Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 174 : Pil Ilahi


__ADS_3

Mo Lian terus terbang memasuki mulut gua yang juga sebagai tempat air sungai berasal. Meski di sekelilingnya banyak sekali barang berharga, namun ia mengabaikannya dan memilih untuk masuk lebih dalam.


Ia memilih untuk menyelesaikan urusannya datang kemari terlebih dahulu, dan nantinya mengambil sebagian rempah maupun herbal yang tersimpan di sini. Lalu sebagian lainnya akan dibiarkan untuk tumbuh berkembang.


Mo Lian tidak merasakan adanya ruang lain di dalam gua ini. Hingga belasan menit berlalu, ia melihat ada setitik cahaya yang berada jauh di depannya. "Sepertinya ada dimensi lain lagi yang berada jauh di sana, seperti yang diharapkan dari Hewan Suci."


Qin Nian hanya diam tak mengerti apa yang dimaksud oleh Mo Lian, karena ini adalah hal baru baginya. Namun meski demikian, ia sangat senang karena mendapatkan pengetahuan baru, terlebih dapat pergi bersama Mo Lian.


Belasan menit lainnya terlewati, hanya tersisa ratusan meter lagi sampai ia berhasil melewati cahaya putih yang berada di depannya. Ketika ia berhasil melewati cahaya itu, cahaya itu semakin terang dan sangat menyilaukan mata.


Perlahan, cahaya mulai meredup dan menghilang, memperlihatkan alam hijau dengan pegunungan tinggi di mana-mana. Dengan seekor naga panjang yang berada di tengah-tengah hamparan rumput sedang terluka parah. Di bagian perut naga biru itu terdapat luka dalam yang mengeluarkan darah segar, mengalir deras seperti aliran sungai.


Naga itu menatap Mo Lian. "Lebih muda dari yang diharapkan. Meski begitu, Anda memiliki kekuatan yang sangat luar biasa, bahkan jika Hamba berada di kekuatan puncaknya, Hamba tidak yakin bisa bertarung melawan Anda." Suaranya terdengar berat dan serak, terkadang juga seperti menahan rasa sakit.


Mo Lian mengamati naga yang sekiranya berjarak lima mil darinya. Ia tidak bisa mengetahui tingkat kekuatan dari naga itu, mengingat tingkat kekuatannya yang hanya Ranah Inti Emas, sehingga tidak bisa merasakan dengan pasti energi spiritual lawannya yang lebih tinggi darinya.


Namun karena ia tidak bisa merasakan kekuatan naga itu, yang seharusnya ia bisa mengetahui tingkatan lawan sampai Alam dan Manusia tahap Akhir. Maka ia berpikiran jika naga di depannya berada ditingkat Jiwa Emas, dan sebelum terluka parah, ia menduga naga itu adalah Dao Immortal tahap Akhir.


"Apa yang membuat naga sepertimu dapat terluka parah seperti ini? Aku menduga kau setidaknya setingkat dengan Dao Immortal." Mo Lian berpikiran naga di depannya bukan berasal dari Bumi, karena ia hanya bisa memikirkan Jiwa Emas adalah tingkat tertinggi kultivasi para Kultivator Dao di Bumi ribuan tahun lalu.


Naga itu terdiam sejenak menatap Mo Lian dengan tatapan tajam, kemudian menghembuskan napas panjang dan mengendurkan tatapannya. "Dewa Semesta, Anda mungkin sudah mengetahuinya jika Hamba bukan berasal dari bintang kecil bernama Bumi ini. Hamba berasal dari suatu tempat yang jauh, tempat di mana para naga tinggal ..."


"Tapi sayang tempat itu diserang, oleh ribuan Dao Immortal, sehingga kami semua harus bertarung mati-matian. Namun sayang, kami mengalami kekalahan, dan para naga lain mengirimkan ku dengan Teknik Perpindahan Ruang ..."


