Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#123. Rencana menemui Chataline


__ADS_3

Pagi hari di LC.


Seluruh anggota tim desain sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing ketika ponsel Loren tiba-tiba berdering.


Dengan satu kali pencet Loren mengangkat panggilan itu dan mendekatkan benda pipi miliknya ke telinganya "Ya Halo," katanya.


"Nona Loren, pakaiannya sudah datang dan dibawa ke ruang pameran. Kalian bisa melihatnya sekarang." Seorang perempuan dari seberang telepon mengagetkan Loren.


"Benarkah?!" Loren sangat bersemangat.


"Ya, sialahkan ke lantai 11." Lagi kata perempuan dari seberang telepon lalu Loren segera mematikan panggilan itu.


"Pakaiannya sudah jadi. Kita sudah bisa melihatnya Di ruang pameran." Ucap Loren langsung menarik perhatian semua orang lalu dengan segera mereka bergegas ke lantai 11.


Begitu tiba di sana ada 10 manekin yang dipajang menggunakan pakaian yang mereka desain.


"Oh astaga,,,, karyaku akhirnya...." Mentari bersorak sangat senang saat ia mendekat kearah manekin yang memajang baju yang ia desain.


Tak berbeda dengan Mentari, yang lainnya juga ikut memperhatikan desain mereka masing-masing kecuali Mia yang berdiri memandangi semua orang-orang itu.


'Heh,, hanya sebuah karya yang jelek, lihat saja nanti, punyaku akan jauh lebih baik!' kesalnya dalam hati sembari melemparkan tatapan mengejek pada semua orang yang sibuk dengan karya mereka.


"Kak Loren, kapan Chataline akan datang untuk melihat karya ini dan memilih salah satunya?" Tanya Rika sangat bersemangat ketika dia mengingat ucapan Loren tempo hari.


"Oh ya,, Tuan Andreas mengatakan bahwa dia sendiri yang akan berbicara dengan Nona Chataline." Jawab Loren yang memang tidak tahu apa pun.


"Ah,, begitu ya... Tapi kelihatannya pakaianku akan sangat cocok digunakan oleh Chataline. Aku berharap dia akan memilih desain ini..!!" Ucap Rika dengan wajah penuh harap.


"Jangan berharap terlalu tinggi..! Jelas milikku yang akan dia pilih!" Ucap Megi tak mau kalah.


"Kita lihat saja nanti!" Ucap Rika dengan acuh tak acuh.


"Aku akan kembali ke ruang desain," tiba-tiba kata Mia saat ia sudah muak melihat semua orang yang menjadi gila hanya karena hal kecil.


Namun ternyata, ucapannya sama sekali tidak ditanggapi oleh semua orang, semuanya fokus pada karya mereka hingga membuat Mia semakin berdecak kesal.


'Tunggu saja nanti, kalian semua akan ku buat menyesal..!' geramnya segera keluar dari ruang pameran dengan langkah yang kesal.


Baru saja dia meninggalkan ruangan pameran ketika ponselnya tiba-tiba bergetar. Dia melihat layar ponselnya dan senyum langsung terukir di bibirnya saat melihat Vionita mengiriminya pesan.


Vionita "Halo selamat pagi."


Dengan segera jari jempol perempuan itu menari-nari di atas layar ponselnya.

__ADS_1


Mia "Selamat pagi kak Vionita, senang bisa dihubungi oleh kakak."


Vionita "Ya, aku sedang dalam perjalanan ke kantor dan mengingatmu. Bagaimana pagimu?"


Begitu membaca pesan dari Vionita, Mia merasakan jantungnya hendak melompat dari tempatnya ternyata Vionita sampai menghubunginya seperti ini dan bahkan menanyakan paginya? Sangat mengharukan...!!


Mia "Ya, pagi ini sedikit menjengkelkan. Semua pakaian yang telah dirancang oleh tim desain telah selesai dan mereka sedang memamerkan desain mereka serta memamerkan bagaimana salah satu dari desain itu akan dikenakan oleh Chataline."


Vionita yang sedang duduk di dalam mobil membaca pesan itu langsung mengerutkan keningnya.


'dlDesain mereka akan digunakan oleh Chataline?' perempuan itu menggertakkan giginya dan memikirkannya.


'Aku harus mencegahnya,' Vionita tersenyum menyeringai, awalnya dia berada di kota ini karena bekerja sama dengan Cahtaline Jadi dia mengenal baik Chataline.


Vionita "Jangan mencemaskannya, aku yakin lain kali design mula yang akan digunakan oleh orang-orang terkenal."


Setelah membalas pesan dari Mia, Vionita langsung menatap asistennya.


"Atur pertemuanku dengan Chataline, segera." Ucapnya.


