Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 219 : Lemah!


__ADS_3

Penatua Jian masih tetap diam di atas podium batu yang lebih tinggi, hingga tak lama kemudian, ia melayang meninggalkan podium dan menatap tajam Mo Lian. "Anak muda! Aku tidak menyangka kau dapat mengungkapkan siapa sebenarnya aku. Benar! Aku adalah Kultivator Iblis!"


"Tapi, apa? Kalian semua di Kota Mengyin tidak akan bisa mengalahkanku! Sebentar lagi aku bisa menembus Jiwa Emas!"


Mo Lian mengabaikan ucapakan Penatua Jian yang tidak berarti, dan menunjuk dua Alam dan Manusia yang tersisa, kemudian meledakkan mereka berdua dalam sekejap mata tanpa meninggalkan jejak.


"Sial! Beraninya!" Penatua Jian mengumpat kesal saat diabaikan oleh Mo Lian.


Mo Lian menghentakkan kaki kanannya, membuat bebatuan naik sejajar dengan tingginya. Kemudian ia menendang batu itu mengarah pada Penatua Jian. Tendangan ini tidak terlalu kuat, tapi cukup untuk meledakkan Inti Emas.


Wush! Boom!


Batu seukuran kelapa itu melesat mengarah pada Penatua Jian dengan kerasnya, kemudian sedikit meledak dengan asap putih yang menutupi Penatua Jian. Tendangannya terlalu cepat, membuat Penatua Jian terlambat untuk bereaksi.


Ketika angin berembus dan menghilang asap tebal, terlihat Penatua Jian yang berantakan, banyak koyakan pada pakaiannya, dan beberapa goresan pada bagian kulit. Ini tidak pernah diharapkan, Kultivator Setengah Jiwa Emas akan terluka hanya dari sebuah tendangan batu.


Semua orang membelalakkan mata saat melihat penampilan Penatua Jian, tapi yang lebih mengejutkan adalah tentang fakta bahwa Penatua Jian merupakan seorang Kultivator Iblis yang tidak pernah diketahui.


Mereka tahu Kultivator Iblis pantas untuk dibunuh, tapi tidak ada yang berani bergerak karena kekuatan mereka yang sangat jauh.


Penatua Jian mengepalkan kedua tangannya erat, kemudian ia mengangkat kedua tangannya. "Teknik Iblis Petarung, Gerakan Pertama. Tangan Pencabut Nyawa!"


Gemuruh menggelegar di langit biru yang cerah, kemudian tercipta pusaran cahaya merah gelap yang sangat kuat dengan aura membunuh yang menekan. Dari pusaran itu terlihat tangan merah kehitaman yang sangat besar.


Mo Lian mengangkat tangannya dan menyentuhkannya satu sama lain. Ia hendak menggunakan salah satu teknik kuat, namun ia urungkan karena itu dapat mengungkapkan identitasnya yang merupakan murid dari Sekte Zhongjian. Ia tidak ingin mengungkapkan siapa dirinya yang sebenarnya, karena ini belum waktunya.


Mo Lian mengalirkan energi spiritualnya pada Cincin Ruang dan mengeluarkan Tombak Emas, yang merupakan Senjata Dao tingkat 4.


Penatua Jian terperangah saat melihat senjata Mo Lian, kemudian ia tersenyum menjijikan seperti mendapatkan mangsa. "Serahkan senjatamu, maka aku akan mengampunimu dan akan menjadikanmu budakku!"


Mo Lian hanya diam dan mengalirkan energi spiritualnya pada Tombak Emas, membuat tombak itu memancarkan cahaya yang sama dan aura kuat keluar darinya. Tanpa ragu, ia melemparkan tombak itu ke langit.


Bang! Wush!


Hanya dari melempar tombak, dentuman keras terdengar bersama dengan angin bertiup kencang ke segala arah, mengikis lantai podium arena. Tombak itu melesat bagaikan kilatan cahaya, menembus tangan yang bisa menutupi setengah lapangan sepakbola.


Duarr!

__ADS_1


Kilatan cahaya emas menyelimuti seluruh lengan yang sangat besar itu, kemudian terdengar ledakan keras yang memekakkan telinga saat tangan itu meledak.


Mo Lian mengangkat tangannya ke atas, mengarahkannya pada Tombak Emas yang terus melesat jauh meski telah menghancurkan lengan. Hanya dari angkatan tangannya saja, Tombak Emas itu menghilang dan kembali ke genggamannya.


"Ini ..." Penatua Jian tidak bisa berjaya di saat melihat salah satu serangannya terpatahkan.


Dengan kecepatan yang tiada tara, kecepatan seorang Dao Immortal, ia bisa menyingkat jarak ratusan meter hanya dalam kedipan mata. Mo Lian yang sudah berada di depan Penatua Jian itu mengangkat kaki kanannya, menendang dagu Penatua Jian.


"Aaack!" Penatua Jian mengigit lidahnya dan melesat naik saat terkena tendangan Mo Lian yang sangat menyakitkan.


Mo Lian kembali berpindah dan sudah menunggu jauh di atas Penatua Jian. Ia memutar tubuhnya secara horizontal untuk mengambil ancang-ancang, kemudian menendang pundak Penatua Jian dengan tumit kaki kanannya.


Penatua Jian itu kembali melesat tajam dengan bagian kepala yang jatuh terlebih dahulu.


