
Acara peresmian LC berjalan dengan lancar hanya sebuah makan-makan bersama dan sekaligus pembagian hadiah dari Andreas.
Acara perkenalan yang singkat dari semua karyawan juga dilakukan dengan cepat, apalagi jumlah karyawan yang dipekerjakan masih belum terlalu banyak sebab mereka masih perusahaan baru.
Setelah meninggalkan kantor, Loren langsung dijemput dan diantar ke sebuah restoran yang terletak di puncak.
"Nona, kita sudah sampai." Supir yang membawa Loren membangunkan Loren ketika mereka sudah sampai.
"Ahhhkkkhh!!!" Loren merenggangkan tubuhnya di dalam mobil karena dia tertidur selama 2 jam perjalanan.
Namun begitu dia membuka mata dan melihat pemandangan di sekitarnya seluruh lelahnya langsung menghilang.
"Wahhh, sejuknya..." Katanya langsung membuka pintu mobil dan turun dari mobil menghirup udara segar puncak.
"Apa kau lelah?" Tiba-tiba suara seorang pria.
Loren langsung berbalik ke arah suara dan melihat Christian berdiri memandanginya sembari memegang sebuket bunga mawar putih.
"Tuan," Loren langsung berlari kearah Christian dan memeluk Christian dengan erat.
__ADS_1
"Bagaimana perjalananmu? Apakah melelahkan?" Tanya Christian.
"Saya tertidur di mobil, tapi begitu sampai disini saya merasa sangat segar. Udara di sini sangat sejuk." Ucap Loren dengan suara lembut disertai ekspresi kagum.
"Baguslah. Ini untukmu," kata Christian menyerahkan buket bunga mawar putih di tangannya.
Seperti biasa, Loren terlihat sangat senang mencium wangi Bunga mawar putih yang ia dapat dari Christian.
Bahkan ketika perempuan itu mencium bunganya Christian bisa melihat rona merah pada pipi Loren langsung menyebar.
Hal itu selalu membuat Christian penasaran, rona yang selalu muncul saat Loren mencium bunga mawar putih.
"Hmmm," Loren tersenyum menyentuh kelopak bunga mawar putih lalu mendongak mantap Christian.
"Saya tidak mengerti tapi jantung saya selalu berdegup kencang setiap kali Tuan memberi saya bunga mawar putih. Ibu saya pernah berkata bahwa bunga mawar putih adalah lambang ketulusan, saat menikah ayah saya memberi ibu saya bunga mawar putih sebagai sebagai Bunga pengantin nya. Jadi saya merasa sangat senang bercampur gugup dan hati saya terus berdebar-debar Ketika Tuan memberi saya bunga mawar putih. Saya selalu berharap suatu saat saya menikah dan mendapat bunga mawar putih dari Tuan." Ucap Loren dengan wajah yang kian merona dari waktu ke waktu.
Hal itu membuat Christian tertegun di tempatnya dan hatinya berdesir sangat hebat Saat ia tak bisa mengendalikan tangannya dan memeluk Loren dengan erat.
Bagaiman bisa... Bagaimana bisa Loren memiliki perasaan yang begitu besar padanya?
__ADS_1
"Aku pasti akan memberikanmu bunga mawar putih di hari pernikahan kita." Ucap Christian dengan bersungguh-sungguh.
"Sungguh?" Loren mengangkat wajahnya menatap Christian.
"Tentu," jawab Christian sembari menundukkan kepalanya dan memberi sebuah ciuman singkat di bibir kecil milik Loren.
"Aku pastikan itu." Ucap Christian dengan jantung yang hampir meledak.
Ini adalah sebuah janji yang tulus!
"Terima kasih Tuan. Saya pasti menantikan hari itu." Kata Loren dipenuhi perasaan yang tak bisa dijelaskan.
"Teirma kasih juga," Christian kembali mendaratkan sebuah ciuman di bibir Loren hingga pipi Loren kembali memerah.
Hal itu membuat Christian semakin ingin meledak. Kenapa dia punya kekasih seajaib Loren? Selalu membuatnya tak berdaya di bawah tingkah polosnya.
@Interaksi
__ADS_1
Sengakak nama Anda..!!