"Baik Kak Vionita." Jawab Merlin lalu perempuan itu segera meraih ponselnya dan menelepon asisten Chataline.


"Halo Kak Merlin," jawab seorang pria muda dari seberang telepon.


"Baik, Kak Merlin sendiri bagaimana?"


"Baik juga, Oh ya aku ingin menanyakan jadwal Kak Chataline, dapatkah kau mengatur waktu untuk Kak Vionita bertemu dengannya? Ada hal penting yang ingin dibicarakan Kak Vionita dengannya." Ucap Merlin.


"Ahh, kebetulan sekali hari ini Kak Chataline ada show di dekat perusahaan Kak Vionita, Bagaimana kalau aku mengirimkan alamatnya dan Kak Vionita bisa datang ke sana?" Tanya Zaidan dari seberang telepon.


"Kebetulan sekali, kalau begitu tolong bantu aku ya." Ucap Meilin tersenyum.


"Tentu, aku akan mengatakannya pada Kak Chataline, dia pasti tidak akan keberatan bertemu dengan seorang desainer terkenal seperti Kak Vionita." Ucap saya dan lalu mereka berbasa-basi tidak penting sebelum mengakhiri panggilan itu.


Setelah panggilan tertutup, Merlin langsung melihat ke arah Vionita "Katanya hari ini. Zaidan akan mengirimkan alamatnya setelah dia berbicara dengan Kak Chataline."


"Ok," jawab Vionita tersenyum puas.


'Lihat saja Loren, aku akan menghalangimu untuk setiap langkah yang diambil oleh perusahaan mu. Jangan harap kau bisa menjadi seorang designer!!' ucap Vionita dalam hati.


Sementara Vionita melancarkan rencananya untuk menjatuhkan Loren, maka di perusahaan LC setelah jam makan siang Loren sedang berada di ruangan Andreas.


"Duduklah," ucap Andreas pada Loren.

__ADS_1


"Baik," Loren duduk di sofa pada ruangan Andreas sembari mengikuti Andreas yang sedang berjalan ke arahnya dengan membawa sebuah berkas.


"Ini adalah proyek desain selanjutnya. Meski ini hanya desain seragam dari perusahaan cabang grup Balthasar, tapi ini bisa menjadi salah satu pemasukan perusahaan. Tolong buat beberapa seragam, sebab mereka meminta 3 pasang." Ucap Andreas.


"Aku mengerti." Ucap Loren mengambil berkas itu dan membukanya sekilas.


"Aku juga sudah berbicara dengan Cahtaline dan dia meminta supaya besok pagi-pagi sekali kita mengutus beberapa orang untuk membawakan baju yang akan dipilih oleh Chataline. Ini alamatnya," kata Andreas menyerahkan alamat lokasi syuting Chataline.


"Aku mengerti." Ucap Loren.


"Dia menginginkan desainer nya langsung menjelaskan pakaian-pakaian nya jadi sebaiknya kau dan beberapa anggotamu pergi ke sana, jangan meminta orang lain. Ingat, ini adalah proyek yang penting tidak boleh sampai gagal." Ucap Andreas.


"Aku mengerti." Jawab Loren.


Akhirnya setelah berbicara dengan Andreas Loren segera keluar dari ruangan CEO dan kembali ke ruangan tim desain.


Mentari langsung mengikutkan pandangannya pada Loren sampai perempuan itu duduk di mejanya.


"Perbanyak ini dan bagikan ke yang lain." Kata Loren menyerahkan berkas di tangannya pada Mentari.


"Baik!" Jawab Mentari lalu perempuan itu segera meninggalkan ruangan tim desain untuk melakukan fotokopi.


Setelah Mentari kembali Dia membagikan semua berkas itu pada anggota tim desain.


"Yang akan kalian desain adalah pakaian kerja yang nyaman untuk orang kantoran. Jangan lupa perhatikan informasi perusahaannya supaya nanti tidak memberikan kesan yang buruk." Ucap Loren.


"Baik!"


"Satu lagi, besok pagi-pagi sekali beberapa dari kita akan berangkat untuk bertemu Nona Chataline di lokasi syuting nya. Siapa yang bisa pergi?" Lagi tanya Loren.


"Aku!" Semua orang mengangkat tangannya kecuali Mia, tentu saja Ini adalah kesempatan emas untuk pergi supaya bisa bertemu Chataline secara langsung!! Ini kesempatan langkah!!!


Loren mengerjapkan matanya, kalau semua orang pergi siapa yang akan menyelesaikan pekerjaan di kantor?


"Baiklah, lakukan undi untuk 2 orang." Ucap Loren.


"Biar aku melakukannya!!!" Siren langsung bersemangat mengambil kertas-kertas dan menulis semua nama orang.


@Interaksi



Eaaa si bucin lagi koar-koar gak jelas...

__ADS_1



__ADS_2