Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 197 : Membersihkan Pulau Siwang Zhi Hun


__ADS_3

Mo Lian berdiri dari tempat duduknya yang berada di balkon nomor satu, kemudian berjalan menuju tempat pembayaran. Ia mendapatkan banyak diskon dari pembayaran sebesar 10%, itu diberikan langsung oleh orang yang menjual pulaunya, bahkan pihak pelelangan juga tidak mengambil komisi lelang dari hasil penjualan Paket Kultivator.


Setelah membayar semuanya, Mo Lian keluar dari gedung pelelangan. Ketika ia keluar, banyak tatapan mata yang tertuju padanya. Ia menoleh ke arah tenggara, melihat Kota Taizhou yang berada di Provinsi Zhejiang.


Mo Lian menoleh ke kiri, melihat Mo Qian dan Su Jingmei yang sedang berbicara dengan Pasukan Mata Setan, serta Keluarga Yan yang memang kenal dengan Mo Qian. "Ayah, Ibu. Aku akan pergi ke Pulau Siwang Zhi Hun, apakah kalian berdua ingin pergi bersama?"


Mo Qian dan Su Jingmei menoleh ke arah Mo Lian, kemudian kembali lagi melihat perwakilan dari Pasukan Mata Setan dan Keluarga Yan. Setelah itu, mereka berjalan bersama menghampiri Mo Lian.


"Tentu, mereka juga ingin ikut bersama." Su Jingmei menoleh ke belakang, memperkenalkan orang-orang yang di belakangnya.


"Salam, Patriak." Belasan orang di belakang Su Jingmei menangkupkan kedua tangannya.


Mo Lian hanya mengangguk kecil dengan senyum tipis terukir di wajahnya, dan mengangkat tangan kirinya sejajar dengan dada, membalas salam semua orang. Ia berbalik menghadap ke arah tenggara, kemudian melayang perlahan meninggalkan daratan. "Ayo, aku ingin cepat-cepat menyelesaikan ini." Ia menekan udara di bawahnya, kemudian melesat menuju Kota Taizhou.


Mereka semua menganggukkan kepala, kemudian melayang perlahan meninggalkan daratan dan terbang mengikuti Mo Lian.


Ratusan orang lain yang tidak diajak untuk pergi bersama, tetap mengikuti untuk melihat apa yang sebenarnya akan dilakukan oleh Mo Lian di Pulau Siwang Zhi Hun. Bagaimanapun, pastinya mereka ingin melihat kekuatan dari Dewa.


Mo Lian sendiri hanya diam dan mengabaikannya. Ia tidak masalah jika ada yang mengikutinya, asalkan tidak ada niatan buruk. Jika mereka memiliki niatan buruk, bahkan jika itu melihatnya dari jarak puluhan ribu mil, ia akan tetap membunuhnya.


Hanya membutuhkan kurang dari satu jam untuknya sampai ke Pulau Siwang Zhi Hun, namun karena ia harus menahan kecepatannya pada Ranah Inti Perak normal, maka setidaknya membutuhkan waktu hampir tiga jam.


Kemudian untuk Fase Lautan Ilahi yang mencoba mengikuti, mereka hanya bisa mengikuti dari jauh. Fase Lautan Ilahi sendiri biasanya tidak bisa terbang dan hanya melayang beberapa meter dari permukaan tanah, namun setelah perbaikan energi spiritual di Bumi, mereka sudah bisa terbang.


Namun tidak dengan Mo Lian, yang sudah bisa terbang dengan bebas meski saat itu masihlah Fase Lautan Ilahi. Tapi meski begitu, Aliansi Beladiri Huaxia dan Pasukan Taring Naga juga bisa melakukan hal yang sama, itu karena pelatihan yang berlangsung puluhan tahun setelah menembus Fase Lautan Ilahi.


