
"Bocah, siapa namamu?"
Murid Qin Nian yang duduk di sampingnya, sedang membaca buku dan memegang jarum perak, menoleh menatap Mo Lian. "Namaku Xian Yiyi. Guru memanggilku Xiao Yi."
Mo Lian mengangguk kecil dan kembali bertanya, "Yun Ning mengajarimu untuk menjadi Kultivator Abadi. Apakah kau sudah pernah membunuh?"
Xiao Yi tertegun saat mendapati pertanyaan yang tidak pernah diharapkannya. Tapi jika memikirkannya kembali, memang lambat lain dia akan menghadapi situasi di mana harus membunuh. Namun, dia sangat takut untuk mengambil hidup orang lain. "Ti- Tidak pernah ..."
Mo Lian tersenyum tipis. Dia bisa mengetahui kekhawatiran Xiao Yi, dia juga seperti itu dulu saat awal memasuki Jalan Kultivasi, tapi setelah semua, dia menjadi orang yang suka membantai hanya karena masalah sepele.
"Apakah kau ingin pergi ke hutan bersama? Kita bisa berburu binatang buas di sana." Mengajak Xiao Yi ke hutan bukan hanya untuk mengajarkannya cara bertarung, tapi dia juga ingin memetik herbal di sana dan
Xiao Yi tercengang sebelum panik. Dia menoleh ke kiri-kanan seraya menaikkan jari-jarinya, dan sesekali melihat ke arah pintu keluar.
Mo Lian tersenyum tipis seraya mengusap kepala Xiao Yi. "Kita ke hutan di mana Nia— Qin Nian berada. Karena kau sudah belajar darinya, kau juga harus tahu titik akupuntur binatang buas, bisa saja suatu waktu kau akan menyembuhkan binatang buas. Tidak ada yang tahu."
Mendengar itu, Xiao Yi langsung menganggukkan kepalanya dan menjawab, "Baik, Xiao Yi ingin bertemu Guru!"
Mo Lian tertawa kecil, lalu melihat Hong Xi Ning. "Ning'er?"
Hong Xi Ning melihat sekeliling dan setelah dirasa aman, dia mengangguk. "Ning'er ikut."
Ketiganya meninggalkan Paviliun Jarum Emas. Tidak perlu ada yang dikhawatirkan tentang perampokan atau apa, dengan semua Fase Lautan Ilahi dan Inti Perak, yang merampok harus berpikir dua kali, kecuali orang bodoh.
Tidak seperti saat Mo Lian memetik herbal di selatan dari Kota Louhu, sekarang mereka pergi ke utara. Hutan di utara lebih luas dan tidak hanya orang-orang dari Kota Louhu yang datang, tapi dari kota lain juga memasukinya untuk berlatih maupun mencari harta.
Ketiganya tidak terbang dan memilih untuk berjalan kaki di bawah langit biru yang sejuk.
"Sudah berapa lama mereka berdua di hutan?" tanya Mo Lian.
Hong Xi Ning menggandeng tangan Mo Lian dan bersandar sebelum menjawab, "Dua minggu, meski di sana tidak ada Sekte Pedang Dewa dan Sekte Boneka. Tapi banyak Pendekar dan Kultivator Abadi, mereka berdua senang memukuli orang, tapi tidak membunuhnya."
Mo Lian mengerutkan keningnya. Jika itu Yun Ning, dia tidak merasa aneh dan menurutnya normal-normal saja karena Yun Ning suka bertindak asal-asalan, tapi untuk Qin Nian, dia sedikit tidak yakin. Tapi, lebih baik melihatnya sendiri daripada berspekulasi.
Xiao Yi melangkah di depan keduanya. Dia terlihat tenang tanpa ada rasa takut, karena bagaimanapun ada dua orang kuat yang menjaganya di belakang, dan semenjak berada di bawah bimbingan Qin Nian, tidak ada lagi yang merendahkannya. Dia, sangat bersyukur. Tapi dia tahu, dia tidak boleh sombong, itulah yang diajarkan oleh orangtua dan Gurunya.
"Xiao Yi."
Xiao Yi menoleh ke belakang tanpa menghentikan langkahnya dan memiringkan kepalanya.
__ADS_1
"Hari ini kami akan mengajarimu Teknik Pedang. Aku juga ingin kau membunuh binatang buas di hutan, tidak perlu yang kuat."
