Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#40. Apa yang terjadi?


__ADS_3

Lantai 36 ruangan nomor 1.


Dengan nafas yang memburu dan keringat di sekitar wajahnya, Loren mengulurkan tangannya yang gemetaran menyentuh hendel pintu dan memutarnya.


'Tuhan, Tolong selamatkan aku dari pria itu.' ucap Loren dalam hatinya sembari mendorong pintu itu dan melihat Cristian sedang menggila.


Brukk...


Prankkk...


Krak...


Loren menutup pintu dan berdiri diam menatap pria yang sedang mengacaukan berbagai barang.


Pakaian pria itu sudah tidak lengkap lagi, jasnya entah dimana, dasinya entah dimana dan kemejanya pun setengah terbuka menampakan setengah dadanya yang berotot.


'Dihadapkan dengan pria yang mengamuk dan zekzi seperti ini,, haruskah aku bersyukur atau mengumpat?' ucap Loren dalam hati sembari mengepal kuat tangannya dan berjalan mendekati Christian.


Loren sengaja tersenyum supaya menghilangkan kekakuan di wajahnya.

__ADS_1


"Hei,,, sudah puas menghancurkan barangnya?" Tanya Loren menghentikan Christian lalu pria itu berbalik arah ke arah Loren.


Namun, ketika pria itu melihat tahi lalat dibawah mata Loren dan terlebih 2 lesung pipi yang menghiasi wajah Loren, pria itu menjadi sangat tenang.


Tubuh Loren yang tinggi berubah menjadi seorang gadis remaja yang kecil yang pernah menyelamatkannya dulu.


Wajah Loren terlihat sangat jelas jadi Cristian langsung berjalan ke arah Loren dan memeluk Loren dengan erat.


'Gadis remaja...'


Loren mengerjapkan matanya, karena itu pertama kalinya kulitnya bersentuhan dengan dada telanjang seorang pria.


"Jangan marah-marah lagi, bukankah aku sudah bilang kalau ada masalah jangan diselesaikan dengan kekerasan." Kata Loren menenangkan pria itu dengan menepuk-nepuk pundak Christian sementara tangan yang lain mengelus punggung Christian.


'Aku tidak tahu mengapa dia selalu tenang setiap kali bersama denganku. Padahal kami adalah dua orang asing, bahkan dua orang yang saling membenci satu sama lain. Ini sangat aneh,,' pikir Loren dalam hati sembari terdiam membiarkan Christian terus memeluknya.


Sekitar 15 menit saling berpelukan akhirnya Christian melepaskan pelukan mereka lalu pria itu memandangi wajah Loren.


"Kau lebih cepat siuman dari yang biasanya. Aku yakin beberapa waktu kedepan trauma mu akan segera sembuh karen--" Loren melototkan matanya saat pria itu kembali menariknya ke pelukannya lalu mendaratkan ciuman di bibir Loren.

__ADS_1


Mematung dalam posisinya, Loren kembali mengingat ucapan Wilson yang mengatakan bahwa dirinya hanyalah sebuah pelampiasan.


'Biarkan saja, lagipula dialah yang patut dikasihani karena memiliki hidup yang terlalu buruk. Dia hidup dalam kemewahan, tetapi hatinya tidak bahagia.' pikir Loren meski hatinya juga terasa sakit karena diperlakukan seenaknya jadi tanpa sadar Dia meneteskan air.


'Aku tidak bisa bersikap biasa saja.. bibirku ini adalah bibir yang berharga,, bukan sesuatu yang bisa disentuh oleh sembarang orang meski itu dilakukan orang tanpa sadar!' Pikir Loren merasa sedih.


Hatinya terasa kalut,, dia ingin mendorong pria itu namun dia tidak mau kalau Christian kembali mengamuk lagi dan semakin memperparah penyakit pria itu.


Tetes air mata yang membasahi tangan Christian yang memegang pipi perempuan itu langsung menyadarkan Christian lalu pria itu mundur dari Loren.


Christian menatap Loren beberapa saat, ia merasa kacau dengan air mata yang membasahi pipi Loren, ia kemudian berjalan kearah sofa untuk duduk.


'Apa yang terjadi? Mengapa ini...?' Christian yang sudah sadar duduk di sana sembari menyembunyikan matanya dibalik telapak tangannya yang besar.


Sementara Loren yang melihat pria itu menganggap Christian masih sama seperti sebelumnya, belum sadar dan perlu waktu untuk menenangkan diri.


@Interaksi


__ADS_1


Kalo dah tau ya diam,, jangan koer2 lagi dong..! Bikin mimpi buruk ajah deh..!✌️✌️✌️


__ADS_2