Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 441 : Bertemu dengan Sekte Boneka


__ADS_3

—Keesokan Harinya—


Kelompoknya kembali bergerak lebih jauh ke dalam hutan untuk mencari sumber daya bagi Xiao Yi berlatih. Mo Lian, di sisi lain, sedang mempelajari sekitarnya dan menganalisis sangat dalam.


Dia ingin mencari tahu awal dari penciptaan untuk memperjelas pandangan tentang dunia. Dia ingin tahu bagaimana Dao Surgawi dan Jalan Enam Reinkarnasi tercipta, lalu bagaimana “Bumi” menjadi tempat terkuat di antara Bawah (Alam Hanzi) dan Atas (Alam Selestial).


Kemudian yang terpenting, dia ingin tahu apakah ada tempat luar di luar Tiga Alam. Ini selalu menjadi pertanyaannya bahkan di kehidupan sebelumnya.


Tapi, semoga tidak ada. Karena apabila ada, terlalu merepotkan.


"Kita sudah masuk terlalu dalam. Jika terus masuk, kita bisa sampai ke Kerajaan Teratai Api." Yun Ning melihat langit-langit melalui celah yang tercipta dari daun-daun yang bersentuhan.


Mo Lian yang sedang mengamati rumput, melihat ke atas dan memang hutan ini sudah cukup gelap meski masih pagi hari. "Tidak masalah, Kerajaan Teratai Api masih jauh, bahkan jika kita melewati batas, tidak ada masalah tentang itu, pihak lain juga sering melewatinya."


Mo Lian berdiri seraya bertepuk tangan, meski tidak ada kotoran karena semua kotoran menghindarinya, tapi karena sudah terbiasa, dia melakukannya tanpa sadar. "Harusnya di depan lebih banyak orang, mungkin di sana bisa menjadi tempat latihan Xiao Yi."


"Maksudmu ..." Yun Ning sudah bisa menebaknya. Meski Xiao Yi disiapkan untuk mewarisi Paviliun Jarum Emas di permukaan, tapi sebenarnya Perusahaan Pengawalan Yun juga termasuk, dan tentunya harus bisa bertarung.


Mo Lian tidak mengatakan apa-apa, tapi hanya tersenyum dan mencubit pipi lembut Yun Ning.


Kemudian Mo Lian melihat Xiao Yi yang sedang menggambar dan mencatat di buku kecil saat mengamati tanaman. Pengajaran seperti ini memang lebih baik daripada tinggal di ruangan, dengan ini bisa langsung mengetahui karakteristik dari tanaman dan tempat berkembangnya. Meski di Paviliun Jarum Emas sudah dijelaskan secara detail, tapi memang lebih baik langsung datang ke tempatnya tumbuh.


...


Kelompok lima orang itu terus bergerak lebih jauh ke dalam hutan, dan di sini benar-benar gelap seperti di malam hari tanpa ada sinar matahari yang mampu menembus barisan pohon.


Bang! Bang! Bang!


Baru datang, mereka mendengar dentuman yang berasal dari depan mereka, dan samar-samar ada angin yang bertiup dari arah depan.


Xiao Yi memeluk tangan Qin Nian dengan tubuhnya yang gemetar karena takut. "Guru ..."


Booom!


Ledakan keras menggetarkan bumi dan membuat retakan besar. Angin menerbangkan pepohonan dan mengaduk pasir maupun debu, membuat pandangan yang awalnya gelap menjadi terang, tapi detik berikutnya kembali gelap karena pasir yang menghalangi pandangan.


Mo Lian membawa yang lain untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di depan sana. Semakin mereka masuk, pohon semakin tinggi dan ketinggiannya mencapai 80 meter.

__ADS_1


Dia melompat naik ke atas dahan pohon, dengan yang lain mengikutinya dari belakang.


Sampai beberapa menit, mereka melihat cahaya di depan mereka, cahaya dari sinar matahari yang tidak lagi terhalang oleh pepohonan.