Mo Lian sedikit kaget saat mendengar hal itu, ribuan Dao Immortal bekerja sama untuk menyerang? Itu adalah sesuatu yang tidak pernah masuk ke dalam pikirannya, meski terdapat setidaknya seratusan ribu Dao Immortal di Alam Semesta, namun tidak akan terlintas di benaknya untuk bekerjasama.


Biasanya Dao Immortal akan bertarung jika bertemu satu sama lain yang bukan berasal dari tempatnya berasal, atau bukan kenalan.


Untuk Heavenly Immortal, di Alam Semesta yang luas ini, hanya sedikit dari mereka yang bisa menembus tingkatan itu. Setidaknya tidak lebih dari sepuluh orang, dan God, dalam ratusan ribu tahun, hanya ada dua orang. Leluhur Sekte Zhongjian dan Mo Lian.

__ADS_1


"Sudah berapa lama kau berada di Bumi?"


"Tiga puluh ribu tahun." Naga itu menjawabnya tanpa berpikir lama.


Mo Lian mengangguk kecil, ingatkan para naga tidak perlu ditanyakan. Kemudian untuk bisa bertahan hidup di Bumi dalam waktu yang sangat lama, yang mana dalam keadaan terluka, itu adalah sesuatu yang sangat luar biasa.


Mo Lian mengamati luka yang berada di perut naga, terlihat kulit naga yang teeluka itu berubah menjadi hijau dengan asap mematikan. "Racun?" Ia terus mengamati luka naga.


"Sekte Racun Minghai?!"


Sekte Racun Minghai adalah sekte yang sangat meresahkan di Alam Semesta, kekuatannya yang berada satu tingkat dibawah Sekte Zhongjian membuat tidak banyak yang berani melawannya, dan sering berselisih, yang berujung pada perang terus-menerus. Meski pada akhirnya ia berhasil membantai Sekte Racun Minghai.


Naga itu tersentak saat mendengar perkataan Mo Lian. "Ba- Bagaimana Anda bisa mengetahui— Ah! Itu adalah pertanyaan yang sangat bodoh yang ku tanyakan. Sebagai Dewa dari Para Dewa, itu adalah hal yang sangat sepele." Ia baru teringat akan ingatan Mo Lian yang tadi dilihatnya meski sekilas.


Bersama dengan Qin Nian, ia terbang mendekati naga yang meringis menahan rasa sakit. "Kau cukup beruntung bisa bertahan selama itu dan hanya mengalami penurunan kekuatan tanpa efek lain. Biasanya yang terkena racun dari Sekte Racun Minghai tidak dapat bertahan hidup lebih dari satu hari, dan mati dengan keadaan yang mengenaskan ..."


"Ap- Apakah Anda akh—" Naga itu tersentak saat rasa sakit yang dialaminya kembali dirasakan. Ia mengambil napas dalam-dalam, kemudian kembali berucap setelah mulai tenang, "Apakah Anda bisa menghilangkan racun ini?"


Naga itu terdiam sejenak, ia ingin menawarkan semua harta benda di sini. Namun ia tahu hal itu tidak cukup untuk menyembuhkannya dari racun yang sangat mematikan, yang bisa dilakukannya saat ini hanyalah membuang harga dirinya sebagai Ras Naga. "Ha- Hamba ... Hamba siap menjadi hewan tunggangan Anda, asalkan Anda dapat menyembuhkanku, dan membalaskan dendam ku pada Sekte Racun Minghai!" Suaranya bergetar seperti sangat berat untuk mengucapkan hal itu.


Mo Lian terperangah dengan apa yang dikatakan naga di depannya. Naga adalah Hewan Suci yang sangat sombong dan tidak pernah berbicara sopan terdapat manusia, bahkan Hewan Suci lain pun akan direndahkannya. Namun ini adalah hal yang sangat tidak biasa, Hewan Suci menjadi tunggangan manusia!


"Baiklah, aku menyetujuinya." Tidak ada salahnya menerima tawaran itu. Bagaimanapun ia juga ingin membantai Sekte Racun Minghai seperti yang pernah dilakukannya dulu.


