
Mo Lian kecewa dengan Tim Bayangan karena ketahanan mereka sangat rendah terhadap rasa sakit maupun racun. Percobaan baru dimulai tidak sampai satu jam, tapi mereka semua sudah sekarat dan tidak bisa bertahan lebih lama lagi.
Tapi, dia masih harus puas karena rasa penasarannya sudah terbukti. Dia berhasil mengubah pikiran dan gerakan, seperti saat otak ingin menggerakkan kaki kanan, tapi yang bergerak ternyata tangan kiri.
"Membutakan dan menyembuhkan tanpa energi spiritual maupun ramuan atau pil, sepertinya kemampuanku meningkat." Mo Lian mengangguk puas dan berdiri seraya bertepuk tangan.
Hong Xi Ning yang melihat itu, hanya menggelengkan kepalanya dan mengamati dari samping. Dia sendiri tidak menganggap tindakan Mo Lian kejam, karena Sekte Zhongjian sendiri menekankan pentingnya tetap rendah diri, tapi apabila ada yang mengacau, maka balas berkali-kali.
"Nan Ren, apa yang harus dilakukan dengan mereka?" Hong Xi Ning menunjuk belasan orang yang tidak sadarkan diri di lantai.
Mo Lian melipat kedua tangannya di depan dada dan memiringkan kepalanya.
"Gantung di Kantor Keamanan! Itu bagus untuk pertunjukan di sana, masyarakat butuh hiburan," seru Yun Ning yang sangat bersemangat. Semenjak memukuli orang-orang dan melemparkannya ke Kantor Keamanan, dia sudah mulai menyukainya, bahkan mengikat orang itu terlebih dahulu di batang pohon sebelum menanamnya di halaman Kantor Keamanan.
Mo Lian terdiam dan menoleh ke belakang, melihat Yun Ning yang sudah mengikat Burung Bantu di batang kayu dan menggantungnya seperti babi yang dibakar. "Gantung terbalik seperti kelelawar, tapi pukul mereka dulu sampai lumpuh dan hapus ingatannya tentang kita."
Yun Ning tertawa dan mengeluarkan pemukul kayu, lalu mengayunkannya dengan ganas, itu menimbulkan suara “Gedebuk” yang membosankan. "Qin Nian, ayo bantu aku, ayo lampiaskan kekesalan dan amarah kita. Jarang-jarang kita bisa menemukan samsak seperti ini."
Qin Nian menghela napas panjang ketika melihat sahabatnya yang gila seperti ini. Tapi dia tetap mengangguk dan mengeluarkan pemukul kayu, lalu membantu Yun Ning.
Hong Xi Ning bangkit untuk bergabung, tapi dia terlalu malas mengalahkan semut-semut kecil seperti ini. Dia melambaikan tangannya, energi spiritual berwarna biru menyapu tubuh mereka semua, lalu tatapan mereka menjadi kosong dan linglung.
Utusan dari Sekte Boneka belum menerima siksaan, tapi tubuhnya sudah tidak mampu menahan tekanan dan mentalnya telah rusak. Menghapus ingatan hanya bisa dilakukan oleh Inti Perak ke atas, dan lebih baik dilakukan oleh Alam dan Manusia agar tidak merusak tubuh.
Melihat dari bagaimana mudahnya menghapus ingatan tanpa harus melakukan persiapan, Utusan menebaknya dengan gila. Patriak Sekte Boneka hanya Alam dan Manusia tahap Awal, dia merasa sekelompok psikopat di depannya sudah menembus Jiwa Emas.
Mo Lian berdiri di depan Utusan, lalu mengangkat tudung yang menyembunyikan kepalanya. Terlihat rambut hitam panjang, wajah sedikit terluka di bagian kanan, seperti luka bakar.
Mo Lian mengeluarkan ramuan yang baru dibuatnya, tapi ramuan ini berbeda karena ada tambahan Embun Spiritual yang tidak bisa dibuat bahkan oleh Tabib Grandmaster. Botol kecil itu setinggi jari telunjuk dan selebar ibu jari, di dalamnya ada cairan berwarna hijau dengan sedikit kilauan emas.