Mo Lian berhenti di dahan pohon terakhir, dia melihat pemandangan di depannya. Tanah seluas satu hektar di depannya telah berubah menjadi danau tanpa air, di tengah-tengah lubang ada sekelompok sosok berjubah hitam yang mengendalikan mayat, dan di sisi lain ada seorang pria muda yang membawa pedang.


Pemuda itu compang-camping karena terkena serangan dan darah keluar dari luka-luka di tubuhnya, darah mengalir di sudut bibir. Serta pedang yang dibawanya telah patah dan hanya menyisakan gagangnya.


Napasnya berat dan tiba-tiba batuk darah, tapi masih mencoba bertahan agar tidak jatuh.


Melihat ini, Mo Lian langsung melompat turun. Bukan karena ingin menyelamatkan pria muda yang membawa pedang, tapi karena ingin membunuh orang-orang yang berasal dari Sekte Boneka. Bagaimanapun, mereka telah terhubung dan tidak bisa dipisahkan, salah satu dari mereka harus mati. Mo Lian, atau Sekte Boneka.


Meskipun, tidak mungkin Sekte Boneka membunuh Mo Lian.


"Apakah kalian berasal dari Sekte Boneka?" Mo Lian berbasa-basi saat mendatangi kelompok berjubah hitam.


Pemuda yang membawa pedang, mendongak menatap dan dia tidak bisa merasakan fluktuasi energi dari Mo Lian. "Ja- Jangan datang, kau bukan tandingannya."


"Tidak ada yang bisa pergi dengan selamat setelah melihat Sekte Boneka. Siapa pun yang mengetahui identitas kami, harus mati!" Salah seorang sosok hitam berbicara dengan suara dalam.


Dengan melambaikan tangannya, empat sosok di belakang bereaksi dan mengangkat kedua tangan mereka ke arah Mo Lian.


Mo Lian hanya diam dan mendongak, menatap semua mayat yang bergegas ke arahnya. Adegan ini membuat Sekte Boneka merasa di atas angin dan memandangnya dengan bodoh, tapi dia masih tetap tenang tanpa menggerakkan tangan.


Tepat ketika semua mayat berada di depannya dan hendak mengenai pakaiannya, tiba-tiba angin kencang seperti pedang bertiup dengan Mo Lian sebagai pusatnya.


Dengan deru angin yang kencang, mayat-mayat yang melompat ke arah Mo Lian berhenti bergerak dan potongan daging jatuh satu per satu di depannya. Hancurnya tubuh mayat, membuat energi yang ada di dalam tubuhnya terurai, aroma busuk langsung naik dan darah yang awalnya beku, mencair dan keluar dari potongan-potongan daging, mengeluarkan darah hitam yang membasahi tanah.


Lima orang dari Sekte Boneka, yang awalnya sangat percaya diri dan bahkan tersenyum menghina, terdiam dengan senyum yang membeku.


Tidak memberi kesempatan untuk berbicara, Mo Lian melesat ke orang terdepan. Dia berhenti dengan kaki kiri di depan dan membentuk semacam kuda-kuda yang kokoh, telapak tangan kirinya berhenti beberapa inci di depan sosok hitam dengan postur tubuh pria di depannya.


Pria di balik tudung yang awalnya takut sampai menutup mata, membuka matanya perlahan. Dia menatap kosong ke arah Mo Lian, bingung apa yang sedang terjadi. "Aku, tidak mati?"


Tepat setelah mengatakan itu, pandangan dunia pria itu terlihat miring dan merasa tubuhnya memendek. Tapi dari pandangan orang-orang di belakangnya, kepalanya telah terpisah dari tubuhnya, dan detik berikutnya tubuhnya terpotong-potong.


Segera, semua orang dari Sekte Boneka berbalik, bahkan saling mendorong rekan-rekan mereka agar menjadi perisai daging dan menyelamatkan diri mereka sendiri.

__ADS_1


Mo Lian berdiri perlahan, dia mengangkat tangannya, lalu menurunkannya perlahan.


