
Tidak terasa sudah lima tahun berlalu semenjak Mo Lian menutup diri untuk mencoba menembus tahap Menengah dari Dao Immortal. Banyak hal terjadi di Bintang Utama dan itu semua tidak diketahui oleh Mo Lian, mengingat bagaimana ia sangat fokus terhadap kultivasinya.
Dalam lima tahun terakhir, sudah banyak perubahan yang terjadi di Bintang Utama, salah satunya adalah serangan dari Iblis yang muncul dari Celah Ruang di Bintang Xanzan.
Hong Xi Jiang juga sedang menutup diri, sehingga hanya Wang Yue Fei dan Hong Xi Ning yang benar-benar menjaga Bintang Utama dari serangan demi serangan. Untungnya, Iblis yang dikirim dari Celah Ruang hanya sebatas Dao Immortal, tapi itu tetap saja merepotkan karena jumlahnya.
Tapi saat ini sudah cukup tenang dan memasuki waktu ke dua bulan, namun tetap saja semua orang masih waspada apabila ada serangan tambahan.
***
Dimensi Ruang, Sekte Zhongjian
Aura di dalam tubuh Mo Lian semakin meningkat setiap waktunya, dan merasa sudah mampu untuk mengalahkan Heavenly Immortal tanpa harus menggunakan kekuatan Dewa Semesta.
Bagaimanapun, Tiga Kekuatan Mo Lian sudah menyentuh tahap Akhir, namun tetap ia tahan agar tidak menembus, karena ia masih mencoba menyempurnakan Tubuh Emas.
Aura biru seperti api menyelimuti tubuhnya dan terlihat pola emas yang menyerap energi murni di sekitar menjadi lebih cepat lagi. Alasan mengapa kultivasinya lambat karena sumber daya yang diberikan semakin banyak, itu adalah inisiatif dari Hong Xi Ning sendiri yang memberikan sumber daya yang ia simpan untuk Mo Lian.
Sumber daya itu adalah sumber daya yang digunakan untuknya menembus Heavenly Immortal tahap Menengah, namun ia menundanya agar bisa membantu Mo Lian.
Mo Lian membuka mulutnya perlahan, terlihat ada energi biru membentuk benang yang keluar dari sana, lalu masuk kembali ke dalam kedua lubang hidungnya. Setiap napas yang ia ambil, kekuatannya akan meningkat secara signifikan.
Tidak cepat ataupun lambat, tapi meningkat secara stabil.
Hingga tak lama kemudian, permukaan kulitnya mulai terluka parah, terlihat ada darah yang mulai merembes keluar tanpa henti. Namun penampilannya bukan menjadi pucat, melainkan terlihat lebih segar dan cerah.
Bang!
Formasi array yang melindunginya hancur berkeping-keping menjadi pecahan cahaya, yang kemudian menghilang di udara.
Lingkaran array juga muncul di langit di saat yang sama, berwarna biru dengan pola-pola emas aneh yang sangat kuat. Dari dalam lingkaran array itu terlihat cahaya emas yang memandikan Mo Lian di tengah-tengahnya.
Luka sayatan di permukaan kulit Mo Lian mulai menyerap semua cahaya yang memandikannya, mengubah aliran darah di dalam tubuhnya menjadi lebih lancar lagi, serta mulai ada perubahan pada warna darahnya.
Darah merahnya mulai menjadi warna emas, dengan luka-luka yang mulai menutup. Warna emas darahnya itu bisa ia ubah sesuka hati, tergantung bagaimana ia menggunakannya.
Daging, Tulang dan Darah sudah mendapatkan polanya masing-masing, membuat tubuhnya diselimuti oleh energi berwarna emas yang sangat kuat. Bahkan saking kuatnya, mulai ada fluktuasi energi spiritual yang berkecamuk di sekitar, membuat tanah di sekitarnya mulai terkikis.
__ADS_1
Bang!
Dentuman lain kembali terdengar saat Mo Lian membuka matanya secara tiba-tiba, aura yang menyelimutinya juga semakin besar sampai setinggi satu mil di langit. Tubuhnya berubah warna menjadi emas, dengan rambut hitam berkilau emas.
Bang! Bang! Bang!
Kali ini ada ledakan yang teredam di dalam tubuh Mo Lian, ini menandakan bahwa ia berhasil menembus tingkatan. Meski meledak sebanyak tiga kali, tapi tingkat yang ia capai hanya sampai Dao Immortal tahap Akhir, dengan kekuatan yang setara dengan Heavenly Immortal.
Wush!
Cahaya emas melonjak naik ribuan mil ke langit, menembus Dimensi Ruang dan Sekte Zhongjian, hingga melewati penghalang Bintang Utama.
Duarr! Bang!
Cahaya yang sudah melewati penghalang Bintang Utama itu meledak, yang kemudian menimbulkan dentuman keras yang mampu menggetarkan bintang-bintang di sekitarnya. Ledakan itu juga menciptakan cincin emas yang menyebar ke segala arah, meski tidak menimbulkan bencana.
Dari tengah-tengah cincin emas, terlihat siluet Dewa Semesta yang hanya tubuh bagian atasnya saja, dengan cincin besar di bagian punggung berwarna emas.
