
Mia tiba di toilet dan memasuki salah satu bilik toilet sembari mengeluarkan ponselnya.
'Sial!! Siapa sih sebenarnya Chataline itu? Berani-beraninya dia menjelek-jelekkan Kak Vionita! Aku harus memberitahukannya pada Kak Vionita!!' pikir Mia menekan layar ponselnya lalu melakukan panggilan pada sebuah kontak bernama Vionita.
Drrrtt Drrrtt Drrrtt....
Drrrtt Drrrtt Drrrtt....
Drrrtt Drrrtt Drrrtt...
Tiga kali panggilan, tetapi Vionita tidak pernah mengangkat panggilannya.
"Astaga,, Apakah Kak Vionita sangat sibuk?" Gerutu Mia kini terdiam memandangi layar ponselnya yang sudah menggelap.
"Ahh, aku kirim pesan saja," Ucap Mia kemudian mengetik beberapa kalimat lalu mengirimkannya ke nomor Vionita.
Sementara pesan itu terkirim, maka orang yang dituju pesan itu sedang berada di sebuah kantor besar yang merupakan kantor milik Bian.
Vionita berada di ruangan Fajar yang merupakan asisten Bian.
"Nona Vionita," Fajar sangat terkejut karena perempuan itu ternyata datang untuk menemuinya dan bukannya menemui Bian.
"Hmm, aku ingin menanyakan sesuatu padamu." Kata Vionita berjalan ke arah sofa dan duduk sambil menyilangkan kakinya.
"Apa yang ingin Nona tanyakan?" Tanya Fajar sembari duduk di sofa depan Vionita.
"Bian menyuruhmu untuk menyelidiki segala sesuatu yang terjadi antara aku dan Chataline. Apa kau sudah selesai melakukannya?" Tanya Vionita.
Tadi siang Bian kembali terburu-buru dan bahkan tidak sempat menghiburnya hingga dia harus makan siang bersama Mia.
Pria itu bahkan tidak mengatakan ke mana dia akan pergi, jadi Vionita merasa sangat khawatir.
Fajar terdiam beberapa detik sebelum berkata "Masalah itu,, Maaf saya tidak tahu apa pun."
Bian sudah memperingatkan nya supaya dia tidak memberitahu Vionita bahwa dia sedang menyelidikinya.
"Apa?! Jangan coba membohongiku, aku sudah tahu semuanya dari Bian. Jadi sekarang katakan padaku, kau sudah mendapatkan informasinya atau belum?!" Vionita bertanya dengan nada penuh penekanan.
__ADS_1
"Nona Vionita, Saya tahu Anda adalah kekasih Tuan saya, tetapi--"
"Jangan membantah! Aku bisa menyuruh Bian untuk memecat mu kapan saja! Kau pikir pria itu tidak akan melakukannya kalau aku yang memintanya?!!" Ancam Vionita.
Fajar menghela nafas, perempuan itu, entah kenapa bisa menjadi kekasih Bian, "Baiklah, saya sudah menyelidikinya. Tadi siang saya menelpon Tuan Bian untuk memberitahukan semua padanya, tetapi tiba-tiba Tuan Bian memiliki urusan mendadak di luar kota jadi saya belum sempat berbicara dengannya." Jawab Fajar.
"Ahh begitu, kalau begitu ubah informasi yang kau miliki, cukup katakan bahwa Chataline telah memfitnah ku. Dan semua informasi mengenai Loren, Jangan pernah mengungkapkan hal itu pada Bian. Aku mengawasimu!!" Ancam Vionita.
"Baik Nona," jawab Fajar tak berdaya.
Lebih baik menuruti keinginan perempuan itu daripada dia harus dipecat jika Vionita mengarang sesuatu yang tidak tidak pada Bian.
"Bagus kalau kau mengerti. Aku pergi dulu." Kata Vionita dengan puas lalu dia segera meninggalkan ruangan Fajar.
Begitu tiba di mobil pribadinya yang terparkir di lahan parkir perusahaan Bian, perempuan itu kemudian mengambil ponselnya yang tertinggal di mobil.
Tiga panggilan tak terjawab dari Mia dan sebuah pesan dari Mia.
Vionita langsung mengambil ponselnya dan membuka pesan yang ia dapat dari Mia.
*Kak Vionita, aku menelpon mu, tapi sepertinya kau sibuk, jadi aku mengirim pesan ini. Baru saja tim desain heboh menceritakan tentang Chataline yang menjelek-jelekkan mu di depan mereka.
