Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 346 : Hong Xi Ning—Dewi Pertempuran


__ADS_3

Awalnya, mereka berencana untuk membiarkan Hong Xi Ning menerobos di Bintang Utama. Tapi karena Bumi memiliki banyak rahasia dan mulai pulih bahkan mungkin saja ke depannya akan menjadi pusat dari Alam Semesta. Karena itulah, Hong Xi Ning meminta untuk menerobos di Bumi.


Jika Bumi benar-benar menjadi pusat dari Alam Semesta, bukan tidak mungkin Sekte Zhongjian akan dipindahkan ke Bumi. Memang ukurannya tidak sampai seperseratus dari Bintang Utama, tapi manfaat yang didapat ke depannya.


Akan lebih baik mengambil tindakan lebih dulu, daripada belakangan yang mungkin saja terjadi pergolakan yang tidak perlu.


Qin Nian dan Yun Ning sudah menerima Kesengsaraan Petir saat Mo Lian mengambilnya dari langit, yang kemudian langsung memasukkannya ke dalam tubuh untuk menempa kekuatan mereka. Tapi karena mereka ingin ikut, ia membawanya ke medan luar angkasa.


Karena ia memiliki tiga istri, ia harus mengerti dalam hal sekecil apa pun agar tidak mengakibatkan pertengkaran yang tidak perlu.


"Kalian berdua, tinggi di sini." Mo Lian menciptakan sebuah pelindung untuk Qin Nian dan Yun Ning. Kemudian membawa Hong Xi Ning untuk menjauh.


Mo Lian tidak tahu apa yang akan ditarik, tapi berharap itu adalah Teratai Emas agar tidak menyakiti Hong Xi Ning. Jika yang ditarik adalah Petir Putih, Mo Lian akan melompat masuk dan menghalau petir agar istrinya tidak terluka.


"Ning'er, hati-hati. Aku akan menunggu bersama mereka." Mo Lian memeluk Hong Xi Ning dan mengecupnya di kening.


Hong Xi Ning menganggukkan kepalanya dengan senyuman indah, lalu duduk bersila di luar angkasa dan menutup matanya perlahan. Ia mengambil napas berkali-kali sampai tenang dan hatinya siap.


Mo Lian kembali ke tempat awalnya di samping istri kedua dan ketiga, yang berdekatan dengan Bumi. Ia menggunakan kekuatannya untuk menciptakan pelindung Bumi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Samar-samar, lapisan atmosfer terluar mulai bercahaya emas dan itu bisa dilihat bahkan oleh mata telanjang di permukaan.


Mo Lian sangat gugup dan khawatir melihat Hong Xi Ning yang mencoba menenangkan diri.


Tiba-tiba, ledakan energi yang sangat kuat meledak dari dalam tubuh Hong Xi Ning. Fluktuasi energi berkumpul di bidang luar angkasa di atasnya dengan sinar emas berkumpul.


Melihat itu, Mo Lian menghela napas lega karena yang muncul bukanlah Kesengsaraan Petir, tapi Teratai Emas. Ia bisa mengerti mengapa Hong Xi Ning berhasil memanggil Teratai Emas, itu karena Hong Xi Ning sudah mengubah semua teknik kultivasi, bahkan dari dasarnya.


Itulah mengapa tubuhnya dihancurkan berkali-kali, lebih banyak dari Mo Lian yang menghancurkan Dantian-nya sebanyak sembilan kali. Bagaimanapun, Mo Lian hanya memperkuat fondasi, tidak seperti Hong Xi Ning yang mengubahnya dari awal.


Walaupun Dantian Hong Xi Ning dihancurkan, untungnya Ranah yang dicapai tidak mengalami kemunduran. Tidak seperti Mo Lian yang harus melalui dari awal, Perbaikan Qi (Fase Fondasi).


Teratai Emas yang muncul masih kuncup dan ukurannya tidak sebesar milik Mo Lian, tapi masih tetap besar dan itu sangat luar biasa.


Tapi, tidak peduli apakah itu adalah Teratai Emas atau tidak, Mo Lian tetap harus berhati-hati. Bagaimanapun, Taotie berada di Inti Bumi dan mungkin saja memaksa untuk keluar. Bahkan, mungkin ada eksistensi seperti Dewa Merah dan Hitam yang keluar dari tempat yang entah dari mana untuk mengacaukan naiknya Hong Xi Ning.


