
Di dalam lemari baju Christian terdapat banyak sekali pakaian tetapi semuanya didominasi oleh warna hitam. Hanya ada beberapa kemeja berwarna putih dan yang lainnya kemeja berwarna hitam.
Christian mengambil kemeja yang berwarna hitam lalu mengenakannya dan kembali keluar menemui Loren dan Dokter Bian yang sudah menunggu.
Ketika dia tiba Dokter Bian sudah duduk di samping Loren sembari memeriksa tensi Loren.
Saat mendengar suara pintu yang tertutup dokter Bian mengangkat kepalanya dan melihat Christian.
"Hah,, sekarang kalian memakai pakaian yang sama juga." Ucap Dokter Bian mengejutkan Loren hingga badannya menjadi tegang lalu perlahan melihat kearah Cristian yang kini duduk di sofa tunggal.
'Kenapa dia juga memakai kemeja berwarna hitam? Mungkinkah Dia sengaja?' Loren kembali ingat perbincangannya dengan dokter Bian.
Loren: "Kami tidak semakin dekat, hari ini terjadi kesalahpahaman saja makanya saya menggunakan pakaian Tuan Christian."
__ADS_1
Dokter Bian "Ha ha ha.. Kau pikir aku bodoh? Christian tidak akan memberikan pakaiannya pada sembarang orang bahkan pada pria pun, pria itu enggan meminjamkan pakaiannya apa lagi pada perempuan. Mungkinkah kau tidak sadar kalau dia sebenarnya mulai menyukaimu? Ya,,,,, Tapi aku juga bingung kenapa dia suka padamu ya?
"Kelebihanmu hanyalah cantik meskipun saat ini tubuhmu masih terlihat gemuk tapi kau memang sangat cantik. Namun di luar sana, ada banyak juga gadis cantik yang berusaha mendekati Cristian tapi tidak ada satupun yang berhasil meluluhkan hatinya bahkan latar belakang keluarga mereka begitu mengagumkan."
Mengingat kembali ucapan dokter Bian, Loren langsung menunduk dan seketika tangannya berkeringat.
'Sebenarnya apa yang coba dikatakan dokter Bian padaku? Dia bilang Christian berusaha mendekati ku tapi dia membungkus kata-katanya dengan ketidakyakinan nya. Banyak gadis cantik mendekati Christian....' pikir Loren kembali memperhatikan Dokter Bian yang sedang fokus pada tensinya.
"Bagaimana keadaannya?" Tanya Christian ketika Bian selesai melakukan tensi pada Loren.
Wajah Loren langsung memerah dan semakin tertunduk "Ya,, dari kecil tanganku memang selalu berkeringat seperti itu ketika aku ketakutan." Jawab Loren.
"Begitu ya,, tapi kenapa sekarang berkeringat. Apa kau sedang ketakutan?" Tanya Dokter Bian berusaha melihat wajah Loren yang tertunduk.
__ADS_1
"Ng,, tidak." Jawab Loren yang takut bila dokter Bian kemudian menanyakan alasannya merasa takut.
"Jelas-jelas kau ketakutan, lihat wajahmu memerah seperti itu dan keringat juga memenuhi kening mu. Sebenarnya apa yang membuatmu takut?" Tanya Dokter Bian langsung membuat Christian menengang.
'Mungkinkah dia akan mengatakan bahwa dia takut karena aku?' Christian merasa tak sanggup kalau perempuan itu sampai mengatakannya dari mulutnya sendiri jadi Cristian segera berkata "Kenapa kau menanyakan hal-hal yang tidak pantas? Periksa saja bagaimana keadaannya lihat tadi wajahnya sangat pucat dan berkeringat mungkinkah dia kelelahan?"
Dokter Bian yang mendengar kata-kata Christian langsung menghela nafas, dia jelas tahu bahwa Loren baik-baik saja, tetapi perempuan ini hanya ketakutan dan tegang setiap kali bersama Cristian.
Kesimpulannya adalah Loren ketakutan pada Christian. Namun dia tidak mungkin memaksa Loren untuk menjawabnya karena Christian juga sudah memperingatkannya.
Sementara Loren 'Tolong jangan bertanya lagi. aku bisa di bunuh kalau aku mengatakan yang sebenarnya!!' ucap Loren dalam hati.
@Interaksi
__ADS_1
Piling perempuan selalu benar,, jadi iya iya iya ajh deh jawabannya dari pada nanti di lempar pakek gunung... ðŸ¤