Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#322. Meninggalkan Kakek Perry


__ADS_3

Rama menoleh pada kakek peri dan berkata, "Ayah!! Kau harus melakukan sesuatu!!!" Rama berkata dengan panik.


Tetapi kemudian pria itu melemas di kursi rodanya saat melihat kakek feri hanya menggelengkan kepalanya.


"Kalau kau menginginkan keluarga kita bangkrut seperti keluarga Maherson, maka kau bisa mencegah putrimu masuk penjara." Ucap Kakek Perry lalu dia melihat ke arah Erik.


"Silakan bicara." Ucap Kakek Perry.


Dengan wajah yang tenang, Erik kemudian berkata, "Ini mengenai masalah saham orang tua Nona Loren yang tiba-tiba menghilang di perusahaan Sinaga. Sepertinya Tuan Sinaga perlu menjelaskan masalah ini."


Begitu mendengarnya, wajah Kakek Perry langsung memucat.


Dia mengira hal yang akan dibicarakan pria itu adalah kerjasama dengan perusahaan Sinaga, sebab Christian akan menjadi cucu menantunya, tapi ternyata pria itu malah menagih sebuah saham yang sudah ia ambil secara diam-diam.


"I,, itu,, saham 10% itu tentu saja akan saya kembalikan pada cucu saya. Saya hanya menjaganya untuknya karena kemarin kami berpikir seluruh keluarga dari anak pertama saya telah meninggal." Ucap Kakek Perry.


"Benarkah? Tetapi saham itu bukankah sudah diwasiatkan jika terjadi sesuatu pada tuan Rano Sinaga dan keluarganya maka saham tersebut akan disumbangkan ke amal? Apakah kantong Tuan Sinaga merupakan tempat amal?" Tanya Erik langsung membuat wajah kakek Perry menjadi semakin pucat dan tangannya gemetar memegang tongkatnya.

__ADS_1


Itu memang terjadi, Tetapi dia sengaja memusnahkan surat wasiat itu agar dialah yang menguasai 10% saham itu.


Tapi, bagaimana cara pria itu mengetahuinya dan kembali mengungkitnya lagi?


"I,,, itu,, Saya hanya berpikir kalau cucu saya belum meninggal jadi saya masih menyimpannya untuk--"


"Bukankah Tuan Sinaga baru saja mengatakan kalau tuan Sinaga berpikir bahwa seluruh keluarga Rano Sinaga telah meninggal? Mengapa sekarang mengatakan ingin menyimpannya untuk cucu Tuan Sinaga?" Tanya Erik tak mampu di jawab Kakek Perry.


"I,, ini,," Kakek Perry menghembuskan nafasnya karena kebingungan harus menjawab apa.


"Ayah!!" Davin berteriak menyela ucapan ayahnya, "Bisa-bisanya Ayah berbuat seperti itu pada kakak pertama?!! Ayah jelas tahu bagaimana perjuangan kakak pertama untuk mendapatkan 10% saham itu!!


"Tidak ada gunanya kami di sini ketika kami berpikir akan tinggal di sini dengan nyaman dan aman, tapi malah melihat satu persatu anggota keluarga kami melakukan kejahatan!!! Bahkan ayah sendiri menghianati anaknya!!" Ucap Davin lalu pria itu menggerakkan giginya menarik Putra dan istrinya keluar dari tempat itu.


"Kau!! Kau mau kemana?!!" Kakek Perry dengan panik ingin menahan Putra ketiganya di situ.


Bagaimanapun, satu-satunya keluarga yang bisa meneruskan perusahaan Sinaga adalah putra ketiganya.

__ADS_1


Sebab, keluarga Putra keduanya semuanya dalam kondisi yang tidak bisa bekerja.


Atau bahkan jika mereka masih bisa bekerja, maka reputasi keluarga Putra keduanya sudah sangat hancur sampai sangat memalukan untuk mengakuinya sebagai bagian dari keluarga Sinaga.


Tetapi, Davin tidak memperdulikan ayahnya, dia hanya terus menarik Gerson dan istrinya untuk keluar dari tempat itu.


"Ayah,, Ayah yakin kita akan meninggalkan kakek sendirian?" Tanya Gerson yang merasa cemas jika pria tua itu mungkin akan mengalami sesuatu yang buruk jika mereka meninggalkannya.


Karena, meskipun kakeknya telah jahat pada mereka, namun kakek Perry tetaplah ayah dari ayahnya. Mereka tidak bisa mengabaikannya begitu saja.


"Seorang ayah yang buruk tidak patut untuk dihargai. Apalagi melihat kakekmu yang tidak memiliki niat untuk berubah. Sampai terakhir kali ketika dia melihat Christian matanya masih menampakkan kilauan ingin memanfaatkan Christian untuk mencapai tujuannya. Lagi pula, masih ada paman keduamu yang akan bertinggal bersamanya di sini!!" Ucap Davin tanpa ada niat untuk mengubah keputusannya.


"Baik, aku mengerti." Kata Gerson akhirnya tidak membantah lagi.


Lebih baik mereka pergi menjauh daripada tinggal di sebuah keluarga yang hanya membuat darah tinggi setiap hari.


Sama sekali tidak ada gunanya!!

__ADS_1



__ADS_2