Wusshh...


Angin bertiup kencang di angkasa yang kedap udara dan tentunya ini tidak aneh bagi mereka yang sudah menerobos Alam dan Manusia ke atas. Salah satu kuncup Teratai Emas terbuka dan mengeluarkan serpihan cahaya emas seperti serbuk bunga yang terbang mengelilingi Hong Xi Ning.

__ADS_1


Mo Lian mengangkat tangan kanannya di depan dada, dan tiba-tiba ada ratusan ribu klon dirinya yang menyebar ke segala arah, mengelilingi Tata Surya. Kloningnya juga disebarkan di Bintang Terbengkalai lain seperti Mercury — Neptunus.


Semuanya hanya untuk menjaga Hong Xi Ning!


Tapi, ia tidak kejam untuk pilih kasih, dan akhirnya mengendalikan klon lain untuk berdiri di kiri-kanan maupun belakang Qin Nian dan Yun Ning.


Serpihan cahaya kecil mulai memasuki tubuh Hong Xi Ning dan menempa tubuhnya untuk lebih kuat lagi.


Hong Xi Jiang yang berada di Bumi, tidak bisa menahan diri untuk tetap tenang. Putrinya, mampu menarik Teratai Emas. Ia sendiri memang bisa menarik Teratai Emas, tapi hanya 18 Kelopak Besar dan Teratai Emas Kecil atau Utama, tidak terbuka sekalipun. Ia berharap, putrinya mampu membuka seluruhnya.


Tapi Hong Xi Jiang tahu, Teratai Emas adalah tingkat tertinggi yang pernah ia baca, bahkan satu kelopaknya saja dapat memengaruhi kemajuan kultivasi seseorang.


Angin kembali bertiup di angkasa luar saat kelopak Teratai Emas terbuka, mengeluarkan serpihan cahaya yang memasuki tubuh Hong Xi Ning. Tapi itu belum berakhir, karena kelopak ketiga, keempat, kelima, keenam... Semuanya mulai terbuka dengan kecepatan yang bisa dilihat oleh mata.


Bang!


Dentuman keras berasal dari Teratai Emas saat 18 Kelopak Besar telah terbuka dan Kelopak Utama juga mulai mekar. Kecepatannya tidak secepat Kelopak Besar, tapi tidak bisa dikatakan lambat juga.


Mo Lian yang berada di pinggir, tetap diam dan mengamati Hong Xi Ning. Ia penasaran dengan Dao apa yang dikembangkan oleh Hong Xi Ning. Ia sendiri adalah Dao Kehidupan, Dao Pedang, Dao Matahari, Dao Penguasa.


Mengembangkan Dao sangat sulit, bahkan untuk satu Dao, dan sekarang Mo Lian memiliki banyak. Tapi, ia merasa kekuatan itu masih seperti semut di hadapan Dewa Bumi atau bahkan Dewa Surga.


Mo Lian berbalik melihat Qin Nian dan Yun Ning. "Kalian berdua, bekerja keraslah dalam kultivasi. Jangan malas seperti sebelum-sebelumnya." Ia memberikan sentilan kecil di dahi mereka.


"Ack!" Keduanya tersentak dan mengusap dahi masing-masing yang sedikit merah.


"Baik..." Keduanya berkata dengan pelan saat mata mereka berkabut karena air mata yang berkumpul.


Mereka berada di angkasa luar lebih dari satu minggu dan masih menunggu Hong Xi Ning menyelesaikan Teratai Emas yang sedang mekar. Hanya tersisa dua kelopak lagi untuk mekar seluruhnya, dan pergerakannya sangatlah lambat.


Hingga memasuki hari kesepuluh, akhirnya hanya tersisa satu kelopak lagi. Tapi kelopak itu sudah berhenti berjam-jam dan hanya terbuka sepertiganya.


Mo Lian mengusap keningnya, kemudian menatap tajam ke arah Teratai Emas dan menjentikkan jarinya, melepaskan tembakan energi spiritual yang mengenai kelopaknya.


Bang!