Di bawah penolakan Utusan, Mo Lian mencengkeram pipinya dan memaksanya untuk membuka mulut. Kemudian Mo Lian memaksa Utusan untuk meminum habis ramuan yang dibuatnya.
Mo Lian mundur selangkah dan mengamati perubahan Utusan. Luka bakar yang terlihat buruk itu mulai membaik dengan kecepatan yang dapat dilihat oleh mata telanjang, rambutnya yang rontok kembali tumbuh dan terlihat segar.
Mo Lian meraih pergelangan tangan Utusan dan menyentuhnya, dia bisa merasakan denyut nadi Utusan yang membaik, aliran darahnya pun normal. "Tidak buruk, aku berhasil membuat ramuan tanpa energi spiritual maupun menyuling seperti Alkemis."
"Nan Ren, semuanya sudah selesai. Kami sudah meninggalkan jejak, termasuk sidik jari, aroma, dan lain sebagainya yang bisa mengarah ke sini." Setelah tinggal di Bumi, Hong Xi Ning sudah melihat banyak film dan mendapatkan pengetahuan yang penting, seperti pembunuhan tanpa suara.
__ADS_1
Mo Lian berbalik melihat istri-istrinya yang tidak lagi mengayunkan kayu, lalu menunduk melihat Tim Bayangan yang benar-benar lumpuh. "Apakah kalian akan mengikatnya sekarang?"
Hong Xi Ning menganggukkan kepalanya, dengan lambaian tangan, Tim Bayangan melayang di udara. Kemudian langsung menghilang di hadapan tatapan Mo Lian dan Utusan.
Sekarang, hanya ada Mo Lian dan Utusan di ruangan ini.
Mo Lian kembali berbalik melihat Utusan, menyeringai dingin dan mengeluarkan ramuan dengan cairan berwarna hitam. "Sekarang, kau harus meminum ini, ini teh hitam yang sangat manis dan segar."
Utusan ingin sekali memukul Mo Lian karena mengatakan bahwa cairan di dalam botol adalah teh hitam. Bahkan jika dia tidak tahu apa itu isinya, dia bisa menebaknya bahwa itu bukanlah hal yang baik apabila memasuki tubuhnya.
Mo Lian mencengkeram erat pipi Utusan sampai memaksanya untuk membuka mulutnya, lalu menuangkan ramuan hitam yang mengeluarkan uap panas.
Utusan berteriak tapi tidak bersuara, wajahnya memerah dan mulutnya mengeluarkan asap panas. Pembuluh darahnya mulai menghitam karena racun yang mematikan, rambutnya terus rontok bahkan sampai giginya tercabut dengan sendirinya.
Mo Lian mengamatinya sebentar, lalu membuang mantel hitam dan menusuk semua titik akupuntur secara perlahan. Pertama-tama menyegel titik akupuntur dari lengan kiri, dada dan terus ke bawah, hanya meninggalkan tangan kanan yang masih belum ditusuk jarum.
Akibatnya, lengan Utusan menghitam seperti arang.
Mo Lian kembali mengambil beberapa jarum perak, mengarahkan semua racun ke arah hari telunjuk.
Ketika sudah pada titik yang sesuai, Mo Lian mengambil pisau kecil dan menyayat jadi telunjuk Utusan. Pada saat itu, darah hitam keluar dari jari telunjuknya, terus menetes seperti tetesan hujan.
"Racunnya berefek dengan baik, tapi masih perlu ditingkatkan lagi. Masih meninggalkan aroma dan asap, tapi ini bisa digunakan untuk melelehkan mayat." Mo Lian menganggukkan kepalanya, meski belum mencapai tingkat yang diinginkannya, dia cukup puas karena bisa menciptakannya tanpa menggunakan Embun Spiritual dan energinya, murni menggunakan metode sederhana.
"Apakah kalian sudah selesai?"