Racun dari Sekte Racun Minghai menyebar sangat cepat, jadi memotong bagian tubuh yang terkena racun sangat tidak disarankan. Itu hanya akan membuat efek racun menjadi lebih kuat, karena bagian tubuh yang berkurang akan meningkatkan keefektifan.


Mo Lian mengangkat tangannya ke udara, tiba-tiba angin berhembus kencang dengan daratan yang mulai bergetar. Rempah maupun herbal yang tumbuh mulai bergerak-gerak, dan melesat ke arahnya, mengelilingi tubuhnya. Ia menoleh ke kiri menatap Qin Nian, dan menjauhkannya agar Qin Nian tidak terkena efek dari penyulingan pil yang dilakukannya saat ini.


Ribuan rempah maupun herbal itu memutari tubuhnya sangat cepat, bahkan sampai menciptakan kilatan petir.

__ADS_1


Tiba-tiba Mo Lian mengangkat tangan kirinya ke langit, membuat langit tertutupi oleh awan hitam yang muncul secara tiba-tiba, dengan kilatan petir biru di bawahnya. Ia menarik kembali tangannya ke bawah, membuat kilatan petir di bawah awan itu melesat ke arahnya.


Wush! Duarr!


Petir menyambar Mo Lian dengan kekuatan penghancur yang mengerikan, namun bukannya terluka, petir itu pecah dan menyebar, mulai membakar ribuan herbal di sekitar.


Herbal-herbal itu mulai menghilang dan digantikan dengan setetes cairan berbeda warna.


Bukan hanya herbal, Mo Lian juga mengalami perubahan, itu adalah jubah emas dengan mahkota yang berada di atas kepalanya. Mo Lian membuat segel tangan dengan kecepatan kilat, kemudian ia merentangkan kedua tangannya. "Semua energi murni yang ada di sini, dengarkan perintahku. Datanglah dan murnikan esensi dari rempah maupun herbal ini!"


Daratan kembali bergetar hebat seperti gempa bumi, dan dari dalam tanah, sungai maupun udara. Samar-samar mulai terlihat cahaya emas yang merupakan energi murni, dan bergerak secara bersamaan menghampiri Mo Lian.


Energi murni itu mulai menyebar kembali dan menyelimuti seluruh tetes cairan berbeda warna, yang merubahnya menjadi lebih halus dan terlihat kilauan emas dari esensi herbal.


"Padatkan!" Mo Lian menyentuhkan kedua telapak tangannya, membuat ribuan tetes cairan itu bergerak pada satu titik di depannya, yang dengan cepat memadat membentuk pil seukuran kepalan tangan.


Mo Lian kembali mengangkat tangan kirinya ke udara setelah pil itu berhasil memadat. "Petir! Murnikan!" Ia mengayunkan tangannya ke depan.


Wush! Duarr! Duar!


Petir kembali menyambar Pil Ilahi yang dibuat Mo Lian. Ya! Pil Ilahi, saat ini Mo Lian hanya mampu membuat Pil 5, namun Pil Ilahi yang dibuatnya adalah Pil Khusus yang setara atau bahkan lebih tinggi dari Pil tingkat 6, meski sebenarnya masih masuk dalam jajaran Pil tingkat 5.


Tidak banyak yang mampu membuat Pil Ilahi, hanya dapat dihitung dengan jari dari seluruh Alam Semesta. Untuk membuat pil ini juga tidaklah mudah, karena harus mengendalikan energi spiritualnya sendiri, energi murni milik alam, energi spiritual dari rempah maupun herbal, petir yang dipanggil tidak boleh menghilang, dan lain sebagainya.


Jika salah sedikit saja, bukan hanya gagal menyuling Pil Ilahi, tapi juga dapat berdampak buruk pada penyuling. Seperti turunnya kultivasi, lambatnya penyerapan energi spiritual, jiwa yang terluka parah, dan yang terparah adalah mati.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2