Dentuman keras kembali terdengar dengan getaran kuat yang berasal dari Teratai Emas, dan Teratai Emas berhasil terbuka sepenuhnya. Namun ada harga yang harus dibayar, yaitu sambaran petir yang mengincar Mo Lian karena menganggu atau memaksa kelopak bunga untuk terbuka sepenuhnya.

__ADS_1


Petir berwarna hitam berkumpul di atas kepala Mo Lian dengan kekuatan penghancuran yang luar biasa, bahkan Heavenly Immortal tidak bisa keluar tanpa mendapatkan luka.


Petir itu bergerak zig-zag dengan kecepatan mengerikan, melesat ke arah Mo Lian.


Mo Lian hanya menengadahkan kepalanya melihat petir yang jatuh, dan tanpa ada peringatan. Tiba-tiba...


Booom!


Petir itu terbelah dua dengan rapi dan menimbulkan suara ledakan keras yang mengguncang Tata Surya, Bulan dan Bumi bergeser dari jalur yang seharusnya. Tapi dengan kekuatan Mo Lian, itu kembali lagi ke jalur aslinya.


Dentang!


Perhatian Mo Lian teralihkan oleh suara logam yang saling bertabrakan. Ternyata, suara itu berasal dari Hong Xi Ning dan sepertinya hanya ia saja yang bisa mendengarnya. Samar-samar, ada ribuan pasukan yang mengenakan zirah berada di belakang Hong Xi Ning dan mengeluarkan teriakan-teriakan pertempuran, mereka semua memiliki aura penindasan yang luar biasa.


Bahkan, ruang di sekitarnya mulai retak dan mengeluarkan sayatan-sayatan angin seperti pedang tajam.


Mata Mo Lian melebar dengan mulut yang juga terbuka. Tidak pernah terpikirkan olehnya jika Hong Xi Ning memahami Dao Pertempuran dan menjadi Dewi Pertempuran!


Untuk memahaminya, mereka harus berada di medan perang dan membunuh musuh yang tak terhitung jumlahnya.


Membunuh di sini bukan seperti membunuh manusia biasa, karena itu akan membangkitkan Dao Pembunuhan dan Pembantaian, yang akibatnya menjadi Kultivator Dewa Iblis.


Membunuh yang dimaksud adalah mempertahankan tempat tinggal! Bisa juga menghilangkan bahaya yang mengancam.


"Bukankah dia selalu berada di sekte? Bagaimana bisa memahami Dao Pertempuran?"


Memahami Dao sama seperti memahami diri sendiri, karena untuk menjadi Dewa atau Dewi yang Sempurna. Diharuskan untuk memahami Dao, termasuk diri sendiri: kekuatan, kelemahan, kelebihan, jati diri, kekurangan, jiwa, tubuh, dan lain sebagainya.


Cara tercepat untuk memahami Dao adalah dengan mengalaminya sendiri. Dao Pertempuran? Harus berada di medan perang sampai mendapatkan Pencerahan!


Sama seperti Mo Lian: Dao Kehidupan, bahkan sampai mengulang kekuatannya terus-menerus dari awal saat di Zaman Kuno hanya untuk memahami arti dari kehidupan; Dao Matahari, sesekali terbang ke Matahari, dan ia juga mendapatkan keberuntungan dengan menemukan reruntuhan di Zaman Kuno; Dao Pedang, dengan memahami 9 Niat Pedang.


Dao Penguasa? Menganggap dirinya adalah yang terkuat dan tertinggi! Memang, pada saat sebelum terlahir kembali, ia bisa dianggap yang terkuat dan tidak ada yang bisa mengalahkannya. Sehingga mudah baginya untuk memahami Dao Penguasa. Jika saja ia tahu rahasia Semesta sebelum memahami Dao Penguasa, mungkin ia tidak akan bisa sampai ke sana dan tidak mungkin mendapatkan gelar Dewa Semesta.


Mo Lian menghela napas dan melihat Hong Xi Ning yang auranya mulai tenang, beserta ilusi yang memudar. "Lebih baik, aku bertanya baik-baik padanya. Aku bisa melihat melalui isi pikiran dan ingatan, tapi tidak sopan melakukannya meski dia adalah istriku."


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2