Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2.72


__ADS_3

Loren hendak menemui suaminya di ruang kerjanya ketika dia baru berjalan ke pintu ruang kerja Christian dan melihat Ransi keluar dari ruangan tersebut.


"Nyonya," ucap Ransi dengan sopan memberi salam pada Loren.


Loren mengangguk memperhatikan wajah Ransi yang tampak bingung, namun butir-butir keringat memenuhi kening pria itu, "Apakah Tuanmu bersikap buruk lagi padamu?" Tanya Loren.


Ransi langsung tertegun di tempatnya l, ia memikirkan pertanyaan Loren, 'Apakah Tuan berubah karena Nyonya? Karena nyonya selalu mengawasi segala sesuatu yang berkaitan dengan suaminya?' Pikir Ransi dalam hati, ia merasa bersyukur karena dirinya terlepas dari hukuman, sebab Loren yang telah merubah sikap Christian.


"Tidak Nyonya, tuan sama sekali tidak bersikap buruk pada saya." Jawab Ransi membuat Loren menyipitkan matanya untuk menilai pria di depannya.


Cara Loren menanggapi ucapannya membuat Ransi semakin yakin bahwa Christian yang berhenti bersikap kejam semuanya dilandasi oleh ketakutannya terhadap Loren!!!


"Nyonya tidak perlu khawatir, tuan benar-benar memperlakukan saya dengan baik," ucap Ransi dengan sungguh-sungguh disambut helaan nafas lega Loren.


"Baguslah," ucap Loren memberi jalan bagi Ransi untuk meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Ransi dengan senyumnya meninggalkan Loren yang sudah memasuki ruang kerja Christian, 'Loren benar-benar perempuan yang luar biasa,' pikir Ransi semakin kagum dengan Loren, tapi kekaguman nya hanya sebatas kekaguman pada seorang atasan, tak lebih dari itu.


Sedangkan Loren yang telah memasuki ruangan suaminya, perempuan itu mendapati suaminya sedang bersandar sambil memejamkan matanya.


'Apakah dia tidur?' pikir Loren mendekati Christian yang tak menyadari kehadirannya.


Perempuan itu berdiri di samping christian sembari menatap berkas yang bertebaran di atas meja, 'sepertinya dia punya banyak pekerjaan,' pikir Loren dalam hati sembari mengulurkan tangannya hendak merapikan meja pria itu.


Namun, tangannya belum menyentuh satu pun berkas di atas meja ketika pria yang ada di atas kursi kini terbangun mencium aroma tubuh Loren.


"Barusan kau tertidur?" Tanya Loren mengulurkan tangannya mengusap pipi suaminya yang tampak kelelahan.


"Hm,, maaf karena tidak menyadari kehadiran mu," ucap christian lalu menundukkan kepalanya mendaratkan sebuah ciuman lembut di bibir istrinya.


"Pergilah mandi dan makan malam lalu kau bisa beristirahat," kata Loren yang merasa cemas dengan kesehatan Christian.

__ADS_1


Perempuan itu hendak turun dari pangkuan Christian ketika tubuhnya malah ditahan oleh suaminya, "aku akan mandi kalau istriku menemaniku," ucap Christian langsung membuat Loren menatap pria itu sembari menyipitkan matanya.


Perempuan itu hendak menolak, tetapi ketika dia kembali lagi melihat wajah suaminya yang sedikit pucat, maka Loren menghela nafas, "baiklah," katanya membuat Christian langsung tersenyum senang.


Pria itu dengan senang menggendong istrinya ke kamar mereka lalu terus ke kamar mandi.


"Bolehkah mandinya lebih lama?" Tanya Christian ketika dia sudah menurunkan Loren dibawa pancuran air.


Lorem sudah menduga hal tersebut akan dikatakan oleh suaminya, jadi perempuan itu sudah menyiapkan diri sejak dia digendong dari ruang kerja Christian.


Oleh karena itu, Loren langsung mengangguk kan kepalanya membuat Christian langsung bersemangat memeluk perempuan itu dan menciumnya.


Mandi yang seharusnya berlangsung kurang dari 30 menit akhirnya berubah menjadi satu setengah jam.


Bahkan setelah selesai mandi Loren masih merasa menjadi orang yang paling kelelahan setelah pelepasan terakhirnya, jadi perempuan itu dengan lemas memejamkan matanya dalam gendongan Christian menuju kamar.

__ADS_1


__ADS_2