Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 204 : Alam dan Manusia Surgawi


__ADS_3

Mo Lian berjalan memasuki bangunan di tengah-tengah Profound Ark, dan kemudian turun melalui tangga yang berada di tengah bangunan. Ia berjalan seperti biasa tidak ada perbedaan, tidak seperti saat ia masuk ke dimensi ruang yang ada di Daratan Huaxia maupun Borneo.


Ketika ia terus turun, pemandangan mulai berubah secara total. Ia sudah berada di hamparan rumput hijau yang subur, bahkan terlihat bunga-bunga yang mulai bermekaran. Ia menengadahkan kepalanya melihat ke atas yang seharusnya adalah langit-langit ruangan, namun yang dilihatnya kali ini adalah langit biru.


Mo Lian melangkahkan kakinya keluar dari dinding array berwarna biru, dan saat itu juga ia mulai merasakan embusan angin sejuk dengan aroma rumput segar.


"Aura di sini cukup padat, ini seperti aku sedang berada di bawah Pohon Surgawi." Mo Lian mengangkat tangan kirinya perlahan sejajar dengan dadanya, mencoba menangkap energi murni yang beterbangan.


Mo Lian menekuk lututnya untuk mengambil posisi duduk bersila, dan kemudian menutup matanya perlahan, mencoba untuk menembus Ranah Alam dan Manusia dalam waktu tiga bulan yang tersisa.


Ketiga wanita berbeda usia yang berangkat bersama Mo Lian juga duduk bersila dengan mata terpejam, mereka tidak ingin menyia-nyiakan waktu, dan ingin menembus Ranah Inti Perak tahap Akhir secepat mungkin.


Mo Lian membuka matanya kembali, ia pergi ke lantai selanjutnya, karena jika ia berada di sini, itu hanya akan mengakibatkan energi spiritual di sini terserap padanya, dan tidak meningkatkan kekuatan yang lain.


Aura spiritual di tiap lain tidak berbeda jauh, dan sama-sama ditumbuhi dengan tumbuhan hijau. Cuaca di sini juga mengikuti cuaca di luar Profound Ark, tanpa ada perbedaan sama sekali.


"Zhuan Shen, kemungkinan aku akan berkultivasi selama tiga sampai empat bulan. Sampai saat itu tolong jaga Sekte Dongfangzhi."


Lan Zhuan Shen yang berdiri di belakang Mo Lian itu menangkupkan kedua tangannya. "Baik, Master. Saya akan memastikan keselamatan anggota Sekte Dongfangzhi."


Mo Lian mengambil posisi duduk bersila lagi, dan mulai menyerap energi murni yang terbang di udara sekitar di lantai dua. Penyerapan terhadap energinya sangat kuat dan cepat, satu hari ia berkultivasi sana dengan tiga sampai tujuh hari pembudidaya normal. Namun karena ia memiliki Tubuh 5 Element dan Tubuh Emas, pelatihannya sangat berat dan menghabiskan banyak waktu.


Ia harus meningkatkan kekuatan tiap elemen, dan menyerap energi murni untuk menempa tulang, daging, dan kulit.


Di saat ia sedang bermeditasi untuk meningkatkan kekuatannya, di sekitar Pulau Siwang Zhi Hun sudah banyak kapal-kapal besar lain yang datang berkunjung, untuk melihat Profound Ark secara lebih dekat lagi, dan membawa ahli dibidang penerbangan maupun palayaran.


Tentu saja mereka tidak bisa terlalu dekat, karena ada larangan di sana, yang baru dipasang Lan Zhuan Shen untuk tidak ada yang mengganggu kultivasi Mo Lian.


***


Rabu, 29 Desember 2021


Karena tiga bulan tidak ada pergerakan apapun dari Pulau Siwiang Zhi Hun, akhirnya semua kapal ataupun helikopter yang berada di sekitar sana mulai pergi dan memilih untuk mencari berita lain yang masih berhubungan dengan Kultivator.


Bahkan sudah mulai banyak sekolah kultivasi yang bermunculan dan mengajarkan teknik-teknik yang bisa dikatakan tidak berguna sama sekali.


Ong Hei Yun yang berhubungan dengan Sekte Dongfangzhi mendapatkan kenaikan pangkat di Pasukan Taring Naga, dan Lao Tzu yang pernah mencari masalah masih belum bisa bergerak karena semua tulangnya patah.

__ADS_1


Pihak Pasukan Taring Naga juga tidak meminta kompensasi, karena itu hanya akan membuat Pasukan Taring Naga menghilang selamanya.


Mo Lian yang berada di dalam kabin lantai dua itu mulai membuka matanya perlahan, dan terlihat kilatan cahaya berwarna biru muda yang memiliki tekanan tinggi.


Mo Lian menopang badannya untuk berdiri dengan cara bertumpu pada lututnya. Tanpa berbicara sama sekali, ia berjalan memasuki penghalang berwarna biru tua. Yang saat ia masuk ke sana, terdapat tangga yang terbuat dari tulang ular.


Ia berjalan melangkah menaiki tangga tulang ular hingga sampai ke lantai teratas dan keluar dari dalam bangunan.


Setelah sudah berhasil keluar, ia melayang dengan cepat meninggalkan Profound Ark. Terbang beberapa mil dari permukaan air laut.


Mo Lian merentangkan kedua tangannya seraya melepaskan energi spiritualnya yang selama ini tertahan. "Petir! Datanglah!"


Bang!