"Nan Ren bisa tahu kami datang meski menyegel basis kultivasinya?" Hong Xi Ning sedikit terkejut karena dia datang tanpa menimbulkan suara, bahkan tidak ada aura yang bocor. Kultivator yang setara dengannya mungkin tidak bisa mengetahui keberadaannya, dan sekarang Mo Lian yang menyegel Kekuatan Jiwa dan Kekuatan Spiritual-nya, masih bisa mengetahui keberadaannya.
Mo Lian menghela napas dan berbalik, lalu mengetuk dahi Hong Xi Ning dengan jari telunjuknya. "Kau istriku, tentunya aku tahu."
Mendengar itu, Hong Xi Ning tersenyum hangat dan mengecup pipi Mo Lian.
Baru kemudian, Qin Nian dan Yun Ning datang.
Mo Lian berbalik melihat Utusan. "Buang dia jauh-jauh dari Kerajaan Angin, kemudian bunuh. Pastikan jangan sampai meninggalkan jejak, dan pastikan Giok Jiwa-nya yang ada di Sekte Boneka tidak merekam beberapa menit sebelum kematiannya."
"Tentu." Hong Xi Ning menutup matanya, melepaskan Kesadaran Ilahi-nya untuk mencari tempat yang tersembunyi dan jauh dari Kerajaan Angin. Kemudian dengan lambaian tangannya, Utusan diselimuti energi biru sebelum menghilang dari tempat.
__ADS_1
Kemudian Hong Xi Ning mengepalkan tangannya. "Sudah, Ning'er sudah mengirimnya jauh-jauh dan mengubahnya menjadi kabut darah."
Mo Lian mengangguk kecil, melihat darah di lantai untuk beberapa saat, kemudian berbalik untuk beristirahat.
Yun Ning mengarahkan tangannya ke lantai, aliran air keluar dari tangannya dan membasuh semua bercak darah maupun racun di sana sampai benar-benar bersih.
***
—Keesokan Harinya—
Mo Lian duduk di kursi yang berada di balik meja pesanan dan kasir, menunggu pasien yang berobat. "Harusnya ada yang berkunjung, aku sudah menempel meminta salinan sertifikat dan menempelnya di pintu masuk."
Saat dia sedang bermalas-malasan, dia mendengar keributan di luar. Karena penasaran, Mo Lian bangkit dan keluar dari bangunan, melihat banyak orang-orang yang berlarian ke pusat kota.
Mo Lian menangkap salah seorang pria paruh baya dan menghentikannya. "Ada apa? Mengapa semua orang tergesa-gesa ke sana?"
Pria paruh baya itu hendak berlari, tapi mendapati dirinya tidak bisa lepas dari genggaman Mo Lian, dia hanya bisa menyerah. "Di Kantor Keamanan, ada pelaku yang menculik anak-anak! Kami semua pergi ke sana untuk melihatnya, anakku tidak kembali, aku ingin meminta pertanggungjawaban darinya! Aku ingin membunuhnya!"
Mendengar itu, Mo Lian mengangguk dan melepaskan genggamannya.
Karena tidak kembali, Mo Lian sudah tahu jawabannya. Anak dari pria paruh baya tadi, mungkin sudah diambil ke Sekte Boneka dan dikorbankan untuk meningkatkan kekuatan, atau mengubahnya menjadi mayat hidup.
Dikatakan, anak kecil yang diubah menjadi mayat hidup, memiliki peningkatan yang cepat dan kekuatan yang didapat lebih baik daripada mengubah pria dewasa menjadi mayat hidup.
"Tuan! Tolong!"
Mo Lian mengalihkan pandangannya dari Kantor Keamanan yang jauh ke arah sumber suara, dia melihat wanita paruh baya yang terlihat cemas dan menggendong anak laki-laki berusia enam atau tujuh tahun.
Mo Lian berdiri menyamping dan mengarahkan tangannya ke dalam ruangan. "Ayo bawa dia masuk."
Wanita itu mengangguk dan bergegas masuk.
Mo Lian berbalik melihat Perusahaan Pengawalan Yun yang masih dalam proses pembersihan, lalu kembali berbalik memasuki Paviliun Jarum Emas.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...