Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 43 : Ujian Sekolah


__ADS_3

Dua Hari Kemudian


Hari libur sekolah sudah berakhir, akhirnya ia harus berangkat ke sekolah seperti biasanya. Untuk seminggu ke depan, ia harus mengikuti ujian kelulusan. Ia sendiri juga sudah mempersiapkan diri sebelum ujian, ia hanya perlu membolak-balik halaman di buku, dan kemudian ia sudah selesai menghafalnya secara keseluruhan.


Kabar mengenai pertarungannya di Kota Chongqing tidak tersebar ke SMA 1 Chengdu. Dan meskipun Keluarga Long juga turut hadir, untungnya Long Bing tidak berada di Kota Chongqing. Sehingga kehidupannya di sekolah tidak berbeda jauh dari sebelumnya, menurutnya belum saatnya untuk dunia mengetahui keberadaannya. Bagaimanapun saat ini dirinya masih sangat lemah, masih berada ditingkat pertama dalam kultivasi.


Saat ia datang ke sekolah, banyak sekali obrolan dari para siswa yang mengkhawatirkan tentang ujian yang akan dijalani nantinya.


Mo Lian duduk di bangkunya yang berada tepat di samping jendela, ia menolehkan kepalanya memandangi indahnya bunga sakura yang telah mekar. "Master. Apakah kita akan bertemu lagi?"


Mo Lian menggelengkan kepala, ia membuang semua pikiran aneh yang terbesit di benaknya. "Seharusnya dua tahun lagi Master akan datang ke Bumi."


Tidak lama kemudian, bel sekolah berbunyi menandakan bahwa ujian sekolah tahun terakhir akan dimulai. Pintu kelas terbuka, memperlihatkan seorang wanita muda yang sangat cantik, berambut hitam panjang diikat kuda, mengenakan rok mini hitam ketat di atas lutut, stocking hitam transparan, memakai atasan kemeja putih dengan jas berwarna merah yang menampilkan belahan dada indahnya, serta memakai kacamata putih seperti seorang Guru. Wanita itu adalah orang yang sangat dikenal Mo Lian, ya, Zhing Xumei.


Mo Lian tidak bisa menahan keterkejutannya ketika melihat Zhing Xumei. Ia tidak tahu mengapa Zhing Xumei menjadi pengawas ujiannya, ia memang tahu jika sekolah ini adalah milik Keluarga Qin. Tapi apakah boleh menyuruh orang yang bukan staff maupun Guru sekolah untuk menjadi pengawas, entahlah, ia tidak ingin memikirkannya.


Para siswa yang melihat Zhing Xumei berteriak kegirangan, bahkan ada yang mulai naik ke atas kursi karena saking bahagianya mendapat pengawas ujian yang sangat cantik.


Zhing Xumei hanya terdiam dan terkekeh kecil melihat para siswa yang sangat bahagia. Ketika ia tertawa kecil, para pria merasa jantung mereka berdetak lebih cepat, mereka serasa menemukan wanita yang sangat mereka cintai.


Mo Lian yang melihat kelakukan para siswa hanya bisa terdiam dan menggelengkan kepalanya. Jika ini yang disebut kecantikan, lalu disebut apa Masternya yang sangat-sangat cantik itu.


Zhing Xumei mengalihkan perhatiannya pada Mo Lian, kemudian ia tersenyum sombong seperti orang yang memiliki kekuasaan. Bagaimanapun ia yang sekarang adalah seorang pengawas ujian, dan Mo Lian adalah seorang murid yang menjalani ujian, jadi bisa dikatakan jika kedudukan Zhing Xumei lebih tinggi dari Mo Lian saat berada di sekolah.


Alis Mo Lian berkedut-kedut saat melihat senyuman itu, ia mengangkat tangannya ke udara. "Bu Guru. Kapan kita akan memulai ujiannya?"


Sontak semua orang mengalihkan perhatiannya pada Mo Lian. Banyak tatapan tajam dari para pria yang menatapnya, itu karena Mo Lian dengan tidak tahu malunya memanggil seorang wanita cantik dengan sebutan 'Bu'.


"Uhuk." Zhing Xumei tersedak saat mendengar perkataan Mo Lian. Ia menghela napas panjang kemudian mulai membagikan lembaran ujian pada ketiga puluh siswa yang berada di ruang kelas.


Ketika Mo Lian menerima lembar ujian dan soal. Dengan cepat ia mengisi jawabannya sesaat setelah ia melihat soal dengan sekilas pandang, ini seperti ia ujian, tapi membuka buku pelajaran untuk mencari jawabannya.

__ADS_1


Hanya dalam kurun waktu kurang dari lima menit, Mo Lian sudah mengisi seluruh lembar jawaban. Tanpa menunggu lama, ia berjalan menuju meja guru seraya membawa kertas jawaban dan meletakkannya di atas meja. "Apakah aku harus menghukum mu nanti? Guru yang sangat cantik?" tanyanya dengan senyum penuh makna.


Zhing Xumei menolehkan kepalanya ke arah lain seraya menggaruk pipinya canggung. Beberapa detik kemudian ia tersentak saat merasa ada yang aneh, ia kembali menolehkan kepalanya. "Mo Lia—" ucapnya terhenti saat di depannya sudah tak ada lagi Mo Lian.


Zhing Xumei menundukkan kepalanya melihat lembar jawaban Mo Lian, ia mengecek jawaban milik Mo Lian dengan soalnya. Beberapa menit kemudian, ia tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya terhadap kecepatan Mo Lian menjawab soal, terlebih lagi seluruh jawabannya benar.