Tiba-tiba, di langit ada ratusan pedang biru yang muncul dari kekosongan, itu mengunci empat orang berjubah hitam yang terbang di langit. Detik berikutnya, pedang-pedang itu melesat, membelah udara dan menusuk tubuh mereka semua.


Empat orang yang tertusuk, tidak sempat menghindar dan tidak tahu bagaimana pedang tiba-tiba sudah menembus tubuh mereka. Kemudian tubuh mereka terjatuh di tanah, membuat suara benturan membosankan.


"Setelah bertarung melawan Dewa Abadi Surgawi, melawan orang-orang ini tidak membangkitkan semangat. Aku bahkan bisa membunuh Dewa Abadi Surgawi dengan Kesadaran Ilahi, apalagi mereka dari Sekte Boneka."


Hong Xi Ning, Qin Nian dan Yun Ning yang menunggu di dahan pohon, melompat turun menghampiri Mo Lian dengan Xiao Yi di pelukan Qin Nian.


Qin Nian melihat mayat-mayat yang terpotong di tanah, kemudian menatap Mo Lian. "Sayang, bukankah kita harus menangkap mereka semua hidup-hidup untuk latihan Xiao Yi?"


Xiao Yi yang sudah berdiri sendiri, melihat sekeliling. Tiba-tiba, dia merasa mual dan memuntahkan isi perutnya. Pemandangan ini terlalu berat dan menjijikkan untuk gadis seusianya.


Qin Nian menunduk, mengulurkan tangannya dan mengusap kepala Xiao Yi.


"Kita akan pergi ke Sekte Boneka hari ini. Sudah terlalu lama mereka membuat masalah, cukup sudah bagi mereka untuk bersenang-senang, sekarang waktunya untuk menghapus Sekte Boneka. Jika ingin mencari orang sebagai bahan latihan, di Sekte Boneka banyak bahan." Mo Lian mengulurkan tangannya mengarah ke Xiao Yi. Cahaya hijau samar mengelilingi Xiao Yi, membuatnya kembali tenang dan tidak lagi mual-mual.


Awalnya Mo Lian ingin menunda terlebih dahulu tentang masalahnya dengan Sekte Boneka, tapi dia merasa ini sudah terlalu lama, dan setelah menghancurkan Sekte Boneka, dia ingin menghilangkan Keluarga Guo dari Kota Louhu.


Pandangan Mo Lian teralihkan pada pemuda yang sekarat. "Dari sekte mana kau berasal? Apa masalahmu dengan Sekte Boneka?"


Pemuda itu merenung, kemudian tersadar. Dia berusaha berdiri, memegang perut kanannya yang sedikit berlubang. "Tanah Suci: Gunung Taiyi, aku tidak sengaja menemukan Ular Xing untuk mengambil darahnya, tapi Sekte Boneka menyerang dan mengambil barang yang sudah aku dapatkan."


Mo Lian mengangguk kecil dan melambaikan tangannya, membuat pemuda itu dibungkus dengan cahaya hijau yang menyembuhkan semua luka-lukanya.


"Xiao Yi. Apakah kau ingin pergi bersama? Jika tidak tahan, kami bisa mengantarmu pulang." Mo Lian merasa bahwa Xiao Yi harus membiasakan diri dengan pembunuhan, setidaknya melihatnya. Tapi, dia tidak bisa memaksakan kehendaknya.


Xiao Yi merenung sejenak dengan kepala tertunduk. Kemudian mendongak, dia mengepalkan tangannya dan menjawab, "Xiao Yi ingin ikut!"


Mo Lian tersenyum tipis, lalu tanpa mengatakan sepatah kata pun, dia membawa semua orang terbang ke arah timur laut di mana Sekte Boneka berada.


Pemuda yang baru sembuh, dibiarkan diam tanpa kata saat melihat orang-orang itu terbang. Dia merasa bodoh karena mengingatkan tentang bagaimana harus menghindari Sekte Boneka, tapi ternyata orang yang awalnya dia anggap remeh, adalah orang yang menyelamatkan hidupnya.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2