
Loren membuka ruangan Andreas dan terkejut saat tubuhnya langsung ditarik ke pelukan seseorang.
Perempuan itu hendak mendorong pria yang menariknya ketika dia menyadari wangi dari tubuh itu sangat familiar baginya.
Loren mengangkat wajahnya dan melihat, ternyata orang itu adalah suaminya sendiri.
"Hah,, sayang, kau mengagetkan ku!" Ucap Loren memandangi Christian.
Tetapi, bukannya mendapat jawaban, bibir Loren malah di cium mesra oleh Christian.
"Ng!" Loren langsung menutup matanya, berusaha pulih dari keterkejutannya.
Setelah 1 menit berlalu, Loren akhirnya membuka mulutnya dan membiarkan lidah Christian menjelajah dalam mulutnya.
Rasa manis yang familiar setiap kali mereka berciuman selalu membuat Loren panas dingin di buat Christian.
Apa lagi semenjak mereka menikah, Loren berdebar menginginkan pria itu, jadi tanpa sadar Loren langsung melingkarkan satu kakinya di paha Christian lalu menggeseknya dengan erat.
Terasa begitu nyaman baginya.
"Hm!!" Tiba-tiba sebuah suara membuat Loren mematung hingga perempuan itu menarik kakinya dan mendorong Christian menjauh darinya.
Loren langsung melihat Andreas yang sementara berdiri menatap mereka.
Loren merasa sangat malu hingga wajahnya menjadi begitu merah.
__ADS_1
Perempuan itu langsung menunduk dan berbalik memegang handle pintu, "Uh,, aku,, aku keluar dul--"
Ucapan Loren terpotong ketika dia terkejut saat Christian kembali menariknya ke pelukannya.
Lalu perempuan itu merasakan suasana di sekitarnya menjadi dingin.
Christian menatap Andreas dengan tatapan marah membuat pria itu terburu-buru melangkah ke arah pintu.
"Saya di luar." Ucap Andreas segera pergi.
'Astaga,, Aku tidak menyangka kalau Loren ternyata memiliki sifat tersembunyi seperti itu.' pikir Andreas mengingat kembali bagaimana Loren melingkarkan kakinya di paha Christian untuk menggoda pria itu.
"Tuan kenapa?" Tanya Elman yang berjaga di depan pintu.
"Tidak," jawab Andreas dengan singkat.
Ia membaringkan perempuan itu di sofa lalu menindihnya.
"Apa yang kau lakukan?!!" Loren merontah sembari mendorong pria di atasnya.
"Tentu saja melanjutkan yang tadi," ucap Christian membelai rambut Loren sembari mengecup bibir perempuan itu.
"Tunggu!!" Loren menghalangi bibir Christian dengan cara menutup bibir pria itu dengan telapak tangannya.
"Kau sadar kita dimana? Ini ruangan Andreas!" Ucap Loren menatap Christian penuh peringatan.
__ADS_1
Tetapi Loren sangat terkejut ketika pria itu bukannya menjawabnya, malah Christian menjilati tangan Loren yang menutup mulut pria itu.
Loren merasa geli, ia hendak melepas tangannya ketika tangan Christian menahannya.
"Apa yang kau lakukan?!!" Loren semakin panik sehingga perempuan itu semakin keras merontah agar bisa kabur dari Christian.
Christian malah menahan dua tangan Loren di kepala perempuan itu.
"Ng!!" Loren melototkan matanya ketika Christian kembali menciumnya dengan penuh gairah.
Tangan lain pria itu menyusup di balik pakaiannya mengelus kulitnya.
"Mhh!!" Loren masih terus merontah, sebab dia begitu malu melakukan sesuatu seperti itu di ruangan orang lain.
Bagaimana ia akan menghadapi Andreas nanti?
Tapi hanya sesaat ia memikirkan itu, Christian dengan cepat membuat Loren terbuai saat titik sensitifnya pada bagian telinganya telah di kecup lembut oleh Christian.
Dengan inisiatifnya sendiri, Loren mengangkat kakinya melingkar di pinggang Christian.
Sesaat kemudian.........
"Uh.. uh... Uh..."
Elman merasa begitu aneh mendengar suara dari dalam kamar.
__ADS_1
"Suara apa ini?" Elman mengigit bibir bawahnya.
Pokoknya harus tetap berpikir positif!!!