Semua orang yang melihat itu seperti melihat datangnya penyelamat yang sudah lama dinanti-nanti, meski saat ini Bintang Utama masih tetap aman karena adanya Wang Yue Fei dan Hong Xi Ning, Heavenly Immortal tahap Menengah dan Awal.
Mo Lian membuka matanya perlahan seraya menghela napas panjang. Ia melihat ke sekitarnya, tidak ada siapa pun lagi selain dirinya. "Aku tidak menyangka akan banyak perubahan selama aku berkultivasi."
Mo Lian bisa mengetahui keadaan Galaxy Pusat melalui siluet yang lebih besar dari Bintang Utama tadi.
"Aku ingin bertemu dengan Ning'er." Mo Lian berdiri perlahan seraya menepuk-nepuk debu yang menempel di tubuhnya.
"Sayang!"
Tiba-tiba Hong Xi Ning datang di tempat Mo Lian yang baru saja berdiri, lalu memeluknya erat.
Mo Lian sedikit terkejut dengan kedatangan Hong Xi Ning, tapi ia tetap tenang dan membalas pelukannya. "Aku merasakan ada bekas pertarungan, pasti berat bagimu untuk menjaga Bintang Utama tetap aman." Ia membelai rambut Hong Xi Ning seraya mengusap punggungnya.
"Ibu juga kesulitan, tahu." Wang Yue Fei yang berdiri di kiri belakang Hong Xi Ning menggerutu seraya berkacak pinggang.
Mo Lian tertawa kecil, lalu mengeluarkan Persik Merah Surgawi di telapak tangan kanannya. "Yue Mu, tolong terima ini untuk menembus tahap Akhir."
"Ini ..." Wang Yue Fei tidak bisa berkata-kata saat melihat Persik Merah Surgawi yang sangat langka dan harus menunggu lama untuk berbuah termasuk matangnya.
__ADS_1
"Tidak perlu ragu, tolong terima. Aku masih memilikinya lagi." Mo Lian menyodorkan Persik Merah Surgawi pada Wang Yue Fei.
Wang Yue Fei menganggukkan kepalanya, lalu menerima pemberian dari menantunya itu. "Terimakasih ..."
Mo Lian tersenyum ringan, lalu menunduk melihat Hong Xi Ning yang masih berada di dalam pelukannya. "Ning'er, aku masih memiliki Persik Merah Surgawi, terima dan gunakan untuk menembus tahap Menengah."
Hong Xi Ning tersentak dan mendongak menatap Mo Lian. "Ba- Bagaimana—"
Mo Lian menutup bibir Hong Xi Ning dengan jari telunjuknya, kemudian berucap, "Aku memiliki caraku sendiri, dan aku juga masih ada untuk kugunakan nanti."
Mo Lian berkultivasi selama lima tahun, dan waktu satu hari di Dunia Kecil adalah 24 tahun. Yang artinya selama lima tahun, di Dunia Kecil sudah berlalu selama 43.800 tahun.
Persik Merah Surgawi yang Mo Lian miliki sudah satu saat mengambilnya dari Kota Hans, lalu setelah dipetik harus menunggu selama 1000 tahun untuk kembali berbuah dan 10.000 tahun untuk matang.
Kemudian, walaupun ia berkultivasi dengan tenang tanpa memikirkan keadaan sekitar, ia masih menyembunyikan kesadarannya di dalam Dunia Kecil untuk memanen Persik Merah Surgawi, yang artinya usianya saat ini bisa dibilang 43.822 tahun.
Hong Xi Ning menerima Persik Merah Surgawi. "Ba- Baiklah, Ning'er akan menerimanya. Tapi, Ning'er masih harus menjaga Bintang Utama."
Mo Lian terdiam dengan mulut sedikit terbuka, tidak menyangka jika Hong Xi Ning akan menjadi lebih lembut lagi dari sebelumnya. Lima tahun lalu, Hong Xi Ning menggunakan kata 'Aku', namun sekarang menggunakan 'Ning'er' untuk memanggil dirinya sendiri.
Mo Lian mengusap lembut puncak kepala Hong Xi Ning dan mengecup keningnya. "Tenang saja, Ning'er bisa beristirahat sejenak sekaligus menembus tahap Menengah. Biarkan aku yang menjaga Bintang Utama."
Wang Yue Fei yang sudah menerima Persik Merah Surgawi langsung meninggalkan tempat begitu saja, karena tidak tahan melihat keduanya yang bermesraan, sedangkan ia harus sendirian menunggu suaminya keluar dari persembunyian.
Hong Xi Ning menundukkan kepalanya melihat buah pemberian dari Mo Lian, lalu mendongak mencium bibir tunangan yang bisa dikatakan sebagai suaminya itu.
Mo Lian memeluk pinggang Hong Xi Ning dan membalas ciuman itu, hingga belasan detik berlalu, mereka berdua saling menatap dengan tatapan rindu dan kasih sayang.
"Ning'er pergi dulu." Hong Xi Ning sedikit membungkukkan badannya, lalu berbalik dan pergi meninggalkan Mo Lian.
Mo Lian tersenyum ringan, kemudian ia juga berbalik seraya mengenakan pakaiannya. "Sepertinya mereka harus diberi pelajaran secepatnya. Iblis-iblis kecil, berani mengganggu wilayahku."
...
***
*Bersambung...
__ADS_1