
Sembari menunggu Christian selesai mengeringkan tangannya, Loren kini menata makanan yang ia bawa di atas meja agar mereka bisa langsung makan bersama.
"Kapan kau mempersiapkan semua makanan itu?" Suara Christian dari belakang Loren langsung membuat Loren mengangkat wajahnya menatap pria yang kini berjalan ke arahnya.
"Aku memesannya dari restoran milikmu," ucap Loren sembari tersenyum menyengir.
Sebenarnya dia ingin memasak sendiri untuk suaminya, tetapi karena tadi pagi mereka bangun kesiangan, sebab kemarin malam mereka lambat tidur, makanya Loren tidak punya waktu untuk memasak.
Christian mengangguk-ngangguk sembari duduk di samping Loren, "Hmm,, sepertinya ini ide yang lebih baik daripada kau harus memasak setiap pagi." Ucap Christian.
Ia kini berpikir bahwa dia harus membawa koki dari restorannya ke rumah mereka, agar istrinya tidak perlu bangun pagi-pagi supaya malam harinya mereka bisa bermain sampai larut malam.
Loren menyipitkan matanya menatap suaminya lalu berkata, "Jangan memikirkan hal yang aneh-aneh!"
Christian memicingkan matanya sembari menarik Loren dan menahan dagu perempuan itu agar dia bisa membaca pikiran istrinya.
__ADS_1
Loren mengerjapkan matanya, sepertinya dialah yang sudah berpikir aneh-aneh tentang setiap perkataan Christian.
Entah kenapa, tapi dia selalu berpikir aneh setiap kali Christian selesai berbicara, dan hal ini sudah terjadi selama 3 hari terakhir, sejak malam pertama mereka selesai!!!
"Sepertinya bukan akulah yang berpikir aneh, tapi istriku yang nakal ini memiliki pikiran yang lebih aneh daripada suaminya." Ucap Christian memperdalam tatapannya untuk meniti istrinya lalu lanjut berkata, katanya: "Dari matamu aku bisa membaca kalau kau sedang memikirkan pekerjaan kita setiap malam. Apakah sekarang kau juga ingin mengajakku mengerjakan pekerjaan malam kita? Aku tidak keberatan kalau harus lembur."
Christian semakin menurunkan wajahnya hingga hidung mereka kini berbenturan dan nafas mereka saling berbaur, lalu kembali terhirup oleh kedua orang itu
"Kau... Mesum!!!" Dengan kesal Loren mendorong wajah suaminya saat melihat pria itu kini memojokkannya.
Christian hanya tersenyum melihat kelakuan istrinya yang malu-malu, pria itu kemudian mengambil piring dan menaruh beberapa makanan kemudian meletakkan piring itu di depan.
Sebaiknya tidak mengganggu istrinya terlalu jauh, atau mungkin nanti malam dia harus berpuasa, sayang sekali Jika hari ke-4 di pernikahannya, dia menyiksa dirinya dengan berpuasa malam!
Loren mengambil makanan yang diberikan oleh Christian lalu perempuan itu duduk tenang menatap suaminya yang kini menaruh makanan untuk dirinya sendiri.
__ADS_1
"Terima kasih," ucap Loren.
"Kalau kau berterima kasih, bolehkah aku duduk di sampingmu?" Tanya Christian sembari mengangkat wajahnya menatap istrinya yang masih tampak menahan kekesalannya.
"Baiklah," jawab Loren langsung membuat Christian tersenyum.
Pria itu segera berpindah duduk ke samping istrinya lalu makan dengan suasana hati yang hangat.
Keduanya makan dengan tenang lalu setelah selesai, Loren membereskan semua piring dan menyimpannya ke dalam paper bag miliknya.
Begitu selesai membereskannya, ia langsung ditarik ke atas pangkuan suaminya.
"Jam berapa kau pergi?" Tanya Christian.
"Hm,," Loren melihat ke arah jam dinding lalu berkata, "Satu jam lagi."
__ADS_1
"Kalau begitu, biarkan Aku memelukmu selama 1 jam," ucap Christian mulai memeluk Loren dengan erat sembari menikmati wangi rambut Loren.