Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#218. Bian mabuk di Bar


__ADS_3

"Loren," suara Biran dari seberang telepon membuat Loren tertegun.


Mengapa pria itu menelponnya?


"Ya, apa ini Tuan Bian?" Tanya Loren sembari mengeratkan pegangannya pada ponsel miliknya.


Dia sudah mau berbicara dengan Bian sebab pria itu hanya membahas seluruh kebusukan Vionita yang membuat Loren menjadi sangat kesal.


Kemarin dia telah menambahkan kontak Bian ke daftar hitam sebab dia merasa kesal karena pria itu terus menghubunginya.


Tapi sekarang, pria itu menggunakan nomor baru.


"Ya, ini aku, apa kamu masih ada di luar? Ini jam makan siang, dapatkah kita bertemu? Ada hal penting yang ingin kubicarakan denganmu." Ucap Bian dari seberang telepon.


"Hm,, aku tidak bisa, ah!! Tuan!!" Loren terkejut menjauhkan ponsel dari telinganya saat Christian tiba-tiba menghampirinya dan menariknya ke pangkuan pria itu.


"Ada apa?" Tanya Christian dengan suara yang serak mencium pipi Loren hingga membuat pipi merona karena merasa malu.


Dia masih sementara menelpon!!!


"Aku sedang menelpon, tunggu sebentar,, ucap Loren hendak turun dari pangkuan Christian ketika pria itu malah menahannya.

__ADS_1


"Tetap begini," ucap Christian menempelkan bibirnya ke daun telinga Loren membuat perempuan itu bergidik kegelian.


Tetapi karena sadar bahwa dia masih sementara menelpon, Loren kemudian berusaha menjaga sikap lalu kembali menempelkan telepon ke telinganya.


"Tuan Bian,, maaf, tapi sekarang saya sedang tidak bisa bertemu Anda," ucap Loren.


"Loren,, sedang apa kau?" Tanya Bian yang sedari tadi terkejut mendengar suara seorang pria yang terdengar begitu manja pada Loren.


Dari interaksi yang ia dengar dari seberang telepon, tidak bisa menghentikan Bian berpikir negatif tentang Loren.


"Aku? Aku rasa itu tidak penting untuk kukatakan pada Tuan Bian. Kalau tidak ada lagi yang perlu dikatakan, aku akan menutup teleponnya." Ucap Loren.


"Tunggu! Bisakah kita bertemu setelah jam pulang kantor? Aku hendak membicarakan sesuatu yang penting denganmu," ucap Bian terdengar di telinga Cristian membuat Cristian merasa sangat kesal.


"Tuan Jangan!!" Ucap Loren dengan suara pelan sembari menjauhkan ponsel dari nya agar pria di seberang telepon tidak mendengarnya.


Tetapi karena Bian menggunakan volume besar di seberang telepon, maka dia bisa mendengar suara Loren yang terdengar seperti perempuan yang di digoda oleh laki-laki.


"Tutup teleponnya," ucap Christian merebut ponsel dari tangan Loren lalu menekan tombol reject.


Tut Tut Tut....

__ADS_1


Bian tertegun memegangi ponsel di telinganya mendengar nada panggilan terputus dari speaker hp-nya.


'Loren,,, apa yang dia lakukan? Bersama siapa?' Bian bertanya-tanya sembari mengingat suara Loren yang tadi dia dengar.


Suara Loren yang manja dan,,, siapa yang bisa membuat Loren mendesah begitu?


Bian mengepal erat tangannya, dia merasa cemburu tapi juga merasa jijik pada Loren.


Perempuan yang ia kenal sangat baik dan polos itu ternyata sedang bersama seorang pria yang,,, dia tidak bisa mempercayainya, tetapi apa yang ia dengar tidak bisa membuatnya untuk tidak percaya.


Memikirkan semuanya, Bian merasakan kepalanya berdenyut jadi pria itu memilih pergi ke bar menghabiskan harinya dengan meneguk alkohol.


"Tuan,, Anda sudah sangat mabuk,," bartender yang bertugas mengingatkan Bian kala pria itu sudah dari tadi siang sampai sekarang pada pukul 10 malam masih menikmati alkohol.


"Hmm!!" Bian yang sudah mabuk dan menyandarkan kepalanya di atas meja bartender, ia tidak mampu lagi mengatakan lebih banyak kata.


Sang bartender yang melihat kejadian itu pun akhirnya menghela nafas lalu memanggil seseorang untuk membawa Bian pergi dari tempatnya.


Petugas yang membawa Bian mengambil ponsel pria itu lalu menghubungi nomor yang paling sering dihubungi Bian.


"Kak Bian,, kau dimana?" Terdengar suara perempuan yang sangat cemas dari seberang telepon.

__ADS_1


"Pria pemilik ponsel ini berada di XX, tolong jemput dia sekarang karena dia belum membayar tagihan minumannya!" Ucap petugas yang memegang ponsel Bian.


"Ah,, baik," terdengar suara Vionita dari seberang telepon lalu panggilan itu diakhiri.


__ADS_2