Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#92. Bijaksana Loren


__ADS_3

Waktu berjalan sangat cepat, hubungan Christian dan Loren semakin dekat, perusahaan yang dikerjakan Andreas juga sudah hampir memasuki tahap akhir.


Sementara Loren, dia sudah menyiapkan desain yang lebih dari cukup untuk diluncurkan sebagai koleksi pertama perusahaan mereka.


"Ahhh..." Loren melakukan peregangan setelah seharian dia mengurung diri di dalam kamarnya mendesain pakaian musim panas yang akan dijadikan ancang-ancang untuk mengikuti ajang Fashion week ibukota.


Perempuan itu lalu bergegas membersihkan diri dan keluar dari kamarnya untuk makan malam.


"Apakah Tuan sudah kembali?" Tanya Loren pada seorang pelayan saat dia bertemu dengan pelayan itu di tangga.


"Belum Nona, tapi saya sudah menyiapkan makan malam untuk Nona. Sudah seharian Nona mengurung diri di kamar jadi mohon supaya Nona tidak menunda waktu makan malam Nona," kata pelayan itu yang sudah dari pagi cemas karena Loren tidak pernah keluar kamar.


Seandainya perempuan itu membiarkan mereka membawa makanan untuknya, tetapi Loren mengunci pintu kamarnya dan berpesan supaya tidak ada yang mengganggunya.


"Aku mengerti, kembalilah bekerja." Ucap Loren lalu perempuan itu berjalan ke depan mansion untuk menunggu kepulangan Christian.


'Dia pasti sangat sibuk.' pikir Loren yang merasa sedih untuk Christian karena pria itu sudah beberapa hari selalu pulang terlambat karena pekerjaan yang begitu menumpuk.


Janji mereka untuk makan bersama 3 kali dalam sehari juga sudah seperti omong kosong belaka.


Pekerjaan adalah salah satu objek yang bisa meretakkan sebuah hubungan yang harmonis.

__ADS_1


Loren menunggu sekitar 1 jam sampai sebuah mobil mewah berwarna hitam akhirnya berhenti di depan Mansion lalu seorang pria keluar dari mobil membawa seikat bunga mawar.


"Kau menunggu lagi?" Christian bertanya dengan muka yang sedikit masam sebab Dia sudah mendengar dari Ransi bahwa perempuan itu tidak makan seharian sebab sibuk bekerja.


"Tuan terlambat lagi," suara Loren tak kalah asam namun perempuan itu masih mengulurkan tangannya dan memeluk pinggang Christian.


"Mulai besok pekerjaanku sudah lebih renggang jadi aku akan menemanimu makan siang. Tidak boleh lagi ada orang yang bekerja sampai lupa waktu. Mengerti?!"


"Mengerti Tuan," kata Loren sembari melemparkan senyuman terbaiknya yang langsung memukau Christian.


Lelah dan lapar Christian langsung menghilang saat pria itu dengan spontan menundukkan kepalanya dan mencium Loren tanpa memperdulikan banyaknya pengawal yang berada di sekitar mereka.


"Ayo masuk," kata Christian setelah ciuman mereka lalu memberikan mawar yang ia bawa pada Loren.


"Perusahaanmu akan di resmikan Minggu depan. Apa kamu sudah berbicara dengan Andreas?" Tanya Christian selagi mereka melangkah ke ruang makan.


"Ya, dia sudah mengatakannya. Minggu depan juga aku akan mendapat tim desain. Aku harap mereka bisa menerimaku." Kata Loren yang merasa gugup untuk bergabung dengan suatu tim yang akan bekerja sama dengannya.


Sedari kecil dia sudah terbiasa mendesain sendiri jadi apapun yang ia lakukan tidak pernah mempertimbangkan pendapat dan pikiran orang lain.


Tapi kali ini dia akan bekerja sama dengan orang lain Jadi ini merupakan sebuah hal baru baginya.

__ADS_1


"Kau pasti bisa, tapi kamu harus ingat bahwa kau adalah ketua mereka Jadi jangan sampai mereka bersikap tak sopan padamu. Kau harus menekan mereka, mengerti?!"


Loren terkikik,, "Tuan mau saya terlihat seperti Tuan yang selalu disegani oleh bawahannya? Coba perhatikan, siapapun yang ada di sekitar Tuan, mereka semua selalu takut bertindak jika tidak sesuai dengan keinginan Tuan. Takut Tuan marah."


Christian menghentikan langkahnya dan menatap perempuan yang masih tertawa kecil di sampingnya.


"Apa kau marah karena itu?" Tanya Christian.


"Tidak,, semua orang punya gaya masing-masing untuk menjadi pemimpin. Tapi aku tidak bisa bersikap seperti Tuan sebab aku adalah seorang pemula aku harus belajar dalam tim yang dipimpin sendiri. Kalau tidak ada yang mengkritik ku seperti Tuan maka selamanya aku akan berjalan di tempat, Kalau tuan sih tidak masalah, Tuan sudah punya banyak pengalaman, tapi saya baru akan belajar." Ucap Loren dengan rendah hati.


Kebijakan Loren membuat Christian tertegun, Dia pikir perempuan itu adalah perempuan yang akan selalu mengikuti keinginannya ternyata Loren juga bisa memiliki pemikiran sendiri.


Dan menurutnya apa yang dikatakan Loren ini tidak sepenuhnya salah.


"Gadis kecilku sudah bijak!" Ucap Christian memuji Loren.


"Benarkah? Jadi Tuan tidak marah?" Tanya Loren bersemangat, dia sudah menduga Kalau pria itu mungkin akan menentangnya, tapi ternyata....


"Ya,, tapi kau harus diingat meskipun kau belajar dari mereka namun kau masih memiliki posisi yang lebih tinggi. Aku tidak suka gadisku ditindas oleh orang lain." Ucap Christian dinagguki Loren.


__ADS_1


__ADS_2