Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 225 : Mengambil Tindakan


__ADS_3

Kota dengan jumlah penduduk sebanyak seratus lima puluhan juta jiwa itu mengalami kekacauan dan kepanikan saat mendengar suara yang menggelegar di langit, mereka mulai memasuki rumah masing-masing atau meminta perlindungan pada yang lain karena takut bertemu dengan Kultivator Iblis.


Paviliun Kongqi Hei'an yang mendengar itu tetap tenang seperti tidak merasa bersalah atau merasa jika pemberitahuan itu bukan ditujukan untuk mereka. Bagaimanapun, selama 38 tahun mereka berada di sini, tidak ada yang tahu jika mereka adalah Kultivator Iblis.


Xang Jiazheng yang mendengar itu hanya bisa terdiam, tidak menyangka jika Mo Lian akan bergerak terlalu cepat.


Biasanya, jika ada orang yang ingin melakukan tindakan luar biasa seperti menghancurkan suatu organisasi, harus menyusun rencana matang-matang, bahkan membutuhkan puluhan tahun tergantung seberapa kuat organisasi itu. Tapi tidak dengan Mo Lian, jika ingin menghancurkan, maka hancurkan 'lah.


Mo Lian yang sebelumnya menghilang setelah terbakar di depan umum itu telah muncul kembali. Ia muncul di langit wilayah Paviliun Kongqi Hei'an, yang memiliki luas lahan delapan kali lapangan sepakbola.


"Formasi di sini berada ditingkat Empat, lebih kuat dari formasi array yang melindungi kota." Mo Lian turun perlahan dari ketinggian langit setelah menembus formasi array. "Tapi di mataku, formasi ini tidak berarti sama sekali."


Mo Lian yang sudah masuk ke bagian terdalam dari wilayah Paviliun Kongqi Hei'an tidak langsung menghancurkannya, melainkan ia berkeliling terlebih dahulu untuk mendapatkan sumber daya di sini.


Saat ini ia berada di dalam hutan kecil yang digunakan untuk menanam Ginseng Kayu, dan beberapa hewan kecil yang dibudidayakan untuk diambil darahnya.


Dari yang didengarnya di depan, Paviliun Kongqi Hei'an bergerak dibidang perdagangan barang, sangat senang memonopoli perdagangan di Kota Xingmai dan sekitar.


Akan membeli barang dengan harga rendah, dan menjualnya setinggi mungkin. Bahkan, dari apa yang dikatakan Xang Jiazheng, ada unsur pengancaman yang dilakukan untuk menerima barang.


Mo Lian tidak peduli dengan cara apa mereka berdagang, ia hanya tidak bisa membiarkan Kultivator Iblis tetap ada di dunia.


Mo Lian membelah semak-semak yang menutupi jalannya, dan melihat ada ratusan orang yang sedang menjaga bangunan berlantai sembilan. Bangunan itu berwarna merah menyala, bentuknya tidak seperti pilar, melainkan istana besar.


Di setiap lantainya juga dijaga oleh Kultivator Inti Emas tahap Akhir maupun Setengah Alam dan Manusia, benar-benar penjagaan yang luar biasa. Kekuatan Paviliun Kongqi Hei'an bisa dikatakan melebihi Kediaman Penguasa Kota itu sendiri, mengingat mereka memiliki jutaan anggota, sedangkan Penguasa Kota hanya belasan ribu saja.


Mo Lian yang berada di balik pagar semak-semak itu mengangkat tangan kanannya di depan dada, dengan jari telunjuk dan tengah menghadap ke langit. "Teknik Element Kayu, Penjara Pohon."


Ia sudah bisa melepaskan teknik tanpa harus melakukan segel tangan seperti sebelumnya, dan saat ini hanya perlu membuat gerakan tangan sederhana.


Getaran yang mengerikan bagaikan gema terjadi di seluruh penjuru wilayah Paviliun Kongqi, kemudian terlihat retakan-retakan besar di permukaan tanahnya. Dari retakan-retakan itu, memperlihatkan akar pohon yang sangat besar dan memiliki kecepatan tumbuh yang sangat luar biasa.


Akar pohon itu membentuk sebuah pagar yang mengunci seluruh wilayah Paviliun Kongqi Hei'an, dan terus tumbuh sampai belasan ratusan meter ke langit, kemudian menutup semua celah yang digunakan untuk masuk maupun keluar dari sana.

__ADS_1


Jika dilihat dari luar, Paviliun Kongqi Hei'an yang luas telah menghilang dan digantikan dengan sangkar besar yang terbuat dari akar pohon, menutupi semuanya, dan di bagian atasnya terdapat dahan-dahan pohon dengan dedaunan besar yang hampir menghalangi sinar matahari yang menerangi setengah kota.


"Sialan! Siapa yang melakukan ini?! Siapapun, serang akar pohon itu!"


"Sudah! Tapi semua serangan tidak berdampak sama sekali! Bahkan goresan pun tidak terlihat! Terlebih lagi, di sini sangat gelap!"


Ketika semua orang sedang panik dan menyerang akar pohon untuk bisa meninggalkan tempat, Mo Lian mulai bergerak memasuki bangunan pusat, yang sepertinya itu adalah pusat pemerintahan dari Paviliun Kongqi.


"Jiwa Emas tahap Akhir." Mo Lian merasakan Kultivator kuat yang seharusnya tidak ada di Kota Xingmai. Kultivator itu bersembunyi jauh di kedalaman tanah dan di ruangan di lantai teratas.


