
Akhirnya, hari yang dinanti-nantikan Vionita kini tiba juga, perempuan itu sudah menggunakan gaun pengantinnya dan sekarang berdiri di samping Bian dengan berpegangan pada lengan Bian.
Mereka siap berjalan di atas karpet merah menuju altar pernikahan di mana mereka akan mengucapkan janji suci pernikahan di depan seluruh tamu undangan yang akan menjadi saksi pernikahan mereka.
Perempuan itu mengelilingkan pandangannya melihat semua orang dan dia berhenti tepat saat memandang ke arah keluarga Sinaga di mana Loren dan Christian juga duduk bersama mereka.
'Hah, Loren,,, selamat menikmati Sakit hatimu.' ucap Vionita ketika mereka sudah melangkah lalu melihat Loren dan Christian yang berpura-pura bertepuk tangan meski di wajah kedua orang itu tidak ada sedikitpun senyum yang menghiasi.
'Begitu sakit hati sampai tak mampu tersenyum? Hah,, tunggu beberapa jam lagi lalu kau akan dipermalukan di pesta pernikahan ku!!!' Pikir Vionita yang begitu dendam dengan Loren.
Sementara Loren yang duduk di tempatnya, perempuan itu dengan tenang mendekatkan bibirnya ke telinga Christian dan berkata, "Kau harus bertepuk tangan lebih keras karena ini adalah hari bersejarah di mana dua orang pecundang sedang mengikat janji suci mereka untuk bersama selamanya."
Mendengar ucapan kekasihnya, Christian mau tak mau tersenyum lalu balas berbisik, "Tenang saja, kado spesial untuk dua pecundang ini sudah ku siapkan dengan baik."
Loren langsung memandang wajah Christian yang kembali tenang bertepuk tangan, dia tahu kalau pria itu tidak pernah memberi sesuatu yang biasa-biasa saja, pastilah pria itu sudah mempersiapkan hal yang luar biasa untuk Vionita dan Bian.
__ADS_1
Tapi apa?
Loren bertanya-tanya dalam hatinya dan tak sabar menantikan hadiah yang diberikan Christian diperlihatkan di depan umum.
Janji pernikahan selesai, sambutan selesai dan sekarang seluruh keluarga utama dari kedua mempelai sedang berjalan-jalan untuk menyapa satu persatu tamu.
"Kakekmu ada di mana?" Tiba-tiba tanya Rama pada Gerson.
"Ah,, dia bilang dia mau menghampiri beberapa orang. Sepertinya kakek pergi mencari koneksi." Ucap Gerson.
"Hm,, seharusnya dia mengajakmu untuk memperkenalkanmu pada semua orang," ucap Davin menghela nafas.
Setelah beberapa saat, keduanya berpindah tempat dan menyapa yang lainnya.
"Sepertinya kakek tidak ikhlas menempatkanku di posisi direktur." Gerson menghela nafas.
__ADS_1
Davin dan Bianca melihat ke arah Putra mereka dan merasa prihatin dengan pria itu.
Tapi Loren kemudian berkata, "Pria konyol, kau menghela nafas hanya untuk hal seperti itu? Kalau kakek tidak mendukungmu maka kami semua yang di sini pasti mendukungmu!!"
Gerson tampak lemas menatap Loren, "Baiklah, perempuan bodoh!" Katanya.
Saat itu Vionita dan Bian sudah berkeliling di dekat mereka dan Vionita menatap Bian lalu berkata, "Ayo menghampiri keluargaku lebih dulu." Ucap Vionita yang ingin memamerkan pernikahannya pada Loren dan semua orang yang ada di meja itu.
"Baiklah," ucap Bian berjalan bersama Vionita ke arah meja kelima orang itu.
Di tengah langkahnya, Vionita memberi kode pada seorang pelayan agar datang membawa minuman.
Akhirnya Vionita dan Bian tiba lalu menyapa semua orang dengan tatapan Vionita terus tertuju pada Loren.
Sang pelayan pun sudah tiba lalu memberikan minuman untuk semua orang, termasuk pada Loren.
__ADS_1
'Loren,, minumlah sayang,,, minumlah supaya kau mengatakan seluruh unek-unek dalam hatimu. Lalu semua orang akan tahu bahwa selama ini kau sudah menyimpan perasaan pada suamiku, dan terlebih kau tidak mau menerima kenyataan bahwa kami telah menikah.' ucap Vionita melihat Loren yang hendak meminum minuman yang telah diberikan oleh pelayan.