
Senin, 20 Mei 2024
Sudah satu bulan berlalu semenjak kedatangan Mo Lian di Bintang Utama, dalam waktu itu ia hanya berlatih dan menyelesaikan tugas untuk membunuh Jia Yaofa yang merencanakan hal buruk bagi Mo Fefei. Sebagai seorang Kakak, tentunya harus membunuhnya tanpa ampun.
Walaupun sudah berada di Bintang Utama dan meninggalkan Bumi, Mo Lian masih saja menggunakan sistem penanggalan Masehi. Itu semua karena ia membawa jam tangan dari sana, yang memudahkannya untuk menghitung waktu.
Hari ini, Mo Lian diperintahkan untuk pergi ke Sekte Dongfangzhi dan mengumumkan dirinya yang merupakan Murid Ketiga dari Hong Xi Ning. Namun untuk Pedang Sekte, itu masih dirahasiakan dan hanya segelintir orang saja yang mengetahuinya.
Karena itulah, dua toko besar di Kota Zhan ditutup, yang mana toko itu adalah Can Qi Meiliafei yang memiliki arti Rumah Makan Qian Jingmei Lian Fei. Serta Paviliun Fei Xiao atau Xiao Fei atau Fefei Kecil.
Kota Zhan juga sudah dihias dengan baik, banyak lampion yang menggantung indah. Semua orang menghias tempat masing-masing, meski tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi Matriak Hong mengatakan ada hal penting.
Mo Lian dan keluarganya sudah berada di dalam Sekte Dongfangzhi. Di sekitaran Sekte Dongfangzhi juga sudah ada beberapa layar besar yang digunakan untuk memperlihatkan bagian dalam sekte, yang mana hanya digunakan apabila ada acara penting.
Sebelumnya keputusan Hong Xi Ning membuat perayaan seperti ini sempat ditentang oleh Penatua Jia, karena ia sedang berduka atas kematian putra tunggalnya, Jia Yaofa dengan tubuh yang tidak bisa ditemukan dan tidak tahu mati karena apa.
Mang Xian Guo berjalan mendatangi Mo Lian yang sedang bersiap-siap di dalam ruangan. "Bagaimana? Apakah kau siap? Mungkin akan ada yang mencoba menantangmu saat acara ini selesai."
Mo Lian tersenyum ringan dan menjawabnya, "Terimakasih, Senior. Tapi aku akan senang hati apabila ada yang menantang untuk berduel. Menjadi murid dari Master Heavenly Immortal tentunya sangat membanggakan, dan banyak yang ingin menjadi muridnya ..."
"Mungkin mereka akan berpikiran, jika dapat mengalahkanku, maka mereka bisa dan lebih pantas menjadi murid dari Master."
Mang Xian Guo menganggukkan kepalanya, tidak bisa tidak setuju atas pemikiran Mo Lian. Ia juga pernah mengalami hal itu, saat menjadi Murid Pertama, ia selalu ditantang untuk berduel setiap jam tanpa henti. Benar-benar merepotkan!
Mo Lian tersenyum tipis dan berdiri seraya menggantung Plat Giok di pinggang kanannya, ia juga memakai jubah berwarna biru muda kesukaannya. Untuk Murid Langsung dari Matriak atau Penatua, mereka diperbolehkan untuk menggunakan pakaian sesuai dengan selera masing-masing.
Lalu untuk Mo Qian yang merupakan Murid Pertama dan satu-satunya dari Leluhur Hong, dibebaskan untuk berkeliaran ke mana pun yang diinginkan.
Qin Nian, Yun Ning, Ong Hei Yun dan Hu Lan Yue bisa dikatakan berada dibawah kepemimpinan Mo Lian, sehingga dibebaskan keluar dari wilayah sekte.
Jika bukan Murid Langsung, mereka tidak diperbolehkan untuk meninggalkan sekte, kecuali ada keperluan penting atau ditugaskan, atau juga sudah mendapatkan izin.
__ADS_1
"Aku merasa, Penatua Jia akan mengirimkan murid-muridnya untuk menantangku hari ini juga." Mo Lian tersenyum ringan, ia benar-benar mengerti jalan pikiran Penatua Jia yang selalu menentang Hong Xi Ning.
***
Wilayah Dalam, Sekte Dongfangzhi
Banyak gunung tinggi di Wilayah Dalam, yang merupakan tempat di mana para Penatua dari suatu bidang tinggal, dan masing-masing puncak itu berjarak 1000 mil antara satu dengan yang lain. Wilayah Sekte Dongfangzhi sendiri tiga kalinya dari Kota Zhan atau Bumi, sehingga sangat wajar apabila jarak antara bangunan cukup jauh.
Pada bagian puncak tertinggi, ada sebuah bangunan berwarna merah yang merupakan kayu secang sebagai bahan utama pembuatan bangunan. Itu adalah bangunan utama di mana Hong Xi Ning tinggal dengan para dayang yang melayaninya.
Pada bagian lereng gunung, banyak bangunan besar lain yang melayang karena formasi array. Bukan hanya di gunung tertinggi, tapi di tempat lain juga banyak daratan seluas lapangan sepak bola, atau bahkan lebih besar lagi.
Ada juga tanah lapang tanpa bangunan, yang di sana sudah diletakkan beberapa meja untuk Penatua, serta podium arena untuk acara menantang duel, mengetes kekuatan dari Murid Langsung.
