ia menunjuk jarinya pada Tao Wu, yang mana di ujung jari telunjuknya ada gumpalan energi putih yang sangat menekan, bahkan mungkin saja mampu menekan Ranah God di tahap yang sama dari Alam Selestial.


Gruoahhhh!!!


Tao Wu meraung keras ketika energi putih mulai menyelimutinya seperti api yang membakar, membuat tubuhnya semakin mengecil dengan aura kultivasi yang terus turun. Semua aura kematian yang telah ia serap dari Alam Hanzi, mulai dimurnikan.


Ada aura hitam seperti kabut yang keluar dari tubuh Tao Wu, yang naik perlahan dan terserap ke dalam tubuh Mo Lian. Aura hitam itu langsung dimurnikan, yang kemudian membantu Mo Lian untuk meningkatkan kekuatannya.


Whooooosh! Jleb!


Tiba-tiba dari jari telunjuk Mo Lian, ada jarum putih panjang yang melesat dan menusuk dahi Tao Wu sampai menembus ke lehernya. Dari jarum itu terlihat ada darah yang mulai terhisap, bersamaan dengan Tao Wu yang semakin melemah dan menyusut.


Heavenly Immortal tahap Akhir ... Heavenly Immortal tahap Menengah ... Heavenly Immortal tahap Awal.


Basis kultivasi Tao Wu langsung turun sampai ke dasar Heavenly Immortal, dan tubuhnya tidak lagi sebesar bulan, melainkan sebesar gunung atau ibu jari Mo Lian.


"Naik!" Mo Lian mengangkat jari telunjuknya.


Tao Wu bergetar hebat saat ada energi yang menariknya, membuat es yang menguncinya mulai retak dan kemudian pecah seperti kaca yang jatuh. Hingga tak lama, Tao Wu melesat naik mengarah pada Mo Lian.


Mo Lian menatap tajam Tao Wu yang berada di depannya. "Kau menjadi sangat kecil dan pendiam, tidak seperti sebelumnya yang terlalu banyak bicara."

__ADS_1


Dengan tubuh bergidik ngeri, Tao Wu membuka mulutnya dan berucap, "Ha- Hamba mo- mohon, a- ampu—"


Duarr!


Tao Wu meledak menjadi kabut darah hanya karena tatapan mata Mo Lian yang semakin tajam dan mengerikan, kemudian hanya menyisakan Inti Spiritual.


Mo Lian menyimpan Inti Spiritual itu pada Botol Jiwa, dan menyimpannya lagi ke dalam Cincin Ruang. Ia ingin menyerap Esensi Darah dan Inti Spiritual dari Tao Wu, untuk membantunya meningkatkan kekuatan sampai Setengah God.


Tapi sebelum itu, Mo Lian mengibaskan tangannya ke belakang, menyegel Domain Dewa yang ia ciptakan agar tidak ada yang mampu memasukinya. Ia tidak percaya dengan Yan Luo, mungkin saja setelah ia menghilangkan bahaya di Alam Hanzi, Yan Luo akan bertindak.


"Jika saja tidak berdampak pada Alam Semesta, aku sudah menghancurkan Istana Neraka sesaat aku datang ke Alam Hanzi."


Ketika sudah menyegel Domain Dewa, Mo Lian mengecilkan tubuhnya dan menghilang, memasuki Dunia Kecil.


***


Dunia Kecil


Tidak membuang-buang waktu, Mo Lian langsung pergi ke Pohon Zhiliao untuk meningkatkan persentase untuk menyerap Esensi Darah dan berhasil bertahan hidup dari tekanannya.


Mo Lian mengambil posisi duduk bersila, dan mengeluarkan Botol Giok Merah berisikan Esensi Darah dari Tao Wu di depannya. Untuk Inti Spiritual, ia akan menyerapnya nanti setelah selesai langkah awal, ia tidak ingin terburu-buru, karena ini juga bermaksud untuk memulihkan tubuhnya.


Ia mengatur pernapasannya agar tetap tenang dan menyiapkan diri sebelum mengambil tindakan.


Kemudian, setelah cukup tenang, Mo Lian mengangkat Botol Giok Merah, melihat isinya yang bergolak seperti air mendidih.


Dengan kepala menengadah dan mulut yang terbuka, Mo Lian memasukkan Esensi Darah dari Tao Wu ke dalam mulutnya dan menelannya.