Dentuman keras yang memekakkan telinga terdengar dari tempat Mo Lian berdiri, menyebabkan air laut bergejolak dan menciptakan gelombang tinggi. Angin juga bertiup kencang bagaikan pedang tajam, serta gemuruh yang menggelegar di langit.


Energi spiritual berfluktuasi beberapa mil dari Mo Lian, yang kemudian energi spiritual itu memunculkan awan putih keemasan yang menyebar dengan cepat. Bahkan menutupi seluruh Provinsi Zhejiang, dan hampir masuk ke wilayah perairan Korea Selatan.


"Apakah aku akan menarik Petir Surgawi? Selama ini aku hanya menarik Petir Pedang dan Naga. Saat aku menarik Petir Surgawi, itu adalah ketika aku menembus Ranah God."


Awan putih keemasan itu terbelah dua, memperlihatkan tingkatan awan yang di setiap tingkatnya terdapat manusia yang mengenakan jirah emas, dengan senjata pedang, tombak maupun busur.


"Datanglah!"


Semua Prajurit Surgawi yang berada di tiap tingkatan itu memancarkan cahaya emas dengan kilatan petir. Kemudian secara bersamaan melepaskan anak panas dari busur, maupun melemparkan tombak.


Mo Lian mengalirkan energi spiritualnya pada tinju kanannya, kemudian memukulkan tinjunya sekuat-kuatnya di udara kosong di atas kepalanya.


Energi spiritual berwarna biru membentuk pilar melesat naik akibat pukulan Mo Lian, yang kemudian menghancurkan semua serangan yang ada.


Semua serangan itu pecah, berubah menjadi cahaya emas yang terserap masuk ke dalam tubuh Mo Lian melalui pori-pori kulitnya.


Tembakan anak panas tidak berhenti disitu saja, atau memang tidak pernah berhenti sama sekali. Mo Lian juga tidak kenal takut, ia melesat naik ke tengah-tengah tingkatan awan, membuat segel tangan dengan kecepatan stabil.


"Teknik Spiritual, Jarum Pembunuh!" Mo Lian merentangkan kedua tangannya secara tiba-tiba.


Dari dalam tubuhnya, melesat puluhan ribu cahaya biru kecil membentuk jarum yang sangat tajam. Setiap jarum itu mengenai tubuh Prajurit Surgawi, entah kepala atupun badan, yang kemudian langsung menghancurkan mereka menjadi kepingan cahaya emas, tanpa memberikan kesempatan untuk bertahan ataupun melawan.

__ADS_1


Jarum cahaya itu tidak ada habisnya sama sekali, kecuali pengguna tekniknya yang menghentikannya sendiri.


Fenomena yang mengagumkan sekaligus mengerikan ini menjadi pembicaraan di Daratan Huaxia, banyak yang menganggap jika Surga telah marah dan mengirimkan Prajurit Surgawi untuk membunuh semua orang di Bumi.


Tapi tidak dengan Lan Zhuan Shen yang mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Ia tidak bisa menahan keterkejutannya saat melihat Petir Surgawi, terlebih dengan bagaimana cara Mo Lian menanganinya dengan baik.


Lan Zhuan Shen pernah membaca buku di kediamannya, yang mengatakan jika Leluhur Ras Naga pernah menerima Petir Surgawi, dan itu menghabiskan banyak artefak untuk menahan serangan dari Prajurit Surgawi.


Mo Lian yang berada di tengah-tengah tingkatan awan itu terus mendapatkan energi murni dari pecahan Prajurit Surgawi, yang terus meningkatkan kekuatan fisik, jiwa, maupun penyimpanan energi spiritualnya.


Mo Lian kembali membuat segel tangan, yang diakhiri dengan tangan kanan terangkat. "Teknik Spiritual, Penyerapan Maksimal!"


Wosh! Wosh!


Angin berembus kencang mengarah pada telapak tangan Mo Lian, menarik semua pecahan cahaya yang beterbangan di sekitar, bersama dengan awan putih keemasan yang memiliki kandungan energi murni.


Hanya dalam hitungan menit, awan emas yang memiliki diameter lebih dari 3000 mil itu menghilang, dan memperlihatkan langit biru yang cerah.


Mo Lian melayang di antara bumi dan langit dengan posisi duduk bersila. Ia menstabilkan energi dalam tubuhnya yang meningkat secara tiba-tiba akibat penyerapan yang sangat banyak. Ia mengalirkan semua energi spiritual itu pada tulang, daging, darah, kulit, dan lain sebagainya untuk meningkatkan kekuatannya.


Ketika ia membuka matanya perlahan, angin kembali bertiup kencang dan membuat langit bergemuruh, bersamaan dengan air laut yang bergejolak.


"Alam dan Manusia Surgawi!"


"Di saat aku menembus Inti Emas, aku meningkatkan tiga kekuatan hingga setara dengan Alam dan Manusia. Kemudian saat menembus Alam dan Manusia, tiga kekuatanku setara dengan Jiwa Emas!"


Mo Lian berdiri secara perlahan. Ia mengangkat tangan kanannya, pada saat itu awan hitam kembali muncul di langit, yang tak lama kemudian badai mulai turun menghujani lautan.


Mo Lian menurunkan tangan kanannya kembali, menghilangkan awan hitam bersama dengan badainya.


"Untuk menembus Jiwa Emas nanti, aku harus meningkatkan kekuatanku agar setara dengan Dao Immortal. Sehingga pelatihan kali ini mungkin lima belas kali lebih sulit dari sebelumnya, karena aku harus menekan energi dalam tubuh, serta menahan diri agar tidak menarik Kesengsaraan Petir!"


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2