Kemudian untuk 12 Penatua di Sekte Dongfangzhi, meski mereka masih ditingkat Fase Lautan Ilahi saat berhadapan dengan Organisasi Dunia Hitam, mereka sudah bisa melakukan hal yang sama. Karena, Mo Liaj sendiri yang turun tangan untuk melatih.


Waktu berlalu dengan cepat, dan tak terasa sudah tiga jam berlalu. Mereka sudah tiba di langit Pulau Siwang Zhi Hun, terlihat di bawah mereka ada sebuah pulau yang nampak biasa-biasa saja, namun bagi seorang Kultivator yang sensitif akan aura, itu adalah kisah lain.


Pulau itu dikelilingi oleh aura hitam yang mengerikan, yang membuat tumbuhan di sana mulai layu dan kering, bahkan mulai mencemari air di pantai. Jika orang biasa terkena aura itu, maka tubuh mereka akan kering karena esensi kehidupan mereka yang terhisap.

__ADS_1


Pulau Siwang Zhi Hun mulai bergetar hebat seperti gempa bumi, kemudian dari dalam pulau mulai terlihat ratusan cahaya merah gelap yang melesat ke langit, dengan niat membunuh yang terlepas.


"Kekekekeke! Aku menemukan mangsa! Dua minggu lalu ada pria tua yang memiliki energi kuat tapi berhasil melarikan diri. Sekarang, banyak sekali yang datang, ini bisa mengenyangkan diriku dan meningkatkan kekuata—"


Duarr! Duarr! Duarr!


Ledakan yang bersahutan terus terdengar secara tiba-tiba, dan terlihat api yang membumbung tinggi di udara, bersama dengan rasa hangat yang menyebar ke segala arah.


Semua orang yang keheranan itu menoleh pada Mo Lian, terlihat jari Mo Lian bercahaya emas, yang merupakan Element Cahaya.


"Aku berencana untuk mengirim kalian untuk bereinkarnasi ke kehidupan selanjutnya, setelah menghapus ingatan kalian. Tapi karena kalian yang meminta untuk menghilang, maka aku akan mengabulkannya."


Mo Lian mengepalkan tangan kanannya, kemudian membukanya lagi, terlihat di telapak tangannya terdapat gumpalan cahaya emas. Cahaya emas itu bergerak sangat cepat ke tengah-tengah mulai, kemudian membesar membungkus Pulau Siwang Zhi Hun beserta perairan sekitarnya.


Cahaya berbentuk setengah bola itu mulai berputar-putar, kemudian meledak dan berubah menjadi cincin emas yang menyebar ke segala arah. Pulau Siwang Zhi Hun yang sebelumnya tandus dan kering, sudah berubah menjadi subur kembali dan dipenuhi oleh tanaman.


Mo Lian tadi menggunakan Element Cahaya dan Element Kayu untuk menghilangkan aura kematian yang penuh dendam dan dengki, serta menyuburkan tanah di sana.


Mo Lian mengangkat tangan kirinya perlahan, seperti sedang mengangkat beban yang berat. Air laut mulai bergejolak dan menciptakan gelombang yang cukup tinggi. Dari dalam lautan, tanah mulai melonjak tinggi yang sejajar permukaan pulau. Tanah itu sendiri memiliki panjang dua mil dari pinggir pantai, ini digunakan untuk membuat Profound Ark nanti.


Mo Lian membuat segel tangan, kemudian diakhiri dengan tangan kanan yang bertumpu pada telapak tangan kiri, dengan jari telunjuk dan tengah dari tangan kanan menghadap ke langit. "Element Tanah, Gerakan Pertama. Aku Ingin Rumah."


Pulau Siwang Zhi Hun kembali bergetar hebat, hingga secara tiba-tiba tanah melonjak naik di tengah-tengah pulau, membentuk sebuah pilar yang setinggi lima puluhan meter. Dari permukaan dinding pilar itu mulai membentuk lubang jendela, balkon, dan lain sebagainya.