Vionita berdecak kesal "Dasar Chataline!! Mengapa sekarang dia terus menyalahkanku atas apa yang terjadi? Jelas-jelas, dialah yang terlalu bodoh,, hanya menghadapi seorang mantan gelandang pun dia tidak mampu!!" Geram Vionita dengan kekesalannya.
Setelah beberapa menit berada dalam mobil, Vionita kemudian membalas pesan Mia.
*Aku tidak tahu alasan Chataline mengarang cerita secara sepihak, sepetinya karena dia ini menghalangiku berbaikan dengan Loren. Tetapi Terima kasih karena kau mempercayaiku. Aku harap 2 tahun segera berlalu supaya kita segera bisa bekerja sama.* Balas Vionita.
Perempuan yang menerima pesan itu sedang sibuk pada pekerjaannya ketika ponselnya bergetar dan melihat pesan yang masuk.
'Ah,, Kak Vionita akhirnya membalas pesanku!' seru Mia dalam hati segera mengambil ponselnya dan membaca pesan dari Vionita.
Begitu membacanya, Mia langsung menghembuskan nafas dengan kasar "Sudah kuduga, perempuan itu hanya mengarang cerita secara sepihak!!" Ucapnya.
Megi yang duduk disebelah Mia bisa mendengar suara perempuan itu Jadi dia langsung menoleh pada Mia.
"Ada apa?" Tanyanya.
__ADS_1
"Kak Vionita baru saja membalas pesanku, dia bilang apa yang dikatakan Chataline itu hanya cerita sepihak yang tidak boleh dipercayai. Bagaimanapun, Chataline itu adalah perempuan yang sudah menghina kalian di lokasi syuting. Aku yakin dia sangat pandai berakting dan bersandiwara apalagi dia adalah seorang aktris!!" Ucap Mia menarik perhatian semua orang.
Semua orang terdiam menatap Mia.
"Hah,, ya, kau bisa mempercayai Nona Vionita mu itu dan kami akan mempercayai apa yang kamu yakini." Kata Rika dengan acuh tak acuh karena dia terlalu malas untuk selalu berdebat dengan Mia.
"Lihat saja nanti, kalian yang mempercayai Chataline pasti akan menyesal!!" Geram Mia sambil menoleh pada Loren yang terus tertunduk di meja kerjanya.
'Huh,, sepertinya Loren ini benar-benar dendam pada Vionita, padahal kak Vionita sudah berbaik hati dan berusaha ingin memperbaiki hubungan mereka tapi dia sepertinya tidak memiliki niat untuk membuka diri. Dasar perempuan sombong bermuka dua!!!' pikir Mia merasa kesal dan marah pada Loren.
Akhirnya waktu terus berlalu, semua orang tenang pada pekerjaan mereka sampai jam pulang akhirnya tiba.
"Sudah jam pulang, kalian duluanlah," kata Loren saat ia melihat jam pada ponselnya.
"Memangnya Kak Loren masih ada pekerjaan? Bagaimana kalau kami membantu supaya kita semua sama-sama pulang dengan cepat?" Tanya Rika sembari melihat ke arah Loren.
"Tinggal sedikit lagi, palingan 10 menit. Kalian duluan lah." Ucap Loren.
"Ahh, baik."
"Kalau begitu kami pergi dulu."
Seluruh anggota tim besan akhirnya meninggalkan Loren sendirian.
Loren memandangi ruangan yang telah kosong itu lalu mematikan komputer nya dan bersandar sambil memejamkan matanya.
'Aku tidak mau pulang!! Bagaimana kalau Christian berubah sikap padaku?' Loren merasa takut.
Dia sudah mendengar berbagai macam pendapat dari tim desain yang mengatakan bahwa Christian sangat serasi dengan Chataline.
Hal itu sangat mempengaruhi nya, apalagi ketika dia mengingat Christian yang tidak membantah saat Chataline bertanya apakah pria itu masih mengingat Chataline.
'Kenapa dia mengingat perempuan lain?? Katanya dia tidak pernah berhubungan dengan perempuan, lalu apa maksudnya dia ingat Chataline???' Loren menghembuskannya nafasnya dengan kasar.
@Interaksi
__ADS_1
Huh,, ternyata kalo anjing diladeni jadi makin keras mengonggongnya,, kayaknya udah mau di pindahkan ke wajan ni...!! ðŸ¤