Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 50 : Pergerakan Dunia Hitam


__ADS_3

Hari ini, pukul 08.30 waktu setempat tanggal 27 April 2020, kabar mengenai terbunuhnya Manajer Lao dari Kantor Properti sudah tersebar luas ke seluruh Kota Chengdu melalui media massa. Banyak orang-orang yang bertanya-tanya mengapa keadaan Kota Chengdu akhir-akhir ini sangat berbahaya, terlebih lagi dengan keadaan terbunuhnya Manajer Lao sangat mengenaskan.


"Selamat pagi semuanya. Hari ini saya akan memberitakan mengenai pembunuhan yang menimpa Manajer Lao dari Kantor Properti di KTV Kota Chengdu. Pihak kepolisian belum menemukan pelaku dari pembunuhan ini, pegawai dan beberapa saksi yang diperiksa hanya mengatakan jika pembunuhnya mengenakan pakaian serba hitam dengan penutup wajah ..."


"Lalu di samping Manajer Lao terdapat kertas putih yang tertulis seperti tantangan. Di sana tertulis 'Manajer Lao dari Organisasi Dunia Hitam telah kubunuh! Sekarang tinggal membantai habis Organisasi Dunia Hitam!'. Pihak kepolisian juga tidak mengetahui apa itu Organisasi Dunia Hitam, dari kertas ini juga mereka tidak menemukan adanya sidik jari, dari penulisan kertasnya juga melalui ketikan komputer. Sehingga kepolisian tidak dapat mendeteksi pelaku. Sekian berita hari ini, terimakasih."


Seketika semua orang yang ada di Kota Chengdu bertanya-tanya apa itu Organisasi Dunia Hitam. Pasalnya ini adalah kali pertama mereka mendengar itu, terlebih lagi mengatakan bahwa Manajer Lao merupakan anggota dari organisasi itu.


Berbeda halnya dengan Pasukan Taring Naga maupun Aliansi Beladiri Huaxia yang berjaga-jaga di Kota Chengdu. Mereka semua tahu betul apa organisasi itu, dengan cepat mereka menyebarkan beritanya ke seluruh cabang dari Pasukan Taring Naga dan Aliansi Beladiri Huaxia yang berada di China, maupun yang sedang bertugas di luar negara.


***


Di sebuah gedung tinggi yang merupakan salah satu perusahaan di Kota Chengdu, lebih tepatnya di lantai teratas gedung itu, terdapat pria paruh baya yang duduk di kursi kantor tengah menatap keluar gedung melalui dinding kaca.


Pria paruh baya itu tidak sendirian, di dalam ruangan itu terdapat beberapa pria muda maupun paruh baya yang memiliki napas kuat, yang tak lain merupakan seorang Pejuang.


"Bos. Lao yang tidak berguna itu telah terbunuh, apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Sepertinya Pasukan Taring Naga dan Aliansi Beladiri Huaxia juga telah mendapatkan kabar melalui media massa." Pria paruh baya mengenakan pakaian tradisional China berwarna orange berbicara setelah ia maju beberapa langkah.


"Benar! Apakah aku harus turun tangan untuk mencari orang yang membunuh Lao?" Kali ini giliran pria yang lebih muda, mengenakan pakaian tradisional China tanpa lengan berwarna abu-abu.


Pria paruh baya yang dipanggil 'Bos' itu terdiam sejenak seraya masih menatap keluar. Ia menghisap cerutu kemudian menghembuskannya. "Meski dia hanyalah anggota luar, tapi dia merupakan boneka yang bekerja di Kantor Properti. Karena dia telah terbunuh, maka rencana kita kedepannya akan terhambat ..."


Pria paruh baya itu kembali menghisap cerutu. Kemudian ia memutar kursinya menatap kedelapan orang di depannya. "Menurut berita yang disampaikan, sepertinya pelaku ini adalah seorang Pejuang. Apakah kalian dapat melakukannya?"