Semua orang yang tidak berasal dari Sekte Dongfangzhi membuka matanya lebar saat melihat bagaimana Mo Lian melakukan semua hal dengan mudahnya, dari memurnikan Pulau Siwang Zhi Hun dan menguburkannya lagi, sampai membangun sebuah gedung tinggi.


Memang dari mereka sendiri bisa melakukan hal yang sama, tapi tidak dengan pengendalian yang sangat luar biasa, sampai bisa melakukan pembentukan.


Mo Lian menurunkan kedua tangan secara perlahan. "Sangat disayangkan mineral di pulau ini sangat terbatas, sehingga aku tidak bisa membangun gedung berbahan besi, atau kaca untuk menambah kesan."


Teknik ini adalah teknik yang sengaja dibuatnya untuk bepergian, apabila ia sedang malas untuk kembali ke kota. Teknik ini juga baru dibuat saat ia di Bumi, bukan di kehidupan sebelumnya saat berada di Galaxy Pusat.

__ADS_1


"Lian'er, apakah kau ingin tinggal di sini?"


Mo Lian berbalik melihat Su Jingmei yang berbicara. "Iya, aku ingin membangun sesuatu, yang harus dijaga penuh, karena itulah aku ingin tinggal di sini sampai apa yang kubuat benar-benar selesai."


Su Jingmei terdiam sejenak, kemudian menghembuskan napas. Ia mengangkat tangan kanannya, mengusap lembut pipi kiri Mo Lian. "Baiklah, Ibu akan datang berkunjung seminggu sekali untuk melihat keadaanmu. Jaga baik-baik dirimu, dan jangan sampai telat makan," ucapnya lembut dan halus.


Mo Lian memegangi tangan Su Jingmei yang menyentuh pipinya. "Baik, Bu."


Semua orang tidak bisa menahan keterkejutan mereka saat melihat ekspresi wajah Mo Lian yang tidak pernah mereka pikirkan. Yang terlihat sangat keras dan dingin saat di pelelangan, ternyata bisa membuat ekspresi halus yang menenangkan.


Ketika melihat ini, akhirnya ratusan orang mulai berpikiran yang sama. Ibu adalah yang lebih tinggi daripada Dewa!


Mo Fefei berjalan ke tengah-tengah Su Jingmei dan Mo Lian. "Ibu, bolehkan aku tinggal di sini bersama Kakak?" Matanya bersinar-sinar penuh harapan.


Su Jingmei menoleh ke kiri menatap Mo Fefei. "Lalu bagaimana dengan sekolahmu?" Ia menyentuh lembut hidung Mo Fefei.


Mo Fefei terdiam sejenak, mengalihkan pandangannya ke sisi lain. "Bolos saja," gumamnya seperti berbisik.


"Fefei, aku bisa mendengarmu."


Mo Fefei tersentak saat mendengar ucapan Mo Lian. Ia berjalan menuju Mo Qian dan bersembunyi di belakangnya. "Ayah, Kakak ingin memukul kepalaku."


Mo Lian yang mendengar itu hanya diam dan menggeleng pelan. Ia mengarahkan telapak tangannya pada Pulau Siwang Zhi Hun, kemudian berbalik dan membawa keluarganya untuk kembali ke Kota Chengdu.


Saat ia mengarahkan telapak tangannya tadi, ia menciptakan klon yang menggunakan pohon di sana, untuk menjaga Pulau Siwang Zhi Hun.


Pembangunan Profound Ark, akan dilakukan tiga hari dari sekarang, dan dalam waktu itu mereka akan pergi mencari bahan-bahan pelengkap. Entah itu di Tebing Shiuhai, dan sembilan dimensi ruang lain milik Aliansi Revolusi Dewa.


Mo Lian yakin masih ada dari mereka yang bersembunyi di sana, dan tidak berani untuk keluar karena akan terbunuh pada saat itu juga.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2