Glup...


Bang!


Dentuman keras berasal dari Mo Lian sesaat setelah menelan Esensi Darah, membuat kekuatannya meluap-luap sampai tidak bisa ditahan lagi. Pembuluh darahnya mulai pecah dan itu terlihat jelas di permukaan kulitnya yang sudah memerah membentuk pembuluh darah.


Darah juga merembes keluar dari kulit-kulitnya yang terluka, bahkan Tubuh Abadi dan Tubuh Emas tidak mampu menahan tekanan dari Esensi Darah.


Tapi karena bantuan dari Pohon Zhiliao, Esensi Darah yang ia telan dimurnikan dengan cepat dan mulai mengalir lebih lancar di dalam pembuluh darahnya. Pembuluh darah yang terluka juga membaik dan pilih kembali, seperti tidak pernah ada luka yang ia terima.


"Uhuk!"

__ADS_1


Mo Lian memuntahkan darah hitam yang merupakan racun dari Esensi Darah Tao Wu, karena racun itulah yang membuatnya mengalami kesulitan dalam menyerapnya, meski sudah mendapatkan bantuan dari Pohon Zhiliao.


Tapi, walau terlihat baik-baik saja, pastinya ada hal lain mengingat ini adalah Esensi Darah dari God tahap Awal yang berasal dari Tao Wu, Makhluk 4 Kejahatan.


Tubuh Mo Lian mulai mengalami perubahan, yang terlihat jelas ada retakan-retakan membentuk petir di permukaan kulitnya. Bahkan telinganya mulai terlepas karena retaknya tubuh, tapi itu bukanlah akhir, kerusakan itu terus membesar sampai menghilangkan lengan kanannya sampai batas bahu.


Bahu yang menghilang itu tergantikan oleh energi spiritual berwarna biru yang diselimuti oleh pola emas dan memancarkan sinar berwarna putih.


Sakit, hanya itu yang Mo Lian rasakan saat ini, tapi karena mentalnya sangat kuat, ia bisa menahannya. Jika mentalnya tidak mampu menahan siksaan yang ia alami, jiwa dan tubuhnya akan diambil alih oleh Tao Wu.


Bang!


Ledakan teredam bisa terdengar dari dalam tubuh Mo Lian, ini bukan karena ia menembus Ranah Heavenly Immortal tahap Menengah, melainkan karena Dantiannya yang hancur dan kultivasinya jatuh kembali ke Ranah Jiwa Emas.


"Hah..." Mo Lian menghela napas panjang, dan menghirupnya kembali.


Seluruh aura spiritual di dalam Dunia Kecil bergerak ke arah Mo Lian seperti dihisap oleh lubang hitam, yang memasuki tubuhnya melalui pori-pori kulit dan mulai membantu Esensi Darah untuk lebih halus lagi.


Aura merah seperti nyala api menyelimuti tubuhnya dan berubah menjadi biru seperti api yang menyala karena gas.


Angin kencang kembali bertiup, tapi kali ini ditemani dengan hujan deras seperti badai, beserta dengan petir merah yang menyambar ke segala arah tanpa ampun.


Bang! Bang! Bang!


Jiwa Emas tahap Menengah ... Jiwa Emas tahap Akhir ... Dao Immortal tahap Awal ... Dao Immortal tahap Menengah ... Dao Immortal tahap Akhir ... Heavenly Immortal tahap Awal ... Heavenly Immortal tahap Menengah ... Heavenly Immortal tahap ...


Hanya tinggal sedikit lagi untuk menembus tahap Akhir dari Heavenly Immortal, energi murni yang menyelimuti tubuh Mo Lian meredup dan menghilang.


Mo Lian mengembuskan napas perlahan seraya membuka matanya. "Tadi, sangat menyakitkan. Tapi, ini semua sepadan meski harus menghancurkan Dantian untuk sekali lagi ..."


"Esensi Darah ini terlalu kuat, jika aku tidak secara sengaja menghancurkan Dantian, mungkin bisa mencapai Setengah God. Hanya saja, tubuhku tidak mampu menahan energinya, yang mana itu malah membunuhku ..."


Mo Lian melihat Botol Jiwa di depannya yang terguling karena tertiup angin, untungnya masih tertutup rapat. "Sekarang, aku hanya perlu memurnikan Inti Spiritual dari Tao Wu."


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2