Mo Lian yang melihat itu tidak membiarkan Penatua Jian untuk melawan ataupun bertahan. Ia ingin memperlihatkan pada semua orang, apa itu kekuatan dan dominasi. Ia mengangkat tangan kirinya perlahan, seperti ada beban berat di telapak tangannya.


Getaran hebat terjadi di pusat kota, yang kemudian pilar tanah melesat naik sebesar podium arena. Pilar itu sangat cepat, bergerak terbalik dengan Penatua Jian yang turun.


Boom!


Dampaknya sangat kuat dan mengakibatkan beberapa patah tulang.


Boom! Boom! Boom!


Penatua Jian terus masuk ke dalam podium arena dan tertanam pada pilar tanah. Setiap kali Penatua Jian masuk, pilar tanah itu akan menimbulkan retakan besar di sekitarnya, yang kemudian meledak ke segala arah. Namun dengan sigap dihalau oleh Kultivator kuat di Kota Mengyin.


Pukulan Mo Lian ini sangat keras hingga menghancurkan pilar tanah setinggi dua ratusan meter, dan terlihat Penatua Jian yang seluruh tulang di tubuhnya telah patah. Penatua Jian tergeletak tak berdaya di lubang yang berada di tamah, dengan darah yang merembes dari pori-pori kulitnya.


Masih belum cukup, Mo Lian yang berada di langit itu tidak menggunakan energinya untuk terbang, dan jatuh bebas dengan kecepatan yang mengerikan.


Mo Lian yang jatuh itu mendarat di perut Penatua Jian dengan kerasnya, hingga memutuskan tubuh Penatua Jian menjadi dua bagian. Dari jatuhnya ia tadi juga menimbulkan gelombang angin yang sangat kencang dan menggetarkan bangunan-bangunan sekitar.


Untungnya lautan manusia di sana sudah pergi menjauh semenjak Pertandingan Beladiri sudah berubah menjadi acara pembunuhan. Jika tidak, entah berapa banyak korban yang berjatuhan.


Mo Lian membungkukkan badannya dan mencengkeram kepala Penatua Jian, kemudian mengangkatnya. "Setengah Jiwa Emas? Memalukan."


Penatua Jian mencoba membuka matanya. "Ka- Kau, bu- bukan Inti Emas. Ba- Bahkan, Patriak Sekte ... yang Jiwa Emas tahap ... Menengah ... tidak sekuat dirimu." Suaranya berat dan serak, serta terdengar sangat pelan.

__ADS_1


Mo Lian menggunakan tekniknya untuk mencari tahu ingatan Penatua Jian. Bayangan yang tidak ingin dilihat terpampang jelas di pikirannya, terlihat jika Penatua Jian suka sekali menikmati tubuh gadis muda di bawah umur, dan mempermainkan istri orang lain di depan suaminya.


Mo Lian benar-benar marah dan ingin membunuhnya sekarang juga. Namun ia menahan diri untuk mendapatkan semua informasi yang diinginkannya. Hingga tak lama kemudian, ia membuka matanya dan meledakkan kepala Penatua Jian.


Inti Jiwa berwarna oranye terlihat mencoba melarikan diri dari dalam mayat. Dengan kibasan tangan Mo Lian, ia berhasil menangkap Inti Jiwa Penatua Jian yang hendak kabur. "Aku akan membakar jiwamu selama seribu tahun."


Api berwarna biru mulai tercipta di telapak tangannya dan membakar Inti Jiwa Penatua Jian.


"Aaarrrgghh!" Penatua Jian berteriak keras dengan suara yang mengerikan.


Mo Lian ingin memasukkan Inti Jiwa itu ke dalam ruang kosong nan gelap, yang tidak ada jalan keluar. Namun, dengan kekuatannya yang sekarang, ia masih jauh dari kata mampu untuk mengunci jiwa dalam kekosongan.


"Aku akan menyimpanmu ke dalam Botol Jiwa, kau tidak akan bisa keluar dari sana. Kecuali, Heavenly Immortal yang menolongmu, atau aku sendiri."


Mo Lian mendongak dan melihat sekitar, banyak tatapan mata yang tertuju padanya. Ia tahu hal ini akan menjadi sangat merepotkan, karena akan banyak yang berdatangan untuk berguru padanya atau memintanya untuk bekerja pada sebuah keluarga.


Bekerja di sebuah keluarga? Itu adalah hal mustahil yang tidak akan pernah ia lakukan.


Mo Lian menghembuskan napas panjang, kemudian menghilang tertelan tanah di bawahnya. Tentu saja sebelum menghilang, ia mengambil semua Cincin Ruang yang tersebar.


***


Selatan Kota Mengyin


Mo Lian yang berada di gang kecil nan gelap itu bersandar di dinding dan termenung, menyusun semua informasi yang didapat tadi.


"Organisasi Bulan Merah adalah kelompok misterius yang terbentuk seratus tahun lalu, dikatakan kekuatan Ketuanya ditingkat Jiwa Emas tahap Menengah dan hampir menembus ke tahap Akhir ..."


"Memiliki jumlah anggota hampir satu juta, dan senang sekali menghancurkan kota, membunuh manusia dan memakan dagingnya."


Mo Lian berjalan keluar dari gang kecil. "Untuk saat ini, aku akan menghilangkan semua hak tentang Organisasi Bulan Merah di tempat ini ..."


"Kemudian, aku akan menghancurkan salah satu markas di Kekaisaran Tang ini!"


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2