Perayaan semacam ini hanya bisa dilakukan oleh Patriak atau Matriak, serta Penata Pertama, Kedua dan Ketiga. Untuk selebihnya, bahkan jika menerima Murid Langsung, tidak diperkenankan untuk membuat acara semacam ini.
Bang!
Aura kuat terlepas dari bangunan pusat yang tidak lain dan tidak bukan adalah aura Hong Xi Ning, yang berarti acara akan segera dimulai.
Kemudian dayang itu pergi ke ujung kiri halaman dari depan bangunan, ia berbalik dan melihat pintu masuk. "Mari kita sambut, Matriak Hong!"
Seketika itu juga, angin mulai bertiup kencang menerbangkan dedaunan dan ada aroma harum yang merupakan Pil Ilahi 6, yang Mo Lian suling untuk menenangkan pikiran dan hati, serta memperlancar aliran energi spiritual. Aroma ini tersebar dan bisa dihirup oleh semua orang yang ada.
Terlihat seorang wanita muda yang sangat cantik keluar dari dalam bangunan. Berambut hitam berkilau, wajah halus dengan bibir merona. Menggunakan pakaian berwarna putih bersih, dengan jubah hijau muda dan membawa kipas tangan.
Walaupun menggunakan pakaian yang sederhana, kecantikannya terpancar dan sangat anggun.
Wanita yang mana adalah Hong Xi Ning tidak sendirian, melainkan ditemani oleh Mang Xian Guo dan Xia Xinxin.
Semua orang berdiri saat melihat Hong Xi Ning yang sangat cantik, dan ada pula yang bersujud karena menganggapnya sebagai Dewi.
__ADS_1
Dayang yang sebelumnya membungkuk dan menangkupkan tangannya, kemudian berdiri tegak seraya berbalik melihat semua audience. "Sekarang, mari kita panggil Murid Ketiga!"
Semua orang menoleh ke sana kemari mencari tahu di mana Murid Ketiga ini. Mereka tidak bisa merasakan keberadaan, bahkan Penatua juga tidak tahu di mana keberadaan Mo Lian yang merupakan aura asing di Sekte Zhongjian.
Hingga tak lama, ada daun yang turun dari langit yang tinggi, jatuh seperti hujan. Ada pasir-pasir halus yang juga naik dari permukaan tanah, serta ada percikan api di antara bumi dan langit.
Ketiga hal itu mulai berkumpul di satu titik di mana di lereng gunung atau pertengahan gunung. Yang kemudian mulai membentuk siluet manusia, dan saat benar-benar menyatu, terlihat Mo Lian yang sangat tampan, melayang seperti Dewa.
Mo Lian mengembuskan napas panjang, dan tersenyum cerah melihat semua orang, memperlihatkan wajahnya yang sangat tampan. Sesaat kemudian, ia menghilang bagaikan udara, yang muncul kembali di puncak area luas yang melayang ratusan meter di atasnya.
Apa yang dilakukan Mo Lian tentunya tidak dapat diterima, karena biasanya Murid Langsung diharuskan merangkak menaiki gunung untuk bertemu Penatua yang menerima. Tapi, siapa peduli, karena ini adalah permintaan Hong Xi Ning sendiri yang tidak ingin melalukan hal yang tidak perlu.
Mo Lian membungkukkan badannya, dengan menangkupkan kedua tangan. Kemudian mendongak dan berjalan perlahan menghampiri Hong Xi Ning. Langkah kaki Mo Lian ini terlihat seperti suami yang mendatangi mempelai wanita, dan banyak sekali yang mengutuk Mo Lian.
Tapi, siapa peduli? Mo Lian akan melalukan apa pun yang ia suka.
Mo Lian terus melangkah maju menghampiri Hong Xi Ning, kemudian berlutut dengan lutut kiri yang menyentuh lantai. "Saya, Mo Lian. Datang untuk memberi hormat pada Matriak Hong Xi Ning."
Hong Xi Ning mengangguk kecil dan tersenyum tipis. Kemudian menurunkan tangannya menepuk pundak Mo Lian dengan kipas tangan. "Baik, karena kau sudah menjadi Murid Ketiga dari Matriak ini. Maka kau diperbolehkan untuk memanggilku dengan sebutan Master."
Mo Lian mendongak menatap datar Hong Xi Ning. Ia ingin sekali tersenyum, tapi itu akan dianggap tidak sopan seperti mencoba menggoda Masternya sendiri. "Terimakasih, Master."
Acara penerimaan Murid Langsung cukup sederhana. Jika sekte lain mengharuskan Kris untuk menyembah Leluhur dengan dupa, di Sekte Zhongjian tidak perlu melakukan hal itu, karena Hong Xi Jiang masih hidup dan entah berada di mana.
"Karena sekarang dia sudah menjadi Murid Ketiga Matriak. Bukankah itu berarti kita semua para Penatua harus mengecek bagaimana kekuatannya? Aku akan mengirim Murid Ketiga, dia adalah salah satu genius dengan kekuatan Jiwa Emas tahap Awal!"
Penatua Jia menyeringai dingin. Pria paruh baya dengan jenggot hitam, rambut hitam yang diikat dengan hiasan hanfu. Mengenakan pakaian hitam dan jubah merah.
Mo Lian berdiri seraya menyeringai lebar, kemudian menoleh ke belakang di mana arena yang melayang yang sudah disediakan sedari awal. "Baiklah!"
...
__ADS_1
***
*Bersambung...