Kedelapan orang itu tersenyum percaya diri kemudian menganggukkan kepalanya. "Tentu saja!" jawab pria muda yang sebelumnya.


"Kalau begitu. Kalian cari orang itu!"


"Baik!" Kedelapan orang itu menjawabnya serempak, kemudian berjalan menuju pintu keluar.


Setelah kedelapan orang itu keluar ruangan, kini pria paruh baya yang merupakan atasan mereka menyandarkan badannya di sandaran kursi seraya menatap langit-langit ruangan. "Jika tugas menguasai Kota Chengdu tidak berhasil, apa yang harus ku katakan pada Pimpinan."


***

__ADS_1


Mansion Bai Long


Mo Lian duduk bersila di belakang halamannya, ia menyerap energi spiritual dari Vena Naga dengan Teknik Budidaya Sutra Dewa miliknya. Ia berkultivasi dengan tenang, hingga beberapa detik kemudian ia membuka matanya secara tiba-tiba, dengan tangan menyentuh tanah, ia melompat dari duduknya dan berjalan memasuki kediaman.


Mo Lian menghentikan kultivasinya karena ia merasakan firasat buruk, dengan cepat ia berganti pakaian dan pergi menuju Perusahaan Meiliafei seorang diri. Kenapa seorang diri? Ya karena memang hanya ia seorang yang berada di Mansion Bai Long.


Tiga menit kemudian setelah terbang melesat ke Perusahaan Meiliafei, ia mendarat dengan kaki kanan menyentuh tanah terlebih dahulu. Ia berada di belakang perusahaan yang sepi, sehingga ia tidak menarik perhatian orang-orang.


Ia merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan karena tertiup angin, kemudian berjalan menuju pintu masuk perusahaan.


Seperti biasa, meski belum memasuki penjualan bulan kedua. Namun perusahaan tetap ramai dengan pengunjung, dan sebagian dari mereka yang datang adalah anak-anak muda yang tengah menikmati minuman di cafe yang telah dibuka untuk umum.


Mo Lian yang telah masuk ke dalam gedung langsung menuju kursi yang terletak di samping dinding kaca, ia bisa melihat adiknya sedang bekerja di belakang meja kasir dan beberapa wanita muda lainnya.


Melihat itu, Mo Lian tersenyum hangat, ia senang ketika melihat adiknya bisa tersenyum lepas tanpa beban. Terlebih lagi dengan matinya Fang Tian dan kemunduran Keluarga Fang serta Long.


Tapi meski demikian, ia tahu betul jika kehidupan mereka semua tetap tidak akan tenang. Itu karena perusahaan yang dijalankannya berkembang cukup pesat, sehingga banyak sekali orang-orang yang iri dan mungkin saja berbuat hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti halnya Organisasi Dunia Hitam.


Mo Lian menolehkan kepalanya ke sumber suara. "Ada apa?"


"Kakak mau minum apa?"


Mo Lian tersenyum lembut. "Apapun yang dibuatkan Fefei."


Mo Fefei terdiam sejenak memiringkan kepalanya dengan jari telunjuk tangan kanan menyentuh pipinya. Ia berpikir untuk memberikan minuman apa untuk Kakaknya, Mo Lian.


Setelah cukup lama Mo Fefei berpikir, ia tersenyum lembut menatap Mo Lian kemudian berbalik pergi menuju tempat di mana ia meracik minuman.


Untuk mengisi waktu menunggu minuman datang, Mo Lian mengeluarkan handphone dari dalam kantung jaket. Kemudian memainkan game yang dulu sering dimainkannya semenjak kakinya tidak berfungsi semana mestinya.


Sepuluh menit kemudian, terdengar suara benda yang mendarat di meja depannya. Mo Lian mendongakkan kepala, terlihat kopi es dengan cream, meski ia tidak terlalu suka dengan kopi. Tapi karena itu adalah buatan Adiknya ditambah ia tidak ingin membuang-buang bahan, akhirnya ia memutuskan untuk meminum kopi itu.