Xiao Yi tertegun dengan tubuh gemetar. Tapi detik berikutnya dia menggelengkan kepalanya dan mengepalkan tangannya. "Baik, Xiao Yi akan mengikuti ajaran Tuan Guru."
Samar-samar, Xiao Yi mengetahui bahwa Guru dan yang lain tidak akan tinggal lebih lama di Kota Louhu. Dia merasa semua ini dilakukan agar dia bisa melindungi Paviliun Jarum Emas dan Perusahaan Pengawalan Yun di masa depan, dia tahu tugas ini sangat berat, tapi dia akan melakukannya.
Jika itu orang lain, mungkin akan senang, tapi bagi Xiao Yi, dia merasa sangat tertekan apalagi membayangkan bagaimana Qin Nian akan meninggalkannya. Tidak mungkin dia tidak sedih saat orang yang mengangkat derajatnya meninggalkannya.
Mo Lian bisa melihat melalui isi pikiran Xiao Yi. Dia tersenyum tipis seraya menggelengkan kepalanya dan mengusap kepala Xiao Yi. "Jangan terlalu banyak berpikir, kau masih muda, tidak perlu memikirkan sesuatu yang bisa membebanimu."
Xiao Yi mengangguk kecil dan perasaan mulai membaik, tidak lagi merasa terbebani.
Mo Lian sendiri takjub dengan Xiao Yi yang masih sangat muda, tapi sudah bisa menebak untuk apa dirinya diangkat menjadi murid oleh Qin Nian. Dengan kecerdasan seperti itu, harus digunakan hati-hati agar tidak berbalik menyerang diri sendiri.
Seperti terlalu berpengetahuan dan malah ditangkap oleh orang lain untuk dieksploitasi.
...
Akhirnya setelah berjalan cukup lama, mereka sudah sampai di tengah-tengah hutan dan duduk di bawah pohon besar untuk menunggu kedatangan Qin Nian dan Yun Ning.
"Apa yang Nyonya Yun Ning ajarkan padamu?"
Mo Lian terdiam sejenak, kemudian mengangguk dan berkata, "Setelah kau selesai makan, perlihatkan Tinju Pemecah Angin padaku."
"Baik, Tuan Guru." Xiao Yi menangkupkan kedua tangannya.
Mo Lian kembali menutup matanya perlahan dan menyebarkan Kesadaran Ilahi-nya. Tidak hanya untuk mengetahui perubahan pada Bintang Hijau, dia juga ingin mencari tahu apakah ada perubahan di Wilayah Selatan, terutama di Wilayah Timur.
Kerutan muncul di dahinya saat merasakan fluktuasi energi di Wilayah Timur yang sedikit kacau, seolah-olah ada dua energi yang berbeda dan bertabrakan. Tapi saat dia mencoba untuk memaksanya lebih dalam, Kesadaran Ilahi-nya diblokir.
Mo Lian membuka matanya dan kerutan di dahinya semakin dalam. Mengapa Yue Fu menyerang Kesadaran Ilahi-ku? Apakah Alam Selestial menyerang dan dia tidak ingin ada yang tahu keberadaanku?
Mo Lian menutup matanya lagi, kali ini dia ingin mengetahui keadaan di Wilayah Barat. Dia sendiri tidak tahu apakah akan berhasil menembusnya, mengingat kembali bagaimana kekuatan di sana adalah yang terkuat. Tapi, seharusnya berhasil karena bagaimanapun dia adalah yang ketiga yang berhasil menyatu dengan Alam Semesta, itu adalah yang diketahuinya.
Segera, Mo Lian sudah mulai menelusuri Wilayah Barat dengan kehati-hatian agar tidak diketahui keberadaannya oleh pihak lain.
Yang dilihatnya hampir sama seperti Wilayah Selatan, tapi kualitas energi di sana sangat padat dan dipenuhi oleh Medan Perang yang memiliki harta tersimpan di dalamnya. Medan Perang dijaga ketat di luarnya, bahkan meski yang di dalam bukan dalam kubu yang sama. Alasannya sudah sangat jelas, mereka ingin memonopoli harta yang didapat orang lain dari Medan Perang.
