Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 31. Pekerjaan bagus


__ADS_3

Setelah menutup panggilannya dengan Loren, Chataline langsung menatap Zaidan, "kirim alamat lengkapku pada,,," Chataline tidak jadi melanjutkan ucapannya saat ia teringat akan sesuatu.


Jika dia mengirim gaun itu ke apartemennya, maka bisa jadi perempuan-perempuan yang sering dibawa oleh pamannya ke rumahnya untuk bermain bersamanya akan mengambil gaun itu.


"Ada apa?" Zaidan bertanya saat ia melihat Chataline tidak berniat lagi melanjutkan ucapannya dan hanya terdiam di tempatnya.


"Atur supaya Loren mengirim gaunnya ke agensi kita, jangan ke rumahku." Ucap Chataline sembari mengepal erat tangannya.


Dia sudah terlalu banyak mendapatkan penghinaan dari para pelaccur-pelaccur rendahan yang dibawa pamannya ke apartemennya.


'Sial!! Aku harus melakukan sesuatu untuk membuat pamanku berhenti mengancamku. Jika tidak, aku akan semakin dipermalukan di depan para pelaccur-pelaccur itu!!' geram Chataline dalam hati mengingat saat dirinya harus menurunkan levelnya bermain bersama perempuan-perempuan rendahan.


Chataline terus memikirkannya, namun dia belum mendapatkan solusinya ketika mobil telah tiba di perusahaan mereka.


Perempuan itu memasuki perusahaan bersama Zaidan hingga Dia tiba di ruangan Manager.


"Kalian sudah datang," manajer Liu langsung menyambut Chataline dengan perasaan gembira.


"Ya, Apakah ada kabar baik?" Zaidan mewakili Chataline bertanya saat ia melihat Chataline tak berada dalam suasana hati yang buruk.


Meski dia tidak tahu penyebabnya, namun dia tidak berani bertanya, sebab dia ingat bahwa Chataline meminta libur karena dia memiliki urusan dengan keluarganya.

__ADS_1


Jadi, mungkin saja apa yang membuat Chataline tampak buruk ialah masalah dengan keluarganya.


"Cahtaline ini,," manajer Liu menyerahkan sebuah dokumen pada Chataline, namun Chataline tampak tidak bergeming.


Perempuan itu hanya duduk sembari menatap jari-jari tangannya yang ia permainkan.


Zaidan menerima dokumen itu dan melihatnya.


"Woh!!! Menjadi duta produk untuk IU!!!" Zaidan berseru dengan sangat senang karena IU merupakan salah satu brand kecantikan ternama yang sudah mendunia.


Meski belum bisa dibandingkan dengan Chanal, tapi IU adalah sala satu brand kenamaan di negara mereka.


Namun, setelah mengatakan nya, dia melihat Chataline tampak tidak tertarik dengan unformasi itu.


"Ada apa dengannya?" Manajer Liu bertanya pada Zaidan.


Zaidan baru menjawab ketika Marina dan juga Hera kini memasuki ruangan itu.


"Manager Liu, Aku sudah di sini." Ucap Marina sembari duduk di salah satu sofa.


"Ya, duduklah," ucap manajer Liu lalu perempuan itu kembali mengambil dokumen yang lain dan menyerahkannya pada Marina.

__ADS_1


"Persiapkan dirimu untuk ini," ucap Manager Liu menyerahkan sebuah data pekerjaan pada Marina.


"Wow!!" Hera langsung berseru begitu dia mengintip nama perusahaan yang tertera di dokumen tersebut.


"Kak Marina begitu hebat,, ini adalah salah satu brand yang masuk dalam kategori 5 besar terbaik di negara kita!!!" Hera begitu senang sehingga dia tidak bisa menahan diri untuk bertepuk tangan.


"Terima kasih manajer Liu," ucap Marina pada manajer Liu sembari menoleh pada Chataline dengan tujuan untuk memprovokasi perempuan itu bahwa dia akan menjadi duta produk untuk sebuah brand ternama.


Namun perempuan itu merasa kesal saat melihat Chataline sama sekali tidak bergeming.


Zaidan yang melihat ekspresi Marina langsung mengerti dengan perempuan itu, jadi dia menatap Chataline sambil berkata, "Kak Chataline, Apakah kau mau mengambil job dari IU atau tidak? Kalau kau tidak mau, kau bisa memberikannya pada orang lain yang menginginkannya."


Marina sangat terkejut dengan ucapan Zaidan. IU?


'Sial!! Akan bagus kalau aku yang mendapatkan pekerjaan itu, tapi apa kata pria ini tadi?' Marina menggertakkan giginya menyadari maksud ucapan Zaidan bahwa jika Chataline tidak mau, maka ada orang lain yang bisa mengambil barang bekas dari Chataline.


"Hah,, terserah padamu. Sekarang pergilah atur persiapan untuk pemotretan kita siang nnati." Chataline akhirnya membuka mulutnya lalu perempuan itu segera berdiri.


"Manager Liu, Aku akan pergi ke ruang istirahat." Ucap Chataline keluar dari ruangan Manager.


Zaidan yang melihat itu juga ikut berdiri lalu dia menoleh pada manajer Liu, "Kak Liu tenang saja, aku akan membujuknya supaya dia mau menerima tawaran ini." Kata Zaidan di angguki oleh manajer Liu, lalu pria itu segera keluar dari ruangan manajer Liu.

__ADS_1


__ADS_2