Mo Lian berpura-pura tidak menyadari Kultivator Inti Emas maupun Setengah Dao Immortal, dan mengambil semua barang yang ada di lantai dasar, tidak peduli apakah itu barang berharga atau tidak.


Di dalam ruangan yang sangat gelap ini, ia bisa mengetahui di mana tata letak semua benda yang ada, termasuk kehidupan kecil lainnya seperti serangga.


Setelah mengosongkan benda di lantai satu, ia kembali bergerak sangat cepat untuk pergi ke lantai selanjutnya dan mengambil semua barang di sana. Ia memasukkan barang-barang itu ke dalam Cincin Ruang tak terbatas.


Hingga saat ia baru memasuki lantai sembilan, ia menghentikan langkah kakinya karena melihat belasan orang yang sudah menunggunya datang.


Cahaya merah muncul menerangi ruangan yang gelap, memperlihatkan seorang pria paruh baya berambut hitam panjang sedikit mengembang di bagian ujungnya. Alis tajam bagaikan pedang, mata merah menyala bagaikan bola lampu, dengan rambut-rambut halus di wajahnya.


Pria paruh baya itu mengenakan pakaian putih dengan rompi berwarna cokelat, dan mengenakan jubah tambahan berwarna merah gelap seperti darah.


"Tidak terlalu, semua barang di sini seperti sampah, bahkan ini bertebaran di tempat pembuangan sampai di mana aku berada."


Pria paruh baya bernama Bai Guan Lin itu menggertakkan giginya dengan kedua tangan yang terkepal. Ia benar-benar sangat marah atas penghinaan yang diterimanya, apalagi pelaku yang membunuh anaknya berada di depannya.


"Organisasi Angin Hitam, Kekaisaran Yang. Akan aku pastikan, menghabisi kalian semua tanpa sisa." Mo Lian berjalan perlahan dan melepaskan bola cahaya untuk menerangi ruangan.


"Mengapa kalian tidak memanggil orang yang berada jauh di dalam tanah, orang yang sedang berkultivasi untuk menembus Dao Immortal." Mo Lian merasakan kekuatan orang yang jauh di dalam tanah itu terus meningkat, karena mengambil esensi darah.


Bai Guan Lin dan yang lain tertegun saat mendengar perkataan Mo Lian. Tidak ada yang tahu tentang keberadaan orang di kedalaman tanah, bahkan Penguasa Kota saja tidak pernah tahu.


Mo Lian mengalirkan energi spiritualnya menyelimuti tinju kanannya, kemudian ia memukulkan tinjunya pada lantai di bawah kakinya.

__ADS_1


Bang! Boom! Duarr!


Dentuman keras yang memekakkan telinga terdengar bersamaan dengan angin menyebar luas ke segala arah, meledakkan bangunan pusat di mana mereka berada. Dari pukulan Mo Lian itu tercipta tekanan angin yang jatuh, melesat jauh ke dalam tanah di mana Setengah Dao Immortal berkultivasi.


Tekanan angin yang sudah melesat dalam itu menyebar, membuat tanah mulai naik ratusan meter ke langit sampai menghantam puncak akar pohon, lalu jatuh kembali menghujani semua manusia di sana tanpa terkecuali.


Sebelum melakukan pukulan ini, Mo Lian sudah memastikan tidak adanya manusia biasa ataupun Kultivator Dao di sini. Semua yang terjebak di dalam Penjara Pohon adalah Kultivator Iblis.


Hanya dengan satu pukulan Mo Lian, seluruh wilayah Paviliun Kongqi Hei'an sudah hancur berantakan, dan Kultivator dibawah Inti Emas terbunuh saat itu juga tanpa sisa sama sekali.


"Siapa yang mengacaukan kultivasiku?" Suara yang menggema terdengar di dalam Penjara Pohon, menggetarkan daratan dan memberikan tekanan yang kuat.


Bai Guan Lin memperlihatkan raut wajah cerah saat melihat kedatangan pria yang ditunggunya selama ini. Sebelumnya memang ia cukup kaget dengan kekuatan Mo Lian, namun tidak untuk sekarang. Ia mengalihkan perhatiannya pada Mo Lian yang berdiri di batu tajam yang mencuat dari dalam tanah. "Kau! Menghancurkan Paviliun Kongqi milikku! Aku akan membunuhmu dan membakar jiwamu!"


Mo Lian mengangkat kedua tangannya perlahan, kemudian membuat segel tangan dengan kecepatan stabil. Semakin lambat ia membuat gerakan, semakin kuat tekanan udara di dalam Penjara Pohon, karena energi spiritual yang terkumpul sangat murni dan padat.


"Teknik Sembilan Pukulan, Gerakan Kesembilan! Ledakan Mengguncang Surga!" Mo Lian menyentuhkan kedua telapak tangannya.


Gemuruh menggelegar di dalam Penjara Pohon, menggetarkan akar pohon itu sendiri, dan semua yang berada di sini berteriak keras menjelaskan rasa sakit yang sangat menyiksa.


Satu per satu Inti Emas dan Alam dan Manusia yang tersisa mulai berjatuhan dari langit, mereka semua mati dengan keadaan tubuh yang mengenaskan. Darah mengalir deras dari kedua bola mata, telinga, hidung, mulut dan pori-pori kulit.


Bahkan Setengah Dao Immortal yang merupakan kakek tua berjenggot panjang sampai dada juga merasakan efek dari gemuruh yang ada.


Mo Lian menurunkan kedua tangannya perlahan. "Membunuh kalian semua, itu adalah hal yang sangat mudah. Tapi, bukankah itu tidak menyenangkan jika kalian mati dengan cepat?"


"Jadi, tolong hibur aku!"


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2