Mo Lian mengabaikan tentang Medan Perang dan ingin mencari Ras Mekanik yang membantu Organisasi Penjarah Spiritual dalam mengekstrak Inti Bintang. Dia ingin tahu, apakah dia bisa meledakkan Ras Mekanik dari sini.
__ADS_1
Dia tidak langsung menyebarkan Kesadaran Ilahi-nya untuk memenuhi Wilayah Barat sekaligus, dia melakukannya perlahan-lahan sampai menemukan Ras Mekanik. Mungkin ini akan memakan waktu lama, tapi lebih baik melakukannya seperti ini daripada keberadaannya diketahui.
Jika keberadaannya diketahui, akan sia-sia penghalang yang telah dibuat sebelumnya oleh Hong Xi Jiang dan Wang Yue Fei.
Mo Lian melalui banyak bintang-bintang kuat yang menyimpan ratusan Dewa Surga di dalamnya dan terus pergi. Banyak keanehan di Wilayah Barat yang tidak bisa dijelaskan, dan sesekali dia menemui fluktuasi energi yang cukup familiar baginya.
Fluktuasi yang dimaksud adalah tempat yang mungkin bisa terhubung dengan Alam Hanzi. Tapi anehnya, energi di dalamnya lebih kuat daripada tempat yang ditemuinya di dekat Bintang Utama, Galaksi Pusat.
Apa mungkin Alam Hanzi sebelum Zaman Perang Tiga Alam masih ada? Tapi mereka tersembunyi di suatu tempat? Aku memiliki Pohon Yin Surgawi, apakah itu berarti aku bisa memimpin Alam Hanzi untuk menyerang Alam Selestial?
Akan sangat baik untuk menjadi kenyataan jika dia bisa membawa Alam Hanzi menyerang Alam Selestial di bawah kepemimpinannya.
Tapi dia tahu, hanya dengan kekuatan seperti Kaisar Manusia yang bisa memimpin Alam Hanzi. Bahkan meski dia sudah tahap Akhir dari Dewa Surga, dia masih jauh dari ranah yang dicapai Hong Xi Jiang saat ini.
Saat Mo Lian terus menelusuri Wilayah Barat, tiba-tiba ada fluktuasi spasial yang sangat kuat.
Mo Lian menghentikan Kesadaran Ilahi-nya dan mulai menebak apa yang datang dari fluktuasi spasial itu. Alam Selestial!
Menarik Kesadaran Ilahi-nya? Tidak mungkin! Jejaknya mungkin sudah diketahui, jadi lebih baik tinggal lebih lama dan mencari tahu apakah dia bisa membunuhnya dari jauh, anggap saja mencari mangsa yang bisa digunakan untuk mencoba Sembilan Energi Dewa.
Dari fluktuasi spasial, terbentuk celah ruang dan waktu. Dari dalamnya terlihat seorang pria tua memakai pakaian Taoist, di dahinya ada tanda berwarna emas dengan bentuk api.
Taoist tua itu melihat sekitar, kemudian tersenyum tipis dan berkata dengan dingin, "Semut Alam Semesta berani memata-matai Dewa Abadi Surgawi ini?"
"Aku sedang dalam suasana baik, aku bisa mengabaikan hal ini. Aku sedang dalam misi, kau bisa pergi."
Mo Lian merenung sejenak. Karena Alam Selestial sudah menyerang Wilayah Timur dan Hong Xi Jiang sudah membunuhnya, tidak ada salahnya membunuh yang datang ke Wilayah Barat.
Dengan menarik napas dalam-dalam, Mo Lian mulai memanifestasikan Kesadaran Ilahi-nya di Wilayah Barat dalam bentuk Sembilan Energi Dewa.
Taoist itu mengangkat alisnya, kemudian dia merasa terhina dengan kemunculan Sembilan Energi Dewa. "Bukankah kau terlalu sombong? Mengirim energi kecil seperti ini, bahkan tubuh aslimu tidak mampu menahan pukulanku, dan sekarang ini?"
Mo Lian yang berada di kejauhan, mengendalikan Sembilan Energi Dewa, mengerutkan keningnya. Dan, dari perkataan Dewa Abadi Surgawi tadi, keberadaannya belum diketahui, tapi dia tidak bisa lengah dan tetap waspada. Mungkin saja ucapan Dewa Abadi Surgawi tadi hanya kebohongan untuk mengecohnya.
Tapi yang pasti, dia harus membunuhnya saat ini.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...