"Bagaimana mung— Tidak! Dia bisa membuat obat kecantikan yang luar biasa. Jadi tidak aneh jika dia bisa menjawab soal-soal ujian ini."


Meski berkata begitu, tapi tetap saja ini sangat tidak masuk akal. Namun, ia hanya diam dan membiarkannya.


Ujian kelulusan kembali dilanjutkan, Zhing Xumei menjadi pengawas di ruang kelas Mo Lian sampai hari kedua, dan di hari kedua ia kembali dikejutkan dengan kecepatan pengerjaan Mo Lian.


Tidak terasa sudah tujuh hari terlewat, ujian kelulusan sekolah sudah berakhir. Hari ini tanggal 16 April 2020, empat hari sebelum pembukaan perusahaan yang dijalankan oleh Mo Lian dan ibunya.


Kini Mo Lian berada di ruang keluarga bersama Ibu dan Adiknya. Ia kembali mengecek dokumen-dokumen yang telah disiapkan untuk pembukaan perusahaan, Pil Pingyuan juga sudah dilarutkan dalam air dengan berbagai bandingan, kemudian dimasukkan ke dalam botol kaca kecil.


"Seluruh dokumen yang diperlukan untuk membuka perusahaan sudah lengkap. Izin dari pihak berwenang juga sudah didapat dan produk kita tidak ada bahan-bahan yang berbahaya, puluhan botol yang rencananya akan dijual juga sudah. Lalu satu botol yang akan dilelang di Paviliun Baozang juga sudah siap." Su Jingmei meletakkan lembaran kertas di atas meja.


"Benar. Mungkin aneh jika perusahaan baru langsung membeli gedung dan tak tidak menyewa perlantai, tapi dengan uang kita yang sekarang ditambah keuntungan yang didapat nantinya. Tidak ada salahnya jika membeli gedung di pusat Kota Chengdu yang dijual dengan harga 3 Miliar Yuan." Su Jingmei menambahkan perkataan Mo Lian.


"Apakah kita akan membelinya sekarang, Bu?" Mo Lian bertanya seraya merapikan dokumen-dokumen yang berantakan di atas meja.


Su Jingmei menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, kemudian berdiri dari tempat duduknya. "Tunggu sebentar, Ibu akan bersiap-siap dulu," ucapnya sedikit berteriak seraya naik ke lantai dua.


"Aku juga." Mo Fefei pergi mengikuti Ibunya.


Karena menunggu wanita berdandan sangat lama, Mo Lian memutuskan untuk keluar terlebih dahulu dan menyirami tanaman yang telah ditanam ibunya.


Puluhan menit kemudian, pintu kediaman terbuka. Memperlihatkan dua wanita cantik, yang pertama adalah Ibunya, mengenakan rok mini berwarna hitam ketat di atas lutut yang biasanya digunakan untuk wanita kantoran, berkemeja putih dan jas berwarna hitam yang sedikit rendah di bagian dadanya. Ibu Mo Lian juga tidak memakai stocking, ia memperlihatkan kaki panjangnya yang indah.


Sedangkan untuk Mo Fefei, ia mengenakan rok mini di atas lutut dengan celana hitam panjang sebagai lapisannya. Untuk atasannya mengenakan blouse berwarna krem dan dilapisi dengan blazer berwarna putih.

__ADS_1


Su Jingmei berjalan menghampiri Mo Lian. "Bagaimana? Penampilan Ibumu," tanyanya seraya memutar tubuhnya.


Mo Lian tersenyum lembut, kemudian menjawab, "Ibu sangat cantik. Tapi, alangkah baiknya jika Ibu tidak terlalu banyak bergaya."


Su Jingmei menghentikan gayanya, ia menatap Mo Lian dan kemudian terkekeh kecil. "Baik, baik."


"Kakak! Aku bagaimana?"


"Kau sangat cantik." Mo Lian mengusap lembut puncak kepala Mo Fefei.


Mo Fefei memejamkan matanya dan tersenyum lembut saat kepalanya diusap oleh Mo Lian.


Mo Lian menghentikan usapannya ketika mendengar suara mobil yang berhenti di depan gerbang. Itu adalah mobil Qin Nian, beberapa hari terakhir ini ia selalu diantar oleh Qin Nian, tidak lagi diantar oleh Lee Dong. Mo Lian sendiri senang-senang saja, bagaimanapun yang mengantarnya adalah seorang wanita muda yang cantik.


Ketiganya berjalan keluar dari halaman Mansion Bai Long menuju mobil Qin Nian.


"Bibi, Anda sangat cantik," ucap Qin Nian tersenyum lembut.


Su Jingmei melambaikan tangan kanannya pada Qin Nian dengan tangan kiri menutupi mulutnya. "Ara. Terimakasih, Nak Qin Nian juga sangat cantik. Jika kau menikahi Mo Lian, pastinya aku akan memiliki cucu yang sangat tampan dan cantik," ucapnya dengan nada menggoda.


Mendengar itu, wajah Qin Nian memerah padam. Ia berbalik menyembunyikan wajahnya, setelah tenang, ia membukakan pintu mobil.


Mo Lian hanya diam tak bersuara ketika mendengar perkataan Ibunya, dan berjalan memasuki mobil.


Setelah semua orang telah masuk ke dalam mobil. Qin Nian mengemudikan mobilnya menuju pusat dari Kota Chengdu.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2