Ketika gelas hampir menyentuh bibirnya, Mo Lian menghentikan gerakan tangannya. Dengan cepat ia menolehkan kepalanya melihat pintu keluar, terlihat delapan orang berpakaian tradisional China dengan tipe yang berbeda.

__ADS_1


"Pejuang? Yang tertinggi berada di Fase Mendalam tahap Akhir."


Mo Lian kembali menolehkan kepalanya menatap kopi yang berada di tangannya, kemudian meneguk kopi itu dengan beberapa tegukan.


Kedelapan orang itu berjalan melewati Mo Lian dan duduk di meja yang jaraknya empat meja darinya. Salah satu dari mereka berdiri dan menuju meja kasir untuk memesan minuman, kemudian kembali duduk di meja.


"Aku tahu kita ingin mencari informasi. Tapi kenapa kita harus berkunjung ke Perusahaan Meiliafei yang baru-baru ini terkenal?" tanya salah satu dari mereka.


"Apa kalian tidak tahu? Aku menduga orang dibalik perusahaan ini adalah seorang Pejuang yang dapat membuat ramuan-ramuan ajaib, karena tidak mungkin obat-obat modern dapat memberikan hasil yang spontan tanpa efek samping."


Ketujuh orang lainnya menangguhkan kepala secara bersamaan saat mendengar penjelasan dari orang yang lebih tua dari mereka semua. Tapi tetap saja tidak masuk akan mencari informasi mengenai pelaku dari pembunuh Manajer Lao di sini.


"Lalu apa hubungannya dengan Perusahaan Meiliafei?" tanya pemuda yang mengenakan pakaian tradisional China berwarna abu-abu tanpa lengan.


Pria paruh baya menghela napas panjang, kemudian menjelaskannya kembali, "Aku menduga bahwa pembunuh Lao adalah orang dibalik Perusahaan Meiliafei. Bagaimanapun CEO dan Direktur perusahaan ini mengatakan bahwa anaknya telah mengetahui dalang penyebaran berita palsu, dan semua orang di sini tahu jika berita itu disebarkan oleh Lao ..."


"Dan kemungkinan besar anak dari CEO ini meminta tolong pada pendukung perusahaan. Jadi kita di sini untuk menangkap Pemimpin perusahaan dan memaksanya untuk mengatakan kebenarannya."


Ketujuh orang itu tersentak saat menyadari jika semua perkataan dari pria paruh baya itu masuk akal. Sekali lagi mereka menganggukkan kepala dan dengan senyum licik mereka semua mulai merencanakan penangkapan Su Jingmei.


Pembicaraan kedelapan orang itu sangat-sangat pelan agar pengunjung lainnya tidak bisa mendengar isi pembicaraan itu. Namun berbeda halnya dengan Mo Lian, ia tentunya bisa mendengar semua isi percakapan, bahkan suara jarum yang terjatuh di kebisingan pun ia dapat mendengarnya.


Mo Lian membanting kedua tangannya di atas meja dengan pelan seraya berdiri, ia berjalan menuju kedelapan orang itu. Ia menatap tajam pria paruh baya yang mengatakan ingin menangkap ibunya. "Aku adalah orang yang membunuh Lao, anggota dari Dunia Hitam!" ucapnya kemudian pergi menuju pintu keluar.


Seketika itu juga kedelapan orang yang mengenakan pakaian tradisional China menolehkan kepalanya menatap Mo Lian. Dengan cepat mereka beranjak pergi dari tempat duduknya dan mengejar Mo Lian menuju pintu keluar.


Mereka tidak perlu lagi menanyakan benar atau tidaknya bahwa Mo Lian adalah pembunuh Manajer Lao. Mereka semua dapat yakin tanpa harus menanyakannya, itu karena tidak banyak yang mengetahui tentang Organisasi Dunia Hitam.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2