Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
s2.138. Kembali membuka hadiah


__ADS_3

Christian kembali ke lantai 2 sembari membawa boneka ikan di tangannya, Begitu tiba di lantai atas, dia langsung melihat Loren yang baru saja keluar dari kamar.


"Sayang," ucap Christian langsung mendekati Loren dan menyerahkan boneka ikan di tangannya.


Loren mengambil boneka dari tangan Christian lalu perempuan itu memperlihatkan wajah menggemaskannya yang manja untuk meluluhkan hati suaminya, "Sekarang belum jam tidur. Ayo kita pergi membuka hadiah-hadiah itu!!"


Melihat wajah istrinya yang sangat menginginkan untuk membuka hadiah-hadiah itu langsung membuat Cristian luluh, lalu pria itu menghela nafas panjang dan memeluk Loren dengan erat.


"Baiklah, kita bisa membuka semua hadiah itu, tapi kau tidak boleh memilih satu hadiah untuk dibawa ke kamar Kita!!!! Bagaimana?" Tanya Christian sembari memandangi wajah istrinya.


Loren berpikir beberapa saat lalu perempuan itu menatap boneka ikan yang ada di tangannya.


"Kalau kita membukanya besok aku boleh membawa barang apapun ke dalam kamar?" Tanya Loren pada Christian langsung membuat Christian mengatup erat-erat giginya menahan agar amarahnya agar tidak meledak di depan istrinya.

__ADS_1


Melihat suaminya yang tampak lama berpikir, Loren lalu menghela nafas dan mengulurkan tangannya ke leher suaminya dan memeluk pria itu dengan erat.


"Suami,, aku rasa anak kita yang menginginkannya, dia ingin membuka hadiah-hadiah itu." Ucap Loren dengan suara yang begitu manja dengan wajah yang semakin dibuat-buat menggemaskan untuk merayu suaminya.


Hal itu membuat Christian semakin mengatup erat giginya karena di dalam tubuhnya sedang beradu 2 kekuatan yang sama kuat.


Tidak bisa menahan diri untuk mengiyakan permintaan Loren karena melihat wajah istrinya yang terlalu menggemaskan, sementara yang lainnya menahan dirinya agar dia tidak mengizinkan perempuan itu, sebab jika Loren membawa semua barang ke dalam kamar, maka barang-barang itu akan memenuhi ranjang mereka dan mungkin dia akan disuruh tidur di lantai demi membiarkan barang-barang itu tetap berada di tempat tidur.


"Sayang,,,,,,," suara Loren sekali lagi terdengar dengan mata perempuan itu sudah berbinar-binar penuh harap suaminya akan mengabulkan permintaannya.


"Baiklah," jawab pria itu langsung membuat Loren berjinjit dan mendaratkan sebuah ciuman di bibir suaminya.


"Aku sungguh terlalu mencintai suamiku!!!" Seru Loren dengan perasaan bahagia lalu perempuan itu langsung melepaskan pelukannya dari Christian dan berlari ke lantai bawah meninggalkan Christian yang kini terkejut dan mengejar istrinya.

__ADS_1


"Hati-hati!!!" Seru Christian yang terkejut melihat istrinya berlari cepat menuruni tangga.


Pria itu sangat takut bila saja Loren terpeleset dan jatuh, jadi dia melompati 4 anak tangga sekaligus dan akhirnya bisa menangkap istrinya.


"Ahh!" Jerit Loren yang terkejut karena dirinya yang hendak turun kembali diangkat ke atas.


"Kalau kau jatuh, bagaimana???" Ucap Christian dengan tatapan peringatan menatap istrinya yang kini tersenyum ke arahnya.


"Maaf," kata Loren langsung membuat Christian kembali menghembuskan nafas panjang lalu pria itu membawa Loren menuruni tangga menuju ke ruang tengah.


Saat itu, Gerson sudah tidak ada di ruang tengah, jadi hanya Bianca dan Davin yang duduk di sana sembari bercakap-cakap.


Mereka sangat terkejut saat melihat Loren dan Christian kembali lagi ke ruangan tengah dengan Loren yang langsung diturunkan Christian dan perempuan itu mengambil sekotak hadiah dan kembali membukanya.

__ADS_1


Christian menghela nafas melihat kelakuan istrinya lalu pria itu menatap ke arah paman dan bibinya, "maaf, Apakah kami mengganggu kalian?" Tanya Christian yang merasa tidak enak pada dua orang yang sedang duduk bercakap-cakap langsung terdiam ketika mereka tiba di sana.


"Ahh, tidak kok," jawab Bianca dengan wajah yang masih linglung melihat Loren yang antusias membuka hadiah-hadiah yang mereka bawa.


__ADS_2