
Dewa Ruang dan Waktu adalah Dewa yang mengatur ruang maupun waktu di seluruh Alam, entah Alam Neraka, Alam Semesta maupun Alam Selestial. Dewa Ruang dan Waktu juga ikut andil dalam membantu reinkarnasi seseorang untuk hidup di kehidupan selanjutnya, namun tidak melahirkan kembali ke kehidupan sebelumnya.
Karena hal inilah Mo Lian merasa kebingungan dengan kejadian-kejadian di Bumi yang seharusnya tidak ada dan tidak pernah terjadi.
"Biarlah, aku akan mengetahuinya sendiri jika sudah tiba di Galaxy Pusat atau naik ke Alam Selestial." Memikirkannya terus-menerus hanya akan membuatnya tambah pusing dan melelahkan.
Walaupun terlihat tenang di luarnya, tapi tetap saja ia merasa waspada akan hal yang terjadi ke depannya, yang mungkin lepas dari perhitungannya yang sudah ia rencanakan jauh-jauh hari.
Mo Lian kembali ke rencana awalnya yang ingin pergi ke pusat kota untuk melihat bagaimana kehidupan Mo Fefei di sekolah. "Apakah aku bisa menemukan Profound Ark di Bumi? Mungkin Taikonglie?"
Taikonglie adalah alat transportasi yang memiliki bentuk seperti kereta pada umumnya, hanya saja bisa terbang tinggi di luar angkasa, membuka ruang dan berpindah dari satu bintang ke bintang lain, dalam jarak tertentu.
Mo Lian bisa membuat kedua alat transportasi itu dengan hitungan minggu, ratusan kali lebih cepat dari yang bisa diselesaikan oleh Penempa Terbaik. Namun berbeda dengannya, ia bahkan bisa menyuling pil dengan jentikkan jari, membuat senjata dengan kibasan tangan, dan ia pernah membuat Profound Ark hanya dalam hitungan hari, karena ukurannya yang terbilang kecil.
"Untuk membuatnya aku bisa membeli bahan yang sama untuk roket. Hanya saja ada beberapa bahan yang sulit, bahkan mungkin saja tidak mungkin ditemukan di Bumi. Besi atau Baja Surgawi, dengan Serbuk Batu Mistik."
Batu Mistik bukan hanya digunakan untuk meningkatkan kekuatan kultivasi, namun juga untuk membuat formasi array di Profound Ark agar dapat terbang dan menciptakan pelindung, serta mempertahankan material agar tidak cepat rusak, meski sudah dilapisi dengan Baja Surgawi cair.
Besi Surgawi sendiri seharga 10 ribu Batu Roh kualitas Tinggi, dan Baja Surgawi 100 ribu Batu Roh kualitas Tinggi, itupun hanya berukuran sekepal tangan. Untuk membuat Profound Ark yang mampu menampung 500 orang, dengan kabin di dalamnya, mungkin akan membutuhkan 10 sampai 25 Baja Surgawi.
Jika Batu Spiritual kualitas Rendah membutuhkan 100 Tael Emas, dan Tael Emas seharga ¥6000, maka ia membutuhkan ¥15.000.000.000.000 atau 15 Triliun Yuan untuk membeli 25 Baja Surgawi. Sangat jauh dari uangnya yang tidak seberapa.
Mo Lian tertawa kecil dengan pemikirannya tentang membuat Profound Ark di Bumi. Jika ia benar-benar ingin membuatnya, maka ia hanya bisa pergi meninggalkan Bumi, dan pergi ke Gugus Bintang sekitar.
Tapi tentu saja ia tidak ingin melakukannya, setidaknya untuk saat ini, karena ia masih harus menunggu kedatangan Masternya, Hong Xi Ning. Dengan demikian, ia bisa meminta tolong pada Masternya untuk membawa keluarganya, dan untuknya, mungkin akan berkelana terlebih dahulu.
Hanya dalam hitungan menit, Mo Lian sudah tiba di langit SMA 2 Chengdu. Ia memilih untuk mendarat di gedung seberang sekolah, dan berdiri di sana menunggu Mo Fefei keluar.
__ADS_1
Mo Lian mengamati setiap sudut keluar yang masuk dalam jangkauan pandangnya, serta melepaskan kesadarannya untuk mengetahui di mana keberadaan Mo Fefei. Hingga pandangannya terfokus pada seorang wanita muda di lapangan basket sedang berolahraga.
Senyum hangat terlihat di wajah Mo Lian saat menemukan Mo Fefei yang tidak lagi tertekan dan bisa tertawa bahagia bersama teman sebayanya. "Syukurlah, dia sudah bisa tersenyum bahagia meski berada di sekolah. Dari senyumannya juga tidak ada paksaan, namun tidak dengan orang yang mendekatinya ..."
"Kabar mengenai Fefei yang merupakan anak dari Su Jingmei dari Perusahaan Meiliafei sudah tersebar saat berada di Hua Canting, dan untungnya aku meminta bantuan Ong Hei Yun untuk memblokir semua informasi itu ..."
Mo Lian terdiam sejenak, mengamati gerak-gerik semua orang di sana. "Meski begitu, sepertinya sedikit banyak sudah ada yang mengetahui identitasnya. Setelah ini, akan banyak yang mendekatinya. Bukan bermaksud berpikiran negatif, tapi kebanyakan agar bisa mendapatkan harta Fefei ..."
Mo Lian berbalik meninggalkan tempatnya, dan kembali ke Sekte Dongfangzhi. "Jika Fefei tidak masalah, maka aku tidak mempermasalahkannya."
Pertarungan yang terjadi tadi harus diceritakan pada Ayahnya untuk membuat persiapan yang matang, agar tidak ada lagi penyerangan terhadap Sekte Dongfangzhi, meski Kultivator terkuat di Bumi sekalipun tidak akan bisa menembusnya.
Ketika sudah tiba di Sekte Dongfangzhi, ia langsung bergegas mencari aura keberadaan Ayahnya yang berada di dalam Aula Sekte. Ia membuka pintu kembar secara perlahan, terlihat jika Ayahnya sedang duduk di kursi yang berada di kanan depan Kursi Patriak.
Mo Qian yang menyesap teh itu menolehkan kepalanya melihat pintu keluar. "Lian'er? Ada apa? Sepertinya ada hal penting yang ingin kau sampaikan." Ia meletakkan cangkirnya di meja sebelah kanannya.
"Tadi aku melakukan pertarungan di pegunungan sebelah barat daya." Mo Lian duduk di kursi sebelah kanan Mo Qian, yang merupakan kursi milik Penatua.
Mo Qian tersentak kaget, namun bersikap biasa setelahnya. "Jadi, apa yang ingin kau jelaskan? Tidak mungkin hanya karena kau bertarung, kau mencari Ayah." Ia mengambil cangkir teh di meja.
Mo Lian terdiam sejenak, kemudian menjelaskannya dari awal, dari Tombak Emas yang ditemuinya di Tebing Shouhai, pertarungannya melawan Yang Mingzhin, Aliansi Revolusi Dewa, dan rencana apa yang akan mereka lakukan ke depannya.
"Mereka berencana untuk membunuh semua manusia yang ada di Bumi, dijadikan pengorbanan agar dapat meningkatkan kekuatan Aliansi Revolusi Dewa."
Mo Qian menyemburkan air teh yang berada di mulutnya mengarah pada wajah Mo Lian.
Dengan sigap Mo Lian membuat dinding pelindung dan mengarahkannya ke sisi lain agar tidak mengenai wajahnya. "Apakah kau sudah mengetahui tempat mereka berada? Kota harus mengakhiri hal ini, sebelum mereka melaksanakan rencana mereka."
__ADS_1
Mo Lian menganggukkan kepalanya, kemudian menjawab sembari menyandarkan badannya, "Tentu, namun hanya satu dari sembilan orang. Sekte Yang Mingzhin berada di pegunungan Provinsi Heilongjiang. Tapi lebih baik, sepertinya kita harus menyelesaikan masalah dengan Keluarga Mo, Keluarga Long yang bersekongkol untuk mengusir Ibu."
Mo Qian menganggukkan kepalanya. "Benar, itu adalah ide yang bagus. Kebetulan aku juga sudah menembus Ranah Inti Emas, dan bisa melihat ingatan tanpa merusak jiwa ataupun membunuh, sehingga aku bisa melihat dengan jelas, apakah Mo Huangbei yang membunuh Ayahku!"
Mo Lian hanya mengangguk kecil tanpa bersuara, dan menyesap teh yang baru saja dibuatnya. Long Bing sudah terbunuh oleh orang asing, Fang Tian sudah ia bunuh dan masalah dengan Keluarga Fang telah berakhir. Namun tidak dengan Keluarga Long, karena keluarga merekalah yang memiliki ide membuang Su Jingmei.
Ketika memikirkan mereka, entah mengapa ia teringat akan Xia Fei yang merupakan mantan yang membuangnya dulu. Ia tidak pernah mengetahui kabarnya, bahkan di group kelas juga tidak terdengar, seperti menghilang tertelan bumi.
Biarlah, aku tidak peduli bagaimana dia yang sekarang. Tapi dari apa yang ku dengar, kematian Long Bing entah bagaimana berhubungan dengan Xia Fei.
"Bagaimana Ibu di kantor?" Mo Lian kembali membuka suaranya, agar obrolan mereka berdua kembali berjalan.
"Ibumu sedang mengerjakan tugasnya, dan tentu saja Ayahmu yang hebat ini membantu." Mo Qian menepuk-nepuk dadanya sembari mendengus dan menyombongkan diri.
Mo Lian mengencangkan bibirnya, mencoba menahan diri agar tidak tertawa. Membantu? Itu adalah hal yang sangat mustahil, bahkan jika benar-benar mengerjakan tugas, itu lebih cocok disebut perintah mutlak Ibunya.
"Ngomong-ngomong, di mana Qin Nian?" Dari pagi hari, setelah kepulangan Qin Nian semalam, ia tidak melihatnya datang ke Sekte Dongfangzhi.
"Setelah kau pergi, dia datang ke sini dan mengatakan mungkin tidak akan bisa berkunjung dalam tujuh hari ke depan, karena harus mengurus perusahaan keluarga ..."
"Bagaimanapun, dia adalah pemilik salah satu perusahaan yang dikelola oleh Keluarga Qin di Kota Chengdu, kota terbesar di Provinsi Sichuan."
"Begitu ..." Mo Lian kembali menganggukkan kepalanya.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...