Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 230 : 'Diamlah, Badut!'


__ADS_3

Mo Lian menghilangkan aura keberadaannya dan mengalirkan energi spiritualnya pada bagian kaki, agar langkah kakinya tidak menimbulkan suara yang dapat memberi tahu keberadaannya.


Saat ini Mo Lian berjalan mengikuti tiga penjaga yang belasan meter di depannya, salah satu penjaga itu merupakan Kultivator Iblis, sekaligus orang terkuat di antara tiga orang.


Mo Lian mengangkat tangannya, dan terlihat gumpalan cahaya biru yang memadat di jari telunjuk. Setelah cahaya itu terus memadat dengan energi jiwa yang telah digabungkan, ia melepaskan tembakan energi spiritual itu.


Gumpalan cahaya biru itu melesat sangat cepat, mengenai punggung penjaga yang berada di tengah-tengah, dan saat itu juga meledak menjadi kabut darah.


Kedua penjaga lain yang melihat rekannya mati secara tiba-tiba itu mulai panik dan berbalik, melihat apa yang sebenarnya terjadi. Namun saat mereka berbalik, mereka kehilangan kesadaran dan tergeletak di jalanan.


"Karena kalian bukan Kultivator Iblis, maka aku tidak akan membunuh kalian berdua," ucap Mo Lian yang berada di belakang keduanya setelah memukul tengkuk mereka.


Mo Lian melompat dan meninggalkan dua penjaga yang tidak sadarkan diri. Ia melompat dari satu bangunan ke bangunan lain, pergi menuju Kediaman Walikota yang berada di pusat Kota Jenzhuan.


Hanya membutuhkan hitungan menit saja ia sudah hampir sampai di Kediaman Walikota. Saat ini ia berada di menara tinggi, yang lebih tinggi dari bangunan manapun, karena dapat dilihat oleh semua penduduk dari segala tempat di penjuru kota.


Menara ini dibangun sebagai fungsi waktu, biasanya sehari akan berdentang sebanyak lima kali atau tiga jam sekali, yang dimulai dari pukul enam pagi dan diakhiri pada pukul enam sore hari.


"Ada lima puluh Kultivator Iblis di dalam Kediaman Walikota, dan lebih dari setengahnya merupakan bawahan Penasihat Liiu."


Mo Lian melompat memasuki Kediaman Walikota di bagian barat, di mana tempat Penasihat Walikota tinggal.


Ketika sudah sampai di sana, ia langsung bergerak dengan menebas setiap Kultivator Iblis yang ditemuinya, bahkan sebelum mereka dapat memberikan perlawanan ataupun berteriak. Ia juga melakukannya dengan bersih, tidak meninggalkan jejak sama sekali.


Untuk penjaga yang berpatroli dan yang menjaga tembok kota, ia akan melakukannya nanti setelah menghabisi Penasehat Walikota.


Mo Lian juga mempersiapkan klon tambahan yang dibuatnya, itu digunakan untuk menambah keberadaan yang menghilang karena ia membunuh bawahan Penasehat, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.


Mo Lian yang berada di depan tempat tinggal Penasihat itu mulai membuat segel tangan, bersamaan dengan semua klon yang mengelilingi pagar tempat tinggal.


Cahaya biru membentuk lingkaran mulai muncul dan mengelilingi kediaman, dan semakin terang seiring dengan persiapan yang terus dilakukan.


"Teknik Ruang, Gerakan Ketiga. Langkah 1000 Mil!" Mo Lian bersama semua klon menyentuhkan kedua telapak tangan.


"Siapa di sana?!—"


Cahaya biru yang melingkar membentuk pola array itu semakin terang, dan mulai melonjak belasan mil ke langit, membentuk pilar besar nan tinggi di langit malam. Seluruh penjaga kota tersenyum bahagia saat melihat cahaya yang naik, mereka mengira itu adalah tanda menembus tahapan dari Alam dan Manusia Walikota Zhou.


Cahaya itu tidak berlangsung lama, hanya dalam hitungan detik saja mulai menyusut dan menghilang di langit malam, bersamaan dengan tanah seluas satu setengah lapangan sepakbola yang menghilang.


***

__ADS_1


1000 Mil ke Arah Selatan dari Kota Jenzhuan


Fluktuasi energi spiritual mulai berkumpul di langit malam yang di bawahnya terdapat hutan rimbun dengan pohon-pohon tinggi. Dari energi spiritual itu terlihat pusaran cahaya biru yang sangat luas, sekiranya berukuran dua kali lapangan sepakbola.


Perlahan, terlihat pemuda yang tidak lain adalah Mo Lian keluar dari pusaran itu. Ia mengenakan pakaian putih dengan jubah berwarna biru muda.


Bukan hanya Mo Lian saja yang keluar dari saja, tapi juga sebuah rumah besar berlantai dua yang keluar secara perlahan. Namun saat baru setengahnya yang terlihat, Mo Lian mengayunkan tangannya, membuat bangunan itu melesat jatuh ke hutan.


Wush! Boom!


Bangunan itu menghantam daratan dan menimbulkan asap tebal yang membumbung tinggi. Hingga tak lama, gelombang angin kuat bagaikan pedang tajam menyebar ke segala arah, menghilangkan asap tebal yang menghalangi pandangan dan menyingkirkan pepohonan sekitar.


"Siapa yang berani mencari masalah denganku?!"


Suara menggema dan gemuruh menggelegar di langit malam yang gelap, membuat semua monster di Hutan Kegelapan menjauh dari pusat pusat tekanan yang ditimbulkan dari Setengah Jiwa Emas.


Mo Lian sendiri yakin jiwa Penasihat ini mengetahui informasi lebih dalam tentang Organisasi Angin Hitam, meski kekuatannya hanya sebatas Setengah Jiwa Emas. Tidak seperti Bai Hao Yu yang Setengah Dao Immortal, namun miskin dengan informasi.


"Beri tahu aku tentang Organisasi Angin Hitam, maka aku akan membunuhmu tanpa rasa sakit."


Pria tua berambut hitam putih yang berada di tengah-tengah tanah lapang menyeringai dingin, menatap Mo Lian dengan pandangan merendahkan. "Omong kosong!"


"Aku, Liiu Jun Hui! Akan membunuh serangga sepertimu!" Pria yang mengenakan pakaian merah dengan jubah hitam itu melayang meninggalkan tanah lapang.


Mo Lian hanya diam dan menatap datar Liiu Jun Hui. Tidak ada ketertarikan di matanya saat menatap lawan yang menganggapnya sebagai serangga, karena ia merasa Liiu Jun Hui adalah debu yang akan terbunuh hanya dengan tiupan angin.


Liiu Jun Hui menaikkan sudut bibirnya. "Hohohoho, apakah kau ketakutan karena kekuatanku?"


Liiu Jun Hui membuat kuda-kuda dan mendekatkan kedua telapak tangannya. Di antara kedua telapak tangannya mulai terlihat gumpalan energi spiritual berwarna merah darah, membuat angin berputar-putar mengelilinginya.


"Teknik Darah, Gerakan Ketiga. Pusaran Darah Kematian!"


Angin berembus kencang itu mulai berubah warna menjadi merah dan semakin gelap seiring dengan berjalannya waktu. Kemudian pusaran angin itu bergerak sangat cepat mengarah pada Mo Lian, dan hanya dari munculnya angin itu saja, membuat daratan bergetar hebat.


Mo Lian hanya diam tak bergerak dari tempatnya berdiri. Ia ingin melihat sampai akhir apa yang bisa dilakukan oleh teknik yang memiliki nama cukup bagus, namun kekuatan yang terlihat sangat lemah ini.


"Hahahaha!" Liiu Jun Hui tertawa terbahak-bahak seraya merentangkan kedua tangannya ke atas, dengan kepala menengadah. Detik berikutnya, ia memandangi Pusaran Darah Kematian, dan menyentuhkan kedua telapak tangannya. "Meledak!"


Pusaran Darah Kematian itu mulai menyusut dan menekan siapapun yang berada di dalamnya, kemudian meledak begitu saja membentuk cincin merah yang menyebar ke segala arah.


"Serangga yang lemah!"

__ADS_1


"Apakah hanya segitu saja?" Suara yang menggema terdengar berasal dari tempat di mana Pusaran Darah Kematian meledak.


Di tempat itu terlihat percikan api yang sebesar ibu jari, dan semakin membesar membentuk siluet manusia. Api yang membara itu mulai meredup, memperlihatkan Mo Lian yang tidak mengalami luka sama sekali, bahkan pakaiannya tetap utuh ada ada goresan atau bekas terbakar.


Liiu Jun Hui terperangah dengan mata terbuka lebar dan rahang yang hampir terjatuh karena tidak bisa menahan keterkejutannya. Ia benar-benar tidak menduga akan ada yang bertahan hidup setelah terkena serangan Pusaran Darah Kematian. Bahkan jikapun tidak langsung terbunuh, harusnya mendapatkan luka parah.


"Kau pasti curang! Tidak mungkin ada yang bisa selamat dari serangan ku!" Liiu Jun Hui menunjuk Mo Lian dengan raut wajah tak enak dipandang dan terlihat sangat panik. "Ah! Benar! Kau pasti memiliki Artefak Pelindung kelas Empat! Tidak mungkin kau bisa selamat jika tidak memilikinya!"


"Sekarang, serahkan padaku, atau kau akan mengalami siksaan yang mengerikan." Liiu Jun Hui menyeringai jijik dan menatap rendah Mo Lian seperti melihat serangga yang mudah untuk dibunuh.


Mo Lian menghembuskan napas panjang, kemudian melangkahkan kaki kanannya ke depan.


Bang!


Dentuman keras yang memekakkan telinga terdengar saat Mo Lian melangkah. Angin bagaikan pedang tajam juga tercipta dan menyebar ke segala arah, melukai Liiu Jun Hui meski tidak terlalu parah.


Bang!


Dentuman lain kembali terdengar saat Mo Lian melangkahkan kaki kirinya ke depan, menggetarkan daratan dalam radius lima ratusan mil, daratan juga mulai retak dan melemparkan bebatuan yang tersimpan di dalam tanah.


Bang!


Masih berlanjut, Mo Lian terus melangkah di udara seperti melangkah di taman bunga yang indah. Pilar-pilar api terbentuk saat ia melangkah perlahan, dengan suhu yang mulai naik dan merubah pepohonan menjadi abu.


Ketika ia melangkah sekali lagi, tiga gunung yang mengelilingi Hutan Kegelapan meledak, berubah menjadi bebatuan halus yang menyebar ke segala arah. Hingga beberapa detik kemudian, Mo Lian sudah berada di depan Liiu Jun Hui dengan tangan kanan terangkat.


"Diamlah, badut!" Mo Lian mengayunkan tangannya, menampar wajah Liiu Jun Hui.


Dari tamparan Mo Lian itu menimbulkan dentuman lain yang lebih keras dari sebelumnya, dan melemparkan Liiu Jun Hui ke daratan. Liiu Jun Hui yang terlempar itu tidak berhenti dan terus bergerak jauh, menggesek tubuhnya di tanah, menciptakan parit dalam garis lurus.


Mo Lian mengulurkan tangan kanannya ke depan, kemudian membalikkan telapak tangannya dengan jari telunjuk dan tengah menghadap ke langit. "Pohon, naik."


Daratan kembali bergetar, dan tujuh puluhan mil dari Mo Lian mulai terlihat akar pohon yang mencuat dari dalam tanah. Terus tumbuh sampai menembus awas di malam hari. Pada bagian tengah batang pohon itu, terlihat Liiu Jun Hui yang terikat dan tidak bisa bergerak sama sekali.


"Bukankah aku tadi mengatakan untuk memberi tahunya langsung? Tapi karena kau melawan, tentunya